Raffa dan Anaira pulang ke sekolah, setelah Anaira melepaskan rindunya dengan sepupunya, namun keduanya tidak pulang ke rumah orang tua Anaira,
Anaira yang merasa kalau jalan yang mereka tempuh bukan lah jalan menuju ke arah rumah nya pun bertanya kepada Raffa,
" Fa, kita mau kemana? Ini bukan jalan pulang ke rumah Mommy Daddy kan? Tanya Anaira kepada Raffa yang menyadari kalau jalan yang mereka tempuh bukanlah jalan menuju ke arah rumahnya.
" Kita gak pulang lagi ke sana sayang" jawab Raffa
" Terus ke mana juga?" tanya Anaira lagi, dia merasa takut, karena ini bukanlah jalan menuju rumah mereka.
" Nanti kamu akan tau juga kok " jawab Raffa
" kamu tidak akan menculik aku kan Raffa?" tanya Anaira lagi seolah lupa kalau Raffa adalah suaminya
Raffa tidak menjawab, dia memilih untuk diam, karena sebentar lagi juga mereka akan sampai ke rumah baru mereka.
Anaira yang pertanyaan nya tidak di jawab oleh Raffa pun ketakutan, dia takut kalau dirinya akan di culik oleh Raffa
" Fa, kita baru kemarin nikahnya, kamu tidak mungkin langsung menjual aku kan?" Tanya Anaira lagi yang semakin ketakutan karena Raffa tidak menjawab Sama sekali pertanyaannya.
Raffa yang mendengarnya tersenyum, dan tetap tidak menjawab pertanyaan dari Anaira, mana mungkin dia akan menjual istrinya, yang ada, dia yang akan di jual oleh Mama nya lebih dulu kalau berani menjual menantu kesayangannya.
Dan tidak lama kemudian, mereka berdua sampai di perumahan elit, dan motor yang di kendarai oleh Raffa memasuki salah satu gerbang rumah yang ada di sana, dan menghentikan motornya dan keduanya pun segera turun dari motor.
" Ini rumah siapa fa?" tanya Anaira
" Ini rumah baru kita sayang, bukan kah kemaren aku sudah bilang kalau kita akan tinggal di rumah baru kita? Yok masuk" jawab Raffa sambil menggenggam tangan Anaira dan mengajak nya masuk ke dalam rumah dua lantai tersebut.
Anaira yang mendengar perkataan dari Raffa pun merasa tenang, dia sadar bahwa diri nya tadi terlalu bodoh dan penakut, padahal dia adalah seorang bad girl dan juga seorang pemimpin geng motor.
Kedua nya memasuki rumah tersebut, dan Anaira sangat menyukai interior rumah nya, kemudian Raffa membawa Anaira untuk berkeliling melihat lihat rumah baru mereka
" Benarkah ini rumah baru kita?
Rumahnya sangat bagus, aku sangat menyukainya" ucap Anaira yang sangat menyukai rumah baru tersebut , setelah melihat lihat rumah barunya.
" Aku senang kalau kamu menyukainya" ucap Raffa sambil tersenyum.
Percuma dia membeli rumah baru, kalau istrinya tidak menyukainya.
" Sekarang mari kita lihat kamar kita " Raffa mengajak Anaira untuk melihat kamar tidur mereka, kedua nya pun naik ke tingkat dua dan menuju ke kamar utama, Raffa membuka pintu kamar tersebut.
" Ini i adalah kamar kita berdua" ucap Raffa saat membuka pintu kamar tersebut, dan kedua nya pun masuk ke dalam kamar nya
" Maksud kamu, kita sekamar?" tanya Anaira dengan ragu nya,
Pasalnya walaupun mereka sudah menikah, namun mereka berdua masih terlalu muda untuk tidur sekamar berdua.
" Bukankah aku sudah mengatakannya kepada mu, kalau kita akan memulai hidup baru, dan kita juga akan belajar untuk saling mencintai?" tanya balik Raffa kepada Anaira
" Baik lah, kalau begitu aku akan menjadi istri yang baik untuk mu suami ku" ucap Anaira dengan senyuman manis nya
" Tapi" Anaira tidak berani untuk melanjutkan nya
" Kamu tenang saja, aku tidak akan melakukannya kalau kamu belum siap, aku tidak akan memaksa mu" ucap Raffa yang mengetahuinya maksud dari Anaira.
" Maafkan aku fa, bukan nya aku tidak ingin melakukan nya dengan mu, tapi aku tidak ingin hamil saat kita masih sekolah, tapi kalau misal nya nanti setelah lulus aku tidak apa apa kalau hamil, dan aku juga tidak masalah kalau nanti tidak melanjutkan sekolah karena aku hamil." Anaira meminta maaf kepada Raffa, takut kalau Raffa berpikir kalau dirinya tidak ingin melayani Raffa.
Saat ini Anaira masih ingin sekolah, tapi kalau misal nya nanti setelah lulus sekolah diri nya hamil, itu tidak masalah, walau pun nanti nya dia tidak bisa melanjutkan kuliah nya, kare dia ingin menjadi seorang ibu rumah tangga yang mengurus anak anak dan suami nya, sama seperti mommy nya dan juga mama mertuanya.
" Kamu tenang saja, aku tidak akan mempermasalahkan nya, yang aku ingin kan hanya lah hidup berdua dengan mu hingga nanti kita menua dan menggendong cucu kita kelak" ucap Raffa dengan tersenyum yang mengerjakan maksud dari perkataan istrinya
Kemudian Anaira langsung memeluk suami nya
" Makasih sayang" ucap Anaira dengan tulusnya
Dan di balas anggukan kepala oleh Raffa.
" Tapi yang ini boleh kan?" tanya Raffa sambil menyentuh lembut bibir Anaira
Anaira yang mendengar nya tersenyum, " Ini semua milik mu, kamu bebas ingin apa pun, asal kan yang satu itu di tunda dulu" jawab Anaira dengan senyuman manisnya.
...----------------...
Maaf ya, kalau novel ku tidak bagus,
tapi tolong saran dan masukan nya
( tolong like, komen dan subscribe ya)
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 44 Episodes
Comments
Maryana Fiqa
bagus banget Thor ceritanya 👍👍
2024-08-17
0
Sandisalbiah
hah.. cara mereka mengungkapkan apa yg jadi unek² dan ganjaran dlm hati masing², mereka bisa saling terbuka tanpa gengsi dan tdk mengutamakan ego... padahal masih usia remaja lho yg biasanya jiwanya, emosinya egonya masih meledak²..ini bisa saling terbuka dan menerima.. keren abis..
2024-06-27
0
Puput Regina Putri
bagus thor .. cumungut 😘
2024-06-04
1