Pagi pagi sekali Bu Yanah sudah bangun dan memasak untuk sarapan, Bu Yanah memang selalu memasak untuk sarapan.
Selesai memasak Bu Yanah meletakan semua masakan nya di meja makan untuk di makan bersama nanti dengan anak-anak dan mantu-mantunya.
Diana dan Bowo sudah mandi dan sudah siap untuk berangkat kerja, Diana dan Bowo duduk di meja makan bersama dengan Bu Yanah.
Rihana da suami nya juga datang dan ikut duduk di meja makan.
"Kamu mau kemana?" Tanya Bu Yanah menatap Dirga yang sudah rapih, padahal semalam Rihana bilang suami nya sudah di pecat dari kantor nya.
"Mau mencari pekerjaan baru Bu" Jawab Dirga.
"Iyalah harus begitu, kalau laki mah harus bekerja, kalau tidak bekerja malu sama orang-orang" sahut Bowo.
"Oh mau mencari pekerjaan, bagus deh kalau punya pikiran seperti itu" Ujar Bu Yanah Tanpa mengalihkan pandangannya kearah Dirga.
"Aku akan usahain agar mendapat pekerjaan, aku akan memasukan semua lamaran ke perusahaan yang membuka lowongan" Ucap Dirga.
"Ya semoga keterima ya" kata Bu Yanah dengan senyuman.
"Iya Bu makasih" Jawab Dirga.
"Bu aku berangkat ya" Ucap Diana dan suami nya setelah selesai sarapan.
Diana memang bekerja dari waktu masih gadis, Diana juga sama seperti Rihana sama sama belum memiliki anak.
Diana bekerja sebagai kasir di minimarket, sedangkan suaminya bekerja di perusahaan teman nya, tapi Bowo jarang sekali memberi Diana uang, bahkan selalu Diana yang keluar uang, gaji Diana selalu habis untuk kebutuhan nya dan juga suami nya.
"Dek Mas berangkat ya, doain agar Mas dapat kerja lagi" Ucap Dirga.
"Iya Mas hati hati ya" Jawab Rihana mencium punggung tangan suami nya dengan khidmat, Rihana sangat berharap Dirga mendapat pekerjaan lagi hari ini.
Setelah suami nya berangkat bekerja, dirumah ini hanya ada Rihana dan Ibunya, Bu Yanah lebih sayang kepada Diana karna Diana bekerja sedangkan Rihana hanya dirumah saja. Bu Yanah juga lebih sayang dengan Bowo di banding Dirga karna yang Bu Yanah tau Bowo lebih kaya dan banyak uang di bandingkan Dirga.
Dengan semangat 45 yang menggebu-gebu, ditambah layanan sang istri semalam Dirga melangkah keluar rumah dengan percaya diri.
Dia menghidupkan motornya, dan melajukan motornya ke setiap perusahaan yang membuka lowongan, Dirga mendapatka info lowongan dari iklan dan juga koran yang dia baca kemarin.
Dirga berharap hari ini dia bisa langsung di terima kerja, dengan sangat bersemangat Dirga menuju kantor tersebut untuka melamar pekerjaan.
Sampai di salah satu perusahaan, Dirga langsung bertanya kepada staf yang ada disana dan memberitahukan perihal tujuannya datang keperusahaan, dia ingin menitip lamarannya.
"Maaf Pak sedang tidak ada lowongan di kantor ini" Ucap seorang staf perempuan yang ada di kantor itu saat Dirga menitipkan lamarannya.
Kedua alis Dirga terpaut mendengar ucapan staf tersebut "Tapi kemarin saya lihat di kantor ini ada lowongan Pak" Jawab Dirga.
"Dapat informasi dari mana?" Tanya staf itu
"Dari iklan dikoran Bu" Jawab Dirga.
"Maaf Pak, iklan itu dibuat satu bulan yang lalu, dan sekarang sudah tidak ada lowongan lagi, karna kantor ini sudah dapat orang."
Dirga sangat kecewa, tapi Dirga tak menyerah begitu saja.
"Makasih Bu kalau gitu, saya permisi" Ucap Dirga, Dirga pergi dan meninggalkan perusahaan tersebut.
Dirga akan melamar ke kantor kantor lain, apa lagi ini masih pagi jadi Dirga masih banyak waktu dan masih sangat bersemangat.
Dengan mengendarai motornya, Dirga sambil melihat kanan kiri, Dirga berharap mendapatkan info atau lowongan yang lain.
...****************...
"hei Rihana, Kalau suami kamu gak dapet kerja hari ini gimana?" Tanya Bu Yanah yang mulai duduk disamping anaknya.
"Ibu kok malah bicara seperti itu sih Bu, bukan nya di doain malah bicara seperti itu." Kesal Rihana.
"Iya Ibu doain, kan kalau dapet kerja Ibu juga dapet uang nya" Jawab Bu Yanah.
