Tanpa mereka sadari, ternyata perkataan mereka semua dengan jelas telah di denger oleh Anaira yang kebetulan juga ingin keluar dari kelas nya
" Kalian ingin bermain main dengan gue, baik gue temenin kalian" ucap Anaira sambil tersenyum, kemudian kembali masuk ke dalam kelasnya tidak jadi lagi keluar kelas
Ketika Anaira memasuki kelas, sebagian para murid perempuan langsung mendekati nya
" Lo hebat, bisa membalas semua perkataan mereka kepada Lo" ucap Amel, salah satu murid perempuan yang sekelas dengan Anaira
" Iya bener, selama ini belum ada satu murid pun yang berani menjawab perkataan mereka, padahal mereka bertiga sering banget membully murid murid di sekolah" Monica membenarkan perkataan Amel.
Mereka semua sangat kesal, karena Jessica dan para antek anteknya selalu saja membully murid murid di sekolah.
" Apalagi kalau ada murid yang berani mendekati Raffa dan teman temannya, Jessica dan antek anteknya akan langsung membully mereka semua " Lanjut Lidia,
Jessica sangat terobsesi dengan Raffa, sehingga siapapun yang gadis yang mendekati Raffa, selalu mencari sasaran bullying nya.
"Memangnya kenapa tidak ada yang berani menjawab perkataan mereka?, atau pun melaporkan tentang kelakuan mereka kepada kepala sekolah?" tanya Anaira, dia merasa heran dengan apa yang di dengernya,
Tidak mungkin sekolah elit seperti SMA Garuda, terdapat banyak perundung tanpa di ketahui oleh pihak sekolah.
" Lo gak tau, kalau Jessica itu adalah anaknya pak kepala sekolah?" tanya Amel
" Ga tau " Anaira tidak mengetahui kalau ternyata Amel adalah anak nya pak kepala sekolah, karena baru kemaren Anaira sekolah di sini.
" Gimana dia tau, sekolah di sini aja baru kemaren" ucap Fifi yang baru menyadari kalau Anaira baru dua hari sekolah di SMA Garuda
" Lah iya, gue lupa" ucap Amel yang juga baru sadar kalau Anaira adalah murid baru
" Jessica adalah anaknya pak kepala sekolah, dan juga ayahnya tersebut salah satu dari donatur sekolah kita, begitu juga dengan Angel dan Sesil, ayah mereka berdua juga donatur sekolah kita, jadi percuma saja kita melapor kan tentang kelakuan kepada kepala sekolah, kepala sekolah tidak akan pernah memberi mereka sangsi"lanjut Amel menjelaskan kepada Anaira
" Bahkan dulu ada satu murid yang melapor kan kepada kepala sekolah, akan tetapi bukan Jessica dan para antek anteknya yang mendapat kan hukuman, melainkan murid tersebut yang di keluarkan dari sekolah oleh pak kepala sekolah " lanjut mika
Sebenarnya, sudah banyak murid yang ingin melaporkan tentang masalah tersebut, namun karena mereka semua tidak ingin mendapatkan hukuman, jadi tidak ada yang berani melaporkannya.
" Kenapa bisa begitu? Padahal kan ini sekolah elit, gak nyangka gue kalau ternyata SMA Garuda seperti ini' tanya Anaira yang masih heran dengan penjelasan mereka.
" Ga bisa di biarin, gue harus bilang tentang masalah ini sama Daddy, biar mencari tahu tentang kelakuan kepala sekolah selama ini, gue ga mau sekolah milik Daddy gua hancur hanya karena keserakahan mereka" ucap Anaira di dalam hatinya
" Ya begitulah, orang orang yang punya kuasa" jawab angel
" Emang tidak ada satu murid pun yang mereka takuti?" tanya Anaira lagi
" Tidak ada, kecuali gengnya Raffa, karena orang tuanya Raffa donatur terbesar sekolah ini, dan juga tidak ada satu murid pun yang berani macam macam sama Raffa dan teman temannya " jawab Monica
" Eh iya, ada hubungan apa lo sama Raffa, gue lihat tadi Lo sekolah bareng dia, kemaren juga bareng dia?, dan lagi selama ini belum ada satu pun murid yang boleh duduk di bangku samping dia, Lo orang pertama yang duduk sebangku sama dia, bahkan dari pertama masuk sekolah sampai sekarang, dia selalu sendiri satu bangku "tanya Amel penasaran dengan kedekatan Anaira dengan Raffa, karena selama ini cowok tampan tersebut tidak pernah dekat dengan perempuan lain selain Cintya adiknya.
" Dia adalah
" Anaira pacar gue" jawab Raffa yang baru masuk ke dalam kelas, memotong perkataan Anaira yang ingin menjawab pertanyaan dari Amel, karena melihat seolah Anaira bingung ingin menjawab pertanyaan dari Amel.
