Bab 18

"Sayang udah siap?" tanya Raffa saat sang istri tak kunjung keluar dari kamar, padahal tadi katanya sebentar lagi

" Bentar Fa" jawab Anaira dari dalam kamar mereka

" Memang perempuan sangat merepotkan, katanya sebentar, tapi dari tadi ga selesai selesai juga" ucap Raffa lirih sambil menggeleng kepala tak habis pikir

" Yuk fa" ucap Anaira saat sudah berada di samping Raffa dengan wajah tanpa bersalah nya telah membuat sang suami menunggunya

Dan langsung naik ke atas motor sport milik Raffa

Brum

Brum

Raffa langsung melajukan motor sport nya dengan kecepatan sedang

Tiga puluh menit kemudian, kedua nya telah sampai di kediaman Pratama

"Assalamualaikum mommy" ucap Anaira saat memasuki rumah kedua orang tuanya

" Waalaikum Salaam" jawab sang mommy yang yang kebutuhan lewat

" Kok ga bilang bilang sama mommy kalau mau ke sini?" tanya sang mommy saat Anaira dan Raffa menyalaminya

" Ga ada rencana awalnya Mom, cuma karena sekolah pulang cepat, ya udah kita ke sini" jawab Raffa sambil mendudukkan dirinya di sofa.

" Kalian duduk dulu ya, mommy mau buatin kalian minum dulu" ucap sang mommy, dan hendak melangkah kan kakinya ke dapur, namun langkah nya terhenti saat mendengar suara Anaira

" Mommy duduk aja dulu, biar Nai aja yang buatin minumnya" ucap Anaira,

Dia tidak ingin merepotkan Mommynya,Biar dia sendiri saja yang membuat minuman untuk dirinya dan juga suaminya.

" Mau minum apa Fa?" tanya Anaira sambil menatap wajah suaminya

" Jus jeruk aja" jawab Raffa

Anaira pun langsung melangkah ke dapur setelah mendapat kan jawaban dari Raffa

" Gimana keadaan pernikahan kalian ?" tanya Mommy Alena saat Anaira sudah berada di dapur

"Alhamdulillah baik baik aja mommy" jawab Raffa sambil tersenyum

Untuk saat ini, pernikahan mereka baik baik saja, bahkan hubungan keduanya semakin akrab.

" Anaira tidak menyusahkan kamu kan?" tanya Mommy Alena lagi, Dia tau betul bagaimana sifat putrinya tersebut, apalagi kalau masalah bangun pagi, sangat susah untuk di bangunin.

" Tidak kok Mom, bahkan Raffa sangat bersyukur karena Anaira menjadi istri Raffa " jawab Raffa dengan jujur

Dia memang sangat mensyukuri mempunyai pasangan seperti Anaira,

Anaira berbeda dari kebanyakan gadis lainnya, di mana gadis lain selalu membangga bangga kan kan kekayaan keluarga nya, namun Anaira lebih suka hidup sederhana, bahkan tidak ingin orang lain menghormatinya karena terlahir dari keluarga kaya raya.

" Ini fa minumannya" Anaira yang baru datang dari dapur dan menyerahkan jus jeruk yang di buatnya kepada Raffa.

" Makasih sayang" ucap Raffa setelah mengambil jus jeruk yang di serah kan oleh istrinya.

Mommy Alena tersenyum mendengar panggilan sayang untuk putrinya dari menantunya, dia selalu berharap agar rumah tangga putri itu baik baik saja.

" Bagaimana keadaan Mommy?" tanya Anaira sambil mendudukkan dirinya di samping Mommynya dan langsung memeluk tangan Mommynya.

" Alhamdulillah mommy baik baik saja" jawab Mommy Alena dengan tersenyum

" Kabar kalian gimana?" Mommy Alena balik bertanya

" Alhamdulillah baik juga Mom" jawab Raffa dan Anaira bareng.

" Abang Alvin mana mom?" tanya Anaira saat tidak melihat keberadaan Abang sulungnya.

" Abang Alvin lagi di kampus, ada kuliah siang katanya" jawab mommy Alena

" Eh Mommy dengar ada masalah di sekolah kalian ya?" tanya mommy Alena

" Iya mom, Anaira ga tau kalau ternyata kepala sekolah mempunyai seorang putri yang selalu merundung para murid di sekolah, bahkan pak kepala sekolah tidak mempermasalahkan kelakuan putrinya, " jawab Anaira dengan kesal nya

" Raffa juga yang seorang ketua OSIS membiarkan masalah itu terus terjadi " lanjut Anaira sambil memandang sinis wajah suaminya.

Dan Raffa hanya bisa menggaruk kepalanya yang tidak gatal sambil tersenyum kikuk saat mendapati tatapan sinis dari istrinya.

