Di Cuekin Eldrik

Sudah satu minggu setelah Adelia keluar dari rumah sakit , sekarang Adelia tinggal di apartemen Mattew , beberapa hari sebelum Adelia pulang dari rumah sakit Mattew menjenguk nya , karena Adelia tidak mungkin lagi tinggal di apartemen Eldrik disaat dia sudah menceritakan semuanya.

Makanya tadinya dia meminta Mattew untuk mencarikan apartemen sederhana yang bisa Adelia tempati , tetapi Mattew malah menyuruh Adelia untuk tinggal di apartemen nya yang jarang dia tempati , makanya sekarang Adelia tinggal di apartemen Mattew.

Sedangkan Audrey yang sudah tahu siapa sebenarnya Adelia sangat senang , tetapi Adelia melarang Audrey untuk bertemu dengannya juga tidak di perbolehkan pergi sendiri.

Takutnya orang yang dulu mengincar Azura akan melukai Audrey , dan karena hal itu juga Adelia melarang Audrey untuk bertemu bahkan memanggil nya dengan nama Azura , karena dia memakai raga Adelia makanya mereka juga harus memanggil nya Adelia.

"Dek...yakin mau sekolah hari ini?"ucap Mattew yang baru datang menjemput Adelia.

Padahal Adelia sudah melarang Mattew untuk menjemputnya , tetapi sepertinya Mattew tipe orang keras kepala makanya pagi pagi sekali Mattew sudah sampai di apartemen.

"Iya jadi lah kak...Adel bosen di apartemen terus"ucap Adelia sambil berjalan ke dapur untuk membuat sarapan untuknya dan Mattew.

Padahal di kehidupannya dulu sebagai Azura , dia orang yang paling malas untuk kedapur , tapi sekarang dia tidak boleh terlalu bermalas malasan sebagai Adelia , lagi pula sangat menyenangkan kembali menikmati masa masa di sekolah menengah , masa yang pernah dia lewatkan dulu karena sibuk bertahan hidup dan memilih menyelesaikan pendidikannya lebih cepat.

"Kakak udah sarapan?"ucap Adelia sambil mengambil telur di lemari pendingin.

Rencananya dia ingin membuat omelet untuk sarapannya pagi ini dan lagi membuatnya juga mudah dan simpel.

"Sini biar kakak aja yang bikini kamu sarapan , kamu duduk saja"sahut Mattew mengambil alih membuat sarapan dan menyuruh Adelia duduk di kursi pantry.

"Sejak kapan kakak bisa masak?"ragu Adelia yang sekarang melihat Mattew sibuk dengan alat masaknya.

Mattew hanya tersenyum mendengar keraguan Adelia , memang dulu dia tidak begitu dekat dengan Adelia jadi Adelia sendiri tidak tahu mengenai kebiasaan nya yang bisa memasak meski hanya makanan sederhana.

Beberapa menit kemudian , masakan Mattew sudah jadi dan sudah dia letakkan di meja pantry lengkap dengan susu yang selalu di minum Adelia , sedangkan Mattew sendiri hanya memilih minum teh hangat.

"Ini enak..."puji Adelia tersenyum pada Mattew.

"Terimakasih adikku yang cantik...cepat habiskan sarapan mu jika ingin pergi sekolah"ucap Mattew sambil mengacak rambut Adel sehingga membuat Adelia merenggut kesal.

"Maaf..."ucap Mattew lagi sambil terkekeh dan membenarkan lagi rambut Adelia.

Setelah selesai sarapan mereka memutuskan untuk langsung pergi ke sekolah dengan mobil Mattew tentu saja , tetapi sebelum Mattew melajukan mobilnya Mattew memberikan sesuatu pada Adelia.

"Untukmu...beli apapun yang kau inginkan dengan ini"ucap Mattew menyerahkan sebuah black card pada Adelia.

"Untuk apa kak? lagi pula sekarang aku tidak perlu apapun , jika aku memerlukan sesuatu tinggal cari kerja lalu mendapatkan uang"ucap Adelia menolak halus.

