"kamu percaya sama mas, pokoknya ada lah banyak, Mas kasih tau nya nanti saja kalau udah ada hasilnya."
Percakapan mereka tidak berlangsung lama karna Bowo yang sudah memberikan alasan yang cukup untuk istrinya agar diam.
...****************...
Fajar mulai menyingsing diufuk timur hingga membuat warna langit gelap kebiruan
Pagi pagi sekali Rihana sudah bangun, Dirga juga sudah bangun bahkan sudah sholat subuh sebelumnya hingga saat Rihana melihat suaminya sedang membaca Al Qur'an dengan suara yang sangat pelan namun terdengar lembut.
Sadar Istrinya yang sudah bangun dan dari awal sibuk untuk persiapan nya bekerja di hari pertama, Dirga pun menghentikan aktifitasnya kemudian merapikan sajadahnya.
...****************...
Bu Yanah sudah memasak di dapur untuk anak anak nya yang akan bekerja pagi ini.
Sebelum mereka berangkat, Rihana akan sarapan dulu bersama dengan yang lain
Dirga juga ikut duduk di samping Rihana meskipun dia tidak di tawari untuk sarapan, bahkan saat Dirga duduk pandangan mata Bu Yanah tertuju kepada Dirga untuk sesaat, kemudian dia melanjutkan kembali menata makanan dimeja
Dirga sebenarnya merasa sungkan dan malu tapi karna rasa laparnya, dia tetap ikut sarapan bersama dengan yang lain.
"Dirga apa kamu tuh gak malu apa jadi laki-laki gak kerja?, masa kalah sama istrimu!, Istrimu saja sudah dapat kerjaan, tapi kamu sudah berapa hari masih saja nganggur." Celetuk Bowo membuat Dirga menoleh.
"Dari kemarin aku sudah berusaha, tapi nama nya belum rizkinya ya belum ada perusahaan yang manggil, semua perusahaan yang membuka lowongan sudah aku masukin lamaran, tapi tetap saja belum dapet panggilan, memang harus bagaimana lagi? apa mas Bowo mau ngasih aku kerjaan?"
"Di tempatku sedang tidak ada lowongan." Jawab Bowo singkat
"Begitu juga perusahaan lain, tapi mas Bowo tenang aja aku gak akan menyerah kok untuk nyari pekerjaan." Jawab Dirga dengan tegas.
"Sudah lah jangan berisik bisa gak sih, tolong makan dulu aja uang tenang." Kesal Rihana.
"Bowo katanya kamu kerja diperusahaan yang besar dan punya kedudukan, pastinya banyak uang kan, Ibu minta uang dong, masa kamu kalah sama Dirga sih! Dirga saja dulu sering loh kasih Ibu sewaktu masih kerja, tapi kamu belum pernah ngasih Ibu sama sekali kecuali untuk arisan" Kata Bu Yanah.
Bowo langsung bingung ingin menjawab bagaimana, dan yang pasti Bowo juga malu dengan Dirga yang memang sebenarnya semua kebutuhan dirumah ini, Dirga lah yang memenuhi.
"Kan tiap bulan Ibu sudah di kasih sama Diana, masa kurang sih Bu?" Jawab Bowo.
"Itukan dari Diana bukan dari kamu, lagian itu juga pakai uang gaji nya Diana kan?" Tanya Bu Yanah.
"Katanya kerja di perusahaan besar tapi kok gak ada uang nya." Ucap Dirga terkekeh.
"jangan sok tau kamu, uang aku ada di bank, juga lumayan banyak, aku bukan nya gak mau ngasih. Tapi aku sama Diana lagi nabung untuk kami beli rumah." Jawab Bowo berbohong.
"Benar kata mas Bowo Bu, Mas Bowo itu lagi nabung, kami itu punya rencana mau beli rumah sendiri, kami tidak mungkin mau numpang di sini terus menerus sama Ibu." Diana membela suami nya.
"Oh bagus deh kalau gitu, Ibu seneng dengernya, Ibu pasti dukung kalian." Bu Yanah langsung senang mendengar menantu nya sedang menabung untuk membeli rumah.
"Yasudah ayuk kita berangkat Hana." Diana mengajak Rihana untuk berangkat saat sesi sarapan mereka sudah selesai
"Mas aku pamit pergi dulu." Kata Rihana pamit ke Dirga.
"Iya kamu hati hati ya dijalan." Jawab Dirga.
Setelah Rihana dan Diana berangkat menggunakan motornya Diana, sekarang Dirga bingung harus gimana dirumah ini, ditambah waktu yang masih pagi, kalau tidak ada Rihana dirumah, Dirga menjadi tidak enak hati.
