bab 16

" Yang ,benaran Daddy akan datang ke sekolah kita?" tanya Raffa, karena dia tidak tau kalau mertuanya akan mengunjungi sekolah tempat mereka

" Aku juga tidak tahu, Daddy tidak mengatakan apapun sama aku" jawab Anaira, memang Anaira tidak mengetahui apa pun tentang kedatangan Daddy Nya ke sekolah, karena sang Daddy tidak mengatakan apapun padanya.

Keduanya pun berbicara dengan para sahabatnya Raffa, dan kadang kadang ada juga teman teman sekelas yang ikut gabung bersama mereka.

Di ruang kepala sekolah

Pak Alvaro dengan di dampingi oleh sang asisten pribadinya, Aldi, berjalan menuju ruang kepala sekolah.

Di dalam ruangan kepala sekolah, terdapat kepala sekolah beserta putri kesayangannya, Jessica.,

Jessica sedang mengadu kepada papanya

" Pa, papa harus memberi hukuman kepada murid baru tersebut, dia bahkan berani membentakku tadi " ucap Jessica yang mengadu kepada sang papanya

" Maksud kamu anak baru tersebut adalah Anaira yang baru masuk kemarin?" tanya Peter, sang papa pada putri kesayangannya

 " Iya pa, dia juga mendekati Raffa, aku tidak ingin dia mendekati Raffa pa, Raffa hanya bisa menjadi milik ku" jawab Jessica, dia sangat mencintai Raffa, sudah dari SMP dia mendekati dan mengejar Raffa, namun Raffa sama sekali tidak pernah menghiraukannya, bahkan meliriknya pun tidak.

Tetapi Raffa begitu baik terhadap anak baru tersebut, sehingga membuat Jessica begitu membenci Anaira, dia tidak ingin Raffa menjadi milik orang lain.

"Tapi dengan alasan apa papa akan menghukumnya?" tanya Peter pada putri kesayangannya.

Dia tidak boleh asal menghukum murid di sekolahnya,

selama ini, dia sangat mendukung putri nya mendekati Raffa, karena dia juga sangat ingin menjadi besannya pak Raihan,

Bagaimana tidak, siapa yang tidak ingin berbesan dengan orang kedua terkaya di Indonesia.

" Papa pikir aja sendiri , pokoknya tu murid baru harus di beri hukuman, bahkan kalau bisa di keluarkan saja dari sekolah, papa tidak ingin kan kalau calon menantu papa, di ambil sama murid baru tersebut" ucap Jessica tidak mau tau

" Ya papa tidak mau kalau tidak berbesan dengan pak Raihan, kamu tau kan kalau pak Raihan itu orang terkaya no dua di Indonesia, kalau kita bisa satu keluarga dengan pak Raihan, keluarga kita akan kaya raya, dan kita tidak perlu lagi bekerja di bawah perintah orang lain " jawab Peter tersenyum senang sambil membayangkan bisa berbesan dengan pak Raihan.

Selama ini dia sangat mendukung putrinya untuk mendekati Raffa, bahkan dia juga pernah melakukan berbagai macam cara agar putrinya bisa menjadi milik Raffa, namun semua usahanya tersebut gagal.

" Bagaimana kalau kamu cari masalah saja sama dia, dia pasti akan membalas pada mu, setelahnya papa akan memberi hukuman padanya dengan mengeluarkannya dari sekolah" Peter memberi ide pada putrinya, selama ini dia sama sekali tidak mempermasalahkan putrinya membully murid murid lain, bahkan kalau ada murid yang melapor, murid tersebut akan di beri hukuman, bahkan kadang sampai di keluarkan dari sekolah,

" Aku setuju pa, nanti pas istirahat aku akan mendatanginya untuk memberinya peringatan" Jessica membayangkan Anaira sedang memohon padanya agar tidak lagi membullynya dan dia juga akan menjauh dari Raffa, Jessica tersenyum senang saat membayangkan permohonan Anaira tersebut, sehingga senyumannya menghilang saat ada yang membuka pintu tanpa mengetuknya lebih dulu.

Di luar ruangan kepala sekolah,

pak Alvaro beserta Aldi yang sedang menunggu kedatangan Hans di depan ruangan kepala sekolah pun mendengar semua pembicaraan Pak kepala sekolah dengan putrinya,

Rahang pak Alvaro mengeras saat mendengar mereka ingin memberi hukuman kepada putri kesayangannya, bahkan mereka berencana untuk mengeluarkan nya, dari sekolah miliknya sendiri

Ingin segera masuk ke dalam ruangan tersebut, dan menghantam kepala pak kepala sekolah ke dinding, namun keinginannya terpaksa di tahan dulu, dia harus menunggu kedatangan Hans membawa semua bukti kelakuan kepala sekolah selama ini terlebih dahulu, agar lebih memudahkannya untuk mengambil keputusan.