"Ini milikmu , kakak mengambilnya dari ruang kerja Daddy sebelum Daddy memberikannya pada wanita itu , kau tenang saja ini bukan uang Daddy melainkan mereka yang selalu mengirimkan uang untuk kebutuhanmu"jelas Mattew.

Paham dengan maksud Mattew akhirnya Adelia memilih menerima nya dan setelahnya Mattew menjalankan mobilnya dengan kecepatan sedang.

"Kakak sudah tahu hubungan Daddy dengan Fely?"tanya Adel melihat ke arah Mattew setelah menyimpan black card tadi ke dalam dompet nya.

"Belum lama ini"ucap Mattew melihat sekilas Adelia.

"Lalu Mommy?"

"Mommy belum tahu , kemarin sore Mommy bilang ingin pergi ke rumah bibi Silvi untuk beberapa hari , setidaknya untuk sementara kakak bisa tenang"

"Seandainya kakak lebih cepat mempercayai mu mungkin semua ini tidak akan terjadi"sesal Mattew yang tanpa sadar meremat kemudinya.

"Tidak perlu menyesali apa yang sudah terjadi kak...yang harus di lakukan sekarang adalah menghindari semua keburukan yang akan terjadi"ucap Adelia tersenyum ke arah Mattew dan dibalas tersenyum juga oleh Mattew.

Dan setelahnya tak ada lagi percakapan di mobil itu hingga beberapa menit kemudian mereka sudah sampai di sekolah.

Mattew memarkirkan mobilnya ditempat biasa dia memarkirkan mobilnya , di depan sana Adelia bisa melihat Eldrik dan kedua sahabatnya masih ada di parkiran.

"Sepertinya Eldrik benar benar marah sama gue...hah...jangan terlalu banyak berharap Del..dia bukan milik lo " batin Adelia.

Lalu Adelia kemudian memutuskan turun dari mobil setelah Mattew membukakan pintunya.

"Hubungi kakak jika terjadi sesuatu dan jangan pulang sendiri , pakai mobil kakak jika kakak tidak bisa mengantarmu"sambil menyerahkan kunci duplikat mobil Mattew dan di terima baik oleh Adelia.

"Lo sekarang jadi bawel , gue enggak akan kenapa napa , lagian siapa yang mau nyelakain gue?"sungut Adelia dengan sikap Mattew sekarang yang terlihat over protektif .

"Siapa yang tahu...? yang jelas selalu ingat pesan kakak"ucap Mattew sebelum dia pergi lebih dulu dan menyisakan Adelia yang masih di parkiran.

Hingga beberapa menit kemudian Adelia berjalan memasuki kelas , menghiraukan Eldrik yang masih ada di parkiran.

"Enggak mau ngomong sama dia Drik?"ucap Ravindra yang melihat Eldrik hanya diam tak mau menghampiri Adelia.

Diam , tak ada sahutan dari Eldrik dan Ravindra yang melihatnya hanya mendesah lelah.

"Jangan terlalu lama hanyut dalam perasaan lo , lo harus cari tahu siapa orang yang benar benar buat lo nyaman , yang dulu atau yang sekarang?"ucap Ravindra dan lalu memilih pergi lebih dulu bersama Vano.

Eldrik masih diam di tempatnya saat Ravindra dan Vano pergi , dia masih bingung dengan siapa hatinya memilih , mungkin dia harus lebih cepat mencari tahu seperti apa sebenarnya perasaan nya pada Adelia.

Sedangkan di koridor sekolah , Adelia di buat terkejut dengan banyaknya siswa yang mengelilingi nya sambil memberikan hadiah kecil pada Adelia.

"Yakh...apa maksud semua ini?"tanya Adelia yang tangannya tak muat lagi menerima hadiah karena saking banyaknya hadiah yang dia dapatkan.

"Biar Freya bantu"ucap Freya yang tiba tiba datang dan berdiri di sebelah Adelia dengan senyumnya yang mengembang.

"Sebenarnya apa maksud semua ini?"bingung Adelia.

