Telur

Rubi menghela nafas berat saat melihat isi kulkas dalam keadaan kosong melompong. Tak ada lagi sisa bahan makanan yang dapat diolah untuk sarapan suaminya nanti. Bahan makanan sisa hajat itu ya tinggal daging ayam yang sudah dimakan oleh keluarga rakusnya pagi ini.

Namun melihat kulkas yang kosong tak membuatnya tinggal diam. Dia bergegas ke kamar mengambil uang yang ada di dalam dompetnya. Lalu dengan langkah tergesa-gesa, dia pergi ke warung Bu Yayuk, satu-satunya warung yang jaraknya paling dekat dengan rumahnya.

Tiba di warung Bu Yayuk, dia celingukan karena warung itu dalam keadaan terbuka namun tidak ada pemiliknya.

"Bu Yayuk, beliiiiiiii !"

Kerena pemiliknya tak terlihat, Rubi terpaksa berteriak memanggil pemilik warung. Setelah berulang kali mengulang sampai tenggorokan nya kering, akhirnya si empunya warung keluar dari balik pintu rumahnya dengan penampilan memakai handuk dan rambut yang masih penuh busa.

"Eehh, pengantin baru to yang manggil. Kirain siapa to, Rub." Bu Yayuk dengan logat jawanya, melenggang santai masuk ke dalam warung yang letaknya terpisah.

Rubi sejenak tercengang melihat penampilannya, lalu memberikan senyuman canggung.

"Sedang mandi ya, Bu? Kalau gitu saya ganggu dong," kata Rubi basa basi.

"Ndak apa-apa, Rub. Namanya juga penjual ya resiko kalau diganggu sama pembeli. Malah kemarin saya lagi boker di teriaki sama anaknya mang Yanto. Eh ndak tau nya tuh bocah cuma mau beli permen satu. Kesel. Mana lagi kebelet-kebeletnya saya itu."

Ocehan Bu Yayuk yang panjang seperti kereta dan terkesan jorok itu membuat Rubi menahan tawanya. Ingin menimpali, tapi dia sadar jika dirinya sedang terburu-buru.

"Saya juga cuma mau beli telor satu doang, Bu."

"Lah ndak apa-apa. Harga telor kan lebih mahal dari permen. Sebentar saya ambilkan." Bu Yayuk beranjak ke arah tempat biasa menyimpan telur." Waduh, telornya udah habis, Rub. Saya lupa belum belanja," teriaknya dari dalam sana.

Mendengar telurnya habis, Rubi menghembuskan nafasnya kesal. Rasanya sia-sia saja. Sudah bersusah payah memanggil si pemilik warung sampai tenggorokan nya kering, ujung-ujungnya barang yang dicarinya tidak ada di warung tersebut.

"Ya udah Bu Yayuk, saya mau cari ke warung yang lain aja."

"Iya iya, Rub, monggo."

Rubi bergegas mencari warung lainnya. Berharap Rexa belum bangun sebelum dirinya tiba di rumah.

Kini warung ke dua yang Rubi datangi adalah warung milik Bu Faizah. Baru tiba di warung itu, dia langsung disambut senyuman dan pertanyaan dari pemilik warung.

"Neng Rubi, mau beli apa?"

"Saya mau beli telur satu bi.......eh sekilo ding, Bu," jawab Rubi beralih niat. Tadinya hanya mau membeli satu biji, tapi karena warung Bu Faizah cukup jauh, dia pikir sekalian saja dari pada bolak balik.

"Sebentar ya, ibu ambilkan dulu." Bu faizah masuk ke dalam warungnya. Sementara Rubi menunggunya di luar warung.

"Chieee ada pengantin baru. Tumben belanja di sini!"

Suara seseorang membuat Rubi tersentak ditengah kediamannya. Kemudian menoleh ke arah suara itu. Di teras rumah yang letaknya sejajar dengan rumah Bu Faizah, Mak Eros tersenyum aneh ke arahnya.

