Dirga hanya tersenyum untuk membalas ucapan istrinya, dia sadar betul kondisinya yang belum bisa mengajak istrinya ketempat yang lebih bagus
Setelah minum es, Dirga mengajak Rihana untuk jalan jalan lagi, ya walau hanya keliling keliling saja tapi menurut Dirga yang penting jalan jalan berdua dengan istri nya.
"Mas mau kemana sih perasaan gak ada tujuan banget?" Tanya Rihana.
"Keliling keliling saja sayang, nyari angin." Jawab Dirga.
"Nyari angin apaan, malah yg ada kulitku hitam, siang siang gini kok jalan jalan." Kesal Rihana.
"Sudah lah Mas ayok pulang"
Dirga berharap bisa mengajak istri nya jalan jalan agar istri nya senang, tapi malah istrinya jadi marah karna tak terima panas-panasan, tak lama kemudian mereka kembali pulang karna Rihana yang sudah tak tahan lagi.
...****************...
Setelah sampai dirumah nya, Rihana langsung masuk kedalam kamar untuk mengambil lotion dan langsung mengoleskan ke kulit nya.
Rihana sangat kesal karna kondisi cuaca panas malah diajak keliling-keliling oleh suaminya
"Gimana Ra, keterima gak?" Tanya Bu Lastri menghampiri Rihana yang sudah keluar dari kamar
"iya keterima Bu" Jawab Rihana masih tampak kesal diwajahnya
"wah sekali ngelamar kerja langsung keterima, tidak kaya suamimu yang sudah banyak masukin lamaran tapi sampai sekarang satupun tidak ada yang memanggilnya." Sindir Bu Lastri.
Mendengar itu Dirga hanya menundukan kepala dan tak membalas ucapan mertua nya, Dirga tak mau menjadi menantu yang kurang ajar karna membalas omongan mertua nya itu.
"Terus besok kamu masuk jam berapa?" Tanya Bu Lastri lagi.
"masuk pagi Bu, Besok aku juga berencana berangkat bareng Mba Tamtri" jawab Rihana.
"Wah baguslah kalau gitu, tapi kamu mau berangkat semotor sama Mba mu juga?"
"Iya Bu, aku naik motor bareng Mba Tamtri aja, kalau suami nya Mba Diana biar berangkat sendiri aja" Jawab Rihana.
"Oh kamu bicarakan aja sama mba mu, untung saja kamu langsung dapat kerjaan, kalau tidak gimana ya nasib kita." ucap Bu Lastri.
"Sudah Bu aku mau masuk ke kamar dulu, aku mau tidur siang dulu, aku sangat capek." Kata Rihana yang sedang duduk langsung berdiri dan masuk kedalam kamar nya.
Karna Rihana masuk kedalam kamar, Dirga juga ikut masuk kedalam kamar, Dirga tak mau berlama lama di depan bersama mertua nya khawatir mertua nya mulai memojokan dia lagi.
Sebelum istirahat, Rihana mencari setelan kemeja putih dan rok pendek warna hitam untuk besok.
Rihana menyiapkannya dari awal agar besok tak lupa dan tak sibuk mencari nya.
"sayang, mas mau tanya" Dirga menehan ucapannha sesaat, sambil menatap mata istrinya "kok sikap kamu sekarang dingin sih sama Mas?" Tanya Dirga yang duduk di tepi ranjang.
"dingin gimana sih Mas, jangan bikin ribut deh mas, aku lagi sibuk ini." Kata Rihana yang langsung memalingkan wajahnya.
"mas ngerasa, kamu sekarang cuek, udah gak pernah nawarin makan, gak pernah nyiapin kopi atau sarapan lagi?" ucap Dirga dengan nada yang pelan
"Mas kamu punya tangan sama kaki kan, yasudah kalau mau makan ya ambil sendiri, kalau mau kopi ya bikin sendiri, kaya gitu kenapa harus diomongin"
"Bukan gitu sayang, kamu kan istri Mas, jadi wajar lah kalo mas minta dilayani, sebelum nya kamu selalu nyiapin apa saja keperluan Mas, tapi sekarang sama sekali gak merhatiin mas"
"lagian kamu itu Salah, kamu tau apa kan salah kamu? kamu jadi pengangguran sekarang!, keenakan kamu dong apa apa harus dilayani, apa-apa harus disiapin, tapi ga ngasih uang, kalau kamu ngasih uang aku juga bakalan nyiapin semua kebutuhan kamu." Jawab Rihana.
