Dalam ketegangan yang memenuhi udara, Shadow Seraph, Dark Slayer, dan Spectra berdiri di atas atap gedung, masing-masing memegang pedang mereka dengan sikap siap tempur.
Tetapi saat atmosfer semakin tegang, Spectra dengan dingin menarik senjata api futuristiknya, memecahkan ketegangan yang memayungi pertarungan ini. Kilatan cahaya dari laras senjata api menciptakan kontras yang tajam dengan kilauan logam pedang yang dipegang oleh dua pemburu bayangan lainnya.
Spectra tak berkedip, menunjukkan ketidakpedulian yang terpelihara dengan baik. Pertarungan yang telah diantisipasi pun melibatkan senjata yang berbeda, menambahkan lapisan kompleksitas dan ketidakpastian pada tarian mematikan di atas atap gedung yang terang bulan.
"Agent Spectra, sayang sekali. Ini adalah pertarungan antara pedang dan bayangan. Mengapa kau merusak keindahan dengan membawa senjata api?"
"Keindahan? Ayo, Dark Slayer, kita bukan di tengah pementasan seni bela diri. Ini adalah dunia bayangan, di mana yang terkuat yang bertahan." Spectra menyangkalnya.
"Tapi senjata api? Ini seperti mencoba membawa ke kota bersenjatakan rudal nuklir." Sindir Shadow Seraph.
"Kalian terlalu sentimental. Di dunia ini, segala cara sah-sah saja. Aku hanya lebih memilih metode yang lebih efisien."
Agent Dark Slayer heran, "Efisien? Bukan itu esensinya dari pertarungan ini. Ini tentang keahlian, kecepatan, dan seni bela diri."
"Spectra, senjata api hanya mencitrakan ketidakmampuan mu menghadapi kami secara langsung." Seraph ikut menyindir
"Jangan salah sangka, kalian berdua. Senjata ini adalah perpanjangan dari keahlian saya. Tidak ada yang curang di dunia ini, hanya pilihan yang bijak."
Percakapan mereka menciptakan dinamika ketegangan antara Dark Slayer, Shadow Seraph, dan Spectra, dengan Spectra membela penggunaannya yang tidak konvensional dalam pertarungan bayangan.
"Baiklah. Terserah. Lagipula tujuan ku kemari untuk menangkap Shadow seraph saja. Bukan untuk meladeni seseorang yang merusuh pertarungan pedang menggunakan senjata api."
"Kalian berdua memang terlalu membatasi diri. Padahal si nomor 10 bisa saja dengan mudahnya menggunakan senjata miliknya. Tapi ingat, tujuan kita mungkin berbeda, tapi pada akhirnya, kita semua berada di sini untuk menyelesaikan pekerjaan."
Dark Slayer dan Shadow Seraph saling pandang sebentar, menyadari bahwa meskipun metode mereka berbeda, tujuan akhirnya mungkin tidak begitu berbeda. Pertarungan berlanjut, tetapi aura persaingan dan ketidaksetujuan masih menggantung di udara.
Saat ketiga pemburu bayangan itu bersiap-siap untuk memulai pertarungan, keheningan melanda. Senyap malam hanya dipecahkan oleh derap langkah dan gemericik angin. Mata mereka penuh dengan ketegasan, dan dalam sekejap, dunia bayangan berubah menjadi arena pertempuran.
Shadow Seraph mengayunkan pedangnya dengan kecepatan kilat, menciptakan bayangan mematikan di udara. Dark Slayer meluncur maju dengan gesit, pedangnya menyapu udara dengan keindahan yang mematikan. Sementara itu, Spectra, dengan senjata api futuristik nya, menembakkan proyektil energi yang menyulut cahaya di langit malam.
Pertarungan dimulai, melibatkan gerakan yang cepat, serangan yang mematikan, dan taktik yang terampil. Cahaya dari senjata dan pedang bersatu, menciptakan panggung pertarungan yang luar biasa di atas atap gedung yang terang bulan. Tidak ada kata-kata, hanya suara benturan logam dan sorakan hembusan angin yang bercampur dalam kekacauan seni bela diri yang tak terduga.
Pertempuran antara bayangan-bayangan ini menjadi penanda awal bagi konflik yang lebih besar di dunia bayangan, dan di setiap gerakan mereka, takdir bergetar di atas langit malam yang berselimut kegelapan.
...****************...
