Tak Perlu Kerja

"Berhenti dulu Dek pakai skincare nya, nanti kalau Mas sudah dapat pekerjaan lagi baru kamu pakai skincare lagi."

"Ih ogah banget, nanti wajah aku kusam dan jelek terus jerawatan. engga banget ya!"

"Jadi pagi ini Mas engga dapat apa-apa untuk dimakan ?"

"Tidak! Makan nya nanti siang aja agar tidak boros!"

Akhirnya Dirga hanya diam dalam kecewa sambil menahan perut lapar, Dirga yang tidak ada aktifitas mulai membuka handphone nya, Dirga melihat lihat grup lowongan pekerjaan lagi, walau Dirga menunggu panggilan tapi Dirga tidak mau menyerah, Dirga akan terus mencari pekerjaan walau belum ada yang menerima nya.

Rihana yang kembali lagi kedalam kamar geleng-geleng kapala tanpa mengatakan apapun saat melihat kelakuan suaminya yang hanya bisa bermain ponsel tanpa menghasilkan apapun.

Dirga fokus mencari informasi lowongan kerja, dia juga menelfon teman teman nya untuk menanyakan info loker, tapi ternyata semua nihil, teman nya juga sama masih menganggur sama seperti Dirga.

Dirga yang sudah sangat jenuh dirumah, akhirnya dia memutuskan untuk keluar rumah, untuk menghibur dirinya

Dirga pun pergi melajukan motornya tanpa pamit kepada siapapun untuk kerumah teman nya.

setelah sampai ditujuan Dirga mengetuk rumah teman nya.

Dari dalam Adi membuka pintu dan melihat Dirga sudah berdiri di depan rumah nya.

"Dirga, ayuk masuk kedalam" Adi mempersilahkan Dirga masuk.

Adi meminta istrinya untuk membuatkan 2 gelas kopi untuk Dirga Dan dirinya

"Tumben banget Lo kesini pagi pagi?" Tanya Adi bingung.

"Iya gua bete dirumah, semenjak gua nganggur istri gua selalu marah marah." Jawab Dirga.

"Ya begitulah namanya wanita." Kata Adi terkekeh.

Istrinya Adi membawa 2 gelas kopi dan roti untuk suaminya dan juga Dirga, kemudian istrinya Adi kembali masuk kedalam kamar nya.

"Lo belum dapat kerjaan juga Di ?" Tanya Dirga.

"Belum, kan baru aja beberapa hari nganggur masa mau langsung dapet kerja, Cari kerja itu tak semudah yang kita bayangkan." Jawab Adi.

"Diminum dulu Ga kopi nya, sorry ya yang ada aja nih gua nyediain nya."

"Gak apa apa Di, sorry nih pagi pagi udah ngerepotin Lo." Dirga merasa tidak enak.

"Iya santai saja, ini udah termasuk wahh buat gua"

Dirga dan Adi mengobrol santai, Adi juga memang teman satu kantor dengan Dirga, jadi saat Dirga di pecat Adi juga ikut di pecat saat kantornya mengalami kebangkrutan.

Tak terasa sudah 4 jam mengobrol di rumah nya Adi, Dirga memutuskan untuk pulang, Dirga takut istri nya mencari nya.

"Di gua pulang dulu ya." Ucap Dirga.

"Iya Ga hai hati." Jawab Adi.

"Sorry ini mah udah ngerepotin Lo ini mah." Kata Dirga.

"Iya santai aja kali."

Sampai dirumah, Dirga masuk kedalam, Dirga melihat Rihana sedang makan berdua bersama Ibunya.

"Makan apa kamu Dek?" Tanya Fami, Rihana langsung kaget Rihana tak sadar bila suami nya udah pulang.

"Oh ini Mas, Ibu belikan aku nasi ayam"

"Wahh kayanya enak, mas mau juga dong sayang" ucap Dirga yang sudah kelaparan, kopi dan roti yang dia makan dirumah temannya tak bisa menghilangkan rasa lapar sepenuhnya

"Ya sayang sekali Mas makanan nya sudah habis." Ucap Rihana menunjukan makanan yang sudah sisa sedikit.

"Oh yasudah deh kalau sudah habis." Dirga pun berlalu masuk kedalam kamar dengan rasa kecewa yang dipendam

"Bu jangan bilang bilang loh kalau aku yang beli makanan ini, pokoknya kalau Mas Dirga nanya bilang aja ini makanan Ibu yang beli gitu ya." Ucap Rihana pelan saat suaminya sudah didalam kamar

"Iya iya." Jawab Bu Yanah mengerti.

Rihana yang sudah selesai bicara dengan Bu Yanah langsung mengikuti suaminya masuk ke kamar

"Habis dari mana kamu Mas?" Tanya Rihana.

"Habis dari rumah teman nanya kerjaan." Jawab Dirga.

"Oh, terus sekarang belum ada kerjaan?" Tanya Rihana lagi.