"Mak Eros." Rubi menganggukkan sedikit kepalanya.

"Sekarang udah ngga jadi perawan tua lagi dong kamu, Rub. Gimana rasanya di colok, Rub? Enak ngga, Rub?"

Cibiran Mak Eros membuat Rubi kesal. Hal ini yang membuatnya malas belanja di warung nya Bu Faizah. Karena pasti akan berhadapan dengan mulut pedasnya wanita baya yang rambutnya sudah berubah putih semua.

Meski kesal, tapi Rubi tak menunjukan rasa kesalnya melainkan tersenyum dan menimpalinya dengan santai.

"Enak banget dong, mak. Apalagi milik suami saya itu masih fresh dan perjaka tulen. Ukurannya besar banget. Udah gitu panjangnya lebih dari 20 cm, dan kalau berdiri juga tegak lurus kayak gini, Mak." Menegakkan jari telunjuknya ke atas." Nggak loyo kayak gini." Perlahan-lahan jarinya di lengkungkan lalu gerakkan tegak melengkung tegak melengkung berulang kali sambil melirik ke arah Yanah, anak Mak Eros yang baru saja turun dari motor seorang pria tua.

Sadar akan lirikan dan sindiran Rubi ditujukan ke anaknya dan pacarnya yang sudah aki-aki, Mak Eros seketika bungkam dan mukanya berubah kesal. Dia menghentakkan kakinya lalu masuk ke dalam rumahnya.

Rubi tersenyum puas.

Sedangkan Yanah yang melihat keberadaan Rubi melengos sambil menarik tangan pacarnya, seakan takut pacarnya itu melirik Rubi.

"Neng Rubi, ini telornya!"

Suara Bu Faizah mengalihkan pandangan Rubi ke arah warung." Iya, Bu," sahut Rubi, mendekati Bu faizah." Berapa harganya, Bu?"

"28 ribu saja."

Rubi langsung memberikan uang pas." Terima kasih, Bu."

"Sama-sama, neng. Oya neng, jangan dengerin ocehan kakak saya itu ya! dia mah emang orangnya rada-rada...." Meletakkan jari telunjuk di keningnya dengan posisi miring membuat Rubi mengulum senyum menahan tawa.

"Mba Rubi, apa itu?"

Tiba di rumah Rubi di sambut Lina yang tengah menimang anaknya di teras depan.

"Telur," jawab Rubi tanpa menghentikan langkahnya.

"Aku mau dong, mba. Tolong rebusin dua ya!"

Perintah Lina membuat Rubi menghentikan langkahnya, kemudian bergerak mundur dan kini posisinya sejajar dengan Lina.

"Kamu rebus aja telornya si Danang. Jangan diemut doang dimakan sekalian," sinis Rubi yang benar-benar geregetan terhadap sikap iparnya yang tak tahu diri.

Sementara itu, Lina terdiam dengan mulut menganga.

Rubi tersenyum smirk, lalu melanjutkan langkahnya.

Saat Rubi berjalan hendak ke dapur, dia berpapasan dengan Rexa yang baru saja keluar dari kamarnya dalam keadaan rambut acak-acakan dan muka bantal. Tak hanya itu, Rexa pun menguap tanpa menutupi mulutnya.

"Jorok," ledek Rubi sambil terus melangkah.

Rexa tersenyum nyengir dan garuk-garuk kepalanya. Dia lekas mengekor.

Rubi yang sadar sedang dibuntuti Rexa pun menoleh dengan langkah yang terus bergerak maju.

"Mandi dulu sana," titah Rubi.

"Aku lapar. Mau makan dulu."

Rubi menghentikan gerak langkahnya dan membuang nafasnya dengan kasar.

"Kamu kok ganteng-ganteng jorok banget sih. Udah gitu pemalas lagi."

Melihat sang istri yang agak sewot, senyum Rexa langsung terbit." Jadi kamu mengakui kalau aku ini ganteng?"