" Udah udah, Kalian udah makan siang belum?" tanya mommy mengalihkan pembicaraan

" Belum mom" jawab kedua nya

" Ya udah makan siang dulu, kebetulan tadi mommy masak makanan kesukaanmu mai" ucap Mommy yang langsung berjalan ke dapur, dan di ikuti oleh Raffa dan Anaira di belakangnya.

Setelah selesai makan, mereka bertiga duduk di ruang keluarga sambil berbincang bincang santai, dan tidak terasa sudah jam empat sore.

" Ah tak terasa sudah jam empat, sebaiknya kita pulang sekarang saja Fa" ucap Anaira saat melihat jam sudah menunjukkan pukul empat sore.

" Kamu benar Yang , sebaiknya kita pulang sekarang, apalagi cuacanya juga agak sedikit mendung" Raffa menyetubuhi perkataan Anaira.

" Kalian tidak makan malam di sini saja?" tanya sang Mommy saat melihat putri bungsu beserta menantunya hendak pulang ke rumah mereka.

" Tidak Mom, takutnya nanti hujan, lain saja kami akan kembali mengunjungi mommy dan Daddy, Nai merindukan Daddy, dan bang Alvin dan juga bang Vian" jawab Anaira.

Bukannya tidak mau makan malam di rumah mommy, bahkan Anaira sangat merindukan makan malam bersama keluarga besarnya, dia merindukan kedua Abang nya, namun cuaca lagi mendung, takutnya hujan dan mereka tidak bisa kembali ke rumah malam ini.

" Ya udah lain saja, Mommy tunggu kedatangan kalian" ucap Mommy, walau pun belum terobati rasa rindu kepada putri kesayangannya.

Anaira pun langsung memeluk mommy nya sebelum keluar dari rumah tersebut

"Kami pamit Mom" ucap Anaira sambil mencium pipi Mommynya

" Kami pamit mom" Raffa juga pamit sambil mencium tangan Mommy Alena

" Kalian berdua hati hatilah" ucap sang Mommy

" Iya mom "

Keduanya pun keluar dan Raffa langsung mengendarai motor sportnya dengan kecepatan sedang.

Karena ingin agar cepat sampai ke rumah, dan tidak terjebak hujan, Raffa pun memilih jalan pintas yang jarang di tempuh orang orang

Namun nasib baik tidak berpihak kepada mereka, saat ini mereka melihat ada beberapa motor yang menghalangi jalan mereka, nampak nya mereka tidak mempunyai niat baik terhadap ke duanya

" Siapa gadis itu Fa? mainan Lo ya? boleh juga, " ucap salah satu laki laki yang menghadang jalanan yang di tempuh oleh Raffa dan Anaira, dan tangannya hendak menyentuh wajah Anaira,

namun dengan cepat gadis tersebut menepis tangan tersebut dengan jijiknya, dan hal tersebut mampu mengeluarkan amarah dari laki laki tersebut.

" Sialan" ucap laki laki tersebut, dan tangannya ingin memberikan Bogeman kepada Anaira, namun dengan cepat Raffa menendang laki laki tersebut.

" Jangan pernah sekali pun Lo sentuh cewek gue dengan tangan kotor Lo" ucap Raffa dengan penuh penekanan.

" O jadi ini cewek Lo?

gue pikir mainan Lo" ucap laki laki tersebut dengan sinis nya.

"Jadinya gue semakin tertarik untuk memiliki nya, sebagai mana Lo dulu mendekati Lidya cewek gue" lanjut laki laki tersebut dengan seringai nya

" Ck, Lo pikir gue tertarik sama cewek Lo yang matre itu di, Sorry, gue ga tertarik sama sekali, bahkan dulu dia yang selalu ngejar ngejar gue" jawab Raffa dengan wajah dinginnya

Laki laki tersebut bernama Aldi Andreas, pimpinan geng Devil, dulunya Aldi dan Raffa adalah sahabatan, namun hubungan mereka renggang, bahkan Aldi mengklaim bahwa Raffa adalah musuhnya, setelah Lidya, pacarnya Aldi menyukai Raffa, bahkan perempuan tersebut selalu mengejar ngejar Raffa.

" Ga usah munafik Lo, gua sangat mengenali siapa Lidya, dia itu bukan cewek matre yang selalu ngejar ngejar Lo, dia adalah cewek baik baik"

sampai sekarang Aldi masih belum percaya kalau ternyata Lidya mantannya adalah seorang cewek matre, yang mendekatinya hanya karena dia anak kaya raya.

" Ck, terserah Lo, lebih baik Lo minggir dari hadapan gue, gue ingin pulang" ucap Raffa dengan wajah dinginnya.

Terpopuler

Comments

zorojuro

zorojuro

jir menyetubuhi🗿

2024-09-16

0

Sandisalbiah

Sandisalbiah

Hadeh.. masih aja ada cowok bulol.. cinta gak pake logika makanya gampang banget lo di bodoh²in, Aldi...

2024-06-27

0

lihat semua

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!