BAB 17

"Kamu kenapa tidak mengabarkan aku?. Sudah jelas aku menunggu kamu semalaman." Ujar Luthfi pada Fira.

Pagi-pagi Fira datang kerumah Luthfi sambil membawakan sarapan. Kemaren hingga malam dia tidak jadi datang kerumah Luthfi.

Dan pagi ini pukul setengah tujuh dia datang dan langsung masuk kamar Luthfi. Sedangkan Luthfi masih tiduran, karena tidak bersemangat bangun dan pergi bekerja.

"Maaf bang, kemaren sampai di kosan sepulang dari salon aku memang akan datang kesini. Tapi perutku sakit sekali, dan ternyata tamu bulananku datang.

Mungkin karena aku minum obat, aku ketiduran dan tidak sempat mengirim pesan pada abang." Ujar Fira memelas.

Tahu kalau Luthfi marah. Karena tidak dia jadi datang untuk melayani Luthfi. Sedangkan dia tahu Luthfi pria yang berlibido tinggi. Kalau tidak tersalurkan pasti akan uring-uringan. Marah sepanjang hari.

"Aku sangat pusing. Kamu pulang saja." Usir Luthfi.

Lalu membelakangi Fira yang duduk di sisi tempat tidur Luthfi. Karena dia beranggapan kalau tidak ada gunanya juga Fira berada di kamarnya.

"Jangan diamkan aku bang. walaupun aku tidak bisa melayani abang, tapi aku bisa memuaskan abang.

Apa abang mau seharian ini aku puaskan?. Kalau iya aku minta izin lagi hari ini tidak masuk mengajar. Abang juga bisa izin tidak bekerja hari ini." Ujar Fira.

Dia langsung mendekat dan membalikan tubuh Luthfi hingga Luthfi tidur telentang. Dan langsung duduk di pangkal.paha Luthfi.

"Siap?" Tanya Fira.

Memandang Luthfi dengan mengoda.

Jantung Luthfi berdetak kencang. Bagaimana tidak. Fira setengah telanjang, tubuh atasnya hanya memakai dalaman, alias bra tanpa tali.

"Walau tamu bulanan datang. Tapi tubuh atasku masih bisa memuaskan abang. Jangan cemberut begini." Ujar Fira beraksi.

Luthfi yang uring-uringan dari semalam, dan tidak bersemangat untuk bangun. Tidak tahan untuk mendesah, saat Fira mulai beraksi.

hingga Luthfi terkulai lemas saat tubuhnya tidak henti mengeliat.

"Bagaimana bang. Apa terus lanjut?" Tanya Fira.

"Ah sudah. Aku mau pergi bekerja dan tidak jadi libur. Tapi kamu janji kalau nanti sore tunggu aku pulang bekerja." Ujar Luthfi.

"Baik bang. Aku juga mau bersiap ke sekolah. Masih sempat kok." Ujar Fira.

"Baiklah kita mandi bareng saja, biar cepat selesai. Kita bersama saja nanti berangkat." ujar Luthfi.

"Aku berangkat sendiri saja bang. Selain aku berangkat cepat dari abang. Nanti tetangga kepo. Tidak enak jadi bahan gosip." Jawab Fira.

Luthfi mengangguk paham. Diapun tidak mau jadi bahan gosip tetangga.

Maka merekapun mandi berdua, dengan cepat. Karena sudah hampir pukul tujuh.

Fira dengan kilat mandi dan berpakaian. Biasa dia berangkat pukul tujuh. Tapi karena olahraga pagi, dia berangkat hampir pukul setengah delapan.

Dan Luthfi berangkat setengah delapan lewat, setelah memakan sarapan yang dibawa Fira tadi pagi.

Luthfi berangkat bekerja, dan tidak lupa mengunci pintu. Karena kedua orang tua dan Sari adiknya sudah berangkat pukul enam pagi.

.

"Luthfi. Aku lihat kamu semakin hari semakin kusam saja?. Dan juga agak kurusan." Ujar teman kerja Luthfi.

Siang itu Luthfi dan teman satu kantornya sedang makan siang di kantin kantor. Mereka makan sambil berbincang santai.

Luthfi dan teman-temannya sering makan siang di kantin. Baik yang bawa bekal atau yang beli makanan di kantin.

"Iya benar. Beberapa bulan belakangan kamu juga sering telat masuk kantor, baju juga kusut. Juga tidak pernah bawa bekal makan siang.

Apa istrimu tidak memperhatikan kamu lagi?. Sibuk dengan kerja jahitannya?. Hingga tidak ada waktu untuk mengurus kamu dan kebutuhan kamu." Tambah yang lain.

