Vixeon dan Hatari melaju di jalanan kota yang sunyi pada dini hari. Cahaya lampu jalan memperlihatkan bayangan bangunan-bangunan tinggi yang berdiri seperti penjaga malam. Dengan langit yang masih gelap, mereka berdua melanjutkan perjalanan mereka dengan mobil, menjelajahi setiap sudut kota yang seakan-akan memiliki cerita tersendiri di dalamnya. Meskipun suasana sepi, terdengar bisikan kisah kota yang terpendam di balik bangunan-bangunan bisu dan jalan-jalan yang sunyi. Vixeon dan Hatari, dalam keheningan malam, melanjutkan perjalanan mereka yang misterius, tak tahu apa yang menanti di setiap tikungan yang mereka lewati.
"Hatari, ada sesuatu yang ingin ku bicarakan." Vixeon memulai percakapan.
"Kau punya rencana apa?"
"Aku ingin membangun sebuah tim. Orang-orang yang dapat dipercaya, kuat, dan bersedia melawan para Bounty Hunter dan Assassin di negara."
"Dengan cara?"
"Kemungkinan besar, aku ingin merekrut para buronan untuk menjadi teman ku." Ujar Vixeon.
"Terdengar mustahil untuk merekrut."
"Kalau bekerjasama masih ada harapan," Vixeon melirik ke Hatari, "Bisa jadi itu adalah kunci untuk membangun pertemanan!"
"Ya ... Coba saja. Terdengar mengesankan."
Dalam cahaya lampu jalan yang membelah malam, Vixeon dan Hatari mulai merancang rencana mereka untuk membawa perubahan ke kota yang dihantui oleh bayang-bayang kejahatan.
Ketika Vixeon dan Hatari melaju melalui jalan-jalan kota, mereka tiba di sebuah persimpangan yang tidak terduga. Jalanan ditutup oleh sebuah palang, dan di belakangnya terlihat sosok yang menjaga. Saat mereka mendekati, terlihat jelas bahwa orang yang bertugas mengamati palang itu adalah seorang anggota faksi yang dikenali oleh lambangnya yang mencolok, "Whitejack."
"Sepertinya kita punya checkpoint di sini. Apakah mereka sedang melakukan sesuatu?"
"Aku rasa kita perlu mendekati mereka dan mencari tahu. Barangkali ada informasi penting yang bisa kita dapatkan."
"Bodoh, kan aku buronannya." Vixeon meninju bahu Hatari.
"Oh iya, aku lupa. Baiklah tunggu sini,"
Dengan langkah mantap, Hatari keluar dari mobil dan mendekati palang yang dijaga oleh wanita Bounty Hunter dari faksi Whitejack. Langit malam menyaksikan ketegasan Hatari, yang menghadapi wanita itu dengan tatapan tanpa ragu.
"Apa yang terjadi di sini? Ada sesuatu yang perlu kami ketahui?"
Wanita Bounty Hunter, yang memegang kendali atas jalanan yang ditutup, menatap Hatari sejenak sebelum menjawab, "Ada kegiatan yang harus diawasi. Diberitahukan kalau seorang buronan terlihat di area sini."
Dengan ketangguhan di matanya, Hatari menjalin interaksi dengan wanita itu, siap untuk menggali informasi yang mungkin penting bagi perjalanan mereka di kota yang penuh intrik ini.
"Tapi bolehkah kami lewat sini? Apartemen nya ada di sana." Sembari menunjuk.
"Kami?" Wanita itu mulai curiga.
"Bodoh, keceplosan!" Hatari menutup mulutnya.
"Apakah saya boleh mengecek mobil anda, pak?" Wanita itu mulai mendekati mobil Vixeon.
"Sial! nanti dia tahu kalau Vixeon sedang bersembunyi di sana!" Panik Hatari.
Vixeon yang di dalam mobil, merasakan getaran dari tangan kirinya. Pertanda kalau Saber mendeteksi lawan subjeknya.
"Saber bergetar. Kalau begini tidak ada cara lain!" Vixeon memiliki rencana yang mendesak.
Ketika wanita itu membuka pintu mobil ...
...[BRRRRRRTTTTTT]...
Dengan gerakan gesit, Vixeon yang tersembunyi di dalam bayangan mobilnya menyadari wanita Bounty Hunter mulai mencurigai keberadaannya. Tanpa ragu, ia muncul dari balik pintu mobil dan dengan cepat meraih wanita itu, menyelipkan tangannya ke sekeliling mulutnya.
Wanita Bounty Hunter, terkejut dan terjebak dalam cengkeraman Vixeon, memandangnya dengan tatapan tajam yang mencerminkan ketidakpuasan dan kejutan. Permainan bayangan dan cahaya malam menjadi saksi ketegangan di antara keduanya dalam situasi yang semakin kompleks.
Dengan cepat, Vixeon menahan wanita Bounty Hunter itu dan dengan sigap menyuruh Saber untuk bertindak.
"Saber, aktifkan gas tidur. Kita tidak ingin keadaan menjadi semakin rumit."