Seandainya ingin rebahan pun Dirga takut dikira pemalas, tapi disisi lain Dirga juga bingung mau melakukan apa.
Setelah beberapa saat akhirnya Dirga memilih membantu membereskan piring piring bekas sarapan, tanpa sungkan sungkan lagi Dirga pun mencuci piring piring tersebut di dapur.
Bu Yanah tak mengatakan apapun saat melihat Dirga dengan cekatan membereskan cucian piring, menurutnya itu hal yang wajar karna Dirga itu memang pengangguran.
"Asalamualaikum." suara seorang perempuan dari luar saat Dirga baru saja menyelesaikan cucian piringnya.
Ibu Yanah bergegas menuju pintu depan
"Walaikum salam." Jawab Bu Yanah saat melihat pemilik suara yang mengucap salam.
"oh ternyata kamu Yani! kamu datang sama siapa?"
perempuan yang datang adalah Yani, dia adik dari Bu Yanah yang tinggal di desa sebelah yang tidak terlalu jauh dari tempat tinggal Bu Yanah
"aku datang Sendiri aja Teh." jawabnya melenggang masuk kedalam
karna hubungan kakak adik, Bi Yani tak sungkan masuk kedalam rumah tanpa menunggu tawaran Bu Yanah
"kenapa nih sepi amat lagi pergi kemana anak mantunya teh" tanya Bi Yani.
"mereka pada kerja." sambil mendahului adiknya untuk duduk dikursi "Kalau mau minum ambil sendiri saja ya." sambungnya sambil menyalakan TV
"Iya Teh." Jawab Bi Yani.
Tak lama kemudian Dirga keluar dari dapur dan mencari keberadaan pemilik suara yang mengucapkan salam.
"Eh ada Bi Yani rupanya." tegur Dirga ramah, dia juga tak lupa mencium tangan Yani.
"kamu apa kabar? ko kelihatannya tambah ganteng aja kamu tuh" senyum Bi Yani yang melihat Dirga keluar dari dapur.
"Alhamdulillah baik Bi"
"kamu tidak kerja? kok tumben jam segini masih dirumah?" Tanya Bi Yani.
"Tidak Bi, sedang dirumah saja ." Jawab Dirga.
"Oh begitu, Rihana mana?" Tanya Bi Yani lagi.
"Rihana kerja." Jawab Dirga.
"Loh sekarang Rihana kerja, sejak kapan?"
"Baru hari ini Bi." Jawab Dirga.
"Iya gimana Rihana gak kerja, soalnya suami nya pengangguran, mau gak mau Rihana harus kerja." sahut Bu Yanah
"Kamu sekarang nganggur?" alis Bi Yani terpaut
"iya Bi, perusahaan tempatku bekerja sedang mengalami kebangkrutan jadi semua karyawan di PHK." Jawab Dirga.
"Oh sayang sekali ya, padahal dulu kerjaan kamu sudah enak sekarang malah di PHK."
"Kamu gak ngelamar ke tempat lain?" Bi Yani terus bertanya.
"Sudah Bi, tapi belum ada panggilan."
"Oh gitu, kasian ya sekarang Rihana harus bekerja." Ucap Bi Yani.
"Aku sudah melarang nya, tapi Rihana yang ingin bekerja."
"lah mau gimana lagi, suaminya nya nganggur makanya nya Rihana tetap ingin bekerja, kalau suaminya nya kerja mana mungkin Rihana mau" Sahut Bu Yanah.
"Bi saya permisi dulu ya ke kamar." Kata Dirga dengan sopan.
"Oh iya," jawab Bi Yani.
Dirga sudah tak mau mendengar mertuanya yang selalu memojokan dirinya, Dirga lebih memilih masuk kedalam kamar.
Karna dirasa sudah tak ada kerjaan lagi Dirga mengganti pakaian nya, Dirga lebih memilih pergi kerumah teman nya sekalian bertanya soal pekerjaan, walau belum ada yang pasti tapi Dirga ingin terus berusaha mencari pekerjaan agar tidak disepelekan terus.
"Mau kemana kamu?" Tanya Bu Yanah melihat Dirga keluar dari kamar nya.
"Mau kerumah temen Bu, mau nanya kerjaan." Jawab Dirga.
"Oh yasudah kalau gitu."
Jawab Bu Yanah.
Dirga langsung menaiki motornya dan menancap gas motornya.
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 47 Episodes
Comments
si canum
nama bibinya sama kaya nama bibi saya/Facepalm/
2024-01-19
0