"Aku sudah pisah dari Alisha. Dan sekarang aku tinggal.di rumah orang tuaku." Jawab Luthfi jujur.

"Hah sudah cerai?!".

"Kapan?"

"Yang benar?"

Beberapa teman yang duduk di meja panjang bersama Luthfi kaget mendengar ucapan Luthfi.

"Kapan kamu cerai?. Apa benar karena istri kamu tidak punya waktu untuk kamu karena dia sibuk dengan jahitannya?" Tanya salah satu teman Luthfi.

"Tidak. Alisha tidak lupa kok kewajibannya sebagai istri.

Walau setahun belakangan dia ambil jahitan banyak, dia tetap tidak lupa tugasnya. Hanya dia lebih sering kecapek an saat malam hari." Jelas Luthfi.

"Hanya aku sudah bosan saja dengan dia. Tidak ada kelebihan yang membanggakan diriku. Monoton saja dari hari kehari.

Dia sudah tidak menarik lagi di mataku, kusam dan pucat. Karena jarang keluar. Keluar hanya pagi jika ada keperluan kepasar." Tambah Luthfi.

"Maksudnya Alisha tidak mengerti keinginan kamu?. Apa dia tidak tahu yang kamu inginkan?.

Tapi yang aku lihat Alisha sangat telaten mengerjakan pekerjaan rumah tangga.

Pintar masak, rumah selalu rapi juga pintar menjahit untuk mencari uang tambahan sambil menjaga anak.

Hal apa yang membuat kamu tidak bangga padanya.?" Tanya yang lain.

"Iya. Alisha sering menjadi panutan bagi para istri kita. Baik, sabar. Juga tidak pelit ilmu." tambah yang lain.

Heran mendengar ucapan Luthfi. Padahal selama ini yang mereka kenal, Luthfi dan istrinya sangat harmonis. Tidak pernah ada konflik yang mereka dengar.

"Benar. Semua yang ada di rumah dia kerjakan dengan baik. Aku salut dengan Alisha.

Makanan tidak pernah telat terhidang, rumah selalu rapi walau jahitannya menumpuk.

Tapi karena sibuk jahitan itu Alisha tidak memahami urusan ranjangku. Dia sering kecapekan tiap malam.

Padahal aku sangat butuh dia saat malam. Tapi dia malah tertidur karena kecapek an." Hawab Luthfi.

"Ya kalau istri kamu kecapek an karena terlalu sibuk dengan jahitannya. Ya kamu suruh stop, atau kurangi ambil jahitan.

Pasti dia tidak akan lelah karena jahitan tidak menyita waktunya." Ujar yang lain

"Benar. tambah jatah uang belanja buar dia bisa merias diri." tambah yang lain.

"Benar. Jika ingin istri cantik, modali. Jangan biarkan dia bekerja. Dia cukup melayani kita sebagai suami.

Jika bosan melihatnya berarti kita yang salah. Kenapa kita tidak memperhatikannya dan mengingatkan agar dia berubah. Sesuai yang kita inginkan.

Kalau mau di layani malam sebelum tidur, hibur dia dengan ucapan penyemangat. pasti dia akan bersemangat." tambah teman Luthfi yang kebih senior.

Yang lain mengangguk mendengar ucapan si senior itu.

"Satu yang harus kita ingat sebagai suami. Jika kita menuntut istri fokus memperhatikan kebutuhan kita kapanpun, jangan biarkan dia bekerja atau punya kegiatan.

Jika kita Cinta dan menyayangi istri, itu tidak masalah besar jika istri punya kesibukan. Apalagi sibuk dengan pekerjaan rumah tangga dan mengurus anak. Juga sebagai wanita karir." tambahnya.

"Tapi kita sebagai suami tentu butuh istri yang bisa memuaskan ranjang kita. Jangan hanya sibuk mengurus rumah dan anak." ujar Luthfi tidak mau kalah.

"Berarti kita yang salah, tidak mengerti istri. kalau mau dilayani istri tanpa dia capek karena kesibukan pekerjaan rumah tangga.

Ya cari pembantu buat mengurus rumah dan anak. Juga larang dia bekerja untuk ikut mencari uang tambahan.

Pasti dia punya waktu dan tenaga untuk memuaskan kita." tambah sang senior.

Luthfi tidak bisa menjawab. Juga tidak membantah. Karena dia yang setahun lebih memotong uang belanja istrinya, hingga istrinya sibuk menjahit untuk mencari tambahan belanja.

Tapi dia tidak mengakui kesalahannya.

.

.

