Adelia terduduk di sofa sambil melipat kedua kakinya di atas sofa dan juga memeluk bantal sofa di pangkuannya.
Pikirannya sedang berkelana entah kemana , setelah melihat sesuatu yang membuatnya menangis tadi , Eldrik membawa Adelia ke apartemen nya , dan di sinilah Adelia yang lagi lagi menghela nafas karena merasa bingung dengan perasaannya sendiri.
"Boleh tahu kenapa kamu menangis tadi baby?"ucap Eldrik yang sudah ada di sebelah nya.
"Menurut lo keluarga itu gimana sih?"
Bukannya menjawab pertanyaan Eldrik , Adelia malah bertanya balik pada Eldrik dan Eldrik hanya tersenyum saat Adelia tak ingin memberitahunya.
"Keluarga?"
"Iya..menurut lo arti dari sebuah keluarga itu apa?"ucap Adelia membenarkan duduknya hingga berhadapan dengan Eldrik.
"Keluarga bagi ku adalah mereka yang selalu ada di saat aku butuh solusi saat aku ada masalah dan mereka yang saling support satu sama lain , juga mereka yang selalu melindungi satu sama lain"
"Tapi sepertinya hal itu tidak ada di hidup gue?"
Sendu Adelia yang teringat jika kehidupan jiwa Adelia yang dulu benar benar jauh dari kata baik , dia yang tidak berani untuk melawan hanya diam dan pasrah akan takdirnya , tapi tidak dengan sekarang karena jiwa yang ada di tubuh Adelia adalah jiwa Azura gadis mandiri dan selalu melawan jika dia tidak salah.
"Mau cerita?"ucap Eldrik sambil mengusap lembut kepala Adelia.
Baru saja ingin bicara Adelia sudah di kejutkan dengan suara ponselnya yang tergeletak di meja , hanya melihat sekilas melihat nama si penelpon membuat Adelia menghela nafas lelahnya , lalu setelahnya ada sebuah pesan dari orang itu yang menyuruhnya segera pulang.
"Ayo ku antar pulang.."ucap Eldrik yang bisa melihat pesan di ponsel Adelia itu dari Mattew dan meminta Adelia untuk segera pulang.
"Pulang kemana? gue rasa itu bukan sebuah rumah"
"Mereka mencarimu"
"Biarkan saja"
"Baby kau bisa datang kapanpun ke sini jika kau mau , lagipula aku sudah memberitahumu kode pinnya tadi , tapi untuk sekarang pulang dulu ya...kau masih tanggung jawab mereka , aku antar dan besok pagi aku jemput kita berangkat sekolah bersama"jelas Eldrik dengan lembut agar Adelia bisa mengerti situasinya sekarang.
"Baiklah"ucap Adelia yang kemudian beranjak dari duduk nya di ikuti Eldrik yang juga bangkit dari duduknya.
Kali ini Eldrik benar benar mengantar Adelia sampai rumah dan sepanjang perjalanan Adelia hanya diam hingga mereka sampai di mension Chalandra pun Adelia tetap diam.
Setelah berpamitan pada Eldrik yang kemudian melajukan mobilnya untuk pulang , Adelia memutuskan untuk masuk , tetapi sebelum masuk ke mension Adelia membuang nafas mencoba menguatkan diri dengan apa yang akan terjadi di dalam sana.
Baru saja melangkah masuk ke mension , dia sudah bisa mendengar suara penghuni rumah yang sedang bercanda , tanpa memperdulikan mereka , Adelia kembali berjalan dan ingin cepat cepat sampai ke kamarnya agar tidak terlibat dengan drama mereka.
"Kau sudah pulang dek...?"sapa Mattew yang mengetahui keberadaan Adelia yang sudah pulang.
"Hm.."tanpa melihat ke arah Mattew dia melanjutkan jalannya lagi menuju kamarnya.
"Duduklah di sini dulu nak"ucap sang Mommy Helena.
Lagi lagi Adelia mendesah lelah , entah sudah keberapa kalinya dalam sehari ini Adelia mendesah , sepertinya sangat sulit baginya untuk hidup tenang.
"Gue capek dan mau tidur"ucap Adelia berbalik dan melihat mereka yang sedang bersantai di ruang keluarga.
"Perbaiki sedikit cara bicaramu pada Mommy mu Adelia"ucap sang ayah , Arya yang menatap tajam Adelia .
Sedangkan Adelia hanya terkekeh saat di tatap setajam itu.
"Gue pikir enggak ada yang salah dengan cara bicara gue , bukankah ini yang kalian inginkan ?"
"Fely disini,enggak mau sapa sebentar sahabat mu dek...?"ucap Mattew mengalihkan pembicaraan.
"Gue enggak punya sahabat macam dia?"ucap ketus Adelia yang ingin segera pergi ke kamarnya.
"Del...lo masih marah sama gue?"ucap Fely lembut dan entah kenapa itu terdengar menjijikan di telinga Adelia.
"Bisa enggak kalian urus hidup kalian sendiri tanpa harus ngelibatin gue , gue capek dan mau istirahat!!"ucap Adelia yang lalu berlalu meninggalkan mereka diruang keluarga tanpa menghiraukan teriakan dari Ayahnya.
Adelia lelah bukan hanya raganya tetàpi batinya juga lelah , setelah mengunci kamar Adelia menghempaskan tubuhnya di kasur king size nya lalu kemudian memejamkan matanya berharap besok tidak ada drama keluarga yang dia liat.
Tetapi sepertinya itu hanya sebuah agan bagi Adelia , buktinya sekarang di meja makan dia melihat Fely yang duduk di samping Mattew tegah menikmati sarapan mereka tanpa menunggu kedatangannya.
"Keluarga lo memang benar benar keterlaluan Del , gue harap lo akan baik baik aja jika gue ngelakuin sesuatu yang buat mereka sakit nantinya , setidaknya mereka harus ngerasain apa yang lo rasain"monolok Adelia yang lalu meninggalkan tempat itu tanpa harus repot repot berpamitan.
Begitu sampai di luar , Adelia tidak menyangka jika di depan Eldrik sudah menunggunya sambil bersandar di samping mobilnya dan tersenyum ke arah Adelia.
"Berangkat sekarang?"ucap Eldrik tersenyum
melihat Adelia.
"Ya..."yang juga membalas tersenyum ke arah Eldrik.
Kemudian dengan cepat Eldrik membukakan pintu mobil di sisi penumpang dan setelah Adelia masuk dan menutup pintu mobil dia berjalan memutar ke arah kemudi dan sekilas melihat Mattew yang berjalan dengan Fely.
"Tunggu tanggal mainnya untuk kalian , karena kalian sudah membuat kesayangan gue sedih maka jangan salahkan gue jika membalas kalian nantinya"batin Eldrik menyeringai.
Dan setelahnya dia melajukan mobilnya meninggalkan kediaman keluarga Chalandra tanpa memperdulikan dua orang yang memperhatikan mereka.
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 86 Episodes
Comments
Ani Ani
siapa ya
2024-06-24
1
Leng Loy
Jadi kesayangan Eldrik sekarang
2024-06-14
1
rorosableng
ckk.. gw juga mau yang kaya eldrik.. 😱
2024-05-02
2