" Sial, sepertinya aku telah salah bertanya" ucap pak Peter di dalam hatinya, dia merasa ketakutan karena Sikap Alvaro yang tidak seperti biasanya, bahkan kali ini sikap Alvaro sangat menakut kan
" Apakah pak Alvaro telah mengetahui kesalahan ku, tapi tidak mungkin, karena tidak ada satu pun murid atau pun guru yang berani melaporkan ku" pikir Peter
Selama ini tidak ada satu pun guru yang berani melapor tentang buruknya sikap pak kepala sekolah, karena pak kelapa sekolah selalu mengancam untuk memecat mereka bahkan juga mem-blacklist mereka semua di sekolah yang lain.
Begitu juga dengan para murid, mereka selalu di ancam akan di keluarkan dari sekolah dengan cara tidak hormat, jadi tidak ada murid yang berani untuk melapor kan kekakuannya selama ini,
Terlebih lagi murid yang sering di bully oleh Jessica adalah murid yang tidak mempunyai kekuasaan, jadi mereka lebih memilih untuk tetap bersekolah di sana, dari pada di keluarkan.
" Bukan begitu pak, biasanya anda akan datang ke sekolah hanya kalau sekolah sedang lagi ada masalah" ucap Peter mencoba untuk tidak gugup agar tidak terlihat kalau diri nya telah membuat banyak masalah
" Hans" bukannya menjawab perkataan pak Peter, pak Alvaro malah memanggil Hans
Deg
Pak Peter semakin gugup, dia merasa ada yang tidak beres saat pak Alvaro memanggil salah satu guru yang mengajar di Sana
" Ini dad," Hans menyerah kan berkas berkas yang di bawa Nya tadi
" Dad" ucap pak Peter yang terkejut saat mendengar pak Hans memanggil pak Alvaro dengan sebutan dad, artinya pak Hans adalah anaknya pemilik sekolah ini, matilah" pikir pak Peter.
Dan tanpa membaca terlebih dahulu, pak Alvaro langsung melemparkan berkas berkas tersebut kepada pak Peter tanpa menghirau kan pak Peter yang terkejut dengan panggilan pak Hans
" A a apa ini p pak?" tanya pak Peter dengan gagap nya dan mengambil berkas berkas tersebut kemudian membacanya.
" Aku tidak menyangka, kalau selama ini ternyata begini kamu melakukan tugas mu" ucap pak Alvaro sambil menatap wajah pucat pak Peter
Jessica yang menyadari kalau ayahnya sedang ketakutan pun mencoba mendekati pak Alvaro.
" Maaf pak, ini semua adalah salah paham, kita bisa membicarakan nya dengan baik baik " ucap Jessica sambil mencari perhatian pak Alvaro
Tapi pak Alvaro sama sekali tidak menghirau kan ucapan dari Jessica
" Aldi" pak Alvaro memanggil asisten pribadi nya
" Iya tuan" jawab Aldi yang berdiri di samping pak Alvaro.
"Jebloskan laki laki ini ke dalam penjara, biarkan dia menghabiskan sisa hidupnya di sana" perintah pak Alvaro pada Aldi
" Baik tuan, saya sudah menelpon polisi" jawab sam yang sedari tadi berdiri di samping pak Alvaro.
" pak Alvaro, tolong ampuni saya, tolong jangan masukkan saya ke kantor polisi, saya hanya sesat sesaat, saya janji untuk tidak mengulanginya lagi" pak Peter memohon kepada pak Alvaro sambil berlutut
Dia tidak ingin mendekam di penjara, bagaimana nasib anak istrinya
" Dan untuk perempuan ini, tidak boleh ada satu pun sekolah yang menerimanya" ucap pak Alvaro tanpa menatap wajah Jessica.
Kemudian polisi pun datang dan menyeret pak Peter ke kantor polisi,
Begitu juga dengan Jessica, dia langsung di seret keluar oleh anak buah nya pak Alvaro
Kedatangan polisi ke SMA Garuda, membuat para murid bertanya tanya,
" Ada apa?
Siapa yang di cari oleh pak polisi tersebut?" para murid bertanya tanya
Kemudian pak Alvaro mengumpulkan seluruh dewan guru dan juga para murid di lapangan.
Kemudian pak Alvaro naik ke mimbar yang sudah terdapat di sana
"Baik lah, tujuan saya mengumpulkan kalian semua di sini adalah
Yang pertama saya meminta maaf kepada para murid yang selalu dirundung oleh anaknya pak kepala sekolah, dan pihak sekolah akan membayar kompensasi untuk kalian korban rundungan.