"Iya ganteng. Tapi karena jorok jadi gantengnya ilang. Sana mandi!" Rubi mendorong kasar tubuh Rexa, hingga pria itu terjungkal tapi tak sampai jatuh.

Setelah mendorong Rexa, Rubi melanjutkan langkahnya ke arah dapur.

Sebelum masuk ke dalam kamar mandi, Rexa memperhatikan Rubi yang sedang mengorek-orek nasi goreng di dalam wajan. Dan melalui ekor matanya, Rubi dapat melihat Rexa yang hanya mematung pun lantas menyamping.

"Mandi atau ku lempar pakai ini?" Rubi mengangkat serokan yang siap dilayangkan ke arah pria itu.

Terpopuler

Comments

EkaYulianti

EkaYulianti

jawaban rubi sgt cerdas 🤣🤣🤣🤣

2024-06-13

0

Kamiem sag

Kamiem sag

lama lama kuperhatikan mesra juga hubungan Rubi- Rexa

2024-03-31

0

Mrs.Riozelino Fernandez

Mrs.Riozelino Fernandez

🤣🤣🤣🤣🤣🤣🤣🤣🤣

2024-03-11

1

lihat semua
Episodes
1 Melabrak
2 Pria tak dikenal
3 Deal
4 Pernikahan
5 Pernikahan 2
6 Pinjam baju
7 Marso menagih uang
8 Amplop kondangan
9 Pemandangan tak biasa
10 Telur
11 Bukan perokok
12 Tangisan Safa
13 Nasi goreng
14 Kembali kerja
15 Mengerjai Sundari
16 Nasi bungkus
17 Sate
18 Marsono dikeroyok
19 Rexa sakit
20 Cekcok
21 Servis istri
22 Bubur ayam
23 Kehilangan uang
24 Daun singkong
25 Pohon kelapa
26 Meminjam uang
27 Dokter Yanto
28 50 Ribu
29 Idol
30 Bertemu dokter Yanto
31 Nasi Padang
32 Menghakimi Danang
33 Diantar Rexa
34 PT GARMINDO
35 Menjemput Rubi
36 Menunggu Rubi
37 Salah paham
38 Kebocoran
39 Berbagi ranjang
40 Mokondo
41 Nyogok satpam
42 Terperosok
43 Kecemasan Rubi
44 Cemburu
45 Rexa merajuk
46 Iron Man
47 Diganggu Mak Eros
48 Melayat
49 Telat
50 Kesurupan
51 Gajian
52 Bayar Hutang
53 Ke pasar
54 Pengakuan Rexa
55 Dua hari lagi
56 Tatung kecelakaan
57 Berpisah
58 Kepergian Rexa
59 Mengunjungi makam
60 Abraham down
61 Mengejar Rexa
62 Rexa pingsan
63 Kehangatan keluarga ustad
64 Jalan-jalan ke kota
65 Norak
66 Segepok Uang
67 Dua kali kecewa
68 Mencari ponsel
69 Marsono mengancam
70 Skorsing
71 Melawan begal
72 Puskesmas
73 Dilema
74 Ijin Tatung
75 Pamit
76 Copet
77 Agak norak
78 Rumah Abraham
79 Rumah Abraham 2
80 Bertemu Marni
81 Jus untuk Axel
82 Tuduhan Axel
83 Ramuan buatan Iyem
