Jual Cincin?

"lah iya Diana! Kan Ibu juga harus belanja, beli ini itu buat dirumah"

"Terus masa aku yang harus nutupin semuanya, itu salah Ibu banyak ikut arisan, malah tidak mikir keadaan." Diana yang kesal menyalahkan Bu Yanah.

"Ya kalian itu anak anak Ibu, jadi kalian wajib lah membantu Ibu, Ibu kan seorang janda. Untuk apa Ibu punya anak kalau tidak bisa balas budi!" Ketus Bu Yanah.

"Sudahlah aku mau ke kamar ahh, ngantuk." Ucap Diana meninggalkan Ibunya di dapur sendirian.

...****************...

"Mas?" Diana menepuk pundak Bowo.

"Eh, lya Dek." Jawab Bowo kaget.

"Sedang telfonan dengan siapa kamu Mas?" Tanya Diana.

"Oh ini tadi telfonan sama teman kerja kok, kamu habis dari mana Dek?" Tanya Bowo mengalihkan pembicaraan.

"Aku habis dari dapur ngobrol sama Ibu." Jawab Diana.

"Oh gitu yasudah tidur yuk sudah malam, tadi aku mau tidur duluan tapi ternyata kawan kerjaku nelfon jadi aku angkat dulu." Bowo yang sudah mengambil posisi terlentang sambil menarik selimut

Diana yang masih penasaran tak puas dengan jawaban suaminya itu.

"Emang kamu habis bicarain apa sih Mas? kok sampe nelfon malam malam begini?"

"Itu, biasalah cuma ngomongin masalah kerjaan aja, sudahlah yuk kita tidur, aku udah ngantuk banget" Ucap Bowo sambil membalikan badanya memunggungi Diana.

"Kamu itu diajak ngobrol sama aku malah tidur, giliran temen mu aja, kamu ladenin biarpun malem-malem begini mas" gerutu Diana sambil naik keatas ranjang.

...****************...

Bu Yanah terlihat tek tenang duduk didepan Tv, sesekali dia melihat jam yang sudah menunjukan pukul Enam pagi.

"Haduh Rihana kok belum bangun sih jam segini" gumam Bu Yanah

beberapa menit kemudian Bu Yanah melihat Rihana yang keluar dari kamar.

Tanpa tedeng aling-aling Bu Yanah langsung menghampirinya dan menarik anaknya itu kedalam dapur.

"Hana, hari ini Ibu butuh uang. Ibu mau bayar arisan." Ucap Bu Yanah meminta uang kepada Rihana.

"Uang dari mana Bu? Mas Dirga aja semalam hanya memberiku uang 80 ribu mana bisa aku ngasih Ibu."

"Haduh gimana dong ini, mana uang nya kurang lagi." Bu Yanah tampak bingung cara untuk bayar arisan

"Gak tau lah Bu, soalnya aku gak punya uang." Jawab Rihana tidak perduli

Bu Yanah tampak berfikir sejenak sebelum akhirnya pandang dia tertuju pada jari Rihana

"Jual cincin nikahmu aja dulu Han! untuk nambahin kekurangan bayar arisan Ibu, soalnya Ibu butuh banget uang itu untuk hari ini, Kalau Ibu tidak bayar arisan sekarang apa kata Ibu Ibu yang lain, kan biasanya Ibu selalu bayar tepat waktu."

"Apa Bu? Jual cincin nikah! nanti kalau Mas Dirga sadar kalau cincin ini gak ada dijari ku terus dia nanya, mau jawab gimana Bu?"

"Ya kamu bilang aja kamu jual untuk kebutuhan kamu, kamu salahin saja dia kalau dia marah karna kamu jual cincin nya." Bu Yanah memberikan siasat

Rihana tampak berfikir, Rihana bingung ingin menjual cincin nya atau tidak, Rihana sangat sayang sekali dengan cincin itu

Selain karna Itu adalah cincin yang dia sukai dan terlebih itu cincin pernikahan nya.

"Mending Ibu pinjem uang dulu aja sama Mba Diana, jujur aku gak mau jual cincin ini, aku suka banget sama cincin ini soal nya" Rihana yang masih belum mau melepas cincin itu meski memang kebutuhannya juga mendesak

"Kamu jangan bikin semua serba susah Han, Nanti kalau udah ada uang lagi kamu bisa membeli nya lagi, untuk sekarang bantu Ibu dulu Han, Mba mu tidak mungkin meminjamkan uang lagi ke Ibu soalnya dia sudah memberi Ibu uang" Bu Yanah tetap memaksa

"Asalamu'alaikum Bu Yanah" suara seorang perempuan dari depan pintu rumah.

