Keduanya berangkat ke sekolah dengan Anaira yang di bonceng oleh Raffa
Seumur umur, baru kali ini Raffa membonceng perempuan, bahkan adiknya aja tidak pernah di boncengnya.
Setibanya di sekolah, seperti biasa, para sahabatnya di tambah adik nya telah menunggu kedatangan nya
" Pagi bos, pagi Bu bos" ucap Raka
" Pagi" jawab Raffa datar
" Pagi juga " jawab Anaira tak kalah datar dari Raffa
" jangan datar datar abat bos dan Bu bos" kata Raka lagi
" Hnmmm " balas Raffa dan Anaira kompak
Sebenarnya Anaira bukanlah gadis dingin nan datar, dia adalah gadis yang cerewet, namun dia akan bersikap dingin terhadap orang yang baru dikenal nya.
" Kalian duluan ke kelas, gue mau antar Anaira ke ruang kepala sekolah dulu" kata Raffa, kemudian dia menggenggam tangan Anaira dan berjalan ke arah ruang kepala sekolah.
" Sepertinya es batu akan mencair" ucap Zidan dan mendapatkan anggukan dari teman temannya
" Lo benar, sepertinya gelar ketos dingin akan berakhir" Ziyad membenarkan ucapan Zidan.
Selama ini, Raffa tidak pernah sekali pun bersikap manis kepada orang lain, bahkan terhadap perempuan sekali pun, kecuali hanya Mamanya dan Cintya saja.
" Ayo ke kelas " ucap Arkan, dia langsung ke kelas dan di ikuti oleh teman temannya
Di kelas IPA1
Di kelas Raffa sedang ada pelajaran matematika, pelajaran yang paling di benci oleh para murid, terlebih mereka yang otaknya tinggal sedikit, akan tetapi mereka semua tetap bisa matematika, karena mereka semua adalah murid elit pilihan.
Guru yang mengajar adalah seorang guru muda yang tampan bernama Hans Steven, kebanyakan murid cuma memperhatikan ketampanan guru nya, bukan pelajaran nya
Ketika pak Hans sedang menjelaskan, tiba tiba pintu kelas di ketuk
Tok tok
" Permisi pak, maaf saya terlambat Karena harus mengantar murid baru ke ruang kepala sekolah terlebih dahulu" ucap Raffa saat masuk ke dalam kelas bersama dengan Anaira sang murid baru
" Ya masuk lah" ucap pak Hans,
kemudian pak Hans menatap ke arah murid baru, dan seketika dia terkejut, murid baru nya adalah seorang gadis cantik yang sangat dia rindukan
Anaira dan pak Hans adalah sepupu jauh, namun keduanya sangat akrab, pak Hans sayang menyayanginya, akan tetapi mereka telah lama tidak bertemu Karena pak Hans terlalu sibuk.
" kamu masuk lah dan perkenalkan diri mu" perintahnya ke pada Anaira saat dia sudah bisa menguasai dirinya kembali.
Sedangkan Raffa yang melihatnya sangat tidak suka saat pak Hans menatap wajah cantik istri mnya dengan penuh kerinduan
Anaira langsung masuk dan memperkenalkan dirinya.
" Halo semua nya, salam kenal gue Anaira, semoga kita bisa berteman " ucap Anaira memperkenalkan dirinya tanpa menyebutkan nama lengkapnya.
" Anaira silakan duduk di bangku kosong" perintah pak Hans, dan Anaira Langsung berjalan ke tempat duduk Raffa, dan langsung duduk di samping Raffa.
Para murid yang melihatnya sangat kesal, bagaimana seorang murid baru berani sekali duduk di bangku samping Raffa, selama ini tidak ada satu orang pun yang berani duduk di samping Raffa, Karena Raffa tidak ingin duduk semeja berdua, bahkan dengan sahabatnya saja dia tidak mau
" Berani sekali murid baru itu duduk di samping Raffa, lihat saja bentar lagi Raffa pasti akan menyuruh nya untuk pindah" ucap Sesil, murid yang sangat menyukai Raffa, sambil berbisik agar tidak di dengar oleh pak Hans.
" Kamu benar, selama ini Raffa tidak pernah mau duduk semeja berdua dengan siapa pun, bahkan sama sahabatnya saja dia tidak mau" Jessica membenarkan ucapan Sesil dengan berbisik juga, karena tidak ingin di marahi oleh sang guru yang sedang mengajar.
Namun sayang bisikan keduanya bisa di dengar oleh Anaira, kemudian Anaira menatap wajah Raffa dan bertanya
" Apakah Kamu akan memarahi ku Karena duduk di samping mu?"
" Mana mungkin aku akan memarahi mu, bahkan, aku sangat senang kalau duduk di samping ku" jawab Raffa sambil menggenggam tangan Anaira dan keduanya saling tersenyum.
