Vixeon berdiri tegak, bersiap untuk menghadapi serangan keempat agen Whitejack yang mengepungnya. Dalam sekejap, arena itu menjadi panggung pertarungan yang gelap dan intens, di mana keempat agen tersebut melancarkan serangan bersama-sama. Dengan Saber di tangan kirinya, Vixeon siap menghadapi ujian yang tidak terduga ini.
Vixeon merespon dengan cepat, melepaskan gelombang elektromagnetik yang menggetarkan udara di sekitarnya. Keempat agen Whitejack terdorong mundur, merasakan hambatan kuat dari kekuatan elektromagnetik yang dilepaskan oleh Vixeon. Tangan kiri Saber-nya bersinar terang, menandakan kesiapan untuk melawan serangan berikutnya.
Dalam keheningan yang tercipta setelah gelombang elektromagnetik, pertarungan menjadi lebih sengit. Hugo melepaskan salvo peluru dari senjata api canggihnya, Luna mengayunkan pedang cyber yang memancarkan cahaya biru, Valeria menyusun taktik dengan senjata api presisi, dan Serena bersiap dengan senjata khususnya.
Vixeon menghindari serangan pertama Hugo dengan tangkas, bergerak seolah ia dapat meramal setiap gerakan musuh. Saber-nya mengeluarkan sinar biru yang tajam, menangkal serangan Luna yang cepat. Valeria melepaskan serangannya dengan peluru-peluru yang memenuhi udara, namun Vixeon dengan cekatan menghindar di antara peluru-peluru itu. Serena, yang diam-diam menciptakan ilusi, menantang Vixeon dengan kecepatan dan keahlian khususnya.
Pertarungan mencapai puncak ketegangan, diwarnai dengan kilatan cahaya senjata dan gerakan-gerakan cepat. Vixeon tetap tenang, menghadapi keempat agen Whitejack dengan kecerdasan dan keahliannya yang luar biasa.
Dalam kekacauan pertarungan yang semakin sengit, Vixeon memutuskan untuk memanfaatkan semua fitur di tangan kirinya, Saber. Saber berkelebat dengan kecepatan tinggi, memisahkan diri menjadi beberapa bagian untuk menghadapi keempat lawannya secara simultan.
Hugo terkejut ketika serangannya yang kuat dihalangi oleh perisai energi Saber. Luna, dengan lincahnya, harus berjuang melawan serangan-serangan tajam yang datang dari berbagai arah. Valeria, yang mencoba mengecoh dengan ilusi dan taktik, merasa kewalahan melawan kecerdasan buatan Vixeon yang dapat mengenali trik tersebut. Serena, yang berusaha menyerang dari bayangan, mendapati dirinya terperangkap dalam jaringan sinar biru yang dirancang untuk menangkap musuh.
Vixeon memanfaatkan setiap fitur Saber-nya dengan presisi, menciptakan lingkaran cahaya biru yang melibatkan seluruh arena pertarungan. Kekuatan dan kecepatan tangan kiri cyborg nya membuatnya menjadi pusat pertarungan yang sulit diatasi oleh keempat agen Whitejack.
Luna, dengan napas terengah-engah, berkata, "Ini tidak mudah, kita perlu bekerja sama."
Serena menambahkan, "Kita harus mengkoordinasikan serangan kita. Jangan biarkan dia mengambil keuntungan dari kelemahan kita."
Hugo, menegaskan, "Aku akan mencoba menyusup dari belakang. Valeria, bisa kau menciptakan ilusi untuk membingungkannya?"
Valeria mengangguk, "Aku akan mencoba yang terbaik. Luna, pastikan kita tetap di luar jangkauan serangan langsungnya."
Sambil merencanakan strategi, keempat agen Whitejack siap melancarkan serangan bersama untuk mengatasi kekuatan Vixeon.
Vixeon, dalam usaha putar-balik yang serba sulit, terpojok oleh keempat agen Whitejack. Serangan terkoordinasi mereka merayap seperti bayangan gelap, menyulitkan Vixeon untuk menghindar.
Hugo melepaskan deru senjata api, Luna mengayunkan pedang cyber nya dengan penuh kemahiran, Valeria menciptakan ilusi yang membingungkan, dan Serena menyerang dengan kecepatan yang membingungkan. Di tengah pusaran pertarungan, Saber di tangan kirinya berusaha keras untuk menjaga ketertiban, namun kekuatan gabungan musuh itu membuat Vixeon terlihat kewalahan dan dihadapkan pada pertanyaan serius tentang nasibnya.
Vixeon, semakin terpojok di antara serangan yang terus menerus, mulai menunjukkan tanda-tanda kelelahan. Tubuhnya yang kuat mulai membungkuk di bawah beban serangan yang datang begitu cepat dan kuat. Meskipun berusaha sekuat tenaga, kelelahan itu semakin terasa, dan Saber di tangannya berkedip dengan cahaya yang memudar seiring waktu. Wajahnya yang biasanya dingin kini mencerminkan kepayahan dan ketegangan.
Hugo tersenyum angkuh, "Lihatlah, Knightfall, tampaknya ini adalah akhir perjalananmu."