"Didepan ada siapa tuh Bu, dia manggil Ibu." Ucap Rihana saat mendengar suara orang yang memanggil nama Ibunya.

"Pasti Bu Onah itu, pasti dia mau nagih uang arisan." Bu Yanah tampak panik karna dia belum punya uang untuk membayar arisan nya.

"Oh yasudah sana Ibu temuin, Ibu bilang saja belum punya uang." Kata Rihana.

"Aduh gimana ya, Ibu malu kalau bilang tidak punya uang." terlihat Bu Yanah menangkupkan tangan dan mengelus tangannya satu sama lain karna suasana hatinya yang sudah sangat panik.

"Bu Yanah" Bu Onah agak berteriak dari depan rumah Bu Yanah.

"Aduh gimana ini." Bu Yanah tampak bingung, suasana pagi hari yang dingin tak bisa menghentikan keringat yang merembas dikeningnya

"Iya Bu Onah, tunggu." Sahut Bu Yanah langsung kedepan menemui Bu Onah.

Didepan tampak seorang perempuan paruh baya berkaca mata dengan proporsi badan yang gemuk, bahkan wajahnya tebal dengan riasan meski waktu masih pagi

"Biasa Bu arisan." Kata Bu Onah sambil menarik sudut bibirnya

"Bu Onah untuk sekarang saya bayar satu dulu ya arisan nya, nanti kalau uangnya udah ada saya bayar lagi yang satu nya." Ucap Bu Yanah.

"Loh, tumben banget Bu. Biasanya Ibu selalu bayar langsung sekaligus semunya."

"Iya uangnya masih belum saya ambil dari ATM, saya belum sempet narik uang, paling besok baru bisa saya kasih ke Bu Onah ya." Jawab Bu Yanah berbohong.

"Oh gitu yasudah, besok sisa nya tolong Ibu antar kerumah aja ya." Kata Bu Onah.

"Baik Bu, tenang aja" Jawab Bu Yanah sambil mengangguk.

Setelah itu Bu Onah pun pergi, Bu Yanah yang dilanda kebingungan langsung masuk kedalam kamar nya.

"Aduh gimana ini, dari mana aku dapetin uang 500 ribunya besok, bikin kepalaku jadi pusing aja mikirinnya." Gumam Bu Yanah.

Dengan keadaan bingung dia duduk ditepi ranjang, pandangannya kosong lurus kedepan.

Rihana yang penasaran mendatangi kamar Ibunya

"Nah itu Ibu bisa bayar arisan ke Bu Onah, kata nya udah gak ada uang." Tanya Rihana.

"Tadi Ibu hanya membayar arisan yang satunya, dan satunya lgi belum Ibu bayar, Ibu buat alasan minta tempo sampai besok." Jawab Bu Yanah.

"Terus emangnya Ibu udah punya uang besok?" Tanya Rihana.

"Uang dari mana? Selain dari kamu sama Mba mu, Ibu punya uang dari mana? Ibu pasti jadi bahan gosipan ibu-ibu yang lain karna gak bisa bayar " jawab Bu Yanah memelas

"Jadi gimana besok Bu?, mau bayar pake apa?"

" Itu makanya Ibu minta sama kamu!"

"Kan udah Hana bilang, Hana gak ada uang Bu, Ibu ini kenapa tidak percayaan sih"

"Kamu tinggal jual cincin kamu itu Hana, kamu jangan pelit-pelit banget sama Ibu kamu sendiri, apa salah nya bantu orang tua, nanti juga kamu bisa beli lagi kalau udah ada uang." Kata Bu Yanah.

"Ini harta aku satu satu nya Bu, aku tidak mau menjual nya."

Mau bagaimanapun Rihana emang sangat sayang dengan cincinnya tersebut.

"Han Ibu mohon kali ini aja bantu Ibu, Ibu tidak ada uang lagi soal nya. Nanti pasti Bu Onah marah kalau besok tidak membayarnya, soalnya Ibu udah janji bayar besok." Ucap Bu Yanah terus membujuk Rihana.

Rihana jadi Dilema melihat Ibunya.

"Aku mau kekamar dulu Bu, aku jadi ikut pusing mikirinnya, padahal Ibu yang ikut arisan, kenapa aku juga yang jadi susah"

Terpopuler

Comments

Cie Vhtree Ajah

Cie Vhtree Ajah

semangat

2024-01-24

0

si canum

si canum

gak ada bersyukurnya kek nya /Angry/

2024-01-19

0

Irma

Irma

terimakasih telah berkunjung ke karya ku Thor. semangat selalu ☺️

2024-01-18

0

lihat semua

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!