Bab 15

Selama empat Minggu terturut-turut kantor polisi kota A telah menerima serangkaian laporan orang hilang. Sekitar tujuh wanita muda dikabarkan menghilang sejak satu bulan lalu. Tim kepolisian mengerahkan pasukannya dalam upaya terbaik pencarian orang hilang tersebut.

Motif penculikan ini belum diketahui secara jelas, kepala Kepolisian juga menghimbau masyarakat supaya lebih berhati-hati dan sebaiknya tidak keluar malam sendirian. Secara khusus kepala Polisi juga meminta untuk lebih memperhatikan wanita-wanita muda, dimana mereka lebih rentan untuk jadikan target penculikan

Suara dari pembawa berita pagi itu terdengar sampai ke dapur kontrakan Diana. Ia menghentikan kegiatannya yang sedang memotong buah, diletakkan pisau dan buah begitu saja diatas meja kemudian kembali ke ruang tengah untuk menonton berita.

"Wanita muda," Gumam Diana. Ia merasa de Javu, terlintas begitu saja dipikirannya tentang Feby dan Erlangga. Dua orang yang menjadi tokoh penting aliran sesat ratu merah masih berkeliaran dengan bebas. Diana curiga merekalah yang telah melakukan penculikan tersebut.

Diana mematikan televisi dan masuk ke kamarnya untuk berganti pakaian. Ia menghubungi Adnan untuk bertemu di butik pria itu, Diana yang akan kesana mengingat sepupunya itu sedang sangat sibuk belakangan ini.

Butik Adnan tidak terlalu jauh dari tempat tinggal Diana. Hanya menempuh jarak kira-kira setengah jam. Diana pergi kesana menggunakan taksi, daripada membuang-buang waktu didalam taksi Diana mengeluarkan buku diary yang selalu ia bawa.

Jemari Diana menari lincah diatas kertas menuliskan beberapa kalimat penting. Ia mulai mencatat informasi yang sejauh ini sudah ia ketahui. Ia juga memiliki rencana setelah bertemu Adnan, ia akan pergi ke desa tembang. Bagaimanapun Margareth buana pernah tinggal di desa itu, sedikit banyaknya pasti ada warga yang mengetahui informasi valid terkait wanita itu.

Tidak lama kemudian Diana sudah sampai di butik Adnan, ia langsung masuk kedalam.

"Adnan!"panggil Diana sambil berjalan ke dekat Adnan yang sedang sibuk mengukur sebuah gaun.

"Sudah datang?,"Adnan menoleh sekilas seraya tersenyum. Setelah itu dia kembali sibuk, membiarkan Diana mendekat.

" Sibuk sekali," tegur Diana duduk tidak terlalu jauh dari Adnan.

"Gimana lagi,na, harus siap Sabtu depan nih. Dylan sudah berhasil melacak beberapa lokasi yang mungkin jadi tempat tinggal madam Susan,"ujar Adnan.

"Oh,ya, dimana?" Tanya Diana antusias,

" Ada tiga lokasi, na. Nanti malam kita ngumpul lagi di apartemen Dylan, kita bisa atur rencana disana," kata Adnan sambil tangannya terus bekerja.

"Kamu sudah dengar berita orang hilang?" Diana bertanya setelah hanya ada mereka berdua, semua karyawan Adnan berada cukup jauh dari tempat mereka sekarang.

" Sudah. Kenapa, na?"

" Aku curiga Feby yang menculik mereka," kata Diana,

Adnan duduk disamping Diana setelah pekerjaannya selesai.

"Lalu apa yang akan kamu lakukan?"Tanya Adnan,

" Entahlah." Diana mengangkat bahu, ia juga tidak tahu harus melakukan apa," sebenarnya kemaren aku dan Abi pergi lagi ke onion's cafe, aku bertemu Feby disana. Dia sedang mengancam madam Susan,"kata Diana menunduk, ia menatap lurus lantai keramik yang mengkilap.

" Na,"Adnan mengusap pelan punggung Diana, ia tahu wanita itu sedang tidak baik-baik saja.

"Apa?"Diana menoleh, ia tidak tersenyum sama sekali. Wajahnya datar menatap nanar pada Adnan.

" Feby juga yang memberitahu ku kalau sarah ada dirumah Madam susan makanya aku langsung menghubungi Dylan. "

" Orang hilang itu mungkin tidak ada hubungannya dengan mereka, na, "Ujar Adnan skeptis.

