cuman mau bilang jika ini cerita fiksi ya..teman teman , jadi jika ada unsur medis di dalam cerita enggak ada hubungannya dengan dunia nyata ,
Terima kasih 😊
Setelah insiden ledakan di kantin tadi , semua siswa di pulangkan oleh para guru dan setelah itu para guru melakukan rapat dadakan mengenai yang terjadi di lingkungan sekolah mereka.
Sedangkan Adelia di bawa keruang khusus yang biasa Eldrik dan teman temannya pakai , hanya ada Adelia , Freya dan Vano di ruangan itu.
Eldrik dan Ravindra sedang rapat dengan para guru terkait masalah ini , karena Eldrik adalah cucu pemilik yayasan makanya setiap keputusan ada di tangan Eldrik.
"Adel enggak apa apa?"ucap Freya yang melihat Adelia duduk di sofa sambil memejamkan matanya.
"Hem..."
Hanya itu respon Adelia yang membuat Freya dan Vano menaikan satu alis bingung dengan sikap Adelia.
"Lo bener enggak apa apa Del?" ucap Varo memastikan.
Adelia membuang nafas lelahnya , dia tidak ingin bicara karena nafasnya sedang sesak akibat efek dari ledakan tadi , karena itulah dia tidak ingin terlalu membuang tenaganya untuk bicara sekarang.
"Van..lo bisa anterin Freya pulang?"ucap Adelia yang mencoba menegakkan tubuhnya melihat ke arah Vano.
"Terus lo di sini sendirian?"bimbang Vano.
"Ya.."
"Freya bisa suruh kakak buat jemput kok , jadi enggak perlu di anter pulang"sahut Freya.
"Jangan...kakak lo enggak boleh pergi sendiri ke luar rumah , biar Vano yang anter lo dan bisa titip pesan sama kakak lo?"
"Adel kenal kakak Freya?"ucap Freya bingung.
"Iya , katakan pada kakak lo apa 'Alpa ' ada sama dia?"
"Siapa Alpa?"bingung Freya.
"Freya...pulang..." ucap Adelia yang sudah merasakan sakit di tenggorokan nya juga nafasnya yang mulai tak beraturan.
"Sialan gue semakin sesak nafas , sebenarnya apa yang mereka lakukan pada penemuan gue" batin Adelia kesal karena menyadari akibat dari kecerobohan nya dulu.
"Lo udah datang Drik? kayaknya Adel lagi enggak baik baik aja?"ucap Vano yang melihat Eldrik sudah kembali dari rapatnya.
Dengan tergesa gesa Eldrik menghampiri Adelia yang terlihat memegangi dadanya.
"Kamu enggak apa apa sayang?"cemas Eldrik yang melihat Adelia yang mulai pucat.
Adelia menggeleng lemas saat di tanya Eldrik , sedangkan Eldrik yang tahu jika Adelia tidak baik baik saja , Eldrik langsung mengendong Adelia ala bridal style untuk bergegas membawa Adelia ke rumah sakit.
"Vin bawa mobil dan hubungi dokter Sherly dan lo Van anter Freya dan hubungi Alvin , gue tunggu di rumah sakit"ucap Eldrik sambil berjalan cepat di ikuti Ravindra yang berlari lebih dulu untuk mengambil mobil Eldrik.
"Freya mau ikut ke rumah sakit"sahut Freya yang juga khawatir dengan kondisi Adelia.
"Enggak bisa sekarang , bukankah tadi Adel punya pesan buat kakak Freya jadi mending lo pulang dulu"sambil memegang tangan Freya yang juga ingin menyusul kepergian Adelia yang di bawa Eldrik kerumah sakit.
"O....iya....Freya lupa"sambil menepuk jidatnya karena hampir melupakan pesan untuk kakaknya tadi.
"Kalau gitu ayo pulang"ucap Vano yang kemudian pergi meninggalkan sekolah dan sambil mengandeng tangan Freya untuk mengantarnya pulang , tapi sebelum itu Vano sudah mengirim pesan pada Alvin sahabat mereka di dunia bawah.
................
Grisham Hospital
Eldrik terlihat berjalan mondar mandir di depan UGD , pikirannya bercabang mengenai masalah yang terjadi hari ini , Eldrik takut jika apa yang terjadi hari ini ada hubungannya dengan organisasi bawah yang dia pimpin dan dia takut jika Adelia akan terlibat ke dalamnya.
"Tenanglah Drik , Adelia pasti baik baik aja"ucap Ravindra menenangkan Eldrik yang terlihat sangat khawatir.
Bahkan sekarang dia sudah terlihat kacau dengan kemeja yang sudah berantakan dengan lengan kemeja yang dia singsingkan hingga siku membuat urat urat lengannya terlihat menonjol.
Eldrik membuang nafas lelah lalu menghempaskan dirinya di kursi panjang di depan UGD.