Raffa dan kawan kawan nya berada di kelas IPA 1, kelas unggulan, walau pun mereka agak tengil dan suka mencari masalah, namun otak mereka semua nya sangat cair
" Wah benar kah?, ga nyangka gue, ternyata Raffa juga menyukai perempuan, gue pikir selama ini dia menyukai sesama jenisnya" ucap Monica, yang mampu membuat Raffa terbelalak dengan perkataannya, begitu juga dengan Anaira dan kawan kawan nya Raffa, mereka langsung tertawa mendengar perkataan Monica.
Hahaha
" Hahaha gue ga nyangka Mel, ternyata Lo bisa berfikir begitu juga" ucap Raka masih dengan tawanya
Selama ini kelas mereka sangat lah kompak, kecuali Jessica, Angel, dan Sesil, tapi kemarin mereka bertiga telah di keluarkan dari kelas mereka, karena perintah dari Raffa, dia tidak ingin mereka nanti akan membully Anaira, karena selama ini geng Jessica selalu membully murid murid yang mendekati Raffa.
Mereka di pindahkan dengan alasan, Jessica dan kedua temannya tidak layak untuk duduk di kelas IPA 1, mereka menempati kelas IPA 1, bukan karena kepandaian mereka, tetapi karena kekuasaan yang di miliki oleh kepala sekolah.
Bahkan anggota inti geng The Tiger pun mencair ketika di dalam kelas, mereka semua sudah sekelas dari kelas satu, jadi mereka semua sudah saling memahami satu sama lain.
" Kan selama ini gue lihat Raffa sangat enggan berdekatan dengan perempuan, jadi ya gue pikir itu artinya dia tidak menyukai perempuan, tetapi menyukai yang sejenis dengannya" ucap Amel dengan wajah polos nya.
Hahaha
CK
Mereka semua yang ada di kelas tertawa mendengar perkataan Amel, kecuali Raffa , dia hanya mendengus mendengar perkataan dari Amel.
kring
kring
" Ah udah bel aja, padahal gue masih pengen ngobrol" ucap Monica yang enggan beranjak ke tempat duduknya
" Jam kosong" ucap Arkana
"Wah benar kah?" tanya Monica dengan senangnya
Walaupun mereka murid elit, namun terkadang mereka juga punya keinginan untuk bersenang-senang di kelas tanpa memikirkan pelajaran.
" Hmm" jawab Arkana singkat
" Aduh, entah kenapa setiap kali mendengar tentang jam kos, senang banget gue " ucap Monica, Dia yang paling mencintai jam kos.
" Kan Lo tukang molor, bukan tukang belajar, makanya suka banget sama jam kos" ucap Fifi dengan jujurnya.
" Hehehe " Monica hanya bisa cengengesan mendengar perkataan Fifi
" Eh nai, Lo kenapa pindah ke sini?, apakah karena Raffa" tanya Monica penasaran
" Bisa di bilang begitu " jawab Anaira sambil tersenyum,
Dia memang pindah ke SMA Garuda karena dia harus satu sekolah dengan suaminya.
" Hei pak ketos, apakah kita akan mendapat kan PJ?" tanya Amel
" Iya a, nanti istirahat kalian sekelas gue traktir " jawab Raffa, yang membuat mereka semua yang mendengarnya tersenyum senang
Mereka semua pun terus berbincang bincang sampai masuk pergantian pelajaran , dan guru yang mengajar pun masuk,
Dan Anaira tidak menyangka kalau ternyata para murid kelasnya sangat kompak, bahkan kawan kawan suaminya yang dingin pun akrab dengan teman sekelas mereka.
" Baik anak anak, sekarang buka buku kalian halaman lima puluh, dan kalian baca baca sebentar selama Tiga Puluh menit, kalau ada yang tidak kalian pahami, bisa di tanyakan sama saya, kalau kalian semua sudah memahaminya, silakan mengerjakan tugas di halaman lima tahun satu" ucap pak Andre guru bahasa Inggris.
" Baik pak " jawab mereka semua, dan langsung saja melakukan seperti yang di perintahkan oleh pak Andre.
Tiga puluh menit telah berlalu, dan pak Andre bertanya kepada para murid muridnya.
" Baik anak anak, tiga puluh menit telah berlalu, adakah ada yang ingin kalian tanyakan?" tanya pak Andre
" Tidak pak" jawab mereka semua
" Kalau tidak ada yang ingin di tanyakan, silakan kalian semua mengerjakan tugas di halaman lima puluh satu" ucap pak Andre
" Baik pak " jawab mereka semua, dan mereka semua pun langsung mengerjakan tugas mereka.
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 44 Episodes
Comments
Qaisaa Nazarudin
Itu kan kemaren,Tapi sekarang gak lagi,Kalo kepsek berani macam-macam langung kenak tendang aja dari tuh skolah..
2024-06-19
1