" tidak ada yang tidak mungkin. Tujuan mereka belum tercapai, bisa saja mereka masih melanjutkannya."Diana tetap yakin kalau feby ada hubungannya dengan menghilangnya beberapa orang itu.

" Tapi, na, kita harus mencari tahu satu persatu terlebih dahulu. kalau kita mencampur-adukan semuanya, yang ada kita akan semakin bingung dan tidak menemukan titik terang, " Kata Adnan memberi saran,

" Sekarang kita sedang mencari tahu keberadaan pak Eddie, rumah madam susan, kemudian pria bernama Sekala dan gelang aneh yang kamu temukan. Kalau kita berhasil menemukan keempatnya, yang lain bisa menyusul, "

Diana hanya mengangguk setuju. Saran yang diberikan Adnan cukup sederhana dan mudah, sayangnya pikiran Diana sudah terlanjur kacau. Berbagai macam pertanyaan membuncah di dalam kepala, membuatnya terkadang berdenyut sakit. Diana merasa cemas dan juga takut, setiap hari ketakutan itu membuatnya lebih ingin cepat menyelesaikan semuanya. Membongkar kelakuan busuk walikota lalu menjebloskan dia ke dalam penjara bersama Feby dan Erlangga.

" Aku pulang dulu. sampai ketemu di apartemen Dylan, "pamit Diana,

"Nanti biar aku jemput, kita barengan aja kesana, "

" Aku ada urusan sebentar. nanti aku akan langsung ke sana. "

*

Desa tembang masih sangat sepi saat siang hari karena warga sedang pergi ke ladang mereka. Diana menghentikan motor di depan rumah Ayu, setidaknya ia mengenal Ayu dan neneknya.

" Diana, sudah lama ngga ketemu. kamu sudah wisuda? "Tanya Ayu saat mempersilahkan Diana masuk.

"Sudah, " Jawab Diana canggung. padahal dulu Diana dan Elise hanya asal-asalan saja nyeletuk sebagai mahasiswi.

" Diminum dulu, "Ayu menyuguhkan teh hangat.

" Terimakasih, " Ucap Diana,

Ayu tersenyum.

" Ngomong-ngomong kamu sudah tahu tentang aliran sesat di rumah walikota? "Tanya Diana,

" Tahu lah. Beritanya kan gempar sekali, ternyata lab buana beneran ada ya? " Ayu menghela nafas panjang, dulu dia hanya menganggap Diana bercanda karena mencari Laboratorium yang tidak pernah diketahui sama siapapun.

" Tapi, Eum... Margareth buana itu saat masih tinggal disini dia orang seperti apa? kok bisa di tanah miliknya dibangun tempat penelitian ilegal dan tanpa diketahui olehnya? "

" Saat Margareth tinggal disini aku masih kecil. Aku tidak terlalu ingat dengannya, hanya saja aku jarang melihatnya. Dia lebih suka di rumahnya yang terisolasi. Aku ingat saat ibu-ibu disini menggosip tentang dia-kata mereka margareth tidak suka ada orang datang ke rumahnya. Jadi warga memang enggan pergi ke sana, "

Diana menghela nafas, ternyata kehidupan margareth memang se-misterius itu. Dia tidak bergaul dengan warga desa, dia tidak suka ada yang berkunjung ke rumahnya. kenapa? Kenapa margareth seolah mengasingkan diri? Apa sikapnya itu ada hubungannya dengan kematiannya? mungkin ada yang tersinggung sehingga dia dibunuh. Tapi, tidak cukup kuat untuk dijadikan alasan untuk membunuhnya.

Lebih aneh lagi, dia dibunuh saat anaknya masih kecil atau mungkin setelah dia melahirkan. Kemudian Profesor Adams menyuruh seseorang berpura-pura menjadi margareth dan mengumumkan kematian dirinya sendiri. Dia menutupi kematian istrinya kemudian memalsukan kematiannya sendiri. Dia ingin menghidupkan lagi istrinya hanya untuk mengetahui siapa yang sudah membunuh margareth.

Diana sangat ingin tahu apa yang terjadi dirumah itu, siapa yang membunuh, kenapa margareth dibunuh, kenapa pak suryo memalsukan kematiannya. Diana ingin tahu apa yang menyebabkan semua itu terjadi.

***

Terpopuler

Comments

𝙺𝚒𝚔𝚢𝚘𝚒𝚌𝚑𝚒

𝙺𝚒𝚔𝚢𝚘𝚒𝚌𝚑𝚒

rasanya gmn tuh org yg d cintai mnjlmajd iblis..p msh cinta p ingin mmsnhkn

2024-02-05

0

lihat semua

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!