bab 15

"Lelah banget gue hari ini" ucap Anaira yang baru saja masuk ke dalam rumah mereka, dan langsung duduk di sofa yang ada di ruang tamu.

" Mandi dulu yang" ucap Raffa saat melihat Anaira duduk di sofa ruang tamu, bukan langsung ke kamar mereka

" Bentar dulu Fa, capek banget rasanya hari ini" jawab Anaira yang masih duduk di sofa

Dan tanpa aba, Raffa langsung mengangkat tubuh Anaira dan membawanya ke kamar mereka.

" Ahh, Fa kamu kenapa angkat tubuhku?" terkejut Anaira saat tubuhnya sudah di angkat oleh Raffa tanpa aba aba.

" Mandi dulu Yang, habis itu tidur," jawab Raffa, yang terus membawa Anaira naik tangga menuju ke kamar mereka

" Tapi aku males banget mandinya Fa, langsung tidur saja ya" pinta Anaira dengan wajah memelas nya,

Dia benar benar tidak sanggup lagi hanya untuk sekedar mandi, badannya benar benar terasa lelah, entah kenapa, padahal dia tidak terlalu beraktivitas, mungkin saja karena lelah pikiran " pikirnya.

Raffa yang melihat Anaira yang kelelahan pun , merasa kasian terhadapnya

" Ya sudah tidur lah, tapi ganti seragam sekolah dulu ya"

kemudian Raffa mengambil salah satu baju Anaira, dan memberikan nya kepada Anaira.

" Ni ganti baju dulu" perintah Raffa saat sudah mengambil baju Anaira , kemudian dia melangkah ke kamar mandi untuk mandi

" Makasih" Anaira langsung mengganti bajunya saat melihat Raffa sudah memasuki Kam mandi, dan memberi tidur tanpa menunggu Raffa keluar dari kamar mandi.

Ce klek, pintu kamar mandi terbuka, dan keluarlah Raffa dari sana, berjalan menuju ranjang mereka, dan melihat Anaira yang sudah tidur

" Dasar" ucap Raffa sambil tersenyum, dan tangannya mengusap lembut kepala Anaira, kemudian dia pun berbaring di samping Anaira dengan memeluk tubuh kecil Anaira,

" Hoam, jam berapa ini" Anaira yang baru terbangun pun langsung mencari hpnya untuk melihat jam, dan alangkah terkejutnya saat melihat sudah jam lima lewat

" Ah sudah jam lima lewat, aku harus segera memasak, takutnya Raffa merasa lapar" ucapnya setelah melihat jam, kemudian Anaira melihat sekeliling dan tidak mendapati keberadaan Raffa

" Eh Raffa kemana?" terkejutnya saat tidak mendapati Raffa di dalam kamar mereka

" Apa mungkin dia keluar?

 Tapi kok tidak memberi tahu aku?" tanya Anaira pada dirinya sendiri, saat tidak mendapati Raffa di dalam kamar mereka

" Ah sudah lah, lebih baik sekarang aku mandi dulu habis itu baru masak " ucap Anaira sambil berjalan ke arah kamar mandi

Setelahnya Anaira pun langsung turun ke bawah untuk memasak, dan alangkah terkejutnya dia saat melihat kalau ternyata Raffa sedang memasak.

" Masak apa Fa?" tanya Anaira saat sudah berada di samping Raffa

" Eh udah bangun?, aku masak semur telur dan juga sup ayam, kamu sukakan?" tanya Raffa

" Suka kok, maaf ya aku baru bangun, jadi tidak bisa membantu kamu masak " ucap Anaira dengan wajah tidak enaknya, karena seharusnya dia lah yang memasak untuk mereka berdua, bukan Raffa, tapi karena dia tidur terlalu nyenyak, jadi dia tidak sempat memasak untuk makan malam mereka.

" Tidak apa apa kok yang, lagian tadi aku terbangun lebih awal dari pada kamu, jadi ya sudah aku masak aja" jawab Raffa sambil tersenyum kepada Anaira.

Raffa sama sekali tidak mempermasalahkan siapa yang harus memasak, baginya selama ada waktu, kenapa tidak.

" Ya udah sekarang biar aku selesaikan, kamu mandi dulu" ucap Anaira

"Baiklah aku mandi dulu " ucap Raffa, kemudian dia mendekati Anaira dan mendekat kan wajah nya ke wajah Anaira, Anaira yang bingung pun bertanya

" Ada apa?"

" Mau tambah energi dulu sebelum mandi" jawab Raffa dengan santainya , kemudian dia pun mendekati bibir manis Anaira, menciumnya dan juga melumatnya.

" Terima kasih, bibir mu sangat manis, aku suka banget" ucap Raffa setelah mencium bibir Anaira.

Anaira tersenyum mendengar perkataan Raffa,

" Kamu memang harus menyukainya, karena aku tidak akan membiarkan kamu mempunyai bibir wanita lain" ucap Anaira sambil menatap tajam wajah Raffa.