"Anggap aja sebagai ucapan terimakasih , karena berkat lo kemarin kita baik baik aja sekarang , lagi pula hadiah itu tidak ada apa apanya ketimbang lo yang udah nyelametin nyawa kita semua"ucap salah satu siswa dan setelahnya mereka berbondong bondong menyerahkan hadiah itu pada Adelia juga Freya yang membantu menerima hadiahnya.

"TERIMA KASIH ADEL.."ucap mereka serempak lalu meninggalkan Adelia yang terbengong sendiri dengan tingkah mereka.

"Wah...kompak banget mereka"kagum Adelia.

"Adel mendadak jadi artis"ucap Freya terkekeh.

"Sini biar kami bantu"ucap Ravindra yang muncul dari belakang Adelia.

"Makasih Ravi..."ucap Adel sambil menyerahkan semua hadiah itu pada Ravindra , sedangkan hadiah yang ada di tangan Freya di serahkan pada Vano.

"Gue letakkan hadiah lo di ruang kemarin , jadi nanti lo ambil aja kalau mau di bawa pulang"jelas Ravindra.

"Maaf ngerepotin kalian"ucap Adelia lagi.

"Enggak ngerepotin Del..lo tenang aja , mending kalian masuk kelas , udah mau bel masuk tuh"ucap Ravindra yang lalu berjalan menjauh.

Sedangkan Adelia dan Freya memilih menuju kelas mereka , sesampainya di kelas lagi lagi Adelia di buat terkejut dengan ulah teman satu kelasnya.

"SELAMAT DATANG KEMBALI ADEL !!"

Teriak mereka bersamaan dengan konfeti di mana mana membuat Adelia lagi lagi terheran heran dengan kelakuan teman satu kelasnya itu.

"Kali ini apa lagi ?"ucap Adelia yang sudah ada di tengah tengah mereka.

"Sambutan untuk pahlawan dari kelas kita dong..."

"Iya...jika bukan karena lo kemarin mungkin banyak siswa yang terluka"

"Gue hanya ngelakuin hal yang seharusnya gue lakuin , tapi...terima kasih semuanya"ucap Adelia tersenyum ke arah mereka.

Ini pertama kalinya Adelia mendapatkan perhatian teman satu kelasnya dan dia tidak menyangka jika perasaan nya begitu menyenangkan.

Mungkin hanya ada satu orang yang memandangnya dengan penuh permusuhan , tetapi Adelia hanya menyeringai padanya hingga membuat orang itu pergi keluar kelas ke tempat yang mungkin Adelia juga tahu.

Terpopuler

Comments

Sharon

Sharon

Itu paling si gunding papa nya adel 😄

2024-08-01

1

Ani Ani

Ani Ani

siapa ya

2024-06-24

1

Leng Loy

Leng Loy

Adelia jadi pahlawan

2024-06-15

1

lihat semua
Episodes
1 Transmigrasi
2 Menjadi Adelia
3 Sekolah lagi.
4 Dia Siapa ?
5 Bertemu
6 Ini Bukan Kencan Kan ?
7 Kenapa Menyakitkan
8 Mencoba Move On
9 Sekelumit Cerita
10 Semakin Pusing
11 Rasa Sakit Yang Terasa Jelas
12 Tinggal Di Apartemen
13 Awal Masalah
14 Kecurigaan
15 Eldrik Marah ?
16 Di Cuekin Eldrik
17 Ada Apa Dengan Eldrik ?
18 Menata Kembali
19 Balasan untuk mantan sahabat
20 Rival
21 Galau
22 Keluarga Grisham
23 Kepergok
24 Penyesalan Fely
25 Niat Buruk Jessica
26 Balasan Untuk Jessica
27 Siapa ?
28 Kembali Masuk Rumah Sakit
29 Adel sakit,Eldrik frustasi
30 Audrey Dalam Bahaya
31 Rencana Eldrik
32 Bertemu Delano
33 Terjadi Sesuatu
34 Musuh Lama
35 Helena Masuk Rumah Sakit
36 Saling Berkaitan
37 Terjebak Di Antara Para Tetua
38 Sebuah Rencana
39 Kemunculan Alpa
40 Ravindra
41 Bertemu Reon
42 Awal Badai
43 Mimpi Buruk
44 Audrey Terluka
45 Kehilangan Calon Baby
46 Hukuman Buat Oliver
47 Dalam Masalah
48 TASGC
49 TASGC
50 TASGC
51 TASGC
52 TASGC ( 52 )
53 TASGC ( 53 )
54 TASGC ( 54 )
55 TASGC ( 55 )
56 TASGC (56 )
57 TASGC ( 57 )
58 TASGC ( 58 )
59 TASGC ( 59 )
60 TASGC ( 60 )
61 TASGC ( 61 )
62 TASGC ( 62 )
63 TASGC ( 63 )
64 TASGC ( 64 )
65 TASGC ( 65 )
66 TASGC ( 66 )
67 TASGC ( 67 )
68 TASGC ( 68 )
69 TASGC ( 69 )
70 TASGC ( 70 )
71 TASGC ( 71 )
72 TASGC ( 72 )
73 TASGC ( 73 )
74 TASGC ( 74 )
75 TASGC ( 75 )
76 TASGC ( 76 )
77 TASGC ( 77 )
78 TASGC ( 78 )
79 TASGC ( 79 )
80 TASGC ( 80 )
81 TASGC ( 81 )
82 TASGC ( 82 )
83 TASGC ( 83 )
84 TASGC ( 84 )
85 TASGC ( 85 )
86 Extra Part
Episodes

