2.4 : Saber

Dalam keheningan yang menyusul pertarungan sengit, Vixeon berdiri di tengah reruntuhan, pernafasannya berat dan mata yang tetap terfokus. Tubuhnya penuh luka dan kotor oleh jejak pertempuran, namun semangatnya masih membara tak tergoyahkan.

Valeria, Hugo, Luna, dan Serena, keempat Agent Whitejack yang tangguh, juga masih berdiri dengan sikap yang menantang di sekitarnya. Luka di tubuh mereka bukanlah tanda kelemahan, melainkan saksi perlawanan yang sama ketatnya.

Luka-luka yang dihadapinya bukan hanya fisik, tetapi juga pertarungan batin yang terus berkecamuk di dalam dirinya. Rencana dan intrik selalu merayap di balik setiap serangan dan konfrontasi. Kini, dengan keadaan yang menuntut ketenangan, Vixeon harus mencari cara untuk mengatasi konflik yang semakin meruncing.

Di kejauhan, bayangan musuh dan sekutu menanti, membentuk pertemuan-pertemuan mendebarkan yang akan memengaruhi arah cerita selanjutnya. Dalam setiap helaian, kisah ini mengembangkan lapisan-lapisan kompleks, menguak misteri dan memperlihatkan wajah-wajah yang semakin terperinci.

Dengan gerakan yang gesit dan refleks yang tajam, Vixeon meluncur di antara keempat Agent Whitejack, mengarahkan serangan pedang cyber Saber-nya dengan keahlian yang mengagumkan. Serangan-serangan yang cepat dan taktis membuat atmosfer pertarungan semakin intens. Setiap langkah, putaran, dan tebasan pedangnya membawa kecantikan dalam keganasan yang memukau.

Valeria, Hugo, Luna, dan Serena berusaha mengantisipasi setiap serangan, tetapi Vixeon seperti menjadi bayangan yang tidak terlihat, meluncur di antara mereka tanpa diketahui. Pernafasannya yang berat, meski kelelahan, tak mengurangi intensitas serangannya. Setiap gerakan seperti tarian mematikan yang membuat lawan-lawannya kewalahan.

Pertarungan ini bukan hanya fisik, tetapi juga permainan pikiran dan strategi. Vixeon melibatkan keempat Agent Whitejack dalam konflik yang semakin rumit. Di tengah gemuruh pedang dan kilatan sinar cyber, nasib mereka yang rumit semakin terjalin dalam narasi yang semakin kompleks.

Dalam keheningan yang mendominasi, Valeria mencoba merumuskan strategi di tengah ketidakpastian. "Ini tidak masuk akal! Bagaimana dia bisa segesit itu?"

Hugo, dengan ekspresi tenang, mencoba menenangkan tim. "Kita harus fokus, jangan panik. Kita punya keunggulan jumlah."

Luna, sambil mengayunkan pedang cyber nya, memikirkan taktik yang bisa digunakan. "Tapi dia seperti tahu setiap gerakan kita sebelum kita lakukan. Bagaimana mungkin?"

Serena, siap beraksi, menyuarakan pemikirannya. "Kita harus mencari celah, kerjasama tim kita yang akan membuat kita menang."

Valeria, setelah pertimbangan singkat, mengusulkan rencana serangan. "Mungkin kita harus mencoba serangan gabungan. Hugo, buat distraction, Luna dan Serena, serang dari dua arah berbeda."

Hugo, meski agak berat hati, menerima peranannya. "Sedang aku harus menjadi umpan, huh? Baiklah, siapkan diri, kita lakukan ini bersama-sama!"

Dengan gerakan yang meluncur cepat, Vixeon berhasil mengecoh setiap gerakan lawan. Pedang cyber Saber-nya menyusup dengan presisi ke arah Hugo, yang mencoba mempertahankan diri dengan senjata api. Luna dan Serena, walau berusaha menghindar, tidak mampu menyelamatkan diri dari serangan mendalam Vixeon.

Seketika, keempat Agent Whitejack itu lumpuh, tubuh mereka gemetar tak berdaya. Vixeon menatap mereka dengan tatapan tajam, memastikan bahwa pertarungan itu berakhir.

"Kalian berempat memang hebat, tapi kalian masih butuh bekerja lebih keras jika ingin menghadapi ku."

Saat itu, keheningan menyelimuti arena pertarungan, hanya terputus oleh desiran angin malam. Vixeon, dengan tangan kirinya yang masih menyimpan pedang cyber, memancarkan aura yang mengisyaratkan kekuatan dan keunggulan.

Mengenakan pedang cyber Saber yang masih menyala, Vixeon berdiri di pelabuhan yang masih sunyi pagi. Keempat agen Whitejack lumpuh di hadapannya. Tiba-tiba, suara sirene polisi memecah keheningan, mengirimkan getaran ketegangan ke seluruh tubuhnya. Vixeon menyadari bahwa waktu untuk melarikan diri sempit, dan dia mulai menyusun rencana cepat untuk menghindari konfrontasi dengan pihak berwajib yang sebentar lagi akan tiba.

