Agent Dark Slayer berdiri di balkon markas Blackjack, menatap horizon yang masih dipenuhi kabut pagi. Sinar matahari mulai menembus awan, memberikan warna keemasan pada langit. Dalam pikirannya, dia merenung tentang tugas-tugas yang menantinya dan misteri yang harus dipecahkannya.
Angin sejuk pagi membuat jubah hitamnya berkibar perlahan. Dark Slayer merenung tentang keberadaan Shadow Seraph dan faksi Whitejack. Sebuah panggilan dari kegelapan yang berusaha dihadapinya dengan penuh ketenangan dan keberanian.
Sementara dia menghadapi tantangan yang akan datang, mata Dark Slayer dipenuhi tekad untuk menjaga kedamaian dan keadilan, walau harus melalui kegelapan paling dalam sekalipun.
Sesaat sebelum Dark Slayer berbalik untuk menatap horizon yang terbuka, seorang wanita muncul di belakangnya. Tangan lembut menepuk bahunya, dan ketika ia berpaling, ia melihat wajah Agent Blossom, rekan setimnya dari Blackjack.
"Selamat pagi, Dark Slayer. Apa kabar?" tanya Agent Blossom sambil tersenyum. Suaranya penuh keceriaan, memberikan sedikit sentuhan hangat di pagi yang masih sejuk.
Agent Blossom melihat Dark Slayer yang tampak merenung, matanya yang tajam seolah memperhatikan sesuatu yang tidak terlihat oleh mata biasa.
"Ada sesuatu yang meresahkan mu, bukan?" tanya Agent Blossom dengan nada penuh perhatian.
Dark Slayer mengangguk perlahan. "Ada sebuah bayangan dari masa lalu yang terus menghantui, Blossom. Sesuatu yang belum terselesaikan."
Agent Blossom menyandarkan dirinya di tepi balkon, "Ceritakan padaku, Dark Slayer. Terkadang, berbicara tentang masa lalu bisa menjadi cara terbaik untuk meredakan beban yang kita pikul."
Dark Slayer menatap ke kejauhan, mencoba mengumpulkan kata-kata untuk menceritakan kisahnya. "Dulu, saya memiliki mitra, seseorang yang saya anggap sebagai saudara. Kami berdua menjalani banyak misi bersama, menjadi pasangan yang tak terpisahkan."
Agent Blossom mendengarkan dengan serius, memberikan ruang bagi Dark Slayer untuk menceritakan lebih lanjut.
"Namanya Red Phoenix, seorang agen yang tangguh dan penuh dedikasi. Hingga suatu hari, dalam misi besar, segalanya berubah. Kami harus menghadapi keadaan yang sulit, dan Red Phoenix... ia mengorbankan dirinya untuk menyelamatkan saya."
Mata Dark Slayer dipenuhi dengan kenangan sedih. "Sejak saat itu, ada pertanyaan yang terus menghantui pikiran saya. Apakah saya bisa melakukan lebih banyak untuk mencegah kejadian itu? Mengapa harus dia yang mengorbankan diri?"
Agent Blossom mengangguk mengerti. "Kehilangan seseorang yang kita cintai dalam tugas adalah beban yang sulit. Namun, Dark Slayer, Anda tidak sendiri. Markas ini adalah tempat untuk mendukung satu sama lain. Kami adalah keluarga."
Dark Slayer menatap Agent Blossom dengan ungkapan terima kasih. "Terima kasih, Blossom. Terkadang, kita memang perlu mengingat bahwa kita tidak sendirian dalam gelapnya masa lalu."
Seseorang datang menghampiri mereka, langkahnya yang ringan seolah menyelinap tanpa terdengar. Mereka berdua berbalik, dan mata mereka bertemu dengan sosok misterius yang tiba-tiba muncul.
"Dark Slayer, Blossom, apa yang membawa kalian ke balkon pada pagi hari yang indah ini?" tanya sosok itu dengan senyuman misterius di wajahnya. Itu adalah Agent Phantom, seorang ahli dalam tindakan diam-diam dan penghilangan jejak.
Agent Dark Slayer menyela dengan serius, "Ada sesuatu yang mengganjal pikiranku, Phantom. Rencana Whitejack semakin kompleks, dan aku merasa ada yang lebih besar di balik tirai."
Agent Blossom menambahkan, "Ia benar, Phantom. Ada kegelapan yang mengancam, dan kita harus mengungkapnya sebelum terlambat."