Dan yang ke dua, mulai saat ini, yang akan menjadi kepala sekolah baru SMA Garuda adalah pak Hans Steven Pratama
Hanya sekian saja, terima kasih " pak Alvaro pun turun dari mimbar tersebut tanpa menyebut kan hukuman yang di terima oleh pak kepala sekolah, beserta putrinya,
Dan untuk kedua temannya Jessica di serah kan kepada guru BK untuk memberi mereka hukuman
" Aku tidak menyangka, ternyata ada juga yang berani melapor kan tentang kelakuan pak kepala sekolah kepada pemilik sekolah ini" ucap salah satu siswa
" Uya, dan itu sangat bagus, masak sekolah elit ada perundungan, bahkan perundungnya adalah anaknya pak kepala sekolah " sahut siswa yang lainnya
" Pak maaf kan Kami yang tidak berani melapor masalah ini kepada anda " ucap salah satu guru saat pak Alvaro berada di dalam ruang guru.
" Tapi saya harap ke depannya untuk lebih memperhatikan kenyamanan para murid" ucap pak Alvaro
" Baik pak"
Pak Alvaro beserta asisten Aldi pun keluar dari sekolah SMA Garuda.
" Yang, kamu tidak ingin bertemu sama Daddy?" tanya Raffa saat Daddy Alvaro telah meninggal kan sekolah tempat mereka belajar.
" Tidak, aku tidak ingin identitas ku bocor, aku merasa lebih nyaman dengan keadaan ku saat ini, dari banyak yang tau tentang identitas asli ku" jawab Anaira
" Aku heran dengan sikap mu sayang, biasa nya para gadis sangat senang terlahir dari keluarga kaya raya, bahkan tidak sedikit dari mereka yang lahir dari keluarga kalangan menengah, tapi bersikap sombong dan angkuh seolah olah mereka adalah keluarga yang kaya raya " ucap Raffa
Memang benar, tidak sedikit saat ini orang yang mengaku diri nya kaya raya, padahal kadang mereka adalah orang orang yang hidup cuma sebatas berkecukupan.
" Itukan mereka , bukan aku, kalau aku sih hidup sederhana lebih nyaman, tanpa harus di perhatikan oleh orang lain,
Karena kalau aku merasa tidak nyaman kalau banyak orang yang memerhatikan ku" jawab Anaira dengan jujur
Anaira merasa lebih nyaman saat orang orang tidak ada yang mengetahui tentang identitas aslinya
Dia tidak ingin di hormati atau pun di hargai karena identitasnya sebagai putri bungsu keluarga Pratama
" Aku beruntung bisa menjadi pasangan halal mu" ucap Raffa sambil memegang tangan Anaira dan menggenggam nya
" Aku u juga sangat beruntung, andaikan waktu itu kamu tidak meyakinkan ku, maka mungkin kita tidak akan bersama,
terima kasih telah hadir di dalam hidup ku" ucap Anaira dengan tulusnya
" Sekolah hari ini pulang lebih awal, apakah kamu ingin pergi ke suatu tempat?" tanya Raffa saat mereka hendak keluar dari kelas untuk pulang
" Aku merindukan mommy, apakah kita bisa pergi ke rumah mommy?" tanya Anaira dengan wajah berharapnya
" Tentu saja boleh, kita pulang ke rumah kita lebih dulu, habis itu bersiap siap untuk pergi ke rumah mommy" jawab Raffa sambil mengelus lembut rambut Anaira
" Ya udah, yok kita pulang sekarang" ajak Anaira
Dan kedua Nya pun berjalan hendak keluar dari kelas mereka, akan tetapi langkah mereka terhenti saat mendengar suara teman mereka
" Boss, apakah Lo akan ke basecamp hari ini, mumpung sekolah pulang lebih awal?" tanya Zidan
" Tidak, gue mau berkunjung ke rumah mertua gue " jawab Raffa dengan wajah datar nya
Sangat berbeda saat berbicara dengan Anaira
" Kita boleh ikut boss?" tanya Raka dengan wajah tengilnya.
Dan langsung mendapat kan tatapan tajam dari Raffa
" Ya elah, cuma main doang kok boss, bukan untuk melamar putrinya" ucap Raka yang langsung mendapatkan tabokan di kepalanya
" Lah, cuma bercanda boss
tapi boleh lah sekali kali kami mampir ke rumah kalian" ucap Raka lagi
" Boleh kok, " jawab Anaira
" Ya udah, kami duluan ya" pamit Anaira, dan langsung keluar kelas bersama dengan Raffa meninggal kan para sahabat yang masih menatap kepergian mereka.
" Gue gak nyangka kalau ternyata Bu boss bisa mencairkan boss kita yang dingin dan kaku" ucap Ziyad setelah kepergian Raffa dan Anaira.
" Lo benar, dan gue yakin banget kalau si boss akan bucin banget sama Bu boss" Raka membenarkan ucapan ziyad
" Ya udah yok cabut " ajak Arkana yang langsung meninggal kan kelas dan di ikuti oleh para sahabatnya.
( maaf telat banget baru up
mohon bantuan nya dan juga saran nya)
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 44 Episodes
Comments
Sandisalbiah
sat set daddy Alvaro.. gak ada ampun buat org yg memanfaatkan jabatannya dgn sesuka hati
2024-06-27
0
retiijmg retiijmg
semngat kak..
2024-05-17
2