Bab 12

Alea sibuk menyeruput matcha latte, senyuman tak pernah luntur dari wajahnya. Sejak mulai bekerja ini pertama kalinya dia cuti, Alea yang selalu sibuk kerja sekarang beralih profesi menjadi detektif dadakan. Diana yang duduk didepannya hanya menatapnya datar sesekali, Alea terlalu antusias mungkin karena dia belum tahu bahaya apa yang sedang mereka hadang.

Diana dan Alea sekarang sedang duduk di onion's cafe, tempat nongkrong mewah itu bukan sekedar kafe biasa. Tempat itu biasanya di datangi oleh orang kalangan atas, entah untuk mengobrol santai dengan rekan bisnis atau memiliki pembahasan yang cukup kompleks dan dalam.

Siapapun boleh datang kesana asalkan punya uang. Diana awalnya juga mengira kafe tersebut hanya seperti kafe pada umumnya, kemudian Dylan memberitahu kalau Onion's cafe mirip dengan klub malam. Transaksi ilegal sering terjadi disana, perjudian dan Bahkan perdagangan narkoba juga ada. Tempat itu di kemas sangat rapi sehingga sulit terendus oleh polisi. Masyarakat umum menganggap tempat itu hanya sebuah kafe mewah untuk orang-orang berduit. Padahal memang didesain sedemikian rupa agar tidak ada yang curiga.

Dari beberapa informasi yang berhasil Dylan dapatkan, hari ini Margareth buana akan datang ke onion's caffe, Diana tidak menyia-nyiakan kesempatan ia langsung pergi kesana.

" Kafe ini benar-benar mewah,"Alea berdecak kagum setelah hampir menandaskan seluruh minumannya.

" ya, " Diana sedari tadi sibuk menatap kearah pintu masuk, berharap seseorang yang sedang ia tunggu muncul disana. Minuman yang ia pesan bahkan belum disentuh sama sekali.

"ya? Reaksi macam apa itu?" Dengus Alea melipat kedua tangannya didepan dada, "santai saja Diana, kalau dia memang datang pasti datangnya sebentar lagi, " ucap Alea.

Diana menghela nafas panjang, ia mengalihkan atensinya pada gelas kopi yang sudah dingin.

"Alea, kamu harus berhati-hati dengan pria itu, " kata Diana,

"pria mana? "

"Sekala, " Diana mengangkat kepalanya, menatap serius pada Alea yang nampak bingung, "Dia berbahaya, "

"Apaan sih, Diana. Kamu udah kayak mereka bertiga aja, " yang dimaksud mereka bertiga oleh Alea adalah Adnan, Dylan dan Abi.

 Diana ingin kembali bersuara saat Margareth buana muncul bersama beberapa beberapa ajudannya. matanya langsung mengikuti kearah berjalannya margareth,

"Ayo kita ikuti dia, " Ajak Diana sambil berdiri.

Alea mengangguk, mereka berdua berjalan agak jauh agar tidak dicurigai.

Ternyata margareth buana pergi kearah belakang kafe, dimana disana ada bangunan terpisah yang disebut sebagai ruang VIP, yang memiliki akses kesana adalah orang yang sudah memiliki sebuah kartu warna silver. Katanya disana pelayanan lebih mewah dan seringkali beberapa penyanyi terkenal di undang untuk bernyanyi disana.

"Mereka masuk kesana. Bagaimana ini? " tanya Alea, dari tempat mereka berdiri sekarang dapat melihat berapa elegannya bangunan itu.

" Tenang. Dylan memberikan ini, "Diana mengeluarkan kartu warna silver yang diberikan oleh Dylan tadi pagi.

*

Dengan kartu tersebut Diana dan Alea tidak kesulitan untuk masuk, terdapat banyak ruangan yang dipisah oleh kaca hitam sebagai pembatas.

"menurutmu kemana dia pergi? " Bisik Alea. Saat mereka masuk kedalam margareth buana sudah tidak kelihatan lagi.

