Sudah tiga bulan jiwa Azura ada di tubuh Adelia , dia menjalani hari harinya dengan penuh kejutan , dari si Mattew yang selalu perhatian dan peduli padanya sampai sikap posesif Eldrik pada dirinya yang membuat Adelia pusing dengan tingkah Eldrik tersebut.
Contohnya saja dia disuruh berdiam diri di apartemen miliknya dan tidak boleh untuk bekerja , padahal Adelia bermaksud untuk tidak selalu merepotkan Eldrik , sudah di suruh tinggal di apartemen nya saja dia sudah senang masa biaya hidup Adelia dia juga yang nanggung? bukankah itu sifat yang kurang ajar?
Karena tidak ingin mendapat cemoohan orang , makanya Adelia bermaksud bekerja , tapi yang dilakukan Eldrik adalah di luar batas orang pada umumnya karena di mana Adelia mencoba untuk bekerja maka di situ juga Eldrik akan mengutus orang untuk membeli kafe atau minimarket tempat di mana Adelia melamar kerja.
"Sialan Eldrik....masa dia mau beli lagi tu kafe tempat gue kerja sih , aaaa...emang cinta kudu bisa sebucin itu ya...." keluh Adelia di dalam hati saat ingat apa yang akan Eldrik lakukan kemarin.
Adelia membuang nafas lelahnya dia bahkan masih belum tahu perasaan nya pada Eldrik seperti apa , dia masih berpikir jika jiwa Adelia pasti akan kembali mengantikan dirinya.
Tetapi entah mengapa di satu sisi dia juga ingin tetap tinggal menikmati masa yang tak pernah dia nikmati dulu.
"Gue mikirnya kemana sih...lo harus terima takdir jika lo sudah enggak ada Zura" batin Adelia lagi lagi menghela nafas lelah.
Hari ini katanya kelas mereka akan kedatangan murid baru , Adelia hanya duduk diam memperhatikan guru yang sudah masuk ke kelasnya menjelaskan jika di kelas mereka akan ada siswa baru.
Dan tak lama seorang gadis cantik masuk ke dalam kelas dan dengan senyumnya dia memperkenalkan dirinya.
"Hai...teman teman , namaku Freya Meisie Darendra , salam kenal ya...dan bisa panggil Freya aja"ucap Freya tersenyum sambil melihat semua warga kelas
"Baiklah Freya silahkan duduk di tempat yang kosong"perintah guru dan di angguki Freya lalu berjalan ke sisi Adelia yang terpaku melihat Freya.
"Hai...boleh duduk sini ?"sapa Freya pada Adelia yang melihat nya dengan raut yang sulit di artikan.
"Duduklah.."
"Terimakasih.."ucap girang Freya yang lalu duduk di sisi Adelia dan kemudian memulai sesi belajar mengajar hari ini.
"Darendra...apa jangan jangan dia adik Audrey?itu berarti apa gue ada di tahun yang sama saat kecelakaan gue terjadi? sepertinya gue benar benar harus cari tahu masalah ini" batin Adelia.
.......................
Kantin GHS
Setelah menyelesaikan kelas hari ini Freya mengajaknya pergi ke kantin , katanya pengen tahu seperti apa kantin sekolah elite dan di sinilah mereka.
Setelah selesai mengambil jatah makan mereka , Adelia membawa Freya ke tempat di mana dia duduk seperti biasa.
"Wah....kantinya benar benar mewah banget , makanannya juga enak enak"kagum Freya sambil memakan makanan nya.
Adelia hanya terkekeh melihat tingkah Freya yang seperti anak kecil yang baru dapat mainan baru itu.
"Biasa aja...eh...lo bilang lo baru tinggal di sini?" ucap Adelia yang mencoba untuk mencari informasi siapa Freya di hadapannya ini.
"Iya..aku dan kakak baru aja pindah beberapa hari yang lalu , bersama kakak ipar juga"
"O....kakakmu sudah menikah?"
"Em..baru dua mingguan kalau enggak salah , soalnya kakak murung terus selama setahun ini , jadi agar kakak tidak sedih lagi Ayah dan Ibu menikahkan kakak di usia muda dan menyuruh kami untuk tinggal di kota ini"jelas Freya panjang lebar.
"Kakakmu pasti lagi kehilangan orang yang dia sayang makanya sedih terus"
"Iya..kak Audrey , setahun lalu kehilangan sahabat yang sudah seperti saudara sendiri , sahabat kakak meninggal karena kecelakaan karena itulah kakak jadi murung"ucap sedih Freya yang kembali mengingat mengenai sahabat sang kakak yang begitu baik.