"Gue enggak bisa jaga Adel"ucap Eldrik sambil menunduk dan mencengkram rambutnya , khawatir akan Adelia yang masih di periksa dokter.
Ravindra menghela nafas sambil menepuk bahu Eldrik mencoba untuk menguatkan sahabatnya ini , dia tidak menyangka jika pengaruh Adelia sangat besar seperti ini , bahkan Eldrik tidak pernah seperti ini pada gadis manapun meski banyak gadis yang mendekatinya , dan pilihannya malah jatuh pada Adelia yang bahkan dulu selalu menolaknya.
Tak lama setelah mereka menunggu di sana seorang dokter terlihat keluar dari UGD dan Eldrik yang tadinya duduk langsung berdiri saat tahu pintu UGD terbuka.
"Dokter Sherly bagaimana keadaan kekasih saya?"ucap Eldrik tegas namun tersirat ke khawatiran yang dalam.
"Tuan muda tenang saja kondisi nona sudah stabil , meski tadi di tubuh nona ada sedikit reaksi dari zat kimia yang membuat nona sesak nafas , tapi semua sudah di bersihkan dan pernapasan nona sudah stabil meski sekarang masih di bantu dengan selang oksigen , tapi kondisi nona sudah jauh lebih baik"jelas dokter Sherly.
"Zat kimia apa dok?"tanya Ravindra yang penasaran sedangkan Eldrik masih mencerna perkataan dokter tadi.
"Em...mungkin seperti efek samping jika kita mengkonsumsi makanan atau sesuatu yang sudah terkontaminasi dengan unsur kimia yang membahayakan tubuh tanpa kita ketahui" ucap dokter Sherly menerangkan.
"Mungkin karena efek ledakan tadi , bukankah Adel ada di paling belakang saat ledakan itu terjadi"sahut Eldrik yang mulai paham.
"O..iya..gue baru ingat soal itu"
"Apa ada hal yang lain lagi dokter Sherly?"ucap Eldrik yang sepertinya ada yang di lewatkan dokter Sherly.
"Sepertinya nona juga terkena infeksi tenggorokan hal itu mungkin akan membuatnya kesulitan untuk makan dan minum dalam beberapa hari ke depan"jelas dokter Sherly lagi.
Dan setelahnya brankar yang membawa Adelia keluar ruang UGD dan akan di masukan ke ruang rawat VVIP yang sudah di siapkan asisten Eldrik tadi , tentu saja itu semua karena perintah dari Eldrik.
"Baiklah.."yang kemudian berjalan menyusul brankar Adelia yang di dorong suster tadi menuju ruang VVIP.
"Terimakasih untuk kerja keras nya dokter"ucap Ravindra tersenyum ke arah dokter Sherly.
"Dan tolong jangan diambil hati sikap Eldrik tadi"ucap Ravindra lagi sambil terkekeh melihat sikap dingin dan datar Eldrik pada orang lain dan pada Adelia benar benar berbanding terbalik.
"Hal itu sudah biasa tuan Ravi.."ucap dokter Sherly yang juga ikut terkekeh dengan sikap Eldrik baru saja.
Ravindra mengangguk lalu kemudian pergi meninggalkan dokter Sherly untuk menyusul Eldrik ke ruang rawat Adelia.
Sedangkan di kediaman keluarga Pratama , Audrey yang sekarang sudah menjadi istri dari Galang Pratama terlihat duduk termenung sambil memikirkan mengenai apa yang di katakan Freya tadi.
"Kakak enggak apa apa?"ucap Freya khawatir dengan kondisi kakaknya.
Tak ada respon , Audrey hanya diam sambil memikirkan hal barusan yang di katakan adiknya.
"Dari mana teman Freya tahu soal Alpa? bukankah hanya gue dan Azura yang tahu soal Alpa? lalu apa jangan jangan teman Freya ada hubungannya dengan Azura?" batin Audrey curiga.
"Freya kita ke rumah sakit tempat di mana temanmu di rawat"ucap Audrey yang kemudian beranjak dari duduknya menunju kamarnya untuk mengambil tas dan mengirim pesan pada suaminya , lalu setelahnya mengambil tas berukuran kecil yang sudah dia simpan sejak satu tahun lalu.
"Kakak yakin ingin pergi ke rumah sakit?"ucap Freya yang melihat kakaknya sudah rapi dan berdiri di depannya.
"Ayo.."ajak Audrey.
Freya melihat kearah Vano yang sejak tadi masih menunggu Freya dan saat mendapatkan persetujuan Vano akhirnya mereka pergi ke rumah sakit tempat di mana Adelia di rawat.
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 86 Episodes
Comments
Ani Ani
ada APA ya
2024-06-24
1
Leng Loy
Cepet sadar Del Audrey mau nemuin kamu
2024-06-15
1
Yukii
Part Terseru Genre Fantasi /Drool/
2024-04-01
1