Dirga mengelus dada, Dirga mencoba bersabar dengan kata kata yang di lontarkan istri nya.
"Mas aku tidur siang dulu, aku capek." Kata Rihana setelah menyiapkan baju untuk besok.
Dirga hanya mengangguk lemah tanpa memandangi lagi istrinya.
...****************...
Malam hari saat Diana sudah pulang, Tamtri membawa 2 kotak makanan restoran, tapi Tamtri hanya membeli untuk dirinya dan juga untuk suami nya saja, Tamtri tidak berniat menawari Dirga maupun Rihana.
Diana dan suaminya menikmati makanan sambil menonton tv
Aroma makanan yang wangi ternyata mampu menembus pintu kamar Bu Yanah yang tertutup rapat.
Bu Yanah yang mencium aroma tersebut tibat tiba perutnya jadi keroncongan dan bergegas keluar "Beli kok cuman 2 bungkus kamu tuh Dian." Bu Yanah keluar dari kamarnya dan langsung menegur Diana karna hanya mereka berdua yang makan.
"Loh memang aku harus beli berapa Bu?" tanya Diana sambil mengunyah makanan
"Buat Ibu apa gak ada?" Tanya Bu Yanah.
"Waduh Bu aku lupa membelikan untuk Ibu." Jawab Diana beralasan, padahal Diana sendiri malas untuk membelikan
Karna selama ini menurut Diana masih ada Dirga yang harus lebih bersedia memenuhi perut Ibunya.
"alah alesan saja kamu tuh, bilang saja tak mau membelikan untuk Ibu." protes Bu Yanah
"Kalau Ibu mau sini makan barengan sama aku," ajak Diana sambil menyodorkan kotak nasinya.
Bu Yanah melirik kedalam isi kotak tersebut "Hanya tinggal sedikit gitu nawarin, sudah mending kamu habisin aja lah" lalu Bu Yanah pun masuk kedalam kamarnya lagi dengan perasaan kesal.
Setelah itu Diana kembali menikmati makanan sambil menonton TV.
"Hana?" Panggil Diana agak kencang
"Apa Mba?" Sahut Rihana, tak lama kemudian Rihana langsung keluar dari kamar nya.
"Kata Ibu besok kamu berangkat sama Mba?" Tanya Diana.
"Iyalah Mba, mau naik apa coba aku kalau gak sama Mba?"
"Pakailah motor suami mu itu, lagian dia juga gak ada kerjaan kan, dia juga gak kemana mana."
"gak bisa Mba, takutnya nanti Mas Dirga dapat panggilan dari kantor gimana mba? Kan jadi repot kalau aku bawa motornya."
"Halah kamu ini Hana, kalau dia dapat panggilan ya suruh naik angkutan umum aja, ngapain kamu malah ngikut mba."
"Gak usah lah Mba, aku sama Mba aja berangkat nya besok ya."
"huh, jam 7 harus sudah siap besok." tegas Diana
"Oke, yasudah aku ke kamar lagi." Kata Rihana.
"Kasian banget adikmu itu menghidupi si Dirga, istrinya kerja suami malah enak enakan dirumah." ucap Bowo yang sedari tadi menyimak pembicaraan antara adik dan kakak itu.
"emang kamu fikir aku beda dari dia? aku juga sama aja kan Mas kan aku juga kerja." Jawab Diana.
"Tapi kan Mas bukan pengangguran, Mas kan kerja"
menurut ku sama saja Mas, kerja juga kaya ga kerja kamu mah ga pernah ada hasil nya." Jawab Diana.
"kamu harus tau, hasil mas sudah tentu ada lah, Mas kan lagi nabung, mas punya rencana mau beli rumah sendiri, maka nya Mas tidak ngasih kamu uang, untuk itu lah alasanya, itu juga demi kamu, demi kita berdua"
Diana merasa tersentuh dengan perkataan suaminya, hingga ia tersenyum senyum sendiri
"Coba sini aku mau lihat tabungan kamu, aku mau tau sudah ada berapa uang kamu Mas?" Tanya Diana jadi sangat penasaran.
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 47 Episodes
Comments
💩Anti Mantan suami💩
dasar Netijen julid enggak tahu apa cari kerja susah kasih permen Wasabi aja dari Hongkong biar mingkem
2024-01-20
0
💩Anti Mantan suami💩
apan tuh istri kayak gtu. masukin ke dalam air. mAs kamu pemimpin rumah tangga. surga ditelapak kakimu. pites aja istri kayak gtu
2024-01-20
0
si canum
persis kaya saya, rajin cuci piring
2024-01-19
1