Trinng
Trinng
Bel jam istirahat pun berbunyi, setelah sang guru keluar dari kelas, Amel langsung saja mengumumkan tentang traktiran dari Raffa
" Semua, hari ini Raffa akan mentraktir kita semua di kantin, semua bebas Mau pesan apa aja " ucap Amel dengan suara Taonya
" Benarkah?" tanya Ardi salah satu murid laki laki
" Hmm" jawab Raffa
" Wah makasih banyak, tapi dalam rangka apa ni?" , tanya Sinta penasaran
Karena Raffa bukanlah laki laki yang suka bergaul, jadi sangat jarang bagi laki laki tersebut untuk mentraktir makan semua teman sekelasnya.
" PJ, Raffa dan Anaira udah pacaran " jawab Amel dengan semangatnya
dia sangat setuju Raffa dan Anaira pacaran, baginya mereka berdua adalah pasangan yang sangat serasi, cantik dan ganteng.
" Sekarang ayo semuanya kita ke kantin, dan makan gratis sepuasnya, kalian bisa pesan sepuas kalian, terserah mau pesan apa aja, si boss pasti masih sanggup untuk bayarin kalian semua" ajak Zidan yang langsung berjalan keluar dari kelas,dan di ikuti oleh mereka semua dengan senangnya, kapan lagi bisa makan gratis coba, bisa pesan sepuasnya lagi
Sedangkan Raffa dan Anaira, mereka berdua keluar yang paling terakhir, dengan bergandengan tangan.
" Pesan" perintah Raffa seraya menyerahkan beberapa lembar uang seratus ribu,
Raja pun langsung mengambil uang nya dan berjalan untuk memesan dengan di ikuti oleh teman sekelas mereka , untuk memesan juga
Trinng
trinng
" Waktu istirahat udah habis, sekarang cepat masuk ke kelas" perintah Raffa kepada teman sekelas nya dengan wajah datarnya
" Ya beginilah, kalau punya teman sekelasnya ketos, dingin pula, ga boleh lambat masuk kelas" ucap Raka yang masih mau duduk di kantin, namun secepat kilat dia bangun dari tempat duduknya saat mendapat kan tatapan tajam dari Raffa.
" Hehe" Raka hanya bisa cengengesan, kemudian langsung beranjak dari kantin menuju ke kelas nya
...****...
" Fa, kita ke ruangan bang Hans dulu ya" ajak Anaira pada Raffa saat mereka mau pulang sekolah
" Iya" jawab Raffa
kedua nya pun berjalan ke arah ruangan pak Hans
Tanpa mengetuk pintu, Anaira langsung saja memasuki ruangan pak Hans.
Ceklek
Suara pintu terbuka, pak Hans yang berada di dalam ruangannya pun langsung melihat siapa yang telah masuk ke ruangan nya tanpa mengetuk pintu lebih dulu, dan bertanya
" Sia" pak Hans tidak lagi melanjutkan pertanyaannya saat melihat kalau ternyata orang yang membuka pintu ruangannya adalah sepupunya sendiri.
" Ada apa Nai? Tumben ke ruangan Abang?" tanya pak Hans saat melihat Anaira memasuki ruangannya tanpa di minta.
" Bang, apakah Abang tidak pernah periksa tentang kepala sekolah yang berbuat seenaknya di sekolah kita?" tanya Anaira tanpa basa-basi.
" Tentu sayang, kedatangan Abang ke sekolah ini hanyalah untuk memeriksa keadaan sekolah ini, karena Daddy sudah menerima banyak keluhan tentang sekolah ini, jadi Daddy memerintahkan Abang untuk memeriksanya " jawab Hans
" Kenapa kamu mengetahui tentang kelakuan kepala sekolah?, apakah Daddy sudah memberi tahu mu?" tanya Hans yang penasaran bagaimana Anaira bisa mengetahuinya dengan cepat, padahal Anaira baru dua hari dia sekolah di SMA Garuda.
" Tidak bang, tapi aku mengetahuinya dari teman sekelas ku, saat kemaren aku hampir di bully oleh anaknya pak kepala sekolah" Daddynya memang tidak memberi tahu kepada Anaira tentang keadaan sekolah mereka
Raffa yang mendengar kalau istrinya di bully pun sangat terkejut dan juga marah
" Kamu di bully oleh Jessica?, kenapa kamu tidak mengatakannya sama aku?" tanya Raffa dengan terkejut nya, sambil memutar-mutar badan Anaira untuk memeriksa keadaan Anaira.
" Itu tidak penting, lagian aku tidak apa-apa" jawab Anaira dengan senyumnya.