Dengan gemetar, Vixeon kembali mengubah pedang di tangannya menjadi Saber, tangan cyborg nya.

"Ini bukan pertarungan terakhir kita," ucapnya sambil memandang keempat Agent Whitejack yang masih lumpuh. Dalam keadaan penuh luka, Vixeon berpamitan sebelum melangkah menjauh, meninggalkan mereka untuk menghadapi kedatangan polisi.

Dengan langkah gemetar dan tubuh yang penuh luka, Vixeon berjalan menuju mobilnya yang terparkir tak jauh. Dengan hati yang masih berdegup kencang, ia membuka pintu mobil dan masuk ke dalamnya. Mesin mobil dinyalakan, dan dengan perasaan yang campur aduk, Vixeon meninggalkan lokasi yang penuh kenangan pahit itu. Sirine polisi semakin mendekat, namun Vixeon memilih untuk menyelamatkan diri dari kejaran yang semakin dekat.

Keempat Agent Whitejack yang masih sadar menatap ke arah Vixeon yang pergi dengan pandangan campur aduk. Meskipun tubuh mereka terluka dan lelah, tetapi rasa takjub dan ketakutan terpampang jelas di wajah mereka. Kekuatan Vixeon yang baru saja mereka alami meninggalkan kesan yang sulit untuk dilupakan. Terbaring di tanah, mereka merenung tentang pertarungan tak terduga yang baru saja terjadi, sementara suara sirine polisi semakin dekat menghantui pelabuhan pada pagi hari yang sunyi.

...****************...

...[Beberapa jam sebelumnya]...

Hatari melangkah masuk ke dalam toko ilegal di dalam pasar gelap, ruangan itu penuh dengan berbagai macam barang-barang terlarang yang disusun rapi. Zara, si pemilik toko, menyambutnya dengan senyuman.

"Akhirnya kau datang, Hatari. Ada hal yang ingin kubicarakan denganmu," kata Zara serius.

Hatari menjawab, "Langsung ke intinya."

Zara membawa Hatari ke bagian belakang toko yang lebih tersembunyi.

"Ini tentang efek samping dari upgrade fitur Saber milik Vixeon. Aku mendengar banyak cerita, dan aku pikir kamu perlu tahu lebih lanjut." Mereka duduk di sebuah sudut yang lebih sepi, sedang memulai pembicaraan yang akan membuka jendela dunia Hatari terhadap peristiwa yang tengah berkembang.

Hatari melihat sekelompok layar komputer di sudut ruangan, tampaknya berisi berbagai informasi dan intel tentang kegiatan di dunia bawah tanah.

Zara dengan tenang menjelaskan, "Aku memiliki jaringan informasi yang luas, Hatari. Dan dengan bantuan ini, aku bisa memantau banyak hal termasuk Vixeon dan perkembangan terbaru di dunia bawah tanah."

Hatari tertarik, "Dan apa yang bisa kau temukan tentang efek samping dari Saber?"

Zara mengetik beberapa kali di keyboardnya, memunculkan data di layar. "Efek sampingnya cukup mencengangkan. Beberapa individu yang menggunakan teknologi serupa mengalami perubahan pada sistem saraf dan energi batin mereka. Kekuatan besar seringkali datang dengan harga yang mahal."

"Maksudmu ..." Hatari melirik ke wajah Zara.

"Ya. Bisa saja Saber mengambil alih tubuh Vixeon. Karena saat ini stok chip untuk penetralisir asisten kecerdasan buatan itu masih dikembangkan di pasar gelap yang bukan di sini lokasinya."

"T ... tidak mungkin ..." Hatari sedikit terkejut.

Zara mengangguk, "Itu salah satu risikonya. Kita tidak tahu sejauh mana Saber memiliki kendali. Vixeon harus hati-hati."

Hatari menyadari kerumitan situasi ini, "Kita perlu mencari solusi. Bagaimana caranya menghentikan atau mengendalikan Saber jika memang itu menjadi masalah besar?"

Zara tersenyum tipis, "Kita bisa mencari chip penetralisir itu. Aku punya beberapa kontak di pasar gelap yang bisa membantu kita mendapatkannya. Tapi, perlu diingat, hal ini tidak akan mudah."

Hatari mengangguk, "Aku siap melakukan apa pun untuk membantu Vixeon dan mencegah Saber mengambil alih sepenuhnya."

Hatari menatap layar dengan serius, merenung tentang berbagai konsekuensi yang mungkin timbul dari kekuatan yang dimiliki Vixeon.

...----------------...

