"Hahhhh... Kamu ini jadi anak gak bisa diandelin sama sekali persis kaya suami kamu itu" ucap Bu Yanah namun Rihana sudah pergi dan tak mendengar perkataannya.
Rihana yang sudah pusing dengan keadaannya ditambah lagi dengan masalah Ibunya.
Di dalam kamar Rihana merebahkan tubuhnya diatas ranjang.
"Haaahhh, gara-gara mas Dirga yang cuma jadi tukang Ojek online semua jadi kesusahan" Rihana setengah berteriak sambil kembali terduduk diatas ranjang
Rihana melihat uang tabungan simpanan nya yang sudah setahun ini di kumpulkan bersama dengan suaminya.
"Apa mending aku bongkar aja tabungan ini, difikir-fikir kasian juga Ibu, kalau gak dibantu bukan Ibu aja yang malu tapi aku juga sebagai anak nya ikut merasa malu." monolog Rihana masih dilema
Tanpa berfikir panjang dan rasa bersalah akhirnya Rihana membongkar tabungannya, Rihana melihat uang yang cukup banyak di dalam nya, karena dulu saat suami nya bekerja Rihana dan Dirga selalu menyisihkan uang sedikit demi sedikit.
Bu Yanah sangat frustasi memikirkan nasibnya dihari esok, terlihat jelas kecemasan diraut wajahnya yang sudah dipenuhi garis usia, bahkan sesekali dia memijat pelipisnya yang tiba-tiba diserang sakit kepala
"Nih Bu uang nya." Rihana memberikan uang 500 ribu kepada Ibunya.
Mata Bu Yanah membulat melihat uang Seratus ribuan berjumlah Lima lembar
"Ini ternyata kamu punya uang, kenapa tadi kamu bilang nya gak ada uang?"
"Ini uang hasil tabunganku sama Mas Dirga, tapi jangan sampai dia tau loh Bu"
"Nah gitu dong, kamu gak usah ngekhawatirin suami kamu, lagian kan kamu itu istri nya jadi tidak apa apa kalau pakai uang nya apa lagi untuk ngasih Ibu pasti Dirga mengijinkan." Kata Bu Yanah sangat senang dapat uang dari Rihana.
"Tapi kali ini aja ya Bu, kalau nanti Ibu mau bayar arisan lagi aku udah gak bisa bantu, bukan nya gak mau bantu, Ibu juga tau sendiri ekonomi ku lagi sulit." ucap Rihana.
"Iya Ibu tau, yasudahlah Ibu mau kerumah Bu Onah dulu mau membayar uang arisan." Ucap Bu Yanah, Bu Yanah berlalu keluar dan berjalan menuju rumahnya Bu Onah.
Didalam kamar Rihana menghitung hasil tabungan bersama suaminya itu.
"Lumayan masih sisa 2juta lagi, aku simpen aja untuk beli keperluanku nanti." Ucap Rihana kegirangan
Rihana membuang kotak bekas tabungannya tersebut kedalam tempat sampah yang ada didapur, selanjutnya dia lebih memilih bersantai sambil menonton Tv
"Asalamu'alaikum Bu Onah" Teriak Bu Yanah memanggil Bu Onah.
"Iya sebentar." Sahut Bu Onah.
Bu Onah keluar menemui Bu Yanah yang sudah menunggu di depan rumah nya.
"Eh, Bu Yanah?" Ucap Bu Onah senang melihat Bu Yanah datang "Pasti mau bayar arisan ya Bu?" sambung Bu Onah.
"Iya Bu tadi kan kurang yang satu nya lagi, ini ya saya bayar." Kata Bu Yanah membayar uang arisan nya ke Bu Onah.
"Kenapa gak sekalian aja tadi sih Bu?" Tanya Bu Onah sambil menerima uang
"Sebab tadi juga saya kira gak ada uang cash, ternyata emang ada waktu saya buka dompet, maklum Bu Onah kalo saya lupa, saya kan selalu nyimpen di ATM jadi jarang megang uang cash." Ucap Bu Yanah berbohong.
"Percaya kok Bu Yanah, Bu Yanah kan uang nya memang banyak." Jawab Bu Onah tersenyum.
