Antar Makanan

"Baru diomongin gitu aja udah langsung ceramah kamu mah Mas" Ucap Rihana sambil berlalu pergi meninggalkan Dirga didepan pintu.

Dirga hanya bisa berIstigfar mendengar penuturan Rihana

Meskipun sedang dirumah, aplikasi Ojek onlinenya tetap Dirga aktifkan, dia berfikir tidak menutup kemungkinan bila ada rizki dari orang-orang sekitar yang mungkin mengOrder jasa Ojek online

Dia meletakan Handphonenya diatas nakas lalu pergi untuk bersuci kekamar mandi.

"Ini kan" Dirga menautkan alisnya saat melihat benda didalam keranjang sampah "Tabungan aku sama Rihana, kenapa ada disini" gumam Dirga sambil mengambil benda tersebut.

Namun yang membuatnya lebih terkejut adalah kondisinya yang sudah terbongkar.

Dirga memandangi Kotak tabungan yang selama ini dia simpan bersama Rihana, ada sebuah tujuan dan do'a yang dipanjatkan dalam kumpulan uang didalamnya.

Dirga langsung bergegas kedepan untuk menemui istrinya.

"Dek, sini Mas mau ngomong sama kamu." Ucap Dirga membuat Rihana bingung. Suara Dirga terasa berat ditelinga Rihana

Sudah tak ada lagi kata 'sayang' dalam panggilan Dirga untuk Rihana.

"Mau ngomong apa sih Mas? Sampe kamu melotot kaya gitu" Tanya Rihana mengerutkan kening nya melihat tatapan tajam Dirga

"Ikut mas, kita bicara di kamar." Dirga menarik tangan Rihana.

"Apaan sih Mas!" Kesal Rihana saat tangan nya di tarik paksa oleh Dirga.

"Kamu apakan tabungan kita?" Tanya Dirga menatap Rihana.

"Tabungan?." tiba-tiba lidahnya kelu, Rihana tak tau harus menjawab apa

"Maksud kamu apa sih mas, aku gak ngerti kamu ngomongin apa!" Jawab Rihana beralasan.

"Jangan bohong, aku lihat sendiri kotak tabungan itu di keranjang sampah!"

"Em...., I-itu Mas."

"Itu apa!"

"Aduh sial aku lupa, kenapa malah aku buang di keranjang sampah kotak bekas tabungannya" Ucap Rihana dalam hati nya.

"Tabungannya sudah kubuka Mas." Jawab Rihana.

"Kenapa kamu buka? Memang ada keperluan semendadak apa sampai-sampai harus membuka tabungan"

"Ya keperluan mendadak lah Mas maka nya aku buka." Jawab Rihana lagi.

"Keperluan apa? Jawab yang jelas" Tanya Dirga menatap istrinya.

"Ibu butuh buat bayar arisan, jadi aku buka dan aku kasihkan ke Ibu uang nya."

"Astagfirullah Dek, tolong lah jangan seperti itu. Itukan kita baru mulai menabung dan sekarang Mas sedang susah! jadi tolong kamu bilang ke Ibu jangan bergantung ke kita dulu!

Okelah kalau soal makan dan kebutuhan rumah ini Mas yang tanggung, tapi kalau keperluan lain maaf jangan bergantung sama mas, ekonomi kita lagi sulit seperti ini. Kamu kan tau Mas ini sekarang kerja cuma jadi tukang ojek! penghasilan juga tidak tentu!

Kalau segala sesuatunya harus mengorbankan apa yang kita miliki disini, itu gak sepadan Dek, mending kita pindah dari sini!" Emosi Dirga sudah tak tertahankan, membuat seorang laki-laki yang pendiam kini lebih banyak bicara.

"Apa, pindah?" Tanya Rihana kaget.

"Iya lebih baik kita pindah dari sini"

"Pindah kemana? Ibu gimana Mas di sini? Kalau Ibu gak ngasih ijin gimana?"

"Masih ada Mba kamu di sini dan suami nya, Ibu kamu tidak sendirian di sini, Mas mau kita pindah agar keluarga kamu tidak terlalu mencampuri urusan kita" Jawab Dirga dengan jujur.

"Kamu ini ya Mas! Kamu yang kerja nya lagi susah kenapa aku yang di bawa bawa! Sampai ngatain keluarga aku ikut campur urusan kita!" Rihana malah marah dengan Dirga.

