Bab 2

“Anak kurang ajar!” bentak seorang lelaki paruh baya ketika sang putri sampai di rumah. Suara tamparan terdengar nyaring di ruangan yang hening itu.

Wajah Lili berpaling ke kanan dengan cepat akibat tamparan ayahnya. Ia memegangi pipi kirinya yang terasa sakit dan panas.

“Pa,” rintih Lili dengan mata nanar.

“Kamu telah mencoreng nama baik keluarga kita!” Agus melempar selembar foto ke tubuh anaknya itu.

Lili membelalakkan kedua matanya melihat foto dirinya tidur dengan seorang pria berbadan kekar, yang tak lain adalah pengawalnya. Mereka bahkan berpelukan.

“Papa, ini tidak seperti yang Papa pikirkan.” Lili mencoba menjelaskan kepada sang ayah.

Sekali lagi Agus membentak Lili untuk diam, dan kembali memberikan tamparan di pipi putri semata wayangnya.

“Papa, tidak percaya sama Lili?” suara gadis itu berubah berat.

“Memangnya bukti ini masih kurang?” Agus melempar satu foto lagi ke wajah Lili.

“Kau, anak tidak tahu diri!” Pria paruh baya itu mengangkat tangannya tinggi.

Lili memejamkan mata, dia sudah siap untuk merasakan kesakitan yang kesekian kalinya, tetapi Galang menahan tangan tuannya.

“Tuan, jangan sakiti Nona muda. Nona tidak bohong, kami hanya dijebak.” Pemuda itu memohon dengan sungguh-sungguh.

“Bajingan kau!” Pandangan pria itu beralih kepada pemuda yang baru saja memasuki ruang tamu di rumahnya.

Pukulan keras meluncur ke tubuh si pengawal yang selama ini ia percaya untuk menjaga putrinya.

“Kau berani sekali meniduri anakku! Mati kau!” Emosi Agus sudah tidak terbendung. Pukulan demi pukulan mendarat di tubuh kekar Galang.

“Papa, cukup! Jangan sakiti Galang!” Lili berlari melindungi sang pengawal.

“Rida, bawa Lili ke kamar. Jangan biarkan dia keluar!” perintah Agus kepada istrinya.

Lili memandangi sang pengawal yang terus mendapatkan pukulan dari sang ayahnya juga anak buahnya. Ia berusaha berontak untuk memberikan perlindungan. Namun, Lili tidak mampu melawan orang berbadan kekar di belakangnya.

“Apa yang telah kau lakukan dengan Nona Muda?” Agus menarik kerah baju Galang.

“Saya tidak melakukan apa-apa, Tuan,” ucapnya jelas, tak ada rasa ragu sedikit pun yang keluar dari mulut pemuda itu.

“Lalu foto ini, kamu bisa menjelaskan?” Indrajaya berjalan mendekati Galang. Dia memperlihatkan foto dirinya sedang berpelukan dengan sang nona tanpa busana.

Tanpa takut, tapi tetap sopan, Galang menyebut kepada sang majikan bahwa seseorang telah menjebak mereka berdua.

“Jebakan kau bilang?” Agus memberikan pukulan keras sampai pemilik tubuh kekar itu tak berdaya.

Emosi Agus semakin meluap karena Galang tidak mau mengaku. Galang tetap bersikeras kalau dirinya dijebak.

“Katakan, apa kau menyukai Lili?” Agus memegang dagu Galang kasar.

“Tidak, Tuan, saya tidak berani menyukai Nona Lili.” Bibir Galang bergetar.

Agus melepaskan kasar dagu Galang. “Bawa pergi dia! Beri dia pelajaran!” perintah Agus kepada anak buahnya.

Agus duduk di sofa, dia menggenggam tangan kanannya lalu memukul-mukul sofa sebelah dia duduk.

