Setelah insiden tadi pagi bersama Chelsea , saat masuk ke kelasnya Adelia tak menghiraukan tatapan teman sekelasnya , apalagi Fely yang menatapnya tidak percaya mengenai sikap Adelia pada Chelsea yang menurutnya tidak seperti Adelia yang dulu pernah dia kenal.
Adelia hanya diam tanpa harus repot repot untuk menjelaskan , hingga sampai waktu istirahat pun tiba Adelia tidak begitu peduli pada mereka yang menatapnya aneh.
Tanpa memperdulikan mereka Adelia berjalan menuju kantin , tanpa mau melihat ke arah Fely yang juga memperhatikannya.
Adelia berjalan menyusuri koridor hingga sampai di kantin yang terlihat penuh dengan siswa yang sedang menikmati waktu istirahat mereka.
Adelia memperhatikan sekeliling tidak ada tempat kosong , dia kemudian pergi ke stan makanan untuk membeli makanan yang akan dia bawa keluar nantinya , baru saja mau melangkah di depan sana dia melihat Chelsea seperti sedang melakukan sesuatu yang mungkin akan membuat dia terlibat di dalamnya.
Adelian mundur tiga langkah , bukannya dia takut dia hanya mencoba untuk tidak terlibat dalam drama yang akan di ciptakan oleh Chelsea , hingga yang di inginkan pun akhirnya terjadi.
"Akh..."teriak Chelsea tiba tiba terjatuh dengan tumpahan kuah bakso yang mengenai bajunya , sedangkan minuman yang dia bawa mengenai baju Adelia yang meskipun sudah menghindar tapi sepertinya Chelsea sengaja menyiram Adelia dengan minuman yang dia bawa.
Mendengar suara teriakan , membuat penghuni kantin melihat ke arah sumber suara.
"Ck...padahal sudah menghindar tapi baju gue tetap kena"gerutu Adelia yang melihat seragamnya basah.
"Sssttt...."ringis Chelsea yang terduduk di lantai bagaikan orang yang tersiksa dan dengan baju yang berantakan.
Melihat itu Adelia hanya memutar mata malas melihat Chelsea yang berekting menjadi korban bully.
"Lebay....sok cari perhatian l?"sinis Adelia menatap Chelsea.
"Maksud lo apa sih Del...gue salah apa sama lo , kenapa lo jadi bully gue"ucap Chelsea sok sedih dan malah membuat Adelia terkekeh di tempatnya.
"Bully lo...? enggak salah , lo enggak lihat baju gue terkena tumpahan minuman lo yang sengaja lo siramkan ke gue padahal jarak gue sudah cukup jauh dari lo"ucap sarkas Adelia yang membuat bisik bisik siswa yang mencemooh Adelia tadi jadi berpikir mengenai perkataan Adelia.
Jika di lihat dari posisi Adelia dan Chelsea yang berjauhan tidak mungkin jika Adelia yang sengaja menumpahkan makanan Chelsea jika bukan Chelsea sendiri yang sengaja melakukan itu dan malah di sini yang menjadi korban adalah Adelia yang terkena tumpahan minuman dari Chelsea atau mungkin lebih tepatnya Chelsea sendiri yang menyiramkan minuman itu pada Adelia.
"Ayo bangun Chel "ucap Fely yang tiba tiba ada di sana , dan sekarang sedang membantu Chelsea bangun , merasa mendapat dukungan , hal itu membuat Chelsea menyeringai.
"Lo udah buat gue malu Del dan sekarang gue akan buat sahabat lo benci sama lo begitu juga dengan kakak lo , gue akan buat dia semakin membenci lo , dasar anak pungut !"batin Chelsea marah.
"Gue kecewa sama lo Del , kenapa lo jadi berubah gini , Chelsea juga sahabat lo dan kenapa lo tega ngelakuin ini ke Chelsea?"ucap Fely dengan raut kecewanya melihat Adelia.
"Gue enggak pernah punya sahabat yang munafik kayak kalian , kalian pikir gue enggak tahu apa yang kalian lakukan di belakang gue , memakai nama gue seenaknya hanya untuk bisa mendapatkan apapun keinginan kalian!"ucap Adelia yang menatap mereka dengan penuh kebencian.
