Pada malam yang menyelimuti gedung terbengkalai, suasana berubah seperti catatan musik yang berubah tempo. Bayangan gelap melingkupi lorong-lorong gelap, dan udara yang terhempas dari jendela-jendela retak menciptakan lapisan misteri di setiap sudut. Tempat yang tadinya sunyi kini menyimpan detik-detik kegelapan yang belum terungkap.
Dengan pandangan tajam yang menyelinap di antara bayangan malam, wanita itu dengan gesit membereskan sniper-nya di tepi atas gedung. Setiap gerakan ringan tangannya mengisyaratkan kesiapan untuk menanggapi panggilan malam yang penuh tantangan, seolah melibatkan diri dalam tarian senyap di puncak ketinggian yang memandang seluruh kota.
Wanita itu adalah yang sempat membidik kepala Vixeon sebelumnya. Sepertinya ia baru saja menyelesaikan tugas lain. Langkah wanita itu menghentak seperti dentingan musik yang tak terduga di malam yang hening.
Namun, sebelum dia bisa menyelinap pergi, sosok pria yang menanti dengan kesunyian seperti bayangan, muncul di belakangnya. Dalam kegelapan yang merangkul, permainan kucing-kucingan di antara mereka menciptakan atmosfer ketegangan yang menyiratkan pertarungan tak terlihat di balik malam yang tenang.
"Huh, aku tidak menyangka seseorang seperti mu akan datang." Wanita itu tertawa pelan, memandang pria di hadapannya dengan mata yang menyimpan kebijaksanaan yang dalam.
"Terkadang, penilaian pertama bisa menipu. Aku selalu ada di tempat yang paling tak terduga, seperti kebenaran yang tersembunyi di balik misteri yang belum terpecahkan." Suaranya, seperti senja yang merayap, menciptakan lapisan misteri yang semakin membingkai pertemuan mereka.
Dengan gerakan ringan yang memotong malam, pria bounty hunter itu mengeluarkan pedang cyber-nya. Kilatan cahaya futuristik membelah kegelapan, menciptakan aura keberanian dan keputusan yang teruji di setiap garis bilah yang terungkap. Di tangannya, pedang itu menjadi perpanjangan dari tekadnya, siap mengukir kisah baru dalam malam yang mendalam.
Pria bounty hunter itu menatap wanita itu dengan tajam, senjata futuristik terhunus di tangannya.
"Jadi, kau akan melawan ku, Agent Dark Slayer?" Tersirat dalam suaranya adalah tantangan yang tak terucapkan, menggambarkan ketegangan yang menjalar di udara, seolah-olah malam itu akan menjadi saksi pertarungan antara dua kekuatan yang tak tergoyahkan.
"Seperti namanya, kini aku akan memberimu sebuah kenangan dengan tebasan pedang ini!"
Pedang cyber itu meluncur keluar dari sarungnya dengan kecepatan kilat, menghiasi malam dengan bayangan mematikan.
Wanita itu, seolah menjadi perpanjangan dari senjatanya, menyiratkan bahwa setiap gerakan akan diukir dalam kenangan yang tak terlupakan. Dalam senyap yang penuh tekanan, pertarungan tak terhindarkan pun menjelang, dan malam itu berubah menjadi medan perang bagi dua kekuatan yang tak kenal takut.
Dengan keahlian tangan yang presisi, wanita itu mulai merakit pedang cyber dari bagian-bagian sniper-nya yang tersembunyi. Setiap gesekan logam dan setiap pengencangan baut, sebagai simfoni perang yang membangun di antara malam yang hening.
Dalam sekejap, senjata yang baru lahir itu memancarkan aura keputusan, siap menghadapi Agent Dark Slayer dalam tarian cahaya dan bayangan yang tak terduga.
"Inikah keahlian lain dari si no 10, Shadow Seraph?" Tatapannya yang menyelip di antara bayangan menandai Shadow Seraph, buronan nomor 10 yang legendaris.
Keahliannya menjadi kisah yang berkeliaran di antara para pemburu, seolah-olah malam sendiri adalah sekutunya. Di setiap langkahnya, terlukis misteri dan kecerdasan yang membuatnya menjadi bayangan yang sulit dikejar di dalam alam bayangan yang diciptakannya sendiri.
"Shadow Seraph, nama yang tak asing di telinga pemburu. Apakah kau tahu betapa sulitnya menemukan bayanganmu?"
"Agak terlambat untuk menyesal sekarang, Dark Slayer. Setelah ini, kita hanya akan diingat oleh getaran pedang yang kita ukir di antara bayangan malam."