" Di bully sama mereka kamu bilang tidak penting?, kamu tau gak, kalau mereka bertiga itu selalu membully para murid kadang sampai harus secepatnya di bawa ke rumah sakit, bahkan kadang korban bully mereka banyak yang pingsan" ucap Raffa yang sangat kesal, karena Anaira menganggapnya tidak masalah.
" Kamu tenang saja, aku tidak apa apa,mereka belum sempat membully aku, dan juga aku tidak selemah itu hingga tidak sanggup untuk melawan mereka bertiga " jawab Anaira dengan santainya
Raffa yang mendengar perkataan Anaira merasa lega, sedangkan Hans dia hanya biasa saja, karena sudah mengetahui bagaimana sifat sepupunya ini.
" Kenapa kamu sangat cemas mendengar Anaira di bully?
Memangnya kalian ada hubungan apa?" tanya Hans yang belum mengetahui kalau ternyata Anaira sudah menikah
" Dia adalah istri saya" Jawab Raffa dengan wajah datarnya.
" Istri?
Kamu sudah menikah Nai?" tanya Hans dengan terkejutnya
" Iya bang" jawab Anaira dengan senyuman manisnya, " Maaf ya, bukannya tidak memberi tahu Abang, tetapi waktu itu Abang lagi di luar negeri " lanjut Anaira menjelaskan kepada Hans agar sepupunya tersebut tidak marah padanya.
" Ck" Hans mendengus kesal dengan jawaban sepupunya
" Emang tidak bisa menunggu kepulangan ku apa?" tanya Hans dengan kesalnya.
" Tidak bang, pernikahan kami mendadak banget, bahkan Abang Vian juga tidak ada di saat pernikahan kami " jawab Anaira
" Kamu tidak hamil di luar nikahkan Nai?" tanya Hans saat mendengar Anaira mengatakan pernikahan mereka mendadak
"Ya tidaklah bang, kami aja tidak saling kenal sebelumnya, dan juga Nai ini cewek baik baik ya bang" jawab Anaira, dia kesal dengan pertanyaan dari Hans yang menuduhnya hamil di luar nikah
Enak aja hamil di luar nikah, Kendal aja sama Raffa baru seminggu yang lalu.
" Hehe maaf, Abang terkejut aja, karena kamu bilang tadi kalau pernikahan kalian itu mendadak " ucap Hans sambil menggaruk kepalanya yang tidak gatal
kemudian Hans menatap wajah Raffa dan bertanya.
" Kamu Raffa, Sang ketua OSIS kan?" tanya Hans
" Iya " jawab Raffa dengan wajah datar nya
begini lah Raffa orang nya selalu dingin, bahkan sama gurunya juga data.r
" Anaira adalah satu satunya anak perempuan di keluarga Pratama kami, jadi ku harap, kamu menjaganya dengan sepenuh hati mu , walau pun aku bisa melihat kalau kamu sangat menyayanginya, dan kalau seandainya satu tetes aja air mata nya jatuh karena kamu sakiti, aku tidak akan membiarkan kamu melihat esok hari " ucap Hans sambil menatap tajam wajah Raffa , dia tidak ingin satu satunya princess dari keluarga Pratama di sakiti.
" Bapak tenang saja, aku sudah berjanji kepada diri ku, bahwa aku tidak akan pernah sekali pun menyakiti hatinya, aku sangat menyayanginya " jawab Raffa dengan tegasnya
Anaira tersenyum mendengar jawaban dari Raffa, begitu juga dengan Hans, dia merasa puas dengan suaminya sepupunya.
"Baik, aku harap kamu menepati setiap kata kata yang telah kamu keluarkan," ucap Hans sambil menepuk ringan pundak Raffa.
Kemudian Raffa dan Anaira pun keluar dari ruangan pak Hans, dan langsung saja berjalan ke tempat parkir untuk mengambil sepeda motor miliknya dan pulang ke rumah baru mereka berdua.
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 44 Episodes
Comments
Sandisalbiah
kok jd penasaran apa jadinya saat Jesica and the gank membuly Anaira ya 🤔🤔🤔
2024-06-27
0
Qaisaa Nazarudin
Tenang aja Raf, Isteri kamu bukan cewek lemah, Kenapa sampai di bab ini gak ada di bahas ttg keseharian geng motor mereka? Cuma tau nya mereka geng motor,. Biasanya yg lebih di tonjolkan itu hrusnya ttg keseharian mereka di geng motor, balapan kek,tawuran kek..🤔🤔
2024-06-19
1
Affa Anna
semangat Thor
2024-04-02
2