Tapi entah mengapa hatinya merasa sakit , mungkin ini adalah perasaan dari jiwa Adelia yang sebenarnya karena dia merasa sedih karena di khianati oleh sahabatnya sendiri.
Adelia menekan rasa sakit itu agar mereka tidak mengetahui tapi tidak dengan satu orang yang sedari tadi menatapnya.
"Sahabat macam apa kalian yang hanya jika ingin sesuatu kalian dekat dengan gue , tapi di saat gue kesulitan kalian berlagak seperti orang bodoh yang tak ingin tahu , menurut kalian gue harus gimana dengan sikap kalian itu?"ucap Adelia dengan wajah datarnya melihat ke arah Fely dan Chelsea yang terdiam tanpa ada suara.
"Jangan pernah sok kenal sama gue ataupun mengusik hidup gue lagi , apa yang gue ucapkan tadi pagi bukanlah sebuah gertakan , jadi pikir dulu sebelum cari masalah sama gue"sambil menatap sengit Chelsea lalu mengeluarkan ponselnya dan dia mengetik kan sesuatu disana hingga secara bersamaan satu notifikasi muncul di ponsel semua siswa.
Setelah melakukan itu Adelia pergi dari sana menuju ke toilet , untuk membasuh bajunya yang terkena tumpahan minuman Chelsea tadi yang terasa lengket , karena itu dia berencana mencucinya agar tidak terasa lengket lagi.
Tapi matanya menangkap sebuah paper bag yang ada di dekat keran wastefel , karena penasaran Adelia melihat isinya dan dia terlihat bingung jika yang ada di dalam paper bag itu adalah sebuah seragam baru dan sebuah kertas kecil di dalamnya.
"Ganti bajumu dengan ini"
"Seragam siapa ya...apa ini maksudnya untuk gue , tapi kok enggak ada orang di sini?"gumam Adelia binggung dengan keadaan di dalam toilet yang sepi.
"Pakai aja , itu buat lo"ucap sebuah suara dari luar pintu toilet yang sedikit terbuka.
"Siapa?"ucap waspada Adelia.
"Enggak perlu tahu sekarang , mendingan lo cepat ganti sebelum bel masuk"ucap suara husky itu.
Karena memang sebentar lagi bel berbunyi Adelia masuk ke dalam salah satu bilik sambil membawa seragam baru dari paper bag tersebut dan menganti seragamnya yang lengket dengan yang baru.
Setelah selesai Adelia keluar dari bilik tersebut dan mendapati satu kotak susu dan roti yang di letakkan di sisi wastefel , dia melangkah dan mengambil susu juga roti yang ada di sisi wastefel tersebut.
"Apa ini buat gue? apa orang yang tadi yang ngasih? mungkin dia masih di luar"ucap Adelia yang dengan cepat memasukkan seragamnya ke dalam paper bag lalu melangkah ke luar toilet.
Saat sampai di luar Adelia terbengong melihat beberapa siswa yang terlihat menunggu di luar toilet padahal bilik toilet yang ada di dalam masih banyak yang kosong.
"Apa yang kalian lakukan di sini?"tanya Adelia bingung melihat ke arah mereka.
"Kak Eldrik nyuruh kami menunggu di luar sebelum kak Adelia keluar"ucap salah satu siswa yang terlihat seperti adik kelas.
"Eldrik?"
Dan hanya anggukan yang di dapat Adelia dari mereka lalu setelahnya mereka masuk toilet meninggalkan Adelia yang masih bingung dengan apa yang baru saja dia alami.
"Perasaan dari tadi gue enggak ceroboh deh....terus siapa Eldrik? gue enggak kenal dia dan Adelia juga tak menunjukkan ingatan mengenai seorang cowok bernama Eldrik itu , lalu kenapa dia nolongin gue?" batin Adelia.
Dan karena tidak ingin terlalu lama bengong di depan toilet Adelia memilih menuju kelasnya sambil menikmati susu dan roti yang dia ambil tadi.
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 86 Episodes
Comments
Ani Ani
makan aja
2024-06-24
2
Leng Loy
Diam" Eldrik perhatian sama Adel
2024-06-14
2
Rodiah Rodiah
lanjuut
2024-05-29
1