Diterima Kerja

"Mas sudah deh jangan berisik! Pokoknya besok aku mau melamar kerja, dan kalau keterima aku langsung kerja, seharus nya kamu bersyukur Mas istrimu ini mau kerja, kalau kamu mah bisa nya sabar sabar doang, aku ini butuh makan, butuh skincare, butuh perawatan, bukan butuh ucapan sabar dan sabar." Geram Rihana.

Dirga menghela nafasnya, akhirnya Dirga pasrah dan membiarkan istrinya yang terus bersih keras ingin bekerja.

"Yasudah kamu boleh bekerja, tapi kalau Mas sudah dapat pekerjaan kamu berhenti ya sayang jangan kerja lagi." Ucap Dirga dengan lembut.

"Oke, aku akan berhenti bekerja kalau kamu sudah dapat pekerjaan lagi, aku juga tidak mau sebenernya capek capek bekerja, cuman mau gimana ekonomi kita lagi begini. Ya itung itung aku bantu kamulah."

"Yasudah sayang tidur yuk sudah malam." Kata Dirga mengajak Rihana untik tidur.

"Kamu tidur duluan saja Mas, aku masih menyiapkan ini semua."

"Besok aku pakai motor kamu ya Mas untuk naruh lamaran ke tempat kerjaan nya Mba Diana."

"Loh kamu mau kerja di tempat nya Mba Diana?" Tanya Dirga.

"Iya Mas, aku mau kerja disana ." Jawab Rihana.

"Bukannya Mba Diana kerja sebagai SPG ya Dek?" Tanya Dirga.

"Apasih Mas, Mba Diana itu jadi kasir minimarket bukan SPG!" Bantah Rihana.

"Masa iya sih Dek?" Dirga tak percaya karna Dirga pernah melihat Diana di Mall kerja sebagai SPG.

"Kalau kamu kerja di tempat Mba Diana berarti nanti pakaianmu seksi dan terbuka, Mas tidak suka kamu penampilan nya seperti itu."

"Mas jangan berisik deh, aku ini belum kerja loh jadi jangan sok tau, baru saja mau melamar kerjaan sudah sibuk komentar saja kamu ini."

"Yasudah lah sayang, tapi kalau misalnya kamu keterima jangan pakai pakaian kaya Mba Diana ya, Mas tidak mau tubuh istri Mas dilihat oleh mata lelaki lain."

"iya bawel bange sih kamu mas." Gerutu Rihana.

Dirga belum juga tidur karna Rihana belum tidur, Dirga menunggu Rihana untuk tidur tapi Rihana malah keluar dari kamar nya.

"Mau kemana sayang?" Tanya Dirga saat Rihana hendak keluar dari kamar.

"Aku haus Mas, mau minum." Jawab Rihana dan berjalan keluar dari kamar nya.

Saat Rihana keluar dari kamar nya ternyata Diana masih mengobrol dengan Ibunya.

"Mba, aku sudah siapkan lamaran untuk besok, aku titip ke kamu saja atau aku yang kesana?" Tanya Rihana.

"Langsung kesana saja, biar nanti sekalian interview kalau keterima." Jawab Diana.

"Oh oke Mba, kok belum tidur Mba?"

"Iya lagi nunggu Mas Bowo belum pulang." Jawab Diana.

"Tumben banget sudah malam begini belum pulang?"

"Biasa Ra lembur, biar banyak uang." Kata Diana menyindir.

"Wah lumayan dong ada lemburan, berarti Ibu nanti bisa minta uang ke Mba Diana ya Bu?" Lirik Rihana ke Ibunya.

"Iya Mbamu dan suami nya ini kan memang banyak uang, jadi Ibu bisa minta ke Mbamu, yakan Tri?" Bu Yanah tersenyum menatap Diana.

"Soal duit saja cepet." Kesal Diana.

"Tentu dong, apa lagi Ibu mau bayar arisan, jangan lupa loh, sama sekalian minta dengan suamimu untuk Ibu belanja." Kata Bu Yanah.

"Ya nanti aku mintain Bu." Jawab Diana kesal.

Rihana ke dapur untuk mengambil minum, lalu membawa gelas berisi air itu kedalam kamar nya.

Saat Rihana masuk ternyata Dirga belum tidur.

"Udah selesai sayang ngobrolnya sama mba dan Ibu?"

"Iya udah, kenapa emangnya?"

"gak apa-apa ko sayang, mas cuman tanya aja"

"udah ahh mas, aku ngantuk"

Beberapa hari yang lalu saat Dirga masih belum terkena PHK, Rihana selalu perhatian dan manja tiap sebelum tidur, tapi sekarang Rihana sangatlah cuek, sangat berubah setelah Dirga tak bekerja, bahkan tidur saja sekarang selalu memunggungi Dirga.