Episodes
1 Prolog
2 1.1 : kebetulan
3 1.2 : night
4 1.3 : Shattered
5 1.4 : reconnect
6 1.5 : Hardpoint
7 1.6 : Upgrade
8 1.7 : Claimer
9 1.8 : Adrenaline
10 1.9 : Endangered
11 1.10 : Daylight
12 1.12 : Mastermind
13 2.1 : Endo
14 2.2 : Blackjack
15 2.3 : Controlled
16 2.4 : Saber
17 2.5 : Broken
18 2.6 : Owe
19 2.7 : Nightmare
20 2.8 : Countdown
21 2.9 : Red and Yellow
22 2.10 : Breaker
23 2.11 : Slayer
24 2.12 : Knight
25 2.13 : Present
26 2.14 : Endless
27 2.15 : Hunter
28 2.16 : Enemy
29 2.17 : Or Lovers?
30 2.18 : Ride
31 3.1 : Assassin's
32 3.2 : Chrono Relic
33 3.3 : Blade and Snipe
34 3.4 : KRIEXUS
35 3.5 : The Ghost
36 3.6 : Company and Fugitive
37 3.7 : Level up
38 3.8 : Intellect
39 3.9 : Fallen Knight
40 3.10 : Rising Knight
41 3.11 : Outlaw
42 3.12 : Union
43 4.1 : Parade Arc
44 4.2 : Confront
45 4.3 : Call
46 4.4 : All in
47 4.5 : Acquitance
48 4.6 : Favor
49 4.7 : Let the hunt begin
50 4.8 : The Hunt already started
51 4.9 : League
52 4.10 : Hunting fugitive
53 4.11 : Sane
54 4.12 : Is romance still there?
55 4.13 : Go
56 4.14 : Borderline
57 4.15 : Attention
58 4.16 : Saga
59 4.17 : Roulette
60 4.18 : Happening
61 4.19 : Find
62 4.20 : Among us
63 4.21 : Hyper
64 4.22 : Bounty
65 4.23 : Beating
66 4.24 : Come & Go
67 5.1 : One time
68 5.1.2 : Snapped
69 5.1.3 : Special
70 5.2 : War on us
71 5.3 : Requiem
72 5.4 : Quarter
73 5.5 : Blue
74 5.6 : Ratio
75 5.7 : Syndicate
76 5.8 : Tempered
77 5.8.1 : Yagami
78 5.8.2 : Spectra & Deathstep
79 5.8.3 : Stranded
80 5.9 : Often
81 5.10 : Tales
82 5.11 : Block
83 5.12 : Vision
84 5.13 : Determined
85 5.14 : Gleam
86 5.15 : Gathered
87 5.16 : Melted
88 5.17 : The King
89 5.18 : And i
90 5.19 : See ya
Episodes

Updated 90 Episodes

1
Prolog
2
1.1 : kebetulan
3
1.2 : night
4
1.3 : Shattered
5
1.4 : reconnect
6
1.5 : Hardpoint
7
1.6 : Upgrade
8
1.7 : Claimer
9
1.8 : Adrenaline
10
1.9 : Endangered
11
1.10 : Daylight
12
1.12 : Mastermind
13
2.1 : Endo
14
2.2 : Blackjack
15
2.3 : Controlled
16
2.4 : Saber
17
2.5 : Broken
18
2.6 : Owe
19
2.7 : Nightmare
20
2.8 : Countdown
21
2.9 : Red and Yellow
22
2.10 : Breaker
23
2.11 : Slayer
24
2.12 : Knight
25
2.13 : Present
26
2.14 : Endless
27
2.15 : Hunter
28
2.16 : Enemy
29
2.17 : Or Lovers?
30
2.18 : Ride
31
3.1 : Assassin's
32
3.2 : Chrono Relic
33
3.3 : Blade and Snipe
34
3.4 : KRIEXUS
35
3.5 : The Ghost
36
3.6 : Company and Fugitive
37
3.7 : Level up
38
3.8 : Intellect
39
3.9 : Fallen Knight
40
3.10 : Rising Knight
41
3.11 : Outlaw
42
3.12 : Union
43
4.1 : Parade Arc
44
4.2 : Confront
45
4.3 : Call
46
4.4 : All in
47
4.5 : Acquitance
48
4.6 : Favor
49
4.7 : Let the hunt begin
50
4.8 : The Hunt already started
51
4.9 : League
52
4.10 : Hunting fugitive
53
4.11 : Sane
54
4.12 : Is romance still there?
55
4.13 : Go
56
4.14 : Borderline
57
4.15 : Attention
58
4.16 : Saga
59
4.17 : Roulette
60
4.18 : Happening
61
4.19 : Find
62
4.20 : Among us
63
4.21 : Hyper
64
4.22 : Bounty
65
4.23 : Beating
66
4.24 : Come & Go
67
5.1 : One time
68
5.1.2 : Snapped
69
5.1.3 : Special
70
5.2 : War on us
71
5.3 : Requiem
72
5.4 : Quarter
73
5.5 : Blue
74
5.6 : Ratio
75
5.7 : Syndicate
76
5.8 : Tempered
77
5.8.1 : Yagami
78
5.8.2 : Spectra & Deathstep
79
5.8.3 : Stranded
80
5.9 : Often
81
5.10 : Tales
82
5.11 : Block
83
5.12 : Vision
84
5.13 : Determined
85
5.14 : Gleam
86
5.15 : Gathered
87
5.16 : Melted
88
5.17 : The King
89
5.18 : And i
90
5.19 : See ya

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!