"Belum sayang, apakah kamu sudah masak?, Mas lapar." Kata Dirga.

"Sudah, makan lah." Kata Rihana.

Dirga pun ke dapur karna Dirga memang belum makan nasi dari pagi, saat dirumah Egi Dirga hanya meminum kopi dan memakan cemilan.

Dirga membuka tudung saji di meja makan, dan ternyata hanya terpampang tahu goreng saja tidak ada lauk atau sayur lain.

"Alhamdulillah" ucap Dirga pelan

Dirga tak mau protes, Dirga langsung menyendok nasi dan mengambil 2 buah tahu goreng kedalam piring nya.

Karna Dirga ynag benar benar sudah lapar, Dirga makan sampai habis tak tersisa satu butir nasi pun di piringnya.

"Alhamdulilah kenyang juga." Ucap Dirga bersyukur.

Setelah makan Dirga keruang TV menghampiri istrinya yang sedang nonton Tv bersama Ibu mertua nya.

"Belum dapat kerja juga Ga?"

Tanya Bu Yanah menatap Dirga.

"Belum Bu., Tapi aku sudah masukin lamaran kok. Tinggal nunggu panggilan saja." Jawab Dirga.

"Sampai kapan nunggu panggilan? Kalau tidak di panggil panggil gimana?" Ketus Bu Yanah.

"Kok Ibu bicara nya seperti itu, doain saja Bu semoga secepat nya dapat panggilan." Jawab Dirga sambil menautkan alisnya

"Ya semoga saja ya, karna kalau ga kerja kerja tau sendiri pengeluaran banyak pemasukan masa gak ada, apa lagi makan saja tiap hari, kalau tidak ada uang gimana mau belanja." Sinis Bu Yanah.

"Iya iya Bu, aku akan usahain secepat nya mencari kerjaan, aku juga tidak betah lama lama nganggur."

"Baguslah kalau kamu sadar diri." Kata Bu Yanah.

Rihana hanya diam saja tak membela suami nya, dan menurut Rihana Ibu nya memang benar bicara seperti itu kepada suami nya.

Namun tanpa Rihana sadari ada sebuah gores luka dihati suaminya dikala dia membutuhkan rangkulan namun yang ada hanya cercaan

Dirga pun berdiri, Dirga masuk ke dalam kamar karna Dirga sudah tak mood menonton TV, apa lagi bukan suara TV yang Dirga dengar, yang Dirga dengar hanyalah ocehan dari mertua nya.

Dirga merebahkan badan nya dan tidur di kasur, kepala Dirga pusing memikirkan istri dan mertua nya yang sibuk menyuruh nya bekerja.

...****************...

Malam ini Diana duduk bersama Rihana dan Bu Yanah, sedangkan Bowo belum pulang kerja.

"Ra di tempatku bekerja ada lowongan, kamu mau kerja gak?" Tanya Diana.

"Serius Mba ada lowongan?" Kata Rihana.

"Iya serius, kalau kamu mau besok kamu datang saja ke kerjaanku membawa lamaran nanti aku bantu omongin dengan atasanku agar kamu di terima."

"Oh ya Mba besok aku kesana deh, dari pada aku dirumah saja, bosen"

"Iyalah, dari pada ngandelin laki yang pengangguran, mending kamu kerja dan beli apa yang kamu mau, kalau nunggu Dirga dapat kerjaan mah lama."

"Bener tuh kata Mba mu, kerja saja kaya Mba mu biar banyak uang." ucap Bu Yanah

"Okelah Mba besok aku kesana ya, yasudah aku ke kamar dulu menyiapkan apa saja yang akan di bawa besok." Ucap Rihana.

Rihana masuk kedalam kamar nya dan mencari ijazah, foto, dll. Rihana mau menyiapkan lamaran untuk besok.

"Untuk apa itu Dek?" Tanya Dirga saat melihat Rihana sibuk menyiapkan lamaran.

"Aku mau kerja Mas, mau nyiapin lamaran untuk besok." Jawab Rihana sambil memeriksa semua berkasnya

"Kamu mau kerja?" Tanya Dirga kaget.

"Iya!" Jawab Rihana.

"Sudahlah Dek jangan kerja, biar Mas saja yang kerja, tugasmu ngurus rumah dan suami saja gak perlu kerja" Dirga mencoba melarang Rihana untuk bekerja.

"Biar kamu saja yang kerja? Kamu saja nganggur gitu Mas sok larang larang aku. Pokok nya aku mau kerja!" Rihana bersikeras.

"Sabar dong Dek, mas akan lakuin apapun agar kamu tidak bekerja, Mas akan cari kerja apapun yang penting bisa menghasilka uang. Kamu jangan kerja ya sayang, mas mohon."

Terpopuler

Comments

si canum

si canum

ini perempuan klo sukses bisa2 durhaka/Angry/

2024-01-19

2

lihat semua

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!