"Iya aku yakin Mba, aku mau resign soalnya Mas Dirga nyuruh aku dirumah aja." Jawab Rihana.
"Seharusnya kamu kerja saja Na, biar aja Dirga kerja, ditambah penghasilan dari kamu, biar kalian cepat ngumpulin uang, jadi uang Dirga bisa di tabung dan uang kamu bisa untuk kebutuhan rumah" sahut Bowo.
"Tidak perlu, Rihana biar dirumah aja. InsyaAllah aku masih bisa menafkahi nya. Rezeki tidak ada yang tau yang sama sama kerja aja belum tentu ada uang nya"
"wah sudah merasa hebat, bahkan Sombong banget kamu Dirga! Sudah kaya jadi bos aja!" Kata Diana tak terima.
"Sudahlah mending kalian makan dulu, kok malah berdebat." Ucap Bu Yanah.
Setelah sarapan mereka selesai, Diana dan Bowo pamit berangkat bekerja, sedangkan Dirga masih duduk tenang di meja makan.
karena profesi OJOL temasuk kerja lapangan dan bebas waktu, Dirga tak perlu terburu-buru. pekerjaan nya yang hanya menjadi tukang ojek jadi dia bebas mau jalan kapan saja.
"Mas, kamu masih santai aja, emang kamu berangkat kerja jam berapa? Ini udah jam 8 loh, apa kamu tidak takut telat berangkat kerja di jam segini?" Tanya Rihana yamg melihat suami nya masih duduk santai dirumah.
"Iya sayang, sebentar lagi berangkat kok." Jawab Dirga.
Rihana dan Bu Yanah membereskan bekas sarapan, Rihana langsung kedapur membawa piring piring kotor dan kemudia mencuci nya di wastafel.
...****************...
Tepat saat waktu menunjukan jam 9, Dirga keluar dari kamar nya mengenakan jaket Ojolnya, Rihana dan Bu Yanah yang melihat Dirga langsung terkejut.
"loh kok Mas?! Kamu kok pakai jaket Ojol seperti itu?" Tanya Rihana heran.
"iya, Kan sekarang Mas jadi tukang ojek Dek, Mas kemarin daftar jadi ojek online." Jawab Dirga.
"Apa! Aku gak salah denger kan? Kamu jadi tukang ojek!" Rihana sangat kaget.
"Dirga mengangguk."
"Ya ampun Na, Ibu tadinya mengira kerja suami kamu itu kantoran lagi, sampai-sampai menyuruhmu berhenti kerja, tidak tau nya hanya jadi tukang ojek online" Ucap Bu Yanah.
"Mas kamu jawab yang serius, jangan bercanda deh kamu!"
"Mas tidak bercanda, Mas memang jadi tukang ojek online." Jawab Dirga lagi.
"Apa-apan kamu, gak! Aku gak mau kamu jadi tukang ojek online! Malu maluin aku aja, nanti apa kata tetangga dan teman temanku Mas! Apa kata mereka kalau kamu jadi tukang ojek online, mereka semua pasti menertawakanku kalau suamiku kerja jadi tukang ojek online" kesal Rihana.
"Ini juga pekerjaan sayang, Kalau Mas gak jadi tukang ojek online gimana Mas mau dapat penghasilan, mas juga harus dapat uang buat kebutuhan kamu, biar kamu gak perlu kerja lagi"
"Bisa kan Cari kerjaan lain! Kenapa harus tukang ojek online! Aku bisa malu tau gak!" Rihana sangat marah dengan Dirga.
"Sayang, Jadi tukang ojek online juga halal kok, dari pada mencuri atau merampok yang sudah pasti berpenghasilan haram, lebih baik jadi tukang ojek online" Jawab Dirga masih dengan kesabarannya
"Sudahlah Mas mau berangkat dulu, doain Mas biar orderan banyak hari ini biar bisa ngasih kamu uang lagi." Ucap Dirga tanpa melihat lagi kebelakang
"Mas tunggu, aku belum selesai bicara, mas!" Teriak Rihana saat Dirga melajukan motornya.
"kenapa jadi Malu maluin banget sih itu suami kamu Na, dapet kerja ternyata cuma jadi ojek online, haduh mau di taro dimana coba muka Ibu ini, nanti pasti Ibu di maki-maki sama Ibu Ibu warung kalau mereka tau Dirga jadi tukang ojek online."
"Duhh Bu, Aku juga malu tau Bu, tapi mau gimana lagi coba?"