Tak lama kemudian, Hans pun tiba di depan ruangan pak kepala sekolah

" Maaf membuat Daddy menunggu lama" ucap Hans yang baru saja sampai dan melihat Alvaro yang sudah memerah wajahnya

" Mana berkas berkasnya?" pinta pal Alvaro dengan wajah dinginnya, membuat Hans yang mendengarnya sangat terkejut, karena selama ini sang paman yang di panggilnya Daddy itu tidak pernah berbicara dengan nada dinginnya kepada dia, kecuali kalau Daddy lagi sangat marah,

"Ini dad" Tanpa banyak kata, Hans langsung menyerahkan berkas berkas yang di bawanya kepada sang Daddy

Pak Alvaro langsung mengambil berkas berkas tersebut, kemudian dia pun membuka pintu ruangan kepala sekolah dengan kasar tanpa mengetuknya lebih dulu

Bamm

Suara pintu terbuka, Peter yang sedang berbicara dengan putrinya pun sangat kesal saat ada orang yang membuat kasar pintu ruangannya, bahkan tanpa mengetuknya lebih dulu.

" Siapa yang berani membuka pintu

Ucapan pak Peter langsung terhenti saat melihat kalau ternyata yang membuka pintu ruangannya adalah pak Alvaro, pemilik sekolah SMA Garuda ini.

" Pak Alvaro, maaf saya tidak mengetahui kalau bapak datang ke sini" pak Peter meminta maaf dengan suara lembutnya, akan tetapi pak Alvaro sama sekali tidak menghiraukannya, dia terus berjalan dan duduk di sofa, dan di ikuti oleh pak Hans, sedangkan pak aldi, dia berdiri di belakang pak Alvaro.

Jessica yang mengetahui kalau pak Alvaro adalah pemilik sekolah ini pun langsung mencari perhatiannya, dengan memperkenalkan dirinya.

" Pak Alvaro, saya adalah murid SMA Garuda ini, perkenalkan, nama saya Jessica, saya anaknya pak Peter, kepala sekolah SMA Garuda" ucap Jessica dengan lembut dan sopan, sambil mengulurkan tangannya untuk berjabat tangan dengan pak Alvaro.

Namun pak Alvaro hanya menatapnya dingin, tidak menerima uluran tangan Jessica sama sekali

Jessica yang tangannya tidak di sambut oleh pak Alvaro pun langsung menurunkan kembali,

Walau pun pak Alvaro mengabaikannya, namun dia tetap tidak menyerah

" Pak Alvaro ingin minum apa, biar saya siapkan" ucap Jessica yang kembali mencari perhatian pak Alvaro

Pak kepala sekolah yang melihat putrinya mencari perhatian pak Alvaro pun tersenyum senang, kalau bisa menjadi besannya pak Alvaro lebih menyenangkan' pikir nya, karena dia mengetahui kalau pak Alvaro mempunyai dua orang putra, yang satunya seumuran dengan Jessica, putrinya.

Namun lagi lagi, pak Alvaro tidak menghiraukan ucapan dari Jessica, bahkan di saat Jessica ingin membuka suara nya kembali, pak Alvaro langsung membuka suara nya

" Tidak usah mengganggu saya" ucap pak Alvaro dingin,

Jessica yang mendengarnya pun tidak lagi membuka suaranya,dia merasa ketakutan saat mendengar suara pak Alvaro yang sangat dingin

" Pak Alvaro, maaf kalau boleh saya tau, kenapa pak Alvaro mendatangi SMA Garuda ini, saya pikir selama ini SMA Garuda tidak ada masalah sama sekali?" tanya pak Peter yang merasa heran dengan kedatangan pak Hans, bahkan tanpa mengabarinya lebih dulu, dan hal tersebut membuatnya sedikit merasa ketakutan.

" Apakah untuk mendatangi sekolah milik saya sendiri, saya harus mempunyai sebuah alasan?" tanya pak Alvaro, bahkan Nadanya lebih dingin dari pada tadi.

" Bukan begitu maksud saya pak" ucap pak Peter yang tidak tau harus menjawab apa.

Bahkan saat ini perasaannya semakin tidak enak, dia merasa seolah-olah sesuatu yang buruk akan terjadi.

Terpopuler

Comments

Sandisalbiah

Sandisalbiah

hah.. masih aja bersandiwara padahal boroknya udah ketahuan.. Pinter.. pinter.. gimana mau bimbing anknya jd bener Lha wong bapaknya aja gak waras

2024-06-27

0

Lindha Fauziyah

Lindha Fauziyah

lanjut Thor.....💪
up bnyak2🤗

2024-04-06

2

lihat semua

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!