Dirga menatap istri nya yang sedang tidur memunggungi diri nya, Dirga mencoba memeluk istrinya dari belakang agar istrinya tak cuek lagi dengan nya.

tabuh berbunyi gemparkan alam sunyi,, berkumandang suara Adzan

mendayu memecah sepi, selang-seling sahutan ayam

Dirga bangun untuk melaksanakan sholat subuh, dia juga tak lupa untuk membangunkan istri nya yang masih tertidur pulas.

"sayang ayok bangun...!" Dirga mengusap punggung kaki Rihana.

"sayang bangun, sholat subuh yuk." Kata Dirga lagi karna istri nya belum kunjung bangun.

"Mas aku masih ngantuk" terdengar serak ucapan Rihana. "bisa gak sih mas kamu tuh gak usah berisik!" Bentak Rihana.

"Simpan buat nanti ngantuknya sayang, kita bangun buat sholat dulu. Nanti di lanjut lagi tidurnya." ajak Dirga penuh kelembutan

"Kalau mau sholat ya sholat saja Mas jangan ganggu tidur aku, kamu inihh!" geram Rihana yang membalikan badan dan memunggungi suaminya

Rihana menarik selimutnya dengan mata yang masih terpejam.

"Astagfirullah, ampunilah istri hamba yang masih melalaikan kewajiban atas perintahmu Ya Allah, berikanlah hidayah untuk kami" doa Dirga dengan suara yang kecil

dengan terpaksa meninggalkan istrinya yang sudah kembali tidur, Akhirnya Dirga bangun sendiri dan mengambil wudhu, Dirga menggelar sejadah nya dan sholat sendiri.

...****************...

Sekitar waktu sudah menunjukan pukul 6 barulah Rihana bangun dari tidurnya

Sesuai rencana, pagi ini Rihana sudah siap untuk menaruh lamaran di tempat kerjaan kakaknya.

"Mas aku minjem motor kamu ya." Ucap Rihana mengambil kunci motor Dirga yang berada di atas nakas.

"Mas antar saja sayang" Kata Dirga.

"Oh ayok berangkat." Ajak Rihana.

Dirga langsung mengeluarkan motornya dan mengantar Rihana.

"Sudah lama ya kita tidak jalan jalan berdua seperti ini sayang." Ucap Dirga yang sedang mengendarai motornya.

"Sering kok waktu itu tapi lebih sering keluar kalau malam."

"Nanti kamu mau gak habis naruh lamaran kita jalan jalan dulu." Kata Dirga.

"gimana nanti saja ya Mas." Rihana sebenar nya mau tapi Rihana tau suami nya ini tidak punya uang, apa lagi kalau jalan jalan tidak jajan.

25 menit di perjalanan akhirnya Rihana dan Dirga sampai.

"yang, Mas tunggu disini apa pulang aja?" Tanya Dirga.

"Tunggu sini aja dulu, nanti kalau misalnya aku lama aku kabarin kamu." Jawab Rihana.

"Oh yasudah sayang, semangat ya." Akhirnya Dirga menurut dan menunggu di depan Mall.

Karna cuaca sudah mulai panas jadi Dirga mencari tempat untuk berteduh dari sinar matahari, Dirga menunggu istrinya di depan sebuah Ruko yang masih kosong.

Hampir 2 jam lebih Dirga menunggu, akhirnya Rihana keluar dan menghampiri Dirga.

"Sudah selesai sayang?" Tanya Dirga.

"Sudah Mas, tadi aku langsung interview dan besok aku sudah mulai kerja." Jawab Rihana.

"Alhamdulilah, yasudah yuk Dek kita jalan jalan dulu ya." Ajak Dirga.

"Rihana hanya mengangguk saja."

Setelah mencari-cari Dirga mengajak Rihana untuk duduk di tempat penjual es kelapa muda.

"Tidak bisa apa Mas kalau ngajak itu di tempat yang bagus, ke cafe gitu?"

"Mas gak ada uang kalau kesana, disini saja ya lebih murah, lagian kan pas tuh sama cuaca nya kalau minum es." Kata Dirga sambil menunjuk kearah langit yang cerah berwarna biru

"halah, kamu ini gak bisa apa nyenengin aku mas." Jawab Rihana dengan kesal.

Terpopuler

Comments

si canum

si canum

paragraf pertama kaya lagu/Facepalm/

2024-01-19

0

lihat semua

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!