" Sayang bangun, ini sudah jam enam, aku akan memasak untuk sarapan pagi kita, Kamu mandi lah lebih dulu" ucap Raffa yang membangunkan Anaira, akan tetapi Anaira tidak terganggu sama sekali oleh Raffa, dia masih saja tidur nyenyak
" Sayang, ayo bangun, nanti kita telat ke sekolah" Raffa masih membangunkan Anaira, tapi Anaira masih asik dengan mimpinya
" Sayang " Raffa kembali membangun kan Anaira dengan menggoyang goyang kan tubuh Anaira, akan tetapi masih tetap sama, Anaira sama sekali tidak terganggu oleh perbuatan Raffa
Raffa yang sudah capek membangun kan Anaira pun langsung mencium bibir Anaira dan melumatnya.
Egh
Anaira langsung membuka mata nya, dan dia terbelalak melihat Raffa menciumi bibir nya bahkan juga melumatnya, Anaira yang terkejut langsung saja mendorong Raffa untuk menjauh dari nya, kemudian menatap wajah Raffa dengan kesal nya
"Kenapa kamu mencium bibirku?" tanya Anaira saat Raffa sudah mundur ke belakang
" Mencium bibir mu adalah cara termudah untuk membangun kan orang kebo seperti mu" jawab Raffa dengan ketus nya,
Dia sudah sangat lelah membangunkan Anaira yang seperti orang mati saja kalau sedang tidur, Makanya dia memilih untuk menciumnya, namun Anaira malah kesal terhadapnya, seharusnya dia yang kesal terhadap Anaira, bukan Anaira yang kesal terhadapnya.
" Maksud mu?" Anaira tidak paham dengan ucapan Raffa yang menyebutnya kebo, Dia tidak sadar kalau dirinya sangat sulit untuk di bangunkan.
" Aku sudah membangunkan mu dari tadi, tapi kamu sama sekali tidak bangun bangun, jadi mencium bibir mu adalah cara termudah untuk membangun kan mu yang kebo" jawab Raffa masih dengan ketusnya, "Bahkan aku sudah membangunkan mu hampir satu jam" Lanjutnya.
Anaira yang mendengar perkataan dari Raffa pun tersenyum malu, dia memang sangat sulit untuk di bangunkan, bahkan mommy nya dulu sering mengancam nya untuk menyiram nya dengan air cucian beras, dan juga mommy nya pernah menyiram nya dengan air cucian beras, bukan hanya ancaman semata.
Anaira yang sedang melamun membayangkan badan nya di siram dengan air cucian beras pun bergidik geli, dan menggeleng kan kepala nya, membuat Raffa yang menatap nya jadi keheranan
" Kamu kenapa?" tanya Raffa membuyarkan lamunan Anaira
Raffa merasa heran dengan tingkah Anaira, tadi dia kesal,dan sekarang malah melamun, memang wanita sangat sulit untuk di pahami.
" Aku tidak apa apa" jawab Anaira yang sudah sadar dari lamunannya, tapi tidak ingin menjawab kalau dia sedang membayang kan kalau dulu pernah di siram oleh mommynya dengan air cucian beras, bisa malu banget dia kalau sampai Raffa mengetahuinya.
" Ya udah buruan mandi sana, aku akan menyiapkan sarapan pagi untuk kita " lanjut Raffa, kemudian dia langsung turun ke bawah meninggal kan Anaira seorang diri di kamar nya,
Anaira merasa hangat saat mendengar perkataan Raffa mau menyiapkan sarapan pagi untuk keduanya, dia tidak menyangka kalau ternyata Raffa mau menyiapkan sarapan pagi untuk mereka, padahal menyiapkan sarapan adalah tugasnya sebagai seorang istri, bukan tugas seorang suami,
kemudian Anaira langsung ke kamar mandi untuk bersiap siap.
" Masak apa Fa?" tanya Anaira saat sudah berjalan menuju ke dapur, dia sudah lengkap dengan pakaian seragam sekolahnya.
" Aku memasak nasi goreng mata sapi, tidak apa apa kan, soalnya udah agak telat kalau mau masak yang lainnya?" tanya Raffa yang menjawab pertanyaan dari Anaira
" Aku tidak pilih pilih soal makanan kok, dan aku rasa, nasi goreng emang cocok buat sarapan pagi, makasih ya udah mau mempersiapkan sarapan pagi untuk kita, padahal ini adalah tugas ku seorang istri " ucap Anaira yang berterima kasih kepada Raffa dengan senyuman manisnya.
" Kamu tidak perlu berterima kasih, tidak ada yang namanya tugas seorang istri, selama kita bisa mengerjakan Sama sama , kenapa tidak " ucap Raffa sambil tersenyum kepada Anaira
Anaira yang mendengar kan perkataan Raffa pun merasa terharu, andai kan dulu dirinya bersikeras untuk tidak mau menerima perjodohan ini untuk menikah dengan Raffa, dia tidak tau apakah suaminya akan sebaik Raffa, atau malah sebaliknya.
" Kamu hidangkan semua masakan ini lebih dulu, aku akan mandi untuk bersiap siap ke sekolah" ucap Raffa, dan langsung pergi ke kamar utama untuk bersiap siap setelah mendapatkan anggukan kepala dari Anaira.
Setelah selesai mandi dan bersiap siap, Raffa langsung turun ke bawah sambil membawa perlengkapan sekolah milik Anaira
Dan keduanya saat ini lagi berada di meja makan.
" Apakah nasi gorengnya enak?" tanya Raffa saat Anaira mulai menyuapi nasi goreng buatan nya k ke dalam mulutnya, dia takut kalau masakannya tidak sesuai di lidah istrinya.
"Hmmm enak banget rasanya, terima kasih sudah membuat nasi goreng yang sangat enak ini untuk ku" ucap Anaira sambil terus menyuapi nasi goreng buatan Raffa ke dalam mulutnya sampai habis, Dia tidak menyangka kalau ternyata Raffa juga pandai memasak.
Raffa yang melihatnya pun tersenyum, dia tidak menyangka kalau ternyata Anaira akan sangat menyukai nasi goreng buatan nya
" Sama sama sayang" jawab Raffa yang senang karena Anaira menyukai nasi goreng buatannya.
* keduanya nya berangkat ke sekolah dengan Raffa yang mengendarai motor sport miliknya dan membonceng Anaira
" Udah siap sayang?" tanya Raffa saat Anaira sudah naik ke atas motor
" Udah" jawab Anaira sambil melingkarkan tangannya memeluk tubuh Raffa.
Brum
Brum
Raffa langsung membawa motor nya berangkat ke sekolah dengan kecepatan sedang dan tidak butuh waktu lama bagi kedua nya untuk sampai ke sekolah.
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 44 Episodes
Comments
Sandisalbiah
Raffa sangat memanjakan Anaira...
2024-06-27
0
Qaisaa Nazarudin
Belajarlah utk berubah Nai, Harusnya kamu sebagai isteri yg bangun dulu menyiapkan keperluan suami,Bukannya kebalik kek gini..
2024-06-19
1