"Masak apa hari ini? Ibu sudah tida ada uang soalnya" kata Bu Yanah.
"Memang nya Mba Diana gak ngasih uang sama Ibu?" Tanya Rihana.
"Diana ngasih uang nya bulanan, kalau sekarang dia belum gajian" Jawab Bu Yanah.
"Teus suaminya? Masa suami nya gak punya uang sama sekali Bu, gak bisa ngasih Ibu gitu?" tanya Rihana mulai kesal
"Ya nama nya orang kantoran pasti gajian nya juga sama bulanan, suami kamu dulu juga kan gitu."
"Yasudah kalau gitu biar aku kewarung" Ucap Rihana dan langsung pergi
Rihana pergi ke warung, karna dia tidak mau membiarkan ibunya berbelanja dan memberikan semua uang ke Ibunya, karna Rihana yakin kalau uang sudah jatuh ke tangan Ibunya pasti langsung habis dalam sekejap.
Rihana ingin berhemat sampai suami nya dapat pekerjaan lagi.
Sampai di warung Rihana hanya membeli tempe dan tahu, serta sayur bayam. Kali ini Rihana tidak membeli makanan sejenis ayam atau ikan.
Setelah membayar belanjaan nya, Rihana pulang kerumah dan memberikan belanjaan itu ke Ibunya.
"Nih Bu!" Tania meletakan belanjaan nya di meja, Bu Yanah langsung melihat apa saja yang Rihana beli.
"Hanya beli ini saja?" Tanya Bu Yanah.
"Iya Bu, gak ada uang soalnya" Jawab Rihana.
"Aduh pasti suami nya Mba kamu gak suka makanan kaya ginian Han, beli ikan sana!" Perintah Bu Yanah.
"Kalau gak suka ya biarin gak usah makan, kaya gitu saja kok ribet, kalau dia mau makanan yang enak ya suruh beli sendiri lah Bu, kenapa Ibu yang pusingin"
"Kamu tuh gak kasian apa sama Mba mu dan suami nya, mereka biasa makan makanan yang enak masa di kasih lauk tempe dan tahu.
"Haduh kalau tidak mau pusing, biar aku saja yang masak tapi ingat mereka jangan ada yang makan, ibu juga kalau gak mau makan ini biar aku dan Mas Dirga saja yang makan ." Geram Rihana, Rihana kesal karna Ibu nya masih membela Mba Diana, tapi Ibunya gak pernah memikirkan perasaan nya.
Rihana juga sebenar nya tidak mau makan makanan seperti ini, tapi mau bagaimana lagi, skincare
Rihana juga sudah mau habis jadi Rihana harus lebih berhemat, tapi Ibunya malah gak pernah memikirkan perasaan nya.
Rihana lebih mementingkan perawatan wajah nya dari pada perut orang orang di rumah ini.
...****************...
"Asalamualaikum!" Ucap Dirga yang baru sampai rumah.
"Walaikum salam." Jawab Rihana menyambut suami nya, Rihana sudah tak sabar mendengar kabar tentang pekerjaan dari suami nya.
"Mas gimana sudah dapat pekerjaan belum?" Tanya Rihana.
"Dek tolong ambilkan Mas minum dulu dong, Mas haus nih" kata Dirga.
"Oh ya Mas!" Dengan sigap Rihana langsung mengambil segelas minum untuk suami nya.
"Nih Mas minum nya." Rihana memberikan 1 gelas minum ke suami nya.
"Panas banget cuaca hari ini." Ucap Dirga.
"Terus gimana Mas? Sudah dapat pekerjaan belum?" Tanya Rihana lagi.
"Mas sudah memasukan lamaran di beberapa tempat Dek, tinggal nunggu panggilan saja, semoga saja di salah satu perusahaan itu menelfon Mas." Ujar Dirga.
"Kirain aku sudah dapet kerjaan." Rihana jadi cemberut.
"Sabar dong Dek, nyari kerjaan itu gak mudah, tapi semoga saja gak sampai seminggu Mas sudah dapet panggilan, ambilin Mas makan dong Dek Mas lapar."
"Ambil saja sendiri Mas!" Rihana yang jengkel meninggalkan suami nya dan masuk kedalam kamar.
Dirga pergi ke meja makan didapur dan menyendok nasi kedalam piring nya, saat di lihat ternyata hanya ada lauk tahu dan tempe saja.
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 47 Episodes
Comments
♀️Mari_Mar🍀
pengen jitak kepalanya Bu Yana biar sadar, jabatan manager gk pernah ngasi uang di banggain, ya...pait. manusia Pekok/Smug/
2024-01-26
2
🌺Bunga🔪Yang🔪Indah☠hiatus 📴
kayak ibu gue gomong nya/Sweat/ padalan cari kerjaan itu susah /Sweat//Facepalm/
2024-01-26
1
Cie Vhtree Ajah
mending padahal, dari pada gak makan
2024-01-24
1