"Aku penasaran, apakah pedang mu sekuat kata-katamu? Kita lihat siapa yang akan meninggalkan bayangan lebih dalam di malam ini."
"Semua akan terungkap dalam getaran pedang ini. Bersiaplah, Dark Slayer, kita akan menari dalam tarian kegelapan yang tak terlupakan."
Di puncak gedung yang dikelilingi oleh kegelapan malam, Shadow Seraph dan Agent Dark Slayer saling berhadapan. Cahaya rembulan menyinari dua sosok yang berdiri di atas atap, sementara bayangan gedung-gedung menjulang tinggi menjadi saksi bisu pertarungan yang akan merayap dalam kenangan malam itu.
Pedang cyber keduanya bersinar dalam kilau dingin, menciptakan siluet yang memotret ketegangan di udara. Suara sabetan pedang dan langkah kaki berirama di atas atap, menciptakan orkestra pertarungan yang merdu. Dalam arena malam yang hening, Shadow Seraph dan Agent Dark Slayer memulai tarian maut mereka, mengukir cerita pertarungan yang tak akan terlupakan di bawah langit yang diselubungi rahasia.
Shadow Seraph dan Agent Dark Slayer saling serang dengan kecepatan kilat, pedang cyber mereka berputar seperti kilat di antara kedua belah pihak.
Setiap serangan menghasilkan pancaran cahaya yang memotong kegelapan, menciptakan dentingan kilat yang memecah hening malam. Gerakan tajam, tipuan cepat, dan serangan mendalam bertabrakan di atas rooftop gedung, menciptakan aura pertarungan yang intens.
Suara sabetan pedang menjadi melodi kehancuran, seolah-olah malam itu menjadi panggung bagi pertunjukan kebrutalan yang tak terhentikan. Dalam detik-detik yang mendebarkan, keduanya saling menguji batas kemampuan masing-masing, bayangan dan cahaya bersatu menjadi tarian yang meriah di antara langit yang tak terhingga.
Dalam hembusan nafas yang berat, Shadow Seraph dan Agent Dark Slayer menahan lelah yang melanda tubuh mereka. Pedang mereka saling beradu dalam ketegangan yang membesar, dan dalam momen singkat keheningan, mereka berdua memandang satu sama lain dengan mata yang mencerminkan kelelahan dan penghormatan.
"Pertarungan yang hebat, Dark Slayer. Tidak banyak yang bisa mengimbangi kecepatan dan keterampilan mu."
"Sama untukmu, Shadow Seraph. Kau bukan buronan biasa. Ada keanggunan dan keahlian dalam setiap gerakanmu."
"Siapa yang menyangka kita akan berakhir di sini seperti ini, saling menghormati di tengah pertarungan. Apa tujuanmu, Dark Slayer?"
"Tak terduga, bukan? Tujuanku sederhana, mencari keadilan di dalam bayangan kota ini. Bagaimana denganmu?"
"Aku melarikan diri dari takdir yang mengikatku. Malam ini, kita adalah dua bayangan yang berpapasan di antara rahasia kota. Mungkin suatu saat, kita akan saling bertemu di bawah langit yang lebih cerah."
Mereka berdua saling berpandangan, setiap kata menciptakan jembatan pengertian di antara dua kekuatan yang sejenak saling melupakan peran mereka dalam dunia yang penuh misteri.
Shadow Seraph dan Agent Dark slayer saling maju. Ketika mereka berdua sudah kembali bersemangat untuk kembali mengayunkan pedangnya, tiba-tiba ...
...[DORRRRRR]...
Saat kelelahan menyelinap pada Shadow Seraph dan Agent Dark Slayer, langkah-langkah dingin seorang pemburu wanita menghentikan pertarungan mereka. Senjata di tangannya menunjuk tajam, menciptakan ketegangan di antara mereka.
"Nomor 10, kau adalah targetku malam ini," sedikit melirik ke arah Agent Dark Slayer ia pun menyinggungnya, "sebaiknya kau tak campur tangan, kecuali kau ingin menjadi bagian dari poin akhirku."
Suara dinginnya, tak kenal kompromi, melibatkan keduanya dalam bayang-bayang ancaman yang tidak terduga. Di malam yang mempertemukan tiga kekuatan, pemburu wanita itu menampilkan ketenangan yang menghantui, seolah membawa angin dingin dari dunia yang lebih gelap.
...----------------...
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 90 Episodes
Comments
Ayanagi Souma
tidaakkk karakter mereka bahkan ikut puitis
2024-02-13
1
V.MaryGrace
selamat tambah tua yaa thorr
2024-01-15
1