Terpopuler

Comments

yantie_reina

yantie_reina

luthfi laki2 kurang bersyukur, geregetan pengen tak bogem

2024-03-29

2

lihat semua
Episodes
1 Bab 1
2 BAB 2
3 BAB 3
4 BAB 4
5 BAB 5
6 BAB 6
7 BAB 7
8 BAB 8
9 BAB 9
10 BAB 10
11 BAB 11
12 BAB 12
13 BAB 13
14 BAB 14
15 BAB 15
16 BAB 16
17 BAB 17
18 BAB 18
19 BAB 19
20 BAB 20
21 BAB 21
22 BAB 22
23 BAB 23
24 BAB 24
25 BAB 25
26 BAB 26
27 BAB 27
28 BAB 28
29 BAB 29
30 BAB 30
31 BAB 31
32 BAB 32
33 BAB 33
34 BAB 34
35 BAB 35
36 BAB 36
37 BAB 37
38 BAB 38
39 BAB 39
40 BAB 40
41 BAB 41
42 BAB 42
43 BAB 43
44 BAB 44
45 BAB 45
46 BAB 46
47 BAB 47
48 BAB 48
49 BAB 49
50 BAB 50
51 BAB 51
52 BAB 52
53 BAB 53
54 BAB 54
55 BAB 55
56 BAB 56
57 BAB 57
58 BAB 58
59 BAB 59
60 BAB 60
61 BAB 61
62 BAB 62
63 BAB 63
64 BAB 64
65 BAB 65
66 BAB 66
67 BAB 67
68 BAB 68
69 BAB 69
70 BAB 70
71 BAB 71
72 BAB 72
73 BAB 73
74 BAB 74
75 BAB 75
76 BAB 76
77 BAB 77
78 BAB 78
79 BAB 79
80 BAB 80
81 BAB 81
82 BAB 82
83 BAB 83
84 BAB 84
85 BAB 85
86 BAB 86
87 BAB 87
88 BAB 88
89 BAB 89
90 BAB 90
91 BAB 91
92 BAB 92
93 BAB 93
94 BAB 94
95 BAB 95
96 BAB 96
97 BAB 97
98 BAB 98
99 BAB 99
100 BAB 100
101 BAB 101
102 BAB 102
103 BAB 103
104 BAB 104
105 BAB 105
106 BAB 106
107 BAB 107
108 BAB 108
Episodes

Updated 108 Episodes

1
Bab 1
2
BAB 2
3
BAB 3
4
BAB 4
5
BAB 5
6
BAB 6
7
BAB 7
8
BAB 8
9
BAB 9
10
BAB 10
11
BAB 11
12
BAB 12
13
BAB 13
14
BAB 14
15
BAB 15
16
BAB 16
17
BAB 17
18
BAB 18
19
BAB 19
20
BAB 20
21
BAB 21
22
BAB 22
23
BAB 23
24
BAB 24
25
BAB 25
26
BAB 26
27
BAB 27
28
BAB 28
29
BAB 29
30
BAB 30
31
BAB 31
32
BAB 32
33
BAB 33
34
BAB 34
35
BAB 35
36
BAB 36
37
BAB 37
38
BAB 38
39
BAB 39
40
BAB 40
41
BAB 41
42
BAB 42
43
BAB 43
44
BAB 44
45
BAB 45
46
BAB 46
47
BAB 47
48
BAB 48
49
BAB 49
50
BAB 50
51
BAB 51
52
BAB 52
53
BAB 53
54
BAB 54
55
BAB 55
56
BAB 56
57
BAB 57
58
BAB 58
59
BAB 59
60
BAB 60
61
BAB 61
62
BAB 62
63
BAB 63
64
BAB 64
65
BAB 65
66
BAB 66
67
BAB 67
68
BAB 68
69
BAB 69
70
BAB 70
71
BAB 71
72
BAB 72
73
BAB 73
74
BAB 74
75
BAB 75
76
BAB 76
77
BAB 77
78
BAB 78
79
BAB 79
80
BAB 80
81
BAB 81
82
BAB 82
83
BAB 83
84
BAB 84
85
BAB 85
86
BAB 86
87
BAB 87
88
BAB 88
89
BAB 89
90
BAB 90
91
BAB 91
92
BAB 92
93
BAB 93
94
BAB 94
95
BAB 95
96
BAB 96
97
BAB 97
98
BAB 98
99
BAB 99
100
BAB 100
101
BAB 101
102
BAB 102
103
BAB 103
104
BAB 104
105
BAB 105
106
BAB 106
107
BAB 107
108
BAB 108

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!