Azura masih termenung duduk di ranjang ruang kesehatan GHS , dia sempat terkejut ketika melihat dirinya di kaca yang ada di ruang kesehatan tadi , jadi benar apa yang dia pikirkan tadi jika jiwanya masuk ke tubuh Adelia yang tak tahu di mana sekarang jiwanya berada.
"Gue bener bener bertrasmigrasi ke tubuh ni cewek? terus kemana jiwa ni cewek perginya?apa dia akan kembali atau gue akan tetap di tubuh ini selamanya?" batin Azura.
Dan masih di ketermenunggan Azura pintu ruang kesehatan kembali di buka , kali ini gadis yang bernama Fely tadi tiba dengan tiga orang anak cowok yang mengikutinya.
"Wow...siapa mereka kenapa ganteng banget , sepertinya hidup Adelia begitu sempurna , secara dia juga cantik sih.."monolog Azura di dalam hati.
"Dek...Fely bilang kamu enggak kenal siapa dia?lalu kamu inget kakak enggak?"ucap seorang pemuda tampan , hidung mancung dan bibir tipis yang melihat ke arah Azura khawatir.
"Lo siapa?"
Meraka saling memandang saat Azura mengatakan hal itu dan sepertinya apa yang di katakan Fely ke pada mereka itu terbukti benar.
"Kamu benar benar tidak ingat"
"Iya juga ya...biasanya di novel transmigrasi yang gue baca kan gue seharusnya dapat ingatan dari si pemilik tubuh , kalau kayak gini kan gue juga bingung mau ngomong apa?"batin Azura.
"Sebenarnya apa yang terjadi dengan gue?"ucap Azura mencari tahu mengenai situasi yang dia alami sekarang.
"Lo pingsan saat upacara tadi , tapi kayaknya lo enggak terbentur deh.. , soalnya kan gue yang di sebelah lo"jelas Fely.
"Aaaa....gue bener bener enggak tahu harus ngapain , kasih gue sedikit ingatan lo Del plis..."frustrasi Azura karena tak tahu harus apa hingga tak lama terdengar ringisan dari Azura.
"Akhs..."ringis Azura sambil memegangi kepalanya.
"Del lo kenapa?"
"ADELIA"
.............
Mension keluarga Chalandra.
Disebuah kamar di mension tersebut terlihat seorang gadis cantik tengah tertidur di kasur king size nya , mata cantik berwarna amber itu perlahan lahan terbuka , sang pemilik mengerjapkan matanya untuk menyesuaikan cahaya yang masuk ke matanya
Gadis itu terbangun lalu kemudian terduduk dengan air mata yang tiba tiba menetes , dia tidak menyangka jika kehidupan Adelia penuh dengan kejutan.
Dia..Azura , menangis saat Adelian memperlihatkan ingatannya , teryata hidup Adelia tidak sesederhana yang Azura pikirkan , sepertinya mulai sekarang dia harus mencoba untuk tidak ceroboh dalam bertindak , karena tidak ada satupun orang yang dia percaya di tempat yang di katakan rumah ini.
Tok
Tok
Tok
Terdengar suara ketukan di pintu kamar Adelia , Azura menoleh ke arah pintu yang teryata sudah di buka tanpa persetujua si pemilik kamar.
( biar enggak bigung mulai sini Azura di panggil Adelia ya..)
"Kamu sudah bangun"ucap laki laki yang tadi ada di ruang kesehatan GHS dia adalah Mattew Ardian Chalandra kakak angkat dari Adelia.
Sebenarnya di sini yang anak angkat itu Adelia bukan Mattew , Adelia tahu jika dia hanyalah anak angkat keluarga Chalandra saat ulang tahunya yang ke sebelas tahun.
Dia tidak sengaja mendengar pembicaraan Mommy dan Daddy nya mengenai dia yang akan di kembalikan ke keluarga nya saat usianya genap tujuh belas tahu nanti yang berati delapan bulan dari sekarang.
Adelia tidak ingin hal itu terjadi sekalipun dia hanya anak angkat keluarga ini tapi hidupnya adalah miliknya bukan milik siapapun termasuk keluarga yang sudah meninggalkan nya ataupun yang merawatnya.
"Hm.."ucap singkat Adelia.
"Kepalamu masih sakit?"cemas Mattew mengenai keadaan adiknya.
"Kok tumben jadi perhatian? biasanya juga enggak pernah mau tahu entah itu gue sakit atau enggak"sinis Adelia yang masih duduk di kasurnya sedang Mattew berdiri di sampingnya.
Dia tahu jika jiwa Adelia itu tidak pernah dianggap ada oleh semua penghuni keluarga ini , entah apa alasan jiwa Adelia di perlakukan seperti itu yang jelas jiwa yang sekarang ada di tubuh Adelia adalah jiwa Azura yang tidak akan tinggal diam jika dia diperlakukan dengan semena mena oleh orang lain dan jangan salahkan dia jika dia akan membalas nantinya.
"Kok ngomong gitu sih..apa kamu sudah ingat?"
"Kayaknya gue bakalan lupain ingatan itu untuk selamanya , lagian semua ingatan itu tidak ada yang menyenangkan"
"Sebenci itukah?"ucap Mattew dengan raut sendunya , entah mengapa dia jadi tidak suka jika sang adik membencinya meskipun dia akui dia juga salah karena selalu mengabaikan Adelia.
"Ya...gue benci kalian semua"ucap Adelia dingin dengan tatapan menusuk membuat Mattew terpaku di tempatnya.
Adelia menyibak selimutnya memastikan jika selimutnya tidak akan membuatnya jatuh karena dia yang ceroboh , lalu beranjak pergi ke kamar mandi yang sudah tahu letaknya di mana dari ingatan sang pemilik tubuh.
Brak
Suara pintu kamar mandi yang di tutup dengan kencang oleh Adelia yang tidak perduli jika pintu tersebut akan rusak nantinya.
Mattew yang ada di sana terlonjak kaget saat mendapati adiknya membanting pintu , dia tidak tahu jika rasa sakit yang di miliki sang adik akan separah ini dan jika sudah seperti ini maka sudah terlambat untuk menyesal nantinya.
Di kamar mandi Adelia membasuh wajahnya dan melihat ke cermin yang memastikan wajah Adelia yang cantik dengan bibir tipis berwarna pink , kulit putih , rambut panjang lurus , wajah oval dengan manik mata berwarna amber dan jangan lupa pipi chuby yang membuat Adelia terlihat mengemaskan.
"Lo tenang aja , gue akan buat orang yang udah nyakitin hati lo merasakan rasa sakit yang sama bahkan mungkin lebih , selagi gue yang ada di tubuh lo , gue enggak akan biarin mereka nyakitin hati lo lagi"monolog Adelia sambil menyeringai ke arah cermin berharap jiwa Adelia bisa melihatnya.
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 86 Episodes
Comments
Nur Hayati
mulai menyimak
2024-09-13
1
Ani Ani
Bala's yang padu
2024-06-24
1
Fajar Ayu Kurniawati
.
2024-06-20
1