bab 7

Raffa dan Anaira bersiap siap untuk tidur

ketika keduanya duduk di tepi ranjang, tiba tiba Raffa membuka suara mnya

" Nai," panggil Raffa sambil menatap lembut wajah cantik Anaira.

" Iya, ada apa" jawabnya

Raffa bukannya menjawab pertanyaan dari Anaira, tetapi dia terus memperhatikan bibir Anaira yang merah Cherry tanpa polesan lipstik.

" Kenapa Fa?" tanya Anaira

Dia bingung dengan Raffa, padahal tadi laki laki tersebut memanggilnya, namun dia tidak mengatakan apapun.

" Boleh gak?" bukannya menjawab, tetapi Raffa malah bertanya kepada Anaira

" maksudnya?" tanya Anaira sambil menaikkan satu alisnya, dia tidak paham dengan pertanyaan dari Raffa.

" Ini" Raffa mengusap lembut bibir Anaira

" Hmmm" jawab Anaira tersenyum ke pada Raffa, ya tidak ada hak baginya untuk melarang Raffa menciumnya, bahkan untuk lebih dari ciuman juga boleh, walaupun Anaira belum siap untuk saat ini,karena mereka berdua sudah sah.

Mendapatkan jawaban dari Anaira, Raffa langsung mendekati bibirnya ke bibir Anaira, melihat tidak ada penolakan dari Anaira, membuat Raffa menggigit bibir bawah nya Anaira, dan secara otomatis Anaira membuka mulutnya, Raffa pun tidak menyia yia kan kesempatan yang sudah ada, segera saja Raffa memasuk kan lidahnya ke dalam mulut Anaira dan menjelajahi seluruh isi mulutnya.

Anaira yang baru pertama kali, tidak bisa membalas ciuman dari Raffa, akan tetapi lama kelamaan dia terbuai dengan ciumannya Raffa dan membalas ciuman tersebut

Keduanya hanyut dalam ciuman mereka , dan baru saja Raffa melepaskan ciumannya setelah Anaira mendorong dada Raffa karena kehabisan nafas, dan Raffa pun menyatukan kening mereka berdua, dengan Anaira yang ngos-ngosan, Anaira terus menghirup nafasnya, seolah olah dia hampir kehabisan nafas.

" Kalau berciuman itu tarik nafasnya sayang, jangan di tahan" ucap Raffa sambil mengusap lembut rambut Anaira

" Kan aku tidak tau, tidak pernah soalnya" jawab Anaira dengan wajah polosnya.

Raffa yang mendengarnya hanya tersenyum, dan berkata

" Sebaiknya kita tidur sekarang, kamu tenang saja, aku tidak akan melakukannya sebelum kamu siap" ucap Raffa saat melihat raut wajah Anaira yang seperti takut kalau Raffa akan meminta gaknya malam ini

"Iya" jawab Anaira, dan keduanya pun langsung tidur, dengan posisi saling berpelukan.

Keesokan paginya, Anaira pun terbangun dari tidurnya, dia tersenyum saat menyadari kalau dirinya berada di dalam dekapan hangat suaminya, dia terus saja memandang wajah tampan suaminya sambil tersenyum

" Udah puas pandangnya hmm?" tanya Raffa, kemudian Raffa pun membuka matanya dan melihat Anaira yang malu karena ketahuan sedang memandang wajahnya

" Tidak perlu malu kok sayang, aku kan suami mu" ucap Raffa sambil tersenyum kepada Anaira, sambil mengusap lembut rambut panjang Anaira.

Anaira yang mendengar nya sangat malu, kenapa dia tidak canggung sama sekali, pikir Anaira di dalam hatinya.

Raffa yang mengerti apa arti dari tatapan istrinya pun berkata

" Aku tidak ingin terlihat canggung saat sedang bersama istriku,"

Anaira yang mendengar perkataan Raffa pun terkejut, bagaimana dia bisa mengetahui apa yang aku pikirkan, tanya Anaira lagi di dalam hatinya.

" Udah, tidak usah terlalu banyak memikirkannya, lebih baik kamu sana mandi dulu" perintah Raffa

" Ah iya " Anaira pun langsung beranjak dari tempat tidurnya dan pergi ke kamar mandinya

Sedang kan Raffa yang melihatnya tersenyum,

" Aku akan selalu berusaha untuk membahagiakan kamu, walaupun kita menikah karena di jodohkan dan tanpa saling mencintai satu sama lain,

tapi kini aku sudah mulai mencintai mu " ucap Raffa setelah Anaira masuk ke dalam kamar mandi.

Raffa memang sudah jatuh cinta pada Anaira pada pandangan pertamanya.

Setelah selesai mandi, Anaira pun keluar dari kamarnya dan datang ke dapur untuk membantu sang mommy Alana menyiapkan sarapan untuk mereka semua.