Freya membuang nafas , lalu kemudian melihat ke arah Adelia yang terlihat meneteskan air mata.
"Eh...Adel kok nangis..maafin Freya ya...karena cerita yang sedih sedih ke Adel"ucap Freya sambil memberikan tisu pada Adelia dan di terima baik oleh Adelia.
"Enggak apa apa , gue hanya terharu aja"sambil mengusap air matanya.
"Eh...Adel punya teman baru ya...?"ucap Ravindra yang tiba tiba muncul bersama Vano dan Eldrik yang sudah duduk di sebelahnya.
"Halo...nama aku Freya , siswa baru di kelas nya Adel"ucap Freya memperkenalkan dirinya seperti anak kecil.
"Hai...Freya , gue Ravindra dan yang di sebelah lo itu Vano terus yang lagi nempel sama Adel itu Eldrik , cowoknya Adel"jelas Ravindra.
"O...Adel udah punya pacar..?"
"Bukan...dianya aja yang ngaku ngaku"ucap Adelia tanpa rasa bersalah.
"Sayang kok ngomong gitu sih.."ucap Eldrik yang tak senang dengan omongan Keysa.
"Masih marah sama aku?"ucap Eldrik yang tahu jika Adelia masih marah padanya perkara dia membeli kafe tempat Adelia kerja.
"Tau ah...pikir sendiri"ketus Adelia tak mau melihat ke arah Eldrik malah sekarang dia tertarik dengan benda yang di pegang Ravindra.
"Ravi lo punya ponsel baru?"ucap Adelia yang sepertinya mengenali logo yang ada di sisi ponsel itu.
"Baru...? eh..iya..ini bukan ponsel gue dan kenapa juga ini malah ada timer waktu kayak gini?"bingung Ravindra sambil membolak balikan ponsel di tangannya.
Merasa tak asing dengan apa yang ada di tangan Ravindra , Adelia buru buru berdiri dan meraih cepat ponsel Ravindra sehingga membuat Ravindra terkejut karena aksi Adelia barusan.
"Sialan....kenapa benda ini bisa ada di tangan Ravindra , tapi bukankah projek yang gue lakuin dulu masih dalam tahap pengembangan kerangkanya aja? sialan...jangan jangan mereka..." batin panik Adelia.
"El kaca di sini anti peluru kan?"ucap panik Adelia sambil melihat timer waktu yang menunjukkan waktu kurang dari tiga menit lagi.
"Dari mana kamu tahu soal itu sayang?"ucap Eldrik bingung , yang sebenarnya tak ada yang tahu jika semua kaca di sekolah ini menggunakan kaca anti peluru.
"El..gue enggak punya banyak waktu , jadi bilang sama gue ,.kaca di sini menggunakan kaca anti peluru atau tidak?"ucap dingin Adelia yang masih was was.
Tahu jika sesuatu yang buruk akan terjadi , Eldrik hanya mengangguk membenarkan perkataan Adelia dan disaat itu juga Adelia berteriak ke seluruh penghuni kantin.
"SEMUANYA TINGGALKAN KANTIN SEKARANG JUGA , BEGITUPUN DENGAN PARA PEKERJA TINGGALKAN TEMPAT INI SEKARANG JUGA!!"teriak Adelia melihat sekelilingnya.
"Lakuin apa yang cewek gue omongin" ucap dingin Eldrik yang kemudian diikuti para siswa yang meninggalkan kantin tanpa terkecuali.
Melihat semua orang yang sudah berjalan keluar kantin , Adelia meletakkan ponsel tadi di atas meja dan saat melihat timer waktu yang menyisakan waktu kurang dari sepuluh detik.
Adelia buru buru berlari hinga suara keras itu terdengar dari dalam kantin dan membuat para siswa berteriak histeris.
Boom
Duar
Suara ledakan yang keras terdengar membuat seluruh ruangan kantin berantakan , bahkan efek radiasi dari ledakan itu membuat Adelia terduduk di lantai dengan nafas yang tak beraturan.
"Sialan....mereka merubah penemuan gue , bahkan efek radiasi nya bikin gue lemas dan sesak nafas begini , apa yang mereka lakukan dengan projek gue?" batin Adelia marah dengan orang yang melakukan hal ini.
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 86 Episodes
Comments
Ani Ani
kena selidik tu
2024-06-24
1
Leng Loy
Berarti dulu Azzura pinter banget
2024-06-15
1
rorosableng
adel kaya ilmuan gitu ya ceritanya
2024-05-03
1