Setelah sesi pembaruan yang intensif, Vixeon memasang kembali tangan cyborg kirinya dengan penuh percaya diri. Kilauan logam, tangan canggih yang baru saja ditingkatkan, bersinar dalam cahaya redup di ruang Zara. Dengan tangan kembali terpasang, Vixeon merasakan getaran kekuatan baru yang mengalir dalam setiap serat logam dan sirkuit elektronik. Sentuhan Zara membawa tidak hanya perubahan fisik, tetapi juga kemungkinan baru di dunia bayangan yang penuh risiko ini.
"Terimakasih banyak, Zara. Kau selalu membantuku sejauh ini!" Vixeon berpamitan.
"Kau juga sudah banyak membantu, Knightfall. Jangan lupa untuk kemari lagi nanti!" Zara melambaikan tangannya.
Dengan langkah mantap, Vixeon meninggalkan tempat kerja Zara dan melangkah keluar menuju kegelapan kota yang malam. Bayangan yang terpancar dari gedung-gedung tinggi seperti penanda untuknya. Tujuannya mungkin tak terungkap sepenuhnya, tetapi dengan Saber yang ditingkatkan, Vixeon siap menghadapi setiap tantangan yang menanti di balik bayangan gelap kota.
Saat Vixeon melangkah menuju mobilnya yang terparkir di sudut gelap, bayangan cahaya lampu kota yang mati menyinari bentuk tubuhnya. Namun, ketika ia mendekati mobil, perasaan kewaspadaan merayap di dalamnya. Seseorang tampak bersandar santai di sisi mobil, menunggu dengan ketenangan yang menghantui. Wajahnya tersembunyi dalam kegelapan, tetapi kehadiran yang tenang dan meresap menandakan rasa familiar dengan orang ini.
"Hmm, sudah kembali kau Vixeon?" Ternyata itu adalah temannya, Hatari.
"Hatari, kau selalu muncul di saat-saat yang menarik. Ada apa?" Vixeon memandang temannya dengan campuran antara kelegaan dan kecurigaan.
"Aku hanya ingin memastikan semuanya berjalan dengan baik, terutama setelah sesi 'peremajaan' bersama Zara. Tidak ingin kejutan tak terduga, bukan?"
Dengan senyuman misteriusnya, Hatari merubah suasana yang tegang menjadi candaan yang tenang, memberikan Vixeon sedikit kilatan kepastian di tengah malam yang penuh misteri.
Vixeon tertawa pelan, cahaya bulan memantulkan kilauan misteri di matanya.
"Tentu saja, Hatari. Kau tahu aku tidak pernah bosan dengan kejutan. Tadi, Zara hanya memberikan pembaruan pada Saber, tangan kiriku. Beberapa fitur baru untuk memastikan aku selalu satu langkah di depan bayangan yang mengintai." Dalam kata-katanya, Vixeon mengungkapkan bahwa setiap langkah yang diambilnya di dunia bayangan ini dipenuhi dengan persiapan dan kebijakan yang matang.
Hatari tersenyum dengan kebijaksanaan yang melekat dalam ekspresinya, seakan-akan telah memahami sifat rahasia dan perencanaan yang selalu menyertai Vixeon.
"Kau dan rahasiamu, Vixeon. Selalu menjadi satu dengan bayangan dan misteri yang melingkupi mu. Aku penasaran, kemanakah pagi ini akan membawamu?" Senyuman Hatari mencirikan kesetiaan dan pengertian lama, seolah-olah ia adalah penjaga rahasia di balik bayangan Vixeon.
Dalam hening dini hari, Vixeon mengajak Hatari untuk memasuki mobilnya. Lampu interior menyala, menerangi atmosfer mewah dan misterius di dalam kendaraan. Hatari dengan santai mengambil tempat di kursi penumpang, dan Vixeon dengan mahir memulai mesin. Mobil melaju dengan sejuk di jalanan yang sepi, menyusuri kota futuristik yang tertidur di bawah cahaya redup bulan.
Dari balik jendela, mereka menyaksikan bayangan-bayangan kota yang terbangun di malam hari. Vixeon menceritakan beberapa pengalaman terbaru dan kejadian di dunia bayangan, menyelipkan cerita-cerita yang hanya terungkap di bawah langit malam.
Hatari mendengarkan dengan penuh minat, senyuman misteriusnya tak pernah hilang. Di dalam mobil yang meluncur di malam hari, keduanya menggabungkan pertemanan lama dengan kegembiraan menjelajahi misteri yang tak terbatas di malam yang gelap dan penuh intrik.
...----------------...
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 90 Episodes
Comments