" Sudah ku atur, " Kata Dylan yang baru saja datang dari belakang mereka.

"lho Dylan kamu ngapain disini? " Tanya Alea heran.

"Aku khawatir kalian berdua tidak bisa menanganinya, jadi aku datang kesini bersama Adnan. " jelas Dylan.

"Mana Adnan? " Tanya Diana sambil celingukan mencari keberadaan sepupunya itu.

"Dia ada disana, " Dylan menunjuk ke sebuah pintu bertuliskan nomor dua. Dia mengajak Diana dan Alea untuk ikut kesana.

"Aku sudah meletakkan sebuah alat di dalam tas Margareth buana. Kita akan bisa mendengarkan pembicaraan mereka selama tidak berada terlalu jauh, " Dylan lantas membuka laptopnya dan mulai mencari sesuatu disana. Ia membuka sebuah aplikasi berwarna biru neon, berbentuk diamond.

"Saat masih kuliah aku kebetulan membuat aplikasi semacam ini yang terhubung dengan benda yang kuletakkan di dalam tas margareth, " Dylan menjelaskan saat mendapat tatapan bingung dari mereka bertiga.

Diana berdecak kagum, Dylan memang pintar ternyata. Semoga saja dia selalu berada di pihak Diana sampai akhir, akan merepotkan memiliki musuh seperti pria itu.

" ini semua data yang yang ibu minta, "

Suara pria terdengar, kemudian hening.

"Bagus."

"Kemudian tolong urus putri jenderal, "

"Mohon maaf, bu. Dia sudah tidak lagi berbahaya, tidak perlu melangkah sejauh itu, "

" Aku ingin bertemu dengannya, aku ingin melihatnya sendiri. Bawa dia ke tempat biasa, aku tunggu dua hari lagi disana. Jika dia memang tidak berbahaya aku akan melepaskan, kalau sebaliknya kau tahu apa yang harus dilakukan? "

"Ya, bu. Akan saya lakukan sesuai perintah, "

Hening lagi. sepertinya lawan bicara madam susan sudah pergi.

"Putri jenderal? Elise kan? Mereka akan menculik Elise, " Ujar Adnan,

"Apa yang akan kita lakukan? " Tanya Alea.

" Kita tidak bisa membiarkan mereka membawa Elise."Jawab diana.

"lalu bagaimana cara kita mencegahnya? Orang penting seperti jenderal tidak akan punya waktu untuk bertemu dengan kita, " kata Dylan.

Diana meletakkan jari telunjuknya di dagu, ia sedang berpikir. Sebenarnya diana penasaran kemana Elise akan dibawa, semoga saja tidak ada tempat lain yang memiliki fungsi seperti lab buana. Selain itu ia juga harus mencari tahu kemana pak Eddie dibawa,

"Data apa yang serahkan pria itu pada margareth? pasti sesuatu yang penting, kita harus mendapatkannya. " Kata Diana.

" Tapi yang terpenting kita harus memikirkan cara agar mereka tidak jadi menculik Elise, "kata Diana menambahkan.

"Aku akan menemui Elise. Setidaknya orang tuanya tahu kalau aku adalah teman anaknya, kemungkinan tidak terlalu sulit, "

"Terus bagaimana caranya kamu memberitahu mereka kalau anaknya akan diculik? "

"Aku punya cara."

"Baiklah. kalau begitu kami akan mendapatkan data itu, " Kata Dylan.

"Caranya? " Tanya mereka serempak.

" Nanti ku jelaskan. Sekarang sebaiknya kita segera pergi dari sini, " kata Dylan.

Daripada membuang waktu, mereka secara pergi dari sana dan menyusun rencana selanjutnya. Seperti mencegah penculikan Elise dan cara mendapatkan data yang sekarang ada ditangan Margareth buana.

***

Terpopuler

Comments

hanz

hanz

madam susan ? bukankah margareth buana ?

2025-03-14

0

lihat semua

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!