Hari pernikahan

 Seminggu telah lewat sejak hari di mana mereka berdua bertemu, dan kini hari yang paling di tunggu tunggu oleh keluarga besar mereka telah tiba

  Ingat, Hari yang paling di tunggu oleh keluarga besar, bukan oleh pasangan calon pengantin baru, calon pengantin baru, bagi mereka hari ini adalah hari yang paling menyebalkan

 ". Dek, buruan mandi sana, bentar lagi MUA nya datang" perintah Alvin yang sedari tadi melihat calon pengantin wanita hanya duduk diam di kamarnya

"Iya bang" jawab Anaira, dengan langkah lesu Anaira masuk ke dalam kamar mandi.

...**********...

"Bang, sudah belajar lafal ijab kabulnya kan?" tanya Mama Ratih saat mereka akan berangkat menuju ke rumah calon pengantin wanita

" Iya ma, " jawab Raffa

" Ini udah kesekian kalinya mama nanya pertanyaan yang sama" kesal Raffa, pasalnya sang Mama dari semalam sudah memperingatinya untuk belajar lafal ijab kabul, dan juga selalu menanyainya , bang, sudah hafal ijab kabul nya " bahkan Raffa sudah tidak sanggup lagi menjawab pertanyaan dari mamanya tersebut.

" Kan Mama takut kalau Abang sampai lupa " jawab Mama Ratih tanpa dosa sudah membuat putranya kesal.

" Udah siap semua ma?" tanya papa Raihan ketika melihat seluruh anggota keluarga besarnya sudah berkumpul.

" Sudah pa" jawab Mama Ratih karena semuanya sudah berkumpul.

" Kita berangkat sekarang pa?" tanya mama Ratih

"Iya ma, takutnya telat nanti " jawab ayah Reihan,

Mereka semua pun berangkat ke rumah calon pengantin wanita.

...****************...

" Sudah selesai sayang?" tanya mommy Alana ketika memasuki kamar putrinya

" Sudah mom" jawab Anaira dengan wajah lesunya.

" Wah cantik sekali putri kesayangan mommy" puji mommy Alana kala melihat kecantikan putrinya, Anaira memang sangat cantik dengan kebaya pengantinnya.

" Makasih mom" jawab Anaira dengan senyumnya, dia tidak ingin bersedih di hari pernikahannya.

" Terima kasih mbak telah merias wajah saya" Anaira berterima kasih dengan tulusnya saat melihat wajah cantiknya di cermin di dalam kamarnya.

" Sudah menjadi kewajiban saya mbak " jawab Muda dengan tersenyum,

" Mommy ke bawah dulu ya sayang, sepertinya keluarga calon suamimu sudah datang " kata mommy Alana kepada putri kesayangannya

Dan di bawah sudah rame dengan keluarga besar Pratama dan keluarga calon pengantin pria juga sudah datang, mommy Alana sudah kembali ke kamar sang putri,kini mereka semua sudah berapa di ruang akad.

Dan Raffa sudah duduk di depan pak penghulu

" Apakah sudah siap?" tanya pak penghulu

" Siap pak" jawab papa Raihan sangat antusias, padahal yang mau nikah anaknya, bukan dirinya, namun dia yang paling bersemangat.

" Yang mau nikah siapa, yang paling semangat siapa " ucap Raffa di dalam hatinya yang kesal terhadap sang ayah yang sangat antusias dengan pernikahannya dengan Anaira.

" Boleh kita mulai sekarang nak Raffa?" tanya pak penghulu

" Boleh pak" jawab Raffa, dengan gugupnya, padahal selama ini, dia tidak pernah sekali pun merasa gugup, namun entah mengapa, hari ini dia merasa sangat gugup.

" Saya nikah kan dan kawinkan engkau ananda Raffa putra Airlangga dengan putri ku kinza Anaira Pratama binti Alvaro Pratama dengan mas kawin 100 gram emas murni beserta uang tunai Rp 100.000.000 di bayar tunai"

" Saya terima nikah dan kawinnya Kinza Anaira Pratama binti Alvaro Pratama dengan mas kawin tersebut di bayar tunai " jawab Raffa lantang

" Bagaimana para saksi sah?" tanya pak penghulu setelah Raffa selesai melakukan ijab kabulnya.

Sah

Sah

Alhamdulillah" ucap mereka semua

 Sedangkan di dalam kamar, Anaira yang mendengarkan kata kata sah, tanpa di sadari air mata nya menetes, dan langsung memeluk mommynya.

Kini dia telah menjadi istri orang lain, orang yang seminggu lalu baru di kenalnya.