Ia semakin murka tatkala Rida menyampaikan bahwa gosip tentang Lili dan Galang telah ramai di media sosial. Sang istri menunjukkan berita Nona muda dengan sang pengawal yang sedang ramai diperbincangkan itu.

“Apa yang sebenarnya dia inginkan?” geram Agus dengan mata berapi-api.

“Mungkin pengawal itu menginginkan harta dan kedudukan tinggi. Anak kita digunakan sebagai alat untuk memperdaya kamu.” Rida menyimpulkan pikiran dari pengawal pribadi Lili.

“Brengsek! Indrajaya, perintahkan anak buah kita untuk membunuh Galang.” Agus meminta tangan kanannya untuk mengabarkan kepada orang mereka untuk menghabisi Galang.

“Jangan, Tuan, jika Tuan membunuh Galang keadaan akan semakin keruh.” Pria yang menjadi tangan kanan Agus itu menasihati agar tuannya tidak gegabah dalam bertindak.

Melenyapkan nyawa sang pengawal saat ini hanya akan menambah masalah untuk keluarga Sudarmono. Pasti akan berdampak besar dengan perusahaan mereka.

Perusahaannya bisa kehilangan klien dan mengalami kerugian besar.

“Lalu apa yang harus aku lakukan, Indrajaya?” lelaki itu sudah tak mampu berpikir jernih. Dia tak mampu membendung emosi yang ada dalam dirinya.

“Bagaimana kalau, Tuan nikahkan saja Nona Lili dengan pengawal itu?” Indrajaya memberikan saran yang paling tepat daripada harus melenyapkan nyawa seseorang.

“Kau gila, Indrajaya!” maki lelaki paruh baya itu mendengar ide dari tangan kanannya itu.

Menikahkan mereka berdua cukup untuk menutupi aib yang dibuat oleh sang putri, tapi membuat citra keluarga Sudarmono yang sedikit tercoreng.

Seorang pebisnis besar, kaya raya memiliki menantu seorang pengawal miskin. Lebih memalukan lagi kedua sejoli itu tertangkap basah tidur berdua di kamar sebuah hotel.

“Tuan, Anda bisa melakukan segalanya,” timpal Indrajaya.

Sang tangan kanan mengatakan kalau mengubah batu kali menjadi permata saja sangat mudah bagi tuannya. Apalagi hanya merekayasa sang pengawal menjadi anak orang kaya raya pasti akan sangat mudah.

“Aku tidak setuju!” Rida tidak setuju dengan keputusan yang dibuat oleh sang suami.

Keputusan suaminya justru akan menghancurkan rencana yang sudah dia susun.

Harta warisan akan tetap jatuh ke tangan anak tirinya. Rida tidak mau perjuangannya selama ini sia-sia.

“Nyonya, hanya ini yang bisa mengembalikan nama baik keluarga Sudarmono,” tegas Indrajaya membuka pikiran majikannya.

“Tidak, Indrajaya, ini bukan ide yang bagus. Aku tidak mau memiliki menantu pengawal miskin yang tak bermoral!” tegas Rida.

“Cukup, kalian berdua! Aku setuju dengan ide Indrajaya.”

Rida menatap Indrajaya tajam, dia geram karena sang suami lebih mendengarkan tangan kanannya daripada istrinya sendiri.

Rida memandang suaminya masam. Ia berharap pria itu mendukungnya, bukan menuruti anak buahnya.

Dengan tenang dirangkulnya pundak sang istri, seraya tersenyum licik Agus berucap, “Jangan khawatir, istriku. Kita tidak akan malu. Aku punya rencana bagus.”

Terpopuler

Comments

Retno Palupi

Retno Palupi

nanti menyesal lho pak

2024-04-23

0

Irmha febyollah

Irmha febyollah

ya kalo namanya tiri itu yg baik dari 1000 cuma 1. kebanyakan jahat. aq udh mengalami nya sendiri punya ibu tiri.

2024-03-09

0

lihat semua

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!