bab 12

Sesampainya di sekolah, Raffa langsung saja memarkirkan motor sportnya di tempat biasa dia parkir, dan di sana sudah ada para sahabatnya yang menunggu kedatangan dirinya dan juga Anaira.

" Pagi bos dan Bu bos" ucap Raka, seperti Biasa, dia lah yang paling suka mengucapkan selamat pagi kepada Raffa dan Anaira, walaupun hanya di bales dengan wajah datarnya.

" Pagi" jawab Raffa dengan malasnya, tidak biasanya laki laki tersebut membalasnya dengan jawaban tersebut, biasanya dia hanya membalas dengan hmm.

" Pagi juga" jawab Anaira dengan senyumannya, biasa nya Anaira orang yang tidak suka banyak bicara dengan orang yang belum akrab dengannya, tapi dia akan mengubahnya saat sedang bersama dengan kawan kawan suaminya.

" Hati Abang meleleh dek saat melihat senyuman manis mu" ucap Raka yang mulai keluar sifat play boy nya, namun setelah dia mengucapkan kata kata buayanya, dia pun langsung merasakan dingin di sekujur tubuhnya yang membuatnya merinding,

" Kok gua tiba tiba merinding ya" ucap nya heran , kemudian dia menatap ke sekeliling nya, dan mendapatkan Raffa yang sedang menatapnya nyalang.

" Sorry bos, becanda kok" ucap Raka sambil menggaruk kepalanya saat mendapati bahwa Raffa sedang menatap tajam ke arahnya, dia tidak ingin memancing kemarahan pemuda tersebut.

" Sayang, aku pergi ke ruang OSIS dulu ya, kamu langsung masuk ke kelas aja ya" ucap Raffa pada Anaira dengan lembutnya, yang dapat membuat temen temennya mengejeknya.

" Gue pikir pak bos akan selamanya kaku dan datar, ternyata bisa lembut juga ya sama perempuan" ucap Zidan mengejek Raffa,

Memang Raffa serba salah di mata mereka kalau bersikap terhadap perempuan.

" Iya, ini baru pertama kali gue denger suara lembutnya pak bos " Raka membenarkan ucapannya Zidan.

" Ya wajar dong kalau pak bos lembut, kan sama bininya, kalau tidak lembut, ya kagak dapat jatah " Zidan masih mengejek Raffa

Sementara Raffa hanya menatap datar para sahabatnya itu, ingin sekali dia menjitak para sahabatnya, memang biadab sekali para sahabatnya tersebut.

" Jangan datar datar amat bos, nanti Bu bos nya ga tahan, dan malah berpaling " lanjut Zidan yang masih mengejek Raffa

Sedang kan Anaira yang mendengar perkataan dari para sahabat suaminya pun hanya tersenyum,

" Iya aku ke kelas dulu," jawab Anaira perkataan dari Raffa, kemudian dia pun langsung pergi ke arah kelas nya, meninggalkan Raffa dan teman temannya.

" Ayo Ar, yad, " Raffa mengajak Arkana, dan Ziyad, karena mereka berdua juga anggota OSIS.

" Hmm" jawab kedua nya,

ketiga nya pun pergi ke ruang OSIS, sedang kan Zidan dan Raka, lebih memilih untuk pergi ke kantin sekolah lebih dulu untuk mengisi perut mereka.

" KA, kantin yok, gue lapar, ga sempet sarapan tadi" Zidan mengajak Raka untuk ke kantin lebih dulu.

" Yok gue juga belum sarapan" keduanya pun pergi ke kantin sambil Raka yang sibuk menggoda para cewek cantik.

Anaira terus berjalan sendirian menuju ke kelas nya, dan langsung duduk di bangku nya, tapi tiba tiba ada beberapa murid yang mendekatinya.

" Hei anak baru, ada hubungan apa lo sama Raffa?" tanya salah satu dari mereka yang bernama Jessica

Sedangkan Anaira hanya menatap wajah Jessica tanpa berniat untuk menjawab pertanyaannya.

Brak

" Hei Lo budek ya?