" Kamu tenang saja sayang, bibir mu candu ku" ucap Raffa sambil mengusap lembut bibir Anaira

" Ya udah, aku mandi dulu ya, " ucap Raffa, kemudian mencium kening Anaira

Cup

Dan langsung naik ke lantai dua ke kamar mereka

Anaira yang memandang kepergian Raffa pun tersenyum, tidak di sangka ternyata suami yang di pikirkannya sangat dingin ternyata malah sebaliknya.

" Sepertinya aku sudah mulai mencintai mu Raffa, aku tidak akan pernah melepaskanmu, kamu adalah milikku" ucap Anaira sambil terus menatap punggung Raffa hingga Raffa memasuki kamar mereka.

Kemudian Anaira pun melanjutkan memasak yang belum di selesaikan oleh Raffa

Tiga puluh menit kemudian, Raffa yang sudah selesai mandi pun turun ke bawah, dan melihat Anaira sedang menghidangkan makanan mereka, dia pun membantu Anaira

" Tidak perlu membantu ku, kamu duduk aja di bangku sambil menunggu aku menghidangkan semuanya" ucap Anaira sambil tersenyum kepada Raffa, dan Raffa pun tidak membantah perkataan Anaira, dia duduk di bangku sambil memperhatikan gerak gerik Anaira dengan tersenyum

" Sudah siap semuanya?" tanya Raffa saat Anaira sudah duduk di meja makan, dan mengambil piring untuk mengisi makanan untuk Raffa

" Udah, apakah nasinya cukup segini?" tanya Anaira sambil memperlihat kan piring yang di isinya pada Raffa.

" Cukup, kalau masih lapar, nanti tambah lagi" jawab Raffa

" Mau lauk apa?"

" Semua nya "

Anaira pun mengambil semua makanan yang ada di sana untuk Raffa, keduanya makan dalam diam

Setelah makan kedua nya pun langsung memasuki kamar mereka, dan kedua nya duduk di pinggir kasur sambil berbincang bincang.

" Yang, apa benar sekolah kita itu punya Daddy ya ?" tanya Raffa yang tidak mengetahui kalau ternyata sekolah mereka saat ini adalah milik ayah mertuanya

" Iya, memangnya kamu tidak tau?" tanya Anaira, padahal kan semua orang tau, kalau sekolah mereka adalah milik Pratama grup.

" Ah iya aku lupa, kalau nama Daddy adalah Alvaro Pratama " Raffa baru mengingat kalau ternyata nama ayah mertuanya adalah Alvaro Pratama orang terkaya di Indonesia.

" Kamu ini, nama mertua sendiri bisa lupa" Anaira tidak habis pikir dengan Raffa yang bisa bisanya lupa sama nama mertuanya sendiri.

Hehe " Raffa hanya bisa tertawa garing mendengar perkataan Anaira

......................

" Yang ayo, kita hampir terlambat" ucap Raffa, kedua telat bangun pagi ini, bahkan kedua berangkat ke sekolah tanpa sempat sarapan lebih dulu.

" Ayo" jawab Anaira yang baru keluar dari rumah, dan langsung naik ke atas motor sport milik Raffa, Raffa pun membawa motor sportnya dengan kecepatan tinggi

" Pegangan Yang" perintah Raffa, dan Anaira pun langsung memeluk Raffa, karena tau kalau Raffa akan ngebut

Kedua nya sampai ke sekolah, dan untung saja pintu gerbang belum di tutup

Brumm

Cuit

Raffa memarkir motor sport nya di tempat biasa, dan di sana teman temannya masih menunggu kedatangannya

" Tumben sekali pak ketos kita terlambat ke sekolah" ucap Ziyad saat Raffa sudah turun dari motor sportnya

" Kesiangan" singkat Raffa

Trinng

trinng

Bel masuk pun berbunyi

" Ya udah, yuk masuk ke kelas, sudah bel" ajak Anaira, yang terus berjalan ke arah kelas mereka, dan di ikuti oleh teman temannya.

"Semuanya, pagi ini pak Angga tidak masuk, jadi ulangannya Minggu depan" ucap Rizky, ketua kelas mereka

" Huu,

Mereka semua sangat senang karena guru mereka tidak masuk

" Hei kalian tau gak? " tanya Amel

" Ya ga tau, kan Lo belum bilang" jawab Monica dengan wajah polosnya

" Cih, ga usah sok polos Lo" ucap Amel yang merasa jijik dengan wajah sok polosnya Monica

" Emang ada berita apa Mel?" tanya Ririn

" Dengar dengar, pak Alvaro pemilik sekolah ini, hari ini berkunjung ke sekolah " ucap Amel

Terpopuler

Comments

Sandisalbiah

Sandisalbiah

wah.. langsung sidak itu daddy Alvaro...

2024-06-27

0

Affa Anna

Affa Anna

ok

2024-04-02

3

lihat semua

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!