Sedang kan Raffa kini sedang berada di dalam kamar mandi

" Masak apa mom?" tanya Anaira yang baru sampai Ke dapur, dan di lihatnya Mommynya sedang memasak.

" Nasi goreng sayang" jawab mommy Alana

" Nai bantu apa ma?" tanya Anaira yang ingin membantu Mommynya.

" Kamu bantu goreng telur aja" jawab sang mommy

Dan keduanya berkutat di dapur hingga selesai, kemudian Anaira ke kamarnya untuk membangunkan suaminya.

Sesampainya di kamar, ternyata Raffa sudah rapi dengan seragam sekolahnya

" Mulai hari ini kamu sekolah di sekolah yang sama dengan ku, SMA Garuda, Daddy sudah menyiapkan segala kebutuhan mu, dan itu seragam mu" beri tahu Raffa sambil menunjukkan seragam sekolah milik Anaira yang sudah di siapkan oleh pembantu mereka.

" Tapi aku malas bawa kendaraan sendiri, bias nya aku di bonceng oleh bang Vian" ucap Anaira, memang benar selama sekolah Anaira tidak pernah sekalipun membawa kendaraannya sendiri, dia selalu di bonceng oleh Abang Vian nya.

" Kenapa harus bawa kendaraan sendiri, kan kamu punya suami" jawab Raffa dengan santainya. Tentu saja dia akan membonceng istrinya, walau pun istrinya bisa bawa kendaraan sendiri, dia tidak ingin pergi ke sekolah sendirian, Karena sekarang dia bukan lagi seorang jomblo.

" Kamu mau bonceng aku?" tanya Anaira dengan wajah bodohnya

" Ya tentu saja, kau kan istri ku sekarang, tentu saja kau akan sekolah bersama dengan ku setiap harinya, dan aku akan selalu membonceng mu, masa udah punya istri, masih pergi sendirian ke sekolah" jawab Raffa dengan wajah datarnya,

Dia tidak ingin kalau harus berangkat ke sekolah sendirian, dan istrinya di bonceng oleh orang lain, baru nikah ternyata udah posesif.

" Aku tidak mau di labrak oleh pacar mu nanti saat di sekolah " Anaira tidak ingin di hari pertamanya sekolah, sudah membuat masalah, walau pun sebenarnya dia bad girl di sekolah lamanya, namun dia tidak ingin mencari masalah dengan orang lain, apalagi orang yang baru di kenalnya.

" Aku ga punya pacar sayang" jawab Raffa sambil menatap dalam wajah Anaira

" Emang kamu tidak punya pacar?" tanya Anaira lagi, dia tidak percaya kalau cowok setampan Raffa tidak mempunyai pacar, pasti di sekolahnya banyak wanita yang mengejarnya.

" Tidak sayang, aku tidak pernah pacaran " jawab Raffa. Dengan jujurnya, karena selama ini, dia selalu di larang pacaran oleh kedua orang tuanya dan dia juga tidak terlalu tertarik untuk berurusan dengan para perempuan, dan sekarang dia baru mengerti, kenapa kedua orang tuanya selalu melarangnya pacaran, karena ternyata mereka telah menjodohkan nya dengan gadis pilihan kedua orang tuanya.

" Kenapa? Masak cowok setampan kamu tidak pernah pacaran?" Anaira tidak percaya dengan ucapan Raffa

" Aku terlalu malas membuang waktu ku untuk hal hal semacam itu, terlebih kalau aku pacaran bukan kah sama saja dengan aku menjaga jodoh orang, Karena jodoh ku saat ini ada di hadapan ku" jawab Raffa sambil mengedip kan sebelah matanya ke pada Anaira.

Ternyata cowok dingin kayak dia bisa juga menggombal " pikir Anaira di dalam hatinya.

" Ok kalau begitu" kemudian Anaira bersiap siap untuk pergi ke sekolah

Mohon dukungan dan bantuan nya guys

tolong like, komen dan subscribe ya

Terpopuler

Comments

Sandisalbiah

Sandisalbiah

suka banget dgn interaksi mereka berdua.. mencoba terbuka, mengungkapkan langsung apa yg ada dlm fikiran mereka, saling menerima.. hah.. dewasa banget lho sikap dan pemikiran mereka ini.. Sweet !!

2024-06-27

0

Qaisaa Nazarudin

Qaisaa Nazarudin

Lha kenapa harus satu sekolah sih? aku kan pengen baca kisah pasangan beda skolah thor.😭😭.lagian kan mereka udh mau lulus kan..🤔🤔

2024-06-19

0

Qaisaa Nazarudin

Qaisaa Nazarudin

Bagus pasangan ini,Gak ada drama menjerit saat bangun,karna kaget ada lelaki di ranjangnya,Gak ada drama menendang sampai terjatoh ke bawah ranjang..wkwkwkwkk..👍👍

2024-06-19

1

lihat semua

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!