"Iya tentu dong Bu, Yasudah ya Bu Onah, saya pulang dulu."
"Oh iya silahkan Bu Yanah." Jawab Bu Onah dengan ramah.
Bu Yanah bejalan kaki pulang kerumah nya, ya rumah Bu Yanah dan Bu Onah tidak jauh, hanya selisih beberapa rumah dari rumah Bu Yanah.
...****************...
"Cuacanya panas banget hari ini!" gumam Dirga yang sudah meminggirkan motornya disisi jalan
Dirga menghela nafas sambil memperhatikan aplikasi di HPnya.
"Orderan hari ini sepi banget, gak seperti kemarin, dari pagi sampai siang cuma dapat 2 orderan" Ucap Dirga sambil menghitung uang sejumlah Tiga puluh ribu
Cuaca siang yang sangat panas membuat Dirga sangat kehausan, ada keinginan untuk membeli minuman tapi juga keengganan karna merasa sayang memakai uang yang belum seberapa.
Dalam kesusahan hatinya Dirga tampak berfikir, hingga beberapa saat kemudian dia memutuskan untuk membeli minuman didepan tempat dia berhenti, sebuah warung kecil pinggir jalan bernentu persegi
"Bu air mineral yang dingin"
"Ambil aja mas didalam kotak" kata pemilik warung menunjuk kotak berwarna oranye
Melihat didalam kotak ada genangan dari es balok yang mencair, Dirga membasuhnya ke tangan agar terasa sejuk.
"Berapa Bu?" Dirga memilih air mineral kecil berbentuk gelas untuk menghemat pengeluarannya
"2 Ribu mas"
Sambil minum Dirga mengecek handphone nya, dia berharap ada notifikasi orderan yang muncul disekitar tempat dia berhenti
"Ga ngapain Lo disini?" Tanya Rian berhenti disamping motor Dirga
"Nunggu orderan Yan, hari ini sepi banget akun gua, masa baru dapat 2 orderan dari pagi." Ujar Dirga.
"Sama gua juga baru dapet 3 orderan dari pagi. emang gitu kadang-kadang sepi, kadang-kadang ramai, malah lebih parah lagi kadang juga gak ada sama sekali." Kata Rian.
"Kemarin sih gua masih Alhamdulilah dapat 100 ribuan, tapi hari ini benar benar dah sepi banget ini."
"Yang rame itu biasanya sore sama malam, kebanyakan pesen makanan, kalau pagi sampe siang biasanya emang sedikit sepi." Kata Rian memberi informasi
"Oh gitu, baru tau gua! coba deh nanti gua jalan malam! siapa tau ramai orderan nya."Jawab Dirga "Yasudah gua mau pulang dulu, nanti malam baru gua lanjut lagi " sambung Dirga.
"Oke hati-hati baliknya," jawab Rian.
...****************...
Tepat jam 2 siang Dirga sampai di kerumah, Rihana jadi heran melihat suaminya sudah pulang padahal hari masih siang.
"Mas, jam segini udah pulang? emang udah dapat uang banyak kamu?" Tanya Rihana
"Maafin Mas ya baru dapat uang 30ribu, tadi yang 2 ribu udah Mas beliin minum, sisa 28 ribu." Jawab Dirga sambil memberikan uang tersebut kepada Rihana
"Kalo udah tau belum dapat uang kenapa pulang jam segini?!" Ucap Rihana kesal dengan suami nya.
"Orderan lagi sepi sayaaang!, tapi nanti malem Mas mau ngojek lagi kok, kata temen Mas kalo malam biasanya lebih rame dari pada siang hari ."
"Cek..." Rihana berdecak mendengar alasa suaminya "Beginilah kalo lebih milih jadi tukan Ojek online, gak nentu penghasilannya, siang aja sepi, belum tentu malem kamu dapat juga"
"Jangan bicara seperti itu, seharusnya kamu doain Mas biar nanti malam orderan ramai dan Mas bisa pulang bawa uang untuk kamu "
"Halah sebanyak banyak nya paling juga recehan lagi yang kamu bawa mas"
"Astagfirullah, kamu itu harusnya bersyukur berapapun yang di dapat."
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 47 Episodes
Comments
si canum
hidup bareng mertua emang bikin darting
2024-01-19
1