Sebenarnya Dirga belum tau tujuan nya akan kemana, dia juga tidak mungkin datang kerumah nya Edi lagi karna temannya itu saja masih nganggur, sangat sungkan dan tidak enak bila harus kesana lagi.
dan akhirnya Dirga memilih mencari kerjaan lagi kesana kemari.
Namun saat Dirga sedang melewati ruko-ruko ternyata Dirga melihat teman nya sedang duduk disalah satu ruko tersebut.
"Danu!" Panggil Dirga dan langsung menghampirinya
"Eh lo Dirga."
"lagi ngapain Lo di sini?" Tanya Dirga.
"gua lagi nunggu orderan, Lo ngapain di sini?" Danu balik bertanya.
"ada yang mau gua obrolin nih, sibuk gak?" Tanya Dirga duduk di samping Danu.
"Haha... ngobrolin apaan sih sudah kaya orang iya aja nih ngobrol."
"Soal kerjaan, Lo tau lowongan pekerjaan gak sih dimana, gua capek tiap hari muter muter nyari kerjaan."
"Kalau ada mah gua juga mau kerja, Lo gak liat gua aja jadi tukang ojek nih."
"Haha iya juga, gimana jadi tukang ojek enak gak?"
"Ya enak gak enak sih, tapi bersyukur aja yang penting anak istri gua bisa makan." Jawab Danu.
"Eh gua mau dong jadi ojek online kaya Lo, gimana cara nya?" Tanya Dirga, Dirga berharap bisa jadi ojek online untuk sementara waktu sampai dia mendapatkan pekerjaan kembali.
"Lo serius mau jadi tukang ojek? Soalnya kalau jadi tukang ojek ini penghasilan nya gak tentu, kadang dapet orderan kadang enggak,. Nanti Lo ga betah lagi karna gak ada uang nya."
"Kalau gak ada uang nya gak mungkin lah Lo juga jadi tukang ojek?"
"Iya ada sih, tapi takutnya gak sesuai sama yang Lo pikirin, paling sehari tuh dapet 50 sampai 100 ribu paling gede 150 ribu itu belum bensin nya, memang Lo mau gaji segitu kerja nya?"
"Mau lah gua, dari pada nganggur, nganggur juga gak ada penghasilan sama sekali, dirumah istri gua marah marah terus."
"kalau Lo mau nanti gua anterin aja ke kantor nya langsung, Lo daftar langsung aja kesana. Nanti disana Lo dapet helm sama jaket, tapi itu gak gratis, jaket sama helm itu harus dibayar." Kata Danu menjelaskan.
"Oh harus bayar ya." Ucap Dirga bingung.
"Iya hanya bayar jaket sama helm aja sih gak ada yang lain."
Dirga membuka dompet nya dan melihat uang yang ada di dompet nya, Dirga melihat uang nya masih sisa 200 ribu lagi.
"Yasudah boleh deh ayuk anter gua ke kantor nya." Ucap Dirga dengan bersemangat.
"Ayuk." Danu naik ke motornya, Dirga juga naik ke motornya.
Danu akan mengantar Dirga ke kantor Ojol karna Dirga ingin mendaftar jadi ojek online.
"Ga ini kantornya, Lo masuk aja kedalam. Gua mau lanjut ngojek ya soalnya gua dapet orderan." Ucap Danu saat sudah sampai di depan kantor Ojol
"Oh iya makasih ya udah nganter gua, nih makasih ya." Dirga memberi uang ke Danu sebagai bentuk terimakasih nya karna sudah di antar.
"Sudah gak usah, simpen aja uang Lo. Gua duluan ya." Danu menolak pemberian dari Dirga dan langsung pergi melajukan motornya.
Karna Danu langsung pergi dan tidak menerima uang yang Dirga beri, Dirga memasukan uang 1 lembar 50ribuan kedalam kantong celana nya.
Tanpa pikir panjang Dirga langsung masuk kedalam kantor tersebut.
"Bismilah, semoga saja aku bisa jadi tukang ojek online." Ucap Dirga mulai melangkahkan kaki nya masuk kedalam.
...****************...
Setelah 1 jam di dalam kantor tersebut, Akhirnya Dirga keluar dari kantor Ojol itu, Dirga tersenyum bahagia melihat handphone nya.
Sekarang dua sudah punya profesi baru.
"Alhamdulilah akhirnya keterima juga, besok aku sudah bisa ngojek." Ucap Dirga setelah keluar dari kantor Ojol.
