Vixeon menatap wanita itu dari kap mobil dengan senyuman yang tenang. Terik matahari pagi memberikan cahaya ke wajahnya, menciptakan aura misterius di sekelilingnya. Wanita itu terbangun dengan perasaan terkejut, ingatan akan peristiwa sebelumnya masih menyelimuti pikirannya.
Namun, senyuman Vixeon tampaknya membawa ketenangan, memberikan sentuhan kejelasan pada situasi yang mungkin masih dirasakannya samar. Dalam keheningan pagi yang masih sejuk, keduanya saling memandang, menunggu momen ketika kata-kata akan memecahkan kebisuan yang menyelimuti awal perjalanan mereka bersama.
Wanita itu dengan hati-hati melangkah keluar dari dalam mobil, masih mencoba memproses kejadian sebelumnya. Langkahnya ragu, namun rasa ingin tahu mendorongnya untuk mendekati Vixeon yang masih duduk di atas kap mobil. Tatapan keduanya bertemu dalam kebisuan yang terhela di pagi yang cerah