Ceklek

" Sayang ayo kita keluar, suami mu sudah menunggu di bawah" ujar mama Ratih yang barusan masuk ke dalam kamar Anaira

Anaira keluar kamar dan menuruni tangga dengan di apit oleh dua wanita paruh baya

Raffa yang melihat ke arah tangga takjub saat melihat kecantikan Istrinya

" Cantik" kata kata yang keluar dari mulutnya, namun hanya bisa di dengar oleh dirinya sendiri

" Mempelai wanitanya silakan mencium tangan mempelai prianya, dan mempelai prianya silakan mencium kening mempelai wanitanya " perintah pak penghulu

Kemudian Raffa mengulurkan tangannya ke pada Anaira yang di sambut dan di cium oleh Anaira, Raffa yang tangannya di cium oleh Anaira, hatinya bergetar dan ada rasa hangat di dadanya.

Kemudian Raffa mencium kening istrinya, Anaira pun merasa kan hal yang sama seperti Raffa, dia merasa kan hatinya bergetar dan ada rasa hangat di dadanya di saat Raffa mencium keningnya.

 Alexa dan Alexi yang baru sampai, tidak langsung menuju ke tempat mempelai sedang bersalaman dengan para tamu, akan tetapi keduanya lebih dulu menuju ke tempat hidangan makanan, keduanya ingin mencicipi makanan yang di sediakan untuk para tamu undangan, dan setelah merasa cukup, kedua baru akan menuju ke tempat mempelai

" Xa, sebaik nya kita ke tempat mempelai sekarang, kita udah puas mencicipi makanan disini" ajak Alexi

" Yok" dan kedua nya pun langsung berjalan ke tempat mempelai nya sedang bersalaman

" Selamat Nai, jangan lupa nanti malam bikinin kami ponakan yang ganteng dan cantik ya" ujar Alexi ketika mereka bersalaman dengan mempelai nya

Anaira dan Raffa yang mendengar nya, sangat malu dan merah muka kedua nya

"Dan Lo, tolong jagain teman gue, kalau sampai dia nangis, habis Lo" ujar Alexi kepada Raffa

" Hmmm" jawab Raffa

" Gue mau ponakan yang banyak ya, jangan lupa begadang nanti malam untuk buatin mereka, gue pesan banyak" kata Alexa yang seketika membuat wajah Anaira semakin merah

" Dan Lo, ga papa kok kalo Anaira gak tidur nanti malam, asal kan kalian cepat kasih kami ponakan yang imut" ujar Alexa kepada Raffa

" Lo mau pesan berapa?" tanya Raffa dengan wajah datar nya

"Gak banyak banyak cuma lima aja " jawab Alexa

" Ok," jawab Raffa, sedang kan Anaira jangan tanya bagaimana dia sekarang, dia sungguh sangat malu saat ini

Saat ini Anaira dan Raffa sudah berapa di dalam kamar Anaira, keduanya sedang duduk di tepi ranjang

" Gue tau pernikahan ini bukan keinginan Lo, dan kita menikah Karena sama di paksa, tetapi gue ingin pernikahan ini menjadi yang pertama dan yang terakhir bagi gue, gua cuma pengen menikah sekali seumur hidup, apakah Lo bisa memulai semua ini dengan gue?" tanya Raffa

Anaira yang mendengar perkataan dan pertanyaan dari Raffa langsung menatap nya, yang kini sedang menatapnya dalam

" Gue mau, Karena gue juga ingin menikah sekali seumur hidup gue" jawab Anaira sambil tersenyum ke arah Raffa

" Dan terima kasih sudah menerima gue apa ada nya" lanjut Anaira dengan tulusnya berterima kasih.

" Iya gue juga berterima kasih Karena Lo juga udah mau menerima gue apa adanya" Raffa juga berterima kasih dengan tulus

" Besok kita akan tinggal di rumah yang sudah aku beli dan kita akan tinggal berdua, apakah Kamu setuju?" tanya Raffa yang kini sudah mengubah panggilan nya menjadi aku kamu

" Iya aku mau " jawab Anaira, bagaimana pun juga saat ini, dirinya bukan lagi tanggung jawab Daddy-nya, tetapi tanggung jawab suaminya.

Terpopuler

Comments

Sandisalbiah

Sandisalbiah

hem.. ternyata mereka berdua bisa bersikap dewasa, gak jaim dan gengsi²an.. suka nih..

2024-06-27

0

Qaisaa Nazarudin

Qaisaa Nazarudin

Alhamdulillah jarang2 lho manten hasil perjodohan ngomong kek gitu,Yang ada bakal tanda tangani surat kontrak perjanjian..😄

2024-06-19

2

Puput Regina Putri

Puput Regina Putri

keren thor.... karakter nya kagak bertele tele 👍

2024-06-04

1

lihat semua

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!