Dengan presisi yang luar biasa, Saber mengaktifkan gas tidur dari tangan kiri cyborg Vixeon, dan hembusan ringan tersebar di dalam mobil. Wanita Bounty Hunter itu pun perlahan-lahan merasa pusing dan kelelahan, terjebak dalam dekapan tidur yang tiba-tiba. Vixeon memastikan situasinya terkendali sebelum melanjutkan pencarian informasi yang diperlukan.
Setelah berhasil menidurkan wanita itu, Vixeon memberikan isyarat pada Saber untuk mengemudikan mobil menjauh dari lokasi tersebut dengan otomatis. Sementara itu, Hatari tetap di tempat, menjaga kewaspadaan dan memastikan tidak ada yang mencurigakan di sekitar. Ketika mobil meluncur perlahan ke kegelapan malam, Vixeon meninggalkan Hatari dengan tugasnya yang terus memantau situasi di belakang.
...****************...
Di sisi lain, Fredrinn kembali ke kantor Sir Carter dengan langkah mantap, membawa koleksi foto terbaru yang berhasil ia tangkap semalam. Ketika pintu kantor terbuka, atmosfer ruangan langsung berubah menjadi serius. Sir Carter, duduk di balik meja kerjanya, menatap Fredrinn dengan tatapan tajam yang meminta penjelasan.
"Apa yang kau dapatkan, Fredrinn? Segera berikan laporanmu."
Fredrinn meletakkan sejumlah foto di atas meja Sir Carter, memperlihatkan momen-momen terkait dengan pertarungan dan intrik yang tengah terjadi di kota. Sir Carter mulai memeriksa setiap detail foto dengan penuh perhatian, sementara Fredrinn menunggu respons atau arahan selanjutnya dari atasannya.
"Fredrinn, apa yang bisa kau ceritakan mengenai pertarungan ini? Gambarnya memberikan sedikit informasi."
"Sir, sepertinya ada konflik di antara tiga individu: 2 orang Agent dari faksi yang berbeda dan seorang wanita yang kemungkinan adalah si nomor 10, Shadow seraph. Pertarungan ini terjadi di rooftop gedung, dan sepertinya semuanya terkait dengan dunia pemburu imbalan."
"Apakah ada indikasi faksi mana yang terlibat? Kita butuh informasi lebih lanjut."
"Sayangnya, Sir, saya tidak bisa mengidentifikasi faksi secara pasti. Tapi mereka menggunakan kemampuan dan senjata yang cukup canggih. Mungkin terkait dengan faksi-faksi besar di kota ini. Bisa ditebak kalau mereka berdua berasal dari faksi Blackjack dan Whitejack." Fredrinn menjelaskan foto itu sembari menunjukkan orang yang ada di foto.
"Lanjutkan pemantauan. Kita perlu tahu siapa yang akan kehilangan emas dan siapa yang akan keluar sebagai pemenang."
"Saya akan segera melacak lebih lanjut, Sir. Semoga informasi ini membantu kita mengungkap kekacauan yang terjadi di kota."
Setelah memberikan laporan dan menyerahkan foto-foto yang diambilnya, Fredrinn meninggalkan kantor Sir Carter dengan langkah mantap. Langit kota yang gelap dan dingin menyambutnya, menciptakan atmosfer misterius seiring dengan berbagai kejadian yang tengah terungkap. Di benaknya, Fredrinn masih mencoba mengurai teka-teki pertarungan dan konflik yang terus berkembang di tengah kota yang semakin gelap. Langkahnya tegap menuju keberanian yang mungkin membawanya ke sudut-sudut kota yang penuh intrik dan bahaya.
...****************...
Hari mulai menyingsing, memancarkan cahaya yang lembut dari balik cakrawala. Vixeon duduk di atas kap mobilnya, matahari terbit memancarkan sinarnya yang hangat di pelabuhan. Sejenak, dia terpesona oleh keindahan alam yang kontras dengan kehidupan malam yang penuh intrik dan pertarungan. Angin pagi membawa aroma asin dari laut, memberikan kehangatan pada momen keheningan yang Vixeon nikmati. Namun, di balik pemandangan yang damai ini, bayangan-bayangan kota yang gelap masih menyelimuti pikirannya, mengingatkannya pada tugas dan petualangan yang terus menanti di sudut-sudut kota yang belum terjamah.
Wanita yang sebelumnya Vixeon culik terbangun dari tidurnya di dalam mobil. Matahari pagi menerangi wajahnya yang masih terlihat penuh dengan keheranan dan ketidakpercayaan. Ketika ia melihat Vixeon duduk di atas kap mobil dengan tatapan yang mendalam ke horizon, wanita itu merasakan kebingungan campur takut. Pertanyaan pun melintas di benaknya, mencoba memahami alasan di balik semua kejadian yang mengejutkan ini. Sementara pagi melanjutkan perjalanan, keduanya terdiam, menghadapi pemandangan matahari terbit yang memberikan nuansa kejelasan pada awal hari mereka.
Vixeon pun menoleh ke belakang, menatap ke arah wanita itu. "Oh, Selamat pagi!"
...----------------...
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 90 Episodes
Comments