Pelajaran pun berakhir Raffa dan para sahabatnya di ikuti oleh Anaira pergi ke kantin dan duduk di tempat biasa mereka semua duduk, dan kemudian datang Cintya bergabung dengan Raffa bersama dengan temannya putri.
" Pesan" perintah Raffa sambil mengeluarkan uang berwarna merah dua lembar
dan di ambil oleh Ziyad Karena dia yang akan memesan.
" Kalian pesan apa?" tanya Ziyad yang sudah berdiri dari duduknya.
" Kamu pesan apa sayang?" tanya Raffa kepada Anaira dengan suara lembutnya,
Cintya yang baru pertama kali mendengar suara lembut abangnya pun tersenyum, Raffa tidak pernah bersikap selembut ini padanya, dia tidak menyangka kalau ternyata Raffa bisa juga bersikap lembut.
" Aku pesan nasi goreng spesial sama es teh" jawab Anaira
" Nasi goreng spesial dua sama es teh dua" Raffa menyebut pesanannya kepada ziyad, dia memesan menu yang sama dengan Anaira.
" Oke, samain semu nya" tanya Ziyad dan diangguk oleh yang lainnya.
Kemudian ziyad pun memesan pesanan mereka, setelah pesanan datang mereka semua menikmati makanan mereka, dan semuanya kembali ke kelas saat bel masuk berbunyi.
Di dalam kelas, kebetulan pelajaran terakhir tidak ada guru yang mengajar Karena lagi berhalangan, jadi kelas Raffa sedang jam kosong.
" Bos Lo ga mau kenalin Bu bos ke anggota yang lain nya ?" tanya Raka
" Belum saatnya " jawab Raffa, dia belum ingin mengenal kan istrinya dengan anggota gengnya yang lain.
" kenapa bos?" Raka kembali bertanya, sedangkan Anaira dan yang lainnya hanya diam saja sambil mendengar kan percakapan mereka berdua.
" Gue gak mau terjadi apa apa sama istri gue kalau banyak orang yang mengenalinya, takutnya nanti dia akan di incar oleh para musuh kita" jawab Raffa
" Gue setuju, di luar sana sangat banyak musuh kita, semakin sedikit orang yang mengenali Anaira, itu semakin baik untuk nya" Arkan menyetujui pendapat Raffa
Tring
Anaira mendapat pesan masuk, setelah di buka nya, ternyata itu dari pak Hans
" Nanti pulang sekolah, ke ruangan Abang dulu ya, Abang kangen banget sama kamu" **
" ia bang, nai juga kangen banget sama Abang " Anaira membalas pesan dari Hans
Raffa yang melihat kalau Anaira lagi membalas chat pun bertanya
" Siapa?"
" Bang Hans" jawab Anaira jujur
" Siapa bang Hans? Dia bilang apa sama kamu?" tanya Raffa lagi Dengan wajah datarnya, dia cemburu.
" Bang Hans adalah pak Hans, dia sepupu aku, nanti pulang sekolah dia menyuruh ku untuk pergi ke ruangannya lebih dulu, kangen sama aku katanya, aku juga kangen sama bang Hans , boleh ya, aku ke sana sebentar" jawab Anaira, dan meminta izin untuk pergi ke ruangan Abang sepupunya sebentar.
Raffa yang mendengar jawaban Anaira tidak terlalu suka, akan tetapi dia tidak boleh memaksa, karena mereka berdua adalah sepupu.
" Hmm , jangan lama lama" ucap Raffa, tidak bisa mencegah keinginan sang istri
Kring
Kring
Bel pulang sekolah, semua murid pun langsung memasukkan peralatan sekolah mereka, dan bergegas keluar dari kelas.
"Aku ke tempat bang Hans dulu ya" izin Anaira dengan senyuman manisnya.
" Iya, jangan lama lama, aku tunggu di parkiran" jawab Raffa
Anaira langsung keluar dari kelas menuju ke ruangan pak Hans, dan langsung masuk ke dalam ruangan Abang sepupu nya
" Bang" panggil Anaira saat sudah masuk ke dalam
" Nai," Hans yang melihat Anaira langsung saja bangun dari duduknya dan memeluk Anaira
" Abang kangen banget sama kamu Nai" ucap Hans saat memeluk Anaira
" Nai juga kangen banget sama Abang "
mereka berdua pun berbincang bincang sebentar tentang pernikahan Anaira, dan Anaira meminta izin untuk pulang.
......................
Mohon dukungan dan saran nya guys
( tolong like, komen dan subscribe)
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 44 Episodes
Comments
Sandisalbiah
kursi pak Hans ini mantan pemuja rahasia si Anaira gak taunya sepupu.. aman kamu Raffa
2024-06-27
0
Qaisaa Nazarudin
Jangan bilang setelah ini akan ada gosip miring yg tersebar,Anak baru menggoda pak guru dan juga menggoda Raffa..
2024-06-19
1