84 Abraham kembali sehat
85 Axel mabuk
86 Album foto
87 Shock
88 Cerita Iyem
89 Shafira
90 Shafira 2
91 Mempermalukan Husna
92 Akting
93 Kegelisahan Melinda
94 Abraham ditusuk pisau
95 Rumah sakit
96 Iyem menguping
97 Ponsel Iyem
98 Abraham sadar
99 Melinda terpojok
100 Kekesalan Axel
101 Rubi di culik
102 Mengelabui penculik
103 Melawan penculik
104 Harimau
105 Menemukan Rexa
106 Salah paham
107 Shafira tertembak
108 Melawan penembak
109 Di rumah sakit
110 Rahasia Melinda terungkap
111 Fitnah
112 Coffe shop
113 Dokter Herman koid
114 Iyem disekap
115 Mengelabui satpam
116 Di kamar Abraham
117 Husna memberikan bukti
118 Pesona yang pudar
119 Rexa belum meninggal, Tuan!
120 Membebaskan Rubi
121 Husna menangkap penyusup
122 Mengunjungi PT Garmindo
123 Meringkus pengkhianat
124 Rexa melawan musuh
125 Olokan Rexa
126 Meringkus para antek
127 Menyergap Axel
128 Rusli memperkosa Marni
129 Akting Melinda
130 Gagal Maning
131 Pengakuan Iyem
132 ABG tua
133 Gaji yang terlupakan
134 Pertunjukan live
135 Nasib Melinda
136 Duda hangat
137 Kelakuan Abraham
138 Menyambut Kedatangan Abraham.
139 Pengakuan Rexa
140 Sari memaksa
141 Hukuman Sari
142 Naik bukit
143 Mengacaukan lamaran
144 Mendadak nikah
145 Mendadak nikah 2
146 Mengubah kamar
147 Ibu dan Danang berulah
148 Melawan rentenir
149 Kepulangan Rexa
150 Isi hati Yuniar
151 Memperkenalkan Rexa
152 Mencoba melupakan
153 Bertemu Marso
154 Halo istriku
155 Rubi vs Rani
156 I love you, istriku!
157 curahan hati Rexa Rubi
158 Jadi kamu menantuku, Rubi?
159 Rubi & Rexa
160 Harga diri istri
161 Bergurau
162 Danau
163 Cemburu
164 Cemburu 2
165 Gagal unboxing
166 gagal unboxing 2
167 Di rumah Rubi
168 Satu ranjang
169 Satu ranjang 2
170 Rexa vs Tatung
171 Perkara Tatung
172 Rexa vs Marso
173 Rexa vs Marso 2
174 Pesona Rexa
175 Marso dipecat.
176 Nasib Sundari
177 Kebaikan Rubi
178 Unboxing
179 Antar Tatung
180 Keterkejutan dokter Yanto
181 Sekolah Tatung
182 Gangguan
183 Hukuman Atun & Danang
184 Aba & Husna
185 Ayok kita menikah
186 Nafkah materi
187 Ranking 20
188 Pulang ke kota
189 Rubi hamil
190 Rubi melahirkan ( End )
Episodes