Updated 86 Episodes

1
Transmigrasi
2
Menjadi Adelia
3
Sekolah lagi.
4
Dia Siapa ?
5
Bertemu
6
Ini Bukan Kencan Kan ?
7
Kenapa Menyakitkan
8
Mencoba Move On
9
Sekelumit Cerita
10
Semakin Pusing
11
Rasa Sakit Yang Terasa Jelas
12
Tinggal Di Apartemen
13
Awal Masalah
14
Kecurigaan
15
Eldrik Marah ?
16
Di Cuekin Eldrik
17
Ada Apa Dengan Eldrik ?
18
Menata Kembali
19
Balasan untuk mantan sahabat
20
Rival
21
Galau
22
Keluarga Grisham
23
Kepergok
24
Penyesalan Fely
25
Niat Buruk Jessica
26
Balasan Untuk Jessica
27
Siapa ?
28
Kembali Masuk Rumah Sakit
29
Adel sakit,Eldrik frustasi
30
Audrey Dalam Bahaya
31
Rencana Eldrik
32
Bertemu Delano
33
Terjadi Sesuatu
34
Musuh Lama
35
Helena Masuk Rumah Sakit
36
Saling Berkaitan
37
Terjebak Di Antara Para Tetua
38
Sebuah Rencana
39
Kemunculan Alpa
40
Ravindra
41
Bertemu Reon
42
Awal Badai
43
Mimpi Buruk
44
Audrey Terluka
45
Kehilangan Calon Baby
46
Hukuman Buat Oliver
47
Dalam Masalah
48
TASGC
49
TASGC
50
TASGC
51
TASGC
52
TASGC ( 52 )
53
TASGC ( 53 )
54
TASGC ( 54 )
55
TASGC ( 55 )
56
TASGC (56 )
57
TASGC ( 57 )
58
TASGC ( 58 )
59
TASGC ( 59 )
60
TASGC ( 60 )
61
TASGC ( 61 )
62
TASGC ( 62 )
63
TASGC ( 63 )
64
TASGC ( 64 )
65
TASGC ( 65 )
66
TASGC ( 66 )
67
TASGC ( 67 )
68
TASGC ( 68 )
69
TASGC ( 69 )
70
TASGC ( 70 )
71
TASGC ( 71 )
72
TASGC ( 72 )
73
TASGC ( 73 )
74
TASGC ( 74 )
75
TASGC ( 75 )
76
TASGC ( 76 )
77
TASGC ( 77 )
78
TASGC ( 78 )
79
TASGC ( 79 )
80
TASGC ( 80 )
81
TASGC ( 81 )
82
TASGC ( 82 )
83
TASGC ( 83 )
84
TASGC ( 84 )
85
TASGC ( 85 )
86
Extra Part

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!