"kamu harus Suruh suami kamu cari kerjaan yang lain, cari kerjaan yang seenggaknya pakai baju yang rapih, kerja nya yang di kantor disebuah perusahaan gitu, ini kok malah nyambi kerjaan jadi tukang ojek online"
"Ya Ibu bener, nanti aku bilang ke Mas Dirga lagi kalau dia sudah pulang" Jawab Rihana menurut apa kata Ibunya.
"sekarang kamu nyesel kan! kamu sekarang malah berhenti kerja di tempat Diana, tau begini kamu harusnya jangan resign"
"Iya aku nyesel banget Bu, kalau tau begini keadaannya lebih baik aku kerja aja sama Mba Diana,"
"Harusnya kamu tanya dulu sama suami kamu itu semalam, dia kerja nya apa? Kerjanya dimana? jangan asal aja kamu langsung bilang mau resign ke Mba mu, ujung ujung nya kamu juga yang susah sekarang."
"Aku mana tau sih Bu kalau Mas Dirga jadi tukang ojek online, setau aku kan Mas Dirga selalu kerja di kantor, jadi aku kira dia kerja nya di perusahaan lagi."
Bu Yanah merengut kesal, Bu Yanah tadinya sudah senang karna Dirga sudah dapat kerja, tapi seketika suasana hatinya berubah 180°, sekarang Bu Yanah malah jadi tambah kesal lagi pada Dirga yang ternyata kerjanya hanya jadi tukang ojek online dan bukan bekerja di dalam kantor.
...****************...
Diantara ruko-ruko yang berjajar Dirga berhenti di sisi jalan sambil mengaktifkan aplikasi, dia berharap dapat orderan pertama pagi ini
"Mana ya orderan kok belum ada yang masuk satupun, apakah emang sesusah ini nyari orderan?" Gumam Dirga yang tak henti Dirga yang sedari tadi memperhatikan handphone nya.
Tak lama kemudian Handphone Dirga bergetar, senyumnya mengembang dikala dia melihat notifikasi dari aplikasi Ojol untuk orderan pertamanya.
"Alhamdulilah akhirnya dapat juga." Ucap Dirga sangat senang saat orderan masuk ke Handphone nya.
Sesuai yang diarahkan pegawai kantor Ojol, pertama-tama Dirga menelfon penumpang itu untuk memastikan memesan atau tidaknya.
setelah fix jemputan dia meminta agar penumpang nya tersebut menunggu.
Tak jauh dari lokasi terlihat seorang perempuan sedang berdiri disisi jalan.
Namun Karna Dirga masih baru dan belum sedikit yakin, dia terus memperhatikan map yang ada di aplikasi nya untuk melihat jalan dan titik penjemputan.
Setelah dirasa titik penjemputan tepat pada seorang perempuan tersebut, barulah dia berhenti
"Permisi, apa benar Mba yang pesan Ojol?" Tanya Dirga menghampiri perempuan tersebut.
"Oh iya benar, Ojol kan?" Tanya nya
"iya mba, mari saya antar"
Dengan perasaan canggung dan jantung berdegup dia mencoba bersikap seperti yang sudah diarahkan pihak kantor saat menghadapi pelanggan.
"Silahkan dipakai dulu helm nya mba" Dirga memberikan helm pada penumpangnya dan kemudian dia naik ke atas motor nya Dirga.
"Alamat sesuai di map ya Mba ?" Tanya Dirga yang sedang mengendarai motornya.
"Iya benar ikutin map saja." Jawab nya.
Dirga mengendarai motornya sambil melihat map yang ada di handphone nya.
Dirga tidak asing dengan jalan yang dilaluinya, itu membuat tugas mengantar perdananya semakin mudah.
setelah beberapa lama waktu berlalu, akhirnya sampai di tempat tujuan.
"uang pas ya mas" kata penumpang Dirga memberikan uang
"Iya Makasih ya Mba." Jawab Dirga saat menerima uang tersebut
"Sama-sama mas, mari saya permisi"
"Silahkan mba" jawab Dirga "Alhamdulillah panglaris" gumamnya
Setelah itu Kemudian Dirga melajukan motor nya menyusuri area sekitar titik pemberhentian penumpang pertamanya, Dirga mengendarai motornya dengan pelan pelan sambil menunggu orderan berharap dapat orderan berikutnya disekitar daerah tersebut.
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 47 Episodes
Comments
si canum
semangat kak
2024-01-19
0
Rm Noteee
Saling support/Ok/
2024-01-16
0