Updated 190 Episodes

1
Melabrak
2
Pria tak dikenal
3
Deal
4
Pernikahan
5
Pernikahan 2
6
Pinjam baju
7
Marso menagih uang
8
Amplop kondangan
9
Pemandangan tak biasa
10
Telur
11
Bukan perokok
12
Tangisan Safa
13
Nasi goreng
14
Kembali kerja
15
Mengerjai Sundari
16
Nasi bungkus
17
Sate
18
Marsono dikeroyok
19
Rexa sakit
20
Cekcok
21
Servis istri
22
Bubur ayam
23
Kehilangan uang
24
Daun singkong
25
Pohon kelapa
26
Meminjam uang
27
Dokter Yanto
28
50 Ribu
29
Idol
30
Bertemu dokter Yanto
31
Nasi Padang
32
Menghakimi Danang
33
Diantar Rexa
34
PT GARMINDO
35
Menjemput Rubi
36
Menunggu Rubi
37
Salah paham
38
Kebocoran
39
Berbagi ranjang
40
Mokondo
41
Nyogok satpam
42
Terperosok
43
Kecemasan Rubi
44
Cemburu
45
Rexa merajuk
46
Iron Man
47
Diganggu Mak Eros
48
Melayat
49
Telat
50
Kesurupan
51
Gajian
52
Bayar Hutang
53
Ke pasar
54
Pengakuan Rexa
55
Dua hari lagi
56
Tatung kecelakaan
57
Berpisah
58
Kepergian Rexa
59
Mengunjungi makam
60
Abraham down
61
Mengejar Rexa
62
Rexa pingsan
63
Kehangatan keluarga ustad
64
Jalan-jalan ke kota
65
Norak
66
Segepok Uang
67
Dua kali kecewa
68
Mencari ponsel
69
Marsono mengancam
70
Skorsing
71
Melawan begal
72
Puskesmas
73
Dilema
74
Ijin Tatung
75
Pamit
76
Copet
77
Agak norak
78
Rumah Abraham
79
Rumah Abraham 2
80
Bertemu Marni
81
Jus untuk Axel
82
Tuduhan Axel
83
Ramuan buatan Iyem
84
Abraham kembali sehat
85
Axel mabuk
86
Album foto
87
Shock
88
Cerita Iyem
89
Shafira
90
Shafira 2
91
Mempermalukan Husna
92
Akting
93
Kegelisahan Melinda
94
Abraham ditusuk pisau
95
Rumah sakit
96
Iyem menguping
97
Ponsel Iyem
98
Abraham sadar
99
Melinda terpojok
100
Kekesalan Axel
101
Rubi di culik
102
Mengelabui penculik
103
Melawan penculik
104
Harimau
105
Menemukan Rexa
106
Salah paham
107
Shafira tertembak
108
Melawan penembak
109
Di rumah sakit
110
Rahasia Melinda terungkap
111
Fitnah
112
Coffe shop
113
Dokter Herman koid
114
Iyem disekap
115
Mengelabui satpam
116
Di kamar Abraham
117
Husna memberikan bukti
118
Pesona yang pudar
119
Rexa belum meninggal, Tuan!
120
Membebaskan Rubi
121
Husna menangkap penyusup
122
Mengunjungi PT Garmindo
123
Meringkus pengkhianat
124
Rexa melawan musuh
125
Olokan Rexa
126
Meringkus para antek
127
Menyergap Axel
128
Rusli memperkosa Marni
129
Akting Melinda
130
Gagal Maning
131
Pengakuan Iyem
132
ABG tua
133
Gaji yang terlupakan
134
Pertunjukan live
135
Nasib Melinda
136
Duda hangat
137
Kelakuan Abraham
138
Menyambut Kedatangan Abraham.
139
Pengakuan Rexa
140
Sari memaksa
141
Hukuman Sari
142
Naik bukit
143
Mengacaukan lamaran
144
Mendadak nikah
145
Mendadak nikah 2
146
Mengubah kamar
147
Ibu dan Danang berulah
148
Melawan rentenir
149
Kepulangan Rexa
150
Isi hati Yuniar
151
Memperkenalkan Rexa
152
Mencoba melupakan
153
Bertemu Marso
154
Halo istriku
155
Rubi vs Rani
156
I love you, istriku!
157
curahan hati Rexa Rubi
158
Jadi kamu menantuku, Rubi?
159
Rubi & Rexa
160
Harga diri istri
161
Bergurau
162
Danau
163
Cemburu
164
Cemburu 2
165
Gagal unboxing
166
gagal unboxing 2
167
Di rumah Rubi
168
Satu ranjang
169
Satu ranjang 2
170
Rexa vs Tatung
171
Perkara Tatung
172
Rexa vs Marso
173
Rexa vs Marso 2
174
Pesona Rexa
175
Marso dipecat.
176
Nasib Sundari
177
Kebaikan Rubi
178
Unboxing
179
Antar Tatung
180
Keterkejutan dokter Yanto
181
Sekolah Tatung
182
Gangguan
183
Hukuman Atun & Danang
184
Aba & Husna
185
Ayok kita menikah
186
Nafkah materi
187
Ranking 20
188
Pulang ke kota
189
Rubi hamil
190
Rubi melahirkan ( End )

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!