Jika ada kata kata kasar jangan di tiru ya gaes...😉😉
...🌹🌹🌹🌹🌹🌹🌹🌹...
Adelia sudah sampai di rumah setelah di antar Eldrik tadi , sebenarnya dia masih bingung mengenai hubungannya dengan Eldrik , yang di sukai Eldrik adalah jiwa Adelia yang dulu tapi yang ada di tubuh Adelia sekarang adalah jiwa Azura yang belum pernah mengenal yang namanya cinta.
"Apa yang akan terjadi jika dia tahu bahwa jiwa Adelia sudah tidak ada? tapi gue berharap jika jiwa Adelia kelak kembali ke tubuhnya , tentunya setelah gue beresin semua masalahnya"batin Adelia.
Adelia melangkahkan kakinya masuk ke dalam mension , tapi samar samar dia bisa mendengar suara orang di ruang keluarga.
Karena merasa penasaran Adelia mempercepat langkahnya hingga sampai di ruang keluarga yang dia bisa melihat Fely sedang menangis sesenggukan di sana.
"Itu cewek kok sudah sampai sini sih...? punya jurus ngilang apa ya..?" batin ngawur Adelia.
Adelia masih memperhatikan drama di depannya , bahkan mereka belum menyadari kehadiran Adelia.
"Jangan menangis lagi ya sayang...kamu boleh tinggal disini dan nanti bisa satu kamar dengan Adel"ucap Helena Mommy nya Adel.
Adel mengeryit bingung kenapa Helena bisa mengatakan hal itu , kenapa dia meminta Fely untuk satu kamar dengannya yang padahal masih banyak kamar kosong di mension ini.
"Tu cewek emang enggak punya rumah apa? kok mau tinggal di sini sih...terus satu kamar lagi dengan gue ...kayak enggak ada kamar lain aja" gerutu Adelia dalam hati.
"Dek..kok diam di situ?"ucap Mattew yang terlihat baru saja sampai.
"Jika Mattew baru sampai , tu cewek kesini sama siapa? emang sih setelah istirahat tadi gue enggak lihat keberadaannya dimana , apa jangan jangan ..." batin Adelia bingung.
"Lo baru sampe?"ucap Adelia penasaran.
"Iya..."ucap Mattew tersenyum ke arah Adelia.
"Terus tu cewek kesini sama siapa?"
"Sama Daddy.."ucap Arya yang tiba tiba muncul dengan pakaian casualnya.
"Gue yang enggak perhatiin atau gue yang baru sadar jika Daddy nya Adelia itu punya postur tubuh yang bagus , hoot Daddy banget kalau gini mah...." batin nista Adelia.
"Daddy ketemu Fely di mana?"ucap Mattew penasaran.
"Di jalan...dia lagi nangis di jalan makanya Daddy bawa kesini"sambil berjalan menuju di mana sang istri yang terlihat sedang menenangkan Fely.
"Di jalan? itu berarti saat aku anter lo ke kelas lo bukannya masuk kelas malah pergi?" ucap Mattew sambil menatap Fely yang menunduk.
"I...itu ta..tadi.."
"Fely lagi terkena musibah , keluarga nya tiba tiba mengusir nya"jelas Helena yang memotong perkataan Fely.
"Di usir , apa alasannya?"
"Sudahlah Mattew , tidak perlu bertanya jika dia tidak ingin bercerita , biar dia tinggal di sini untuk sementara"ucap Arya yang sudah duduk di sisi sebelah kiri Fely sedangkan di sebelah kanan nya ada Helena.
Posisi duduk yang ambigu itu membuat Adelia terkekeh hingga atensi mereka melihat ke arah Adelia.
"Gue bisa mencium bau bau pelakor di rumah ini"ucap Adelia menyeringai melihat Fely yang juga menatapnya.
"Sekali jalang tetaplah jalang"ucap Adelia lagi.
"Adelia tutup mulutmu!!"teriak Arya yang sudah berdiri dari duduknya.
"Kenapa yang marah Daddy... , si Fely yang di katakan jalang aja diem , la...ini yang sewot Daddy?" ucap Adelia yang tak takut saat di tatap tajam oleh Arya.
"Dia sahabat mu dan apa pantas kamu mengatakan hal itu ?"
"Aku tidak punya sahabat macam dia"
"Apapun itu alasan mu,dia akan tetap tinggal bersama kita di sini dan dia akan sekamar dengan mu"
"Kenapa harus di kamar ku , mension ini punya banyak kamar kan kenapa tak pilih satu untuk dia?"kesal Adelia.
"Sejak kapan kamu jadi anak pembangkang seperti ini!"terlihat Arya yang sudah mengeraskan rahangnya karena sikap Adelia yang tidak mau menurut.
"Tahu apa anda mengenai saya!"bentak Adelia menatap datar Arya.
"Putri yang anda sia siakan itu sudah mati dan kalian yang sudah membunuhnya"ucap dingin Adelia yang menusuk hati Helena dan Mattew.
Sedangkan Arya masih mengeraskan rahangnya mendengar perkataan Adelia.
"Jika anda masih ingin dia tinggal di sini , maka saya yang akan pergi"
Dan setelah mengatakan itu Adelia bergegas menuju kamarnya dan mengunci pintunya dia mengambil ransel hitam di lemari dan memasukan barang barang yang penting ke dalam ransel itu tanpa membawa baju dan juga semua fasilitas dari orang tua Adelia.
Setelah selesai dengan semua itu Adelia membuka pintu dan mendapati Mattew yang sudah ada di sana.
"Dek jangan pergi ya..."ucap Mattew mencegah Adelia agar tidak pergi.
Namun Adelia tak memperdulikan hal itu , dia bahkan terus berjalan tanpa menghiraukan Mattew yang mengikutinya hingga sampai di luar mension dia melihat jika Eldrik baru saja keluar dari mobilnya.
Adelia langsung bergegas menemui Eldrik , namun sebelum dia masuk ke dalam mobil Eldrik Adelia berbalik melihat ke arah Mattew yang menatapnya sendu.
"Kakak harus bisa membedakan yang mana orang yang tulus dengan kakak dan orang yang hanya memanfaatkan kakak saja , jaga Mommy kak..mungkin Mommy akan terluka setelah melihat kelakuan Daddy"ucap Adelia lalu setelahnya dia masuk ke dalam mobil Eldrik di ikuti Eldrik yang juga masuk ke dalam mobilnya.
Dan setelahnya Eldrik melajukan mobilnya menjauh dari kediaman Chalandra , meski masih bingung dengan apa yang terjadi pada Adelia , Eldrik mengabaikan hal itu dan akan bertanya jika Adelia sudah tenang nantinya.
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 86 Episodes
Comments
Ani Ani
lebih pulih orang luar
2024-06-24
1
Leng Loy
Si Daddy udah dikasih jajan kayaknya 😁
2024-06-15
1
Naraa 🌻
Dady nya udh di kasih body nih sama Felly makannya dibelaiin segitunya
2024-05-06
1