Phantom tersenyum tipis, "Kalian selalu peka terhadap ancaman. Kita akan mencari tahu lebih dalam. Bersatu, kita bisa mengungkap segala misteri yang tersembunyi."
Agent Blossom menatap kedua rekannya, "Kita harus lebih waspada terhadap buronan kategori merah. Mereka semakin aktif dan mungkin terlibat dalam rencana besar Whitejack."
Phantom mengangguk, "Dan jangan lupakan buronan kategori kuning. Mereka bisa menjadi elemen kunci dalam skema yang lebih besar."
Dark Slayer menambahkan, "Namun, buronan kategori hijau juga perlu diperhatikan. Mereka bisa memiliki informasi yang berguna. Mari kita bagi tugas dan tetap waspada."
Mereka bertiga kemudian mengatur strategi untuk menangani berbagai tingkatan buronan, menyadari bahwa setiap langkah mereka harus hati-hati di dunia yang semakin kompleks dan berbahaya.
"Tenang saja, Member Blackjack semakin banyak. Lagipula member legendaris juga belum ikut nimbrung dengan unit kita." Tiba-tiba seorang wanita berkacamata ikut nimbrung.
Mereka bertiga bingung dengan wanita yang ikut nimbrung itu.
"Aku Agent Iris. Kabar baiknya, aku membawa informasi terbaru mengenai pergerakan buronan kategori merah di wilayah ini."
Dark Slayer melirik ke arah Blossom, menyadari kehadirannya.
"Iris, ada perkembangan apa terkini mengenai buronan kategori merah?"
Blossom bergabung dalam percakapan, "Ada petunjuk baru atau informasi yang bisa kita manfaatkan?"
Iris menyematkan kacamata dengan cermat, "Saat ini, mereka tampaknya bergerak menuju kota Greed. Ada kemungkinan mereka mencoba menyusup ke fasilitas rahasia di sana. Mungkin akan ada korban yang tak dapat dihitung jumlahnya jika tidak segera di cegah."
Dark Slayer menarik napas dalam-dalam, "Kita tidak boleh lengah. Blossom, Phantom siapkan tim untuk menyusuri kota Greed. Iris, berikan kita pembaruan sejauh ini."
Iris mengangguk, "Dimengerti, Dark Slayer. "
Blossom berjanji, "Aku akan memimpin tim untuk memastikan tidak ada yang lolos dari pantauan kita."
Dengan informasi baru yang diberikan, Dark Slayer, Phantom, Blossom, dan Iris mulai menyusun rencana untuk menangkap buronan kategori merah tersebut.
...****************...
Vixeon mendapati dirinya dikelilingi oleh empat agen Whitejack. Hugo, Luna, Valeria, dan Serena menatapnya dengan ketegangan yang tinggi.
Serena Yagami (Agent Spectra) memecah keheningan, "Knightfall, masa lalu mu mengejar mu. Tapi sekarang, kita akan menghentikan langkahmu."
Hugo Heisaber (Agent Zero) tersenyum menantang, "Kau tidak akan lolos kali ini, Vixeon. Kami bersatu untuk menegakkan keadilan."
Luna Lightstar (Agent Moonlight) memandang Vixeon dengan tajam, "Kau tidak bisa terus melarikan diri. Saatnya bertanggung jawab."
Valeria, yang baru saja kembali menyusul, memegang senjata dengan mantap, "Knightfall, pertunjukan mu telah berakhir."
Vixeon, meski dikelilingi, tetap tenang. "Kalian memang agen yang kuat, tetapi ingatlah, kekuatan terbesar terletak pada kemampuan kita untuk berubah. Maukah kalian melihat dunia dari perspektif yang berbeda?"
Pertarungan pun diambang, ketegangan di antara mereka menciptakan atmosfer yang semakin tegang di pagi yang cerah itu.
Dengan senjata mereka yang siap, empat agen Whitejack dan Vixeon berdiri di lokasi terpencil di pagi yang cerah. Suasana tegang menyelimuti mereka, dan seolah waktu berhenti sejenak sebelum pertarungan meletus.
Dengan tangan kirinya yang dihiasi oleh Saber, Vixeon menantang keempat agen Whitejack tersebut dengan senyum penuh keyakinan.
Di antara mereka, konflik masa lalu dan tujuan masing-masing akan segera menjadi bagian dari pertarungan sengit yang akan menentukan arah cerita selanjutnya.
Sorot mata mereka penuh dengan determinasi dan ketidakpastian, menciptakan ketegangan yang bisa dirasakan bahkan oleh udara pagi yang sejuk.
...----------------...
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 90 Episodes
Comments