Tidak mendengar kalau Jessica sedang bertanya sama Lo" tanya angel salah satu anteknya Jessica dengan kesalnya.

Anaira yang mendengarnya tersenyum dan berkata

"Oh, dia bertanya sama gue?" tanya Anaira dengan santainya sambil menunjuk ke dirinya sendiri.

" Gue pikir tadi dia nanya sama angin yang lagi lewat di samping gue" lanjut Anaira dengan senyuman manisnya

sehingga membuat para murid laki laki yang melihatnya langsung terpesona dengan kecantikan nya Anaira

"Gue tidak menyangka ternyata anak baru itu cantik sekali" ucap salah satu murid laki laki

" Benar, aku langsung jatuh cinta pada nya pada pandangan pertama " jawab murid laki laki yang lain.

Para murid perempuan yang mendengar kalau Anaira berani menjawab perkataan Jessica pun merasa senang, karena selama ini Jessica dan antek antek nya, sering kali membully murid murid lain,

apalagi murid murid yang mendekati Raffa dan geng nya, namun tidak ada satu pun yang berani melawan nya, karena ayah nya Jessica adalah kepala sekolah, sehingga Jessica bisa berbuat sesuka hati nya

Sedang kan Jessica dan para antek antek nya yang mendengar para murid laki laki yang memuji kecantikan Anaira pun semakin kesal terhadap Anaira

" Lo berani menjawab perkataan gue?" tanya Jessica yang semakin kesal terhadap Anaira

" Lah, bukannya tadi waktu gue diam tidak menjawab perkataan Lo, kalian marah sama gue, sekarang waktu gue jawab juga marah, jadi gue harus gimana kalau serba salah" ucap Anaira dengan santainya, tanpa menghiraukan kekesalan Jessica dan para antek antek nya

" Lo" ucap Jessica yang semakin kesal dengan sikap Anaira

" Gue, gue kenapa" tanya Anaira dengan wajah polos nya, dia tidak takut sama sekali dengan Jessica, karena dia lebih kuat dari segi manapun dari pada Jessica.

" Lo ga usah sok polos ya di hadapan gue, gue tau Lo perempuan munafik " ucap Mia yang sangat kesal dengan sikap tenang Anaira yang tidak takut sama sekali terhadap mereka.

" Lah, gue memang polos kok" jawab Anaira masih dengan wajah sok polosnya, membuat para murid yang ada di dalam kelas tersenyum melihat tingkah Anaira.

Jessica yang semakin kesal dengan Anaira pun memilih meninggalkan tempat duduk Anaira

" Lo tunggu saja, jangan berfikir kalau Lo dekat dengan Raffa gue ga berani macam macam sama lo" ucap Jessica, kemudian langsung pergi meninggalkan An.aira yang di ikuti oleh kedua antek anteknya

" Sial, baru kali ini ada murid yang berani melawan gue, tunggu aja, gue akan membalas Lo anak baru" ucap Jessica sambil memikirkan ide untuk memberi pelajaran kepada Anaira.

Selama ini, belum ada satu murid pun yang berani melawannya, tapi anak baru tersebut malah berani dengannya, jangan berpikir karena dekat dengan Raffa dia tidak berani memberinya pelajaran.

" Kenapa tidak kita tunggu saat dia pergi ke toilet saja, dan kita kurung dia di toilet sendirian" bulan memberi idenya kepada Jessica.

Menurutnya memberi pelajaran kepada murid di dalam toilet lebih seru, karena jarang ada orang yang lihat, kalau mereka membully murid di toilet.

" Lo benar, kita tunggu saja nanti saat dia pergi ke toilet, kita biar kan dia bermalam di toilet sekolah nanti malam " jawab Jessica dengan seringai liciknya dan langsung berjalan ke kelas mereka.

Terpopuler

Comments

Sandisalbiah

Sandisalbiah

Hadeh.. rombongan nenek sihir ini mulai cari gara²

2024-06-27

0

Puput Regina Putri

Puput Regina Putri

lanjut thor

2024-06-04

1

retiijmg retiijmg

retiijmg retiijmg

smngat kak

2024-05-17

1

lihat semua

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!