Dirga harus bersyukur meski hanya mendapat jaket saja, setelah dihitung ternyata uang nya hanya cukup membeli jaket dan menyisakan beberapa puluh ribu, lagipila dirumah masih punya helm lain walau bukan helm Ojol.
Setelah semua selesai, Dirga naik ke motornya dan melajukan motornya untuk pulang kerumah, karna hari sudah siang dia mau istirahat dulu hari ini, besok barulah Dirga mulai mengojek.
25 menit di perjalanan Dirga sampai dirumah, Dirga turun dari motornya dan duduk di teras.
Dirga membuka aplikasi Ojol yang tadi dia daftarkan di kantornya langsung, Dirga mulai memahami apa saja di dalam aplikasi itu dan bagaimana cara mengambil orderan seperti yang tadi di jelaskan di kantor.
"ini keliatannya mudah, sekali lihat sepertinya aku sudah paham, tinggal besok saja di praktekan langsung." Gumam Dirga masuk kedalam rumah.
Hingga waktu sudah memasuki sholat Dzuhur, dia langsung bersuci dan menunaikan kewajibannya
Setelah selesai Dirga pergi kedalam dapur, perut laparnya sudah tak tertahankan.
Namun saat membuka tudung saji, dia tak menemukan apapun selain nasi dalam Rice cooker.
"untung masih ada sisia uang, mending cari makan diluar aja" gumam Dirga sambil mengusap kantung celananya.
Saat hendak keluar, dia tak menemukan Bu Yanah, niat hati dia ingin menawari Ibu mertuanya membeli makan, namun karna sedang tidak ada dirumah dia mengurungkan niatnya.
...****************...
"mau makan disini apa dibungkus mas?" tanya pemilik warung nasi saat melihat Dirga masuk
"makan disini aja mas, saya mau pakai sayur sama orek tempenya"
Sesaat setelah menunjuk menu makanannya, ada seorang anak kecil yang datang menghampiri Dirga sambil menggendong adiknya.
"pak boleh minta sedikit rizkinya, adik saya belum makan"
Dirga yang melihat hal itu agak terkejut, ditambah bocah sekitar umur 4 tahun sedang terlihat pucat pasi.
"duduk disini" sambil menepuk kursi disampingnya
"mas, sekalian buat anak-anak ini ya" ucap Dirga kepada pemilik warung.
Pemilik warung memperhatikan kedua anak kecil itu dari balik etalase sambil memberikan makanan milik Dirga.
"kamu mau makan apa" tanya pemilik warung kepada anak kecil itu.
"nasi sama kuah saja pak, tapi kalau boleh dibungkus ya"
Dirga yang mendengar penuturan anak itu langsung menunjuk ikan dan memberi kode untuk 2 bungkus nasi.
"ini dek" kata pemilik warung menyerahkan 2 bungkus nasi diatas etalase, Dirga mengambilnya dan menyerahkan kepada bocah itu.
Namun diam-diam Dirga menyelipkan uangnya kedalam bungkus nasi tersebut.
"Alhamdulillah Hirobbil Alamin, mudah-mudahan kebaikan bapak dibalas oleh Allah, dan juga maaf kalau saya meminta-minta" ucap bocah otu dan berlalu pergi
"Aamminn ya robbal alamin" jawab Dirga dan pemilik warung pelan.
setelah kepergian anak itu, Dirga pun menyantap hidangannya sampai habis.
"berapa mas, hitung sekalian sama yang dibungkus tadi ya"
"gak usah mas"
"lah tapi saya kan beli mas, masa gak usah dibayar"
"iya, walaupun harus dibayar, kira-kira berapa harga yang harus saya hitung buat suatu kebaikan"
"ohh Alhamdulillah, kalau begitu terima kasih ya mas"
"iya mas sama-sama"
Pemilik warung melihat kepergian Dirga, dia juga memperhatikan apa yang Dirga lakukan sebelumnya.
Sesampainya dirumah dia melihat Bu Yanah yang sedang makan sambil menonton TV
"Dari mana saja kamu?"
"Dari luar bu, aku permisi kedalam dulu bu"
"pengangguran aja banyak sekali kesibukannya" oceh Bu Yanah melanjutkan makanannya
Dirga yang lelah kemudian tertidur.
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 47 Episodes
Comments
marrydiana
mampir lagi thor, 🌹 untuk author biar tambah semangat update😅
2024-02-12
0
si canum
lanjut kak
2024-01-19
0
nona biru muda
hai kak.. aku mampir/Smile/
cerita nya bagus.. semangat ya
2024-01-16
1