Eldrik dan Adelia tiba di sekolah , di parkiran terlihat sudah ada Ravindra dan Vano yang menunggu mereka.
Setelah memarkirkan mobilnya Eldrik turun dan menuju pintu di sisi penumpang lalu membukakan pintu untuk Adelia , para siswa di sana yang sedang memperhatikan mereka sedari tadi merasa penasaran dengan siapa Eldrik berangkat.
Dan saat mendapati Adelia turun dari mobil Eldrik membuat mereka semakin heboh dengan pemandangan yang langka itu.
"Apa mereka pacaran?"
"Tapi kok baru tahu sekarang sih?"
"Aaaa....gue enggak rela"
"Jadi teryata gosip itu benar"
"Wah... si Adel makin hari makin cakep aja , mukanya terlihat natural enggak kayak kemarin yang dandanannya kayak wanita penghibur"
"Ati ati lo kalo ngomong , si Eldrik mukanya udah nyeremin noh....mending diem dari pada hidup lo enggak tenang entar"
Dan begitulah ocehan tak bermutu para siswa yang sedang memperhatikan mereka.
"Enggak usah di dengerin"ucap Eldrik sambil mengusap lembut kepala Adelia.
"Iya.."ucap Adelia tersenyum kearah Eldrik.
Mereka masih ada di parkiran sambil menunggu bel masuk nantinya , seakan ingat sesuatu Adelia melihat ke arah Vano.
"Van maaf ya soal kemarin , enggak seharusnya gue ngomong gitu ke lo"ucap Adelia melihat ke arah Vano yang tadinya fokus dengan ponselnya , kini dia melihat Adelia yang berdiri di sisi Eldrik dan bersandar di sisi mobilnya.
Vano melihat ke arah Eldrik meminta izin untuk bicara pada Adelia , dan saat Eldrik mengangguk Vano lalu kembali melihat Adelia.
"Seharusnya gue yang minta maaf sama lo , gue salah sudah bentak lo dan ngancurin ponsel lo , gue harap lo mau maafin gue Del"ucap Vano menyesal.
"Ok ...anggap aja yang kemarin enggak pernah terjadi"
"Ya..mari berteman"ucap Vano yang ingin menjabat tangan Adelia lalu ditepis oleh Eldrik.
"Ha..ha..ha..jiwa posesif sahabat kita mulai keluar Var , jangan macem macem kalau enggak mau di masukin ke kandang Reon"ucap Ravindra tertawa sambil menepuk pundak Vano yang juga terkekeh dengan kelakuan sahabatnya yang satu ini.
"Emang Reon siapa?"ucap Adelia penasaran.
"Mending lo enggak usah tahu deh Del..entar lo takut lagi ?"
"Tapi...."
Ucap Adelia yang terpotong karena mendengar suara mobil yang baru saja sampai dan berhenti tak jauh dari mereka memarkirkan kendaraan mereka.
Disana Adelia bisa melihat Mattew yang bersikap manis seperti apa yang di lakukan Eldrik pada Adelia hinga mengundang bisik bisik para siswa yang melihat mereka.
"Eh...itu si Fely ya , kok dia enggak di DO bareng sama Chelsea?"
"Iya...si Chelsea aja langsung di DO tapi kok dia masih bisa sekolah di sini?"
"Terus kenapa dia bisa bareng kak Mattew?"
"Apalagi kalo enggak cari mangsa secara dia kan sebelas dua belas sama Chelsea"
"Yoi..kayaknya enggak punya malu tu anak?"
"Orang kayak mereka mah...urat malunya udah putus , bagi mereka yang penting seneng seneng"
"Jijik gua bisa satu sekolah sama cewek kayak gitu , kenapa enggak di keluarin aja sih..bisa ngerusak reputasi sekolah ntar..."
Dan masih banyak lagi ocehan para siswa yang terlihat menyudutkan Fely , sedangkan Fely yang mendengar hal itu hanya bisa menunduk hingga Mattew membawanya pergi meninggalkan area parkiran.
"Lo enggak apa apa Van?"ucap Ravindra yang melihat wajah Vano yang terlihat sendu.
"Gue enggak apa-apa "
"Mungkin benar apa yang dikatakan Adel kemarin jika Fely sudah terbawa ke permainan yang di buat Chelsea dan kayaknya gue enggak akan berjodoh dengannya"ucap Vano lagi sambil melihat ke arah sahabatnya.
"Lo pantes ngedapetin yang lebih dari dia , tinggal tunggu dan bersabar"ucap Adelia mensupport Vano.
"Terimakasih Del"
"Tentu..."Ucap Adelia tersenyum.
"Enggak usah pake senyum juga baby"
"Astaga mode posesif nya kumat lagi , cabut yuk Van daripada jadi obat nyamuk di sini"ucap Ravindra yang kemudia merangkul pundak Vano dan meninggalkan parkiran menuju kelas mereka.
"Ck...nyebelin"sungut Adelia yang juga beranjak pergi menyusul Ravindra dan Vano.
"Sayang kok di tinggal sih..."yang kemudian menyusul Adelia.
"Enggak usah deket deket"
"Enggak mau..pengennya mau sama kamu terus"
"El enggak usah deket deket "
"Enggak mau baby"
"El nyebelin"
"Tapi suka kan"
"Uuwaaa ....tolongin Adel"
Dan hanya suara tawa Eldrik yang terdengar di sepanjang koridor yang mereka lalui , hingga membuat semua siswa yang menyaksikan interaksi mereka berdu memandang iri kearah Adelia.
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 86 Episodes
Comments
Ani Ani
gila bayang
2024-06-24
1
Leng Loy
Jadi gemes sendiri sama mereka
2024-06-14
1
Selviana
Ha..ha...gemes sendiri aku mah.🥰🥰🥰
2024-03-16
1