"Ya kamu tau sendiri itu tabungan kita, sebelum di PHK kebutuhan ibu kamu, mas yang tanggung, tapi sekarang udah gak sama keadaannya, kamu itu harusnya ngerti"

"Rumah aja kita gak punya, kamu fikir mau tinggal dimana emangnya"

"Kita bisa ngontrak rumah"

"Aku gak mau mas, dari pada harus bayar kontrakan nanti, aku harus pusing mikirin pengeluaran yang gak perlu, mending di sini gak harus keluar biaya lain"

"Susah emang bicara sama kamu Han!" Geram Dirga, terlihat raut wajah penuh kemarahan.

Dengan hati penuh amarah, Dirga memilih pergi keluar, dia melajukan motornya meninggalkan rumah

Rihana hanya diam dan tidak peduli dengan Dirga yang pergi meninggalkan nya keluar.

"Kenapa itu suami kamu Ra?" Tanya Bu Yanah saat Rihana sudah keluar dari kamarnya.

"Mas Dirga tau aku buka tabungan nya, dia marah Bu." Jawab Rihana.

"Biarin aja paling marah juga sebentar, nanti juga dia pulang lagi,sebentar lagi juga baik lagi dengan kamu." Ujar Bu Yanah.

"Tapi Bu, aku takut Mas Dirga beneran marah, soalnya dia gak pernah marah kaya gitu sama Hana"

"Halah Han, kamu itu kok takut sama suami kamu, biarin ajalah suruh siapa dia tidak ngasih kamu uang banyak, kalo kondisinya udah kepepet kan mau tak mau harus bongkar tabungan kalian.

"Bu tapi Mas Dirga ngajak aku pindah dari sini, kata Mas Dirga agar Ibu tidak ikut campur lagi dengan urusan rumah tangga kami.

"Kurang ajar banget suami kamu itu sekarang, bilang Ibu sok ikut campur urusan rumah tangga kalian! Han Kamu itu anak Ibu! jadi wajar dong Ibu minta uang ke kamu!. Ibu ini kan seorang janda, kok bisa bisa nya dia bilang seperti itu ke kamu, pokok nya kamu gak boleh pindah dari rumah ini!"

"Iya, aku juga gak mau pindah Bu, biar nanti aku bicara lagi ke Mas Dirga nya," jawab Rihana.

"Nah gitu dong, kamu emang harus lebih nurut sama Ibu, yang namanya suami bisa cari lagi, tapi kalau Ibu ini hanya 1, juga tinggal satu-satunya." Kata Bu Yanah.

...****************...

Dirga duduk ditemani kopi hitam disebuah warung yang berada diantara ruko-ruko tempat biasa dia menunggu orderan.

Beruntung sewaktu selesai menunaikan sholat Dzuhur yang tak jauh dari rumah ada konsumen yang memesan jasa Ojek online terjaring aplikasinya.

Dirga mengantar penumpangnya sampai ke tempat tujuan. Tak lama kemudian Handphonenya bergetar lagi.

"Alhamdulilah akhirnya dapat orderan lagi, sebaiknya aku jalan sampai malam ajalah, dari pada dirumah juga, yang ada cuma dengar ocehan Rihana dan Ibu mertuaku itu."

Hari sudah semakin sore

Meski tak ada niatan untuk pulang, namun Dirga tak lupa akan kewajibannya, bahkan untuk makan siang tadi, dia tak ragu menggunakan uang hasil orderannya.

Suasana Masjid disore hari cukup menarik untuk Dirga, bukan hannya dia tapi para driver Ojek online yang lain pun sama-sama menggunakan halaman masjid untuk sekedar istirahat sambil menunggu orderan masuk kedalam aplikasi masing-masing.

Ditengah-tengah acara bersantainya ternyata handphone Dirga kembali bergetar.

"Alhamdulillah" ucap Dirga dapat orderan kembali, tapi kali ini Dirga mendapat orderan mengantar makanan.

Didalam aplikasi sudah tercantum menu yang dipesan beserta lokasi Restoran.

Karna tak mau berlama-lama Dirga bergegas melajukan motornya.

Keputusannya mencari orderan disore hari tidak salah, sudut bibir Dirga tak berhenti melengkung, ini perdana bagi Dirga mengantarkan makanan untuk konsumennya.

Restoran itu cukup ramai pengunjung, bahkan driver online pun ada beberapa yang sedang mengantri.

Terpopuler

Comments

Cie Vhtree Ajah

Cie Vhtree Ajah

tinggi bngt gengsinya

2024-01-24

0

si canum

si canum

lanjut

2024-01-22

0

💩Anti Mantan suami💩

💩Anti Mantan suami💩

keren sih

2024-01-20

0

lihat semua

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!