Luna, dengan pedang cyber nya yang masih berkilap, menambahkan, "Kau sudah terlalu lelah untuk melawan kami, Vixeon."
Valeria, yang memegang senjata api dengan sikap percaya diri, menyombongkan diri, "Seharusnya kau tahu kapan harus menyerah, atau akibatnya akan lebih buruk."
Serena, dengan senjatanya yang siap ditembakkan, tersenyum, "Kami adalah tim yang tak terkalahkan. Kau tidak bisa melawan kami semua sekaligus."
Keempatnya berdiri di depan Vixeon, tampaknya yakin bahwa mereka telah menang.
Dengan senyum jahat di wajahnya yang penuh luka, Vixeon melihat ke arah keempat Agent Whitejack yang tengah menyombongkan diri.
"Kalian benar, mungkin aku terlalu lelah," ucapnya dengan nada penuh teka-teki. "Tetapi tahukah kalian, kesalahan terbesar kalian adalah meremehkan kekuatan yang ada di tangan ini." Sambil berdiri tegak, ia dengan mantap mengangkat tangan kirinya, Saber, yang kini berkilap dengan energi yang membangkitkan ketakutan.
Keempat Agent Whitejack saling pandang, wajah mereka mencerminkan kebingungan dan ketidakpastian. Melihat sikap menyeramkan Vixeon, rasa percaya diri mereka mulai terguncang. Vixeon yang sebelumnya terlihat lemah, kini memancarkan aura yang menakutkan. Mereka menyadari bahwa pertempuran ini masih jauh dari berakhir, dan keberhasilan mereka tidak lagi terjamin.
"Dalam dunia ini, kelemahan bukanlah akhir dari segalanya. Malahan, dari kelemahan itulah kekuatan baru lahir." Vixeon bersuara dengan tenang, tetapi kehadirannya memancarkan ketakutan. "Kalian pikir kalian bisa mengalahkan aku? Kalian belum melihat sepertinya."
Keempat Agent Whitejack melihat Vixeon dengan tatapan campur aduk antara ketidakpastian dan kebingungan. Pertempuran terus berlanjut, tetapi Vixeon, dengan sikap dan kata-katanya, telah membalikkan dinamika pertarungan.
"Dan ini ..." Dengan gerakan yang tajam, tangan kiri Vixeon berubah menjadi pedang cyber yang memancarkan cahaya biru intens. "Waktunya kalian merasakan kekuatanku yang sebenarnya," ucapnya dengan nada tegas, sementara pedang cyber Saber bersiap untuk membalikkan keadaan dalam pertarungan.
Keempat Agent Whitejack saling memandang, terkejut melihat transformasi tiba-tiba dari tangan kiri Vixeon. Tanpa ragu, mereka segera bersiap kembali untuk melanjutkan pertarungan, menyadari bahwa tantangan baru telah muncul di hadapan mereka.
Hugo merencanakan, "Serang dari empat arah sekaligus. Aku akan fokus menembak, Luna dan Valeria bertindak sebagai penyergap, dan Serena mencoba serangan jarak dekat. Jangan biarkan dia mengaktifkan lebih banyak fitur di tangan kirinya."
Luna menambahkan, "Ayo jangan terlalu lengah. Kami harus mengalahkannya sebelum dia punya kesempatan."
...[WUUUUSSHSHHHH]...
"Kalian pikir kalian bisa mengalahkan ku begitu saja?" Vixeon tersenyum mengejek, muncul di belakang mereka seolah bayangan yang menghantui.
"A ... Apa???!!!" mereka berempat terkejut tiba-tiba Vixeon sudah dibelakang.
Vixeon melancarkan serangan pedangnya dengan kecepatan yang mengagumkan, namun para Agent Whitejack dengan sigap melompat dan bergeser menghindari serangan tersebut. Mereka tampak siap untuk meladeni Vixeon yang semakin meningkatkan intensitas serangannya.
Vixeon dengan tenang berkata, "Kalian tidak bisa mengalahkan ku dengan rencana yang terlalu terbuka."
Mereka berempat segera bersiap menghadapi serangan mendadak dari arah yang tak terduga.
Dalam keheningan yang membelenggu, pedang berdenting dan serangan bertenaga tinggi meletup di antara Vixeon dan para Agent Whitejack. Cahaya berkilau dari pedang cyber Saber memecah kegelapan, menandai setiap gerakan yang terukir dalam pertarungan tak terduga ini. Luka dan goresan menghiasi tubuh Vixeon, tetapi tatapannya masih menyala penuh semangat, menciptakan aura misterius yang mengelilinginya.
Di tempat lain, bayangan-bayangan rahasia mulai menyebar, memanifestasikan diri dalam rencana dan alur cerita yang kompleks. Intrik dan kejutan membingkai setiap langkah, menciptakan ketegangan dan kecemasan yang memikat.
Pertarungan dan perjalanan karakter semakin meresap ke dalam inti kisah, membawa pembaca lebih dalam ke dalam dunia Vixeon dan cabang-cabang tak terduga yang menghampiri.
...----------------...
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 90 Episodes
Comments