"Pake nanya segala! Kamu tau kalo aku mau kamu itu kerja kaya dulu lagi, yang kerjanya dikantoran, bukan kaya sekarang"
"Aku juga mau nya gitu, tapi mau apa dikata, kamu kan tau sampai sekarang belum juga ada panggilan, kenapa kamu selalu memaksakan kehendak begini" Kata Dirga yang sudah kehabisan rasa sabar
"Ya terus mau sampai kapan kamu kaya gini Mas! aku pusing mikirin nya kalau kamu kerja nya gak tentu hasil nya gini!"
"Iya aku ngerti Dek! Aku juga lagi berusaha, Mas jadi tukang Ojek online untuk batu loncatan dulu, nanti Mas bakalan berhenti ngojek kalo udah dapat kerjaan baru, kamu tolong yang sabar dulu." Kata Dirga.
"Cuma bisa ngomong Sabar terus kamu itu Mas! capek aku dengarnya" Kesal Rihana.
Dirga hanya bisa mengelus dada mendengar kata-kata istrinya.
Dia lebih memilih keluar dari pada terus dikamar, itu hanya akan menambah suasana menjadi semakin runyam untuknya.
Dalam hati kecilnya Dirga sebenarnya ingin sekali usahanya dihargai oleh istrinya, dia melakukan semuanya semata-mata ingin membahagiakan Rihana.
Tapi yang ada sebaliknya, Rihana tak pernah merasa puas dan cukup, dia selalu menuntutnya untuk kerja di kantoran seperti dulu, untuk menjaga gengsinya.
Diteras Dirga duduk termenung, Baginya suasana diluar rumah masih lebih tenang dibanding didalam kamar yang seharusnya menjadi tempat istirahat fisik dan fikirannya.
Rihana pun sekarang sangat berubah sikapnya.
Padahal Dirga ingin sekali membahagiakan istrinya dengan cara-cara yang dia mampu, dia tak mau kalau istrinya mengalami kesulitan.
Entah harus bagaimana lagi dia mencari cara untuk menyenangkan Rihana.
Ditengah usahanya untuk membohongi hati yang kalut, tapi tetap saja kebutuhan perut tak bisa dibohongi.
Pagi ini harusnya semua berkumpul untuk sarapan sebelum berangkat kerja
Sebenarnya dia sudah enggan untuk ikut makan bersama, tapi semua uangnya sudah terlanjur diberikan kepada Rihana, yang ada hanya uang sisa untuk isi bensin, bagaimanapun tak mungkin dia menggunakannya.
...****************...
"Pagi ini Sarapan pake lauk ayam goreng rupanya, baguslah dari pada kemarin yang cuma lauk tempe tahu aja." Celetuk Bowo membuat Dirga menoleh saat baru akan ikut duduk dimeja makan.
Bowo terlihat menyunggingkan senyumnya yang terkesan tidak ramah pada Dirga.
"Walau makan cuma lauk tempe tahu juga kalian taunya cuma makan doang." Sahut Rihana.
"Jangan mentang-mentang kamu yang beli sampai sampai kamu omongin, Han!" Jawab Diana membela suami nya.
"Mba suami kamu tuh ngomong nya gak pake difikir dulu, padahal kan walau lauk nya cuma seadanya, belinya juga pakai uangku." Jawab Rihana yang mulai tersulut emosi
"Mending kita makan dulu." Ucap Dirga kepada Rihana yang sudah tersulut emosi.
"Gimana Ga jadi tukang ojek, enak?" Tanyanya mengandung hinaan.
"Iya Alhamdulilah, biar sedikit tapi bisa kasih ke istri juga bisa kasih makan sekeluarga " Sindir Dirga.
"Oh ya? Tukang ojek saja belagu." Ucap Bowo pelan namun masih terdengar oleh yang lain
Dirga hanya diam saja tak menjawab lagi ucapan Bowo, mereka makan dengan keheningan, Bu Yanah juga menatap kedua mantu nya itu yang tak pernah akur.
Setelah selesai sarapan Diana dan Bowo berangkat kerja bersama, sedangkan Rihana dan Dirga masih duduk di meja makan bersama Bu Yanah.
"Dirga, kemarin katanya kamu marah sama Rihana gara gara Rihana ngasih Ibu uang?" Tanya Bu Yanah kepasa Dirga.
"Bukan nya marah Bu, tapi itu kan uang tabunganku dan juga Rihana! masa iya mau dibuka juga buat kebutuhan diluar tanggung jawabku!
"Apanya yang bukan tanggung jawab? Ibu ini seorang janda, emang salah kalo Ibu minta sedikit uang mu itu?" Ucap Bu Yanah sambil menepuk-nepuk dadanya
"Itu tabungan satu satunya punyaku, dan aku cuma minta ke Ibu jangan selalu minta uang ke kami untuk keperluan pribadi Ibu, soalnya keadaanku sekarang lagi kaya gini, Ibu tolong mengertilah, penghasilanku sekarang hanya pas pasan dan cukup untuk makan aja, jadi kalau untuk arisan Ibu dan keperluan pribadi Ibu aku tidak bisa membantu."
"Ck...Rihana kan anak Ibu jadi Ibu berhak dong minta uang ke dia."
"Hal kaya gitu gak usah disebut Bu! jelas aku tau Rihana anak Ibu, tapi kan keadaan kami lagi susah kaya gini, keadaan kami gak seperti dulu Bu," ujar Dirga.
"Ga, kamu harus tau! Ibu ikut arisaan sampai 2, kalo bukan ke anak-anak, harus kesiapa Ibu minta untuk bayar"
"Mohon maaf sebelumnya Bu, kalo boleh aku saranin Ibu sebaiknya jangan ikut ikut arisan lagi kalo yang sekarang udah selesai, bukan bermaksud apa-apa, tapi yang dikhawatirkan Ibu kesulitan lagi buat bayar nya kaya tempo hari, Ibu tidak punya penghasilan masa Ibu mau ikut arisan kaya Ibu Ibu yang laen?" Ucap Dirga terus berusaha sesopan mungkin agar tak menyinggung.
"Kamu tuh kok ya pelit banget jadi menantu sih Ga, bayar arisan hanya 500 ribu aja kok perhitungan, dasar pelit banget jadi menantu!" Jawab Bu Yanah yang semakin keras kepala
"Ya terserah Ibu aja, yang terpenting kalau Ibu sibuk minta uang arisan lagi ke kami maaf aku tidak bisa bantu Ibu!" Kata Dirga.
"Mas, sudahlah Mas kamu itu kok bicara sama Ibu kaya gitu sih! gak sopan tau gak" Ucap Rihana membela Ibunya.
"Aku cuman mau yang terbaik aja Dek di keluarga ini, aku ngomong seperti itu karena kasian dengan Ibu! dari pada Ibu ikut arisan tapi pusing bayar nya, kan lebih baik jangan ikut sama sekali"
"Yang ikut arisan Ibu, kok, kamu yang pusing, dasar! Jadi menantu kok pelit banget!" Celetuk Bu Yanah meninggalkan Dirga dan Rihana yang masih duduk di meja makan.
Bu Yanah memilih pergi keluar menuju rumah tetangga nya yang tak jauh dari rumahnya.
"Liat tuh Mas! Ibu jadi marah kan, kamu sih." Rihana menegur suami nya.
"Biarin aja Dek, apa yang Mas katakan itu benar kok untuk kebaikan Ibu." Jawab Dirga.
"Tapi Ibu tidak suka kamu nasehatin seperti itu."
"Ya udah terserah Ibu aja, mau suka mau tidak Mas juga tidak memaksa Ibu kok, jadi nanti kalau Ibu pusing ya udah jangan bawa bawa kita lagi, soalnya aku aja sekarang udah pusing mikirin keuangan kita, masa iya Ibu kamu bikin aku tambah pusing juga," Ucap Dirga.
...****************...
"Bu Yanah kenapa kok muka nya cemberut gitu?" Tanya tetangga Bu Yanah yang melihat dia datang
"Tidak apa apa Bu, biasa lah kecapean habis masak." Jawab Bu Yanah beralasan.
"Oh kirain kenapa."
"Ngomong-ngomong Bu Yanah, sih Dirga sekarang jadi tukang ojek ya?" Tanya Bu Onah pemegang uang arisan.
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 47 Episodes
Comments
Cie Vhtree Ajah
Bu yanah ini minta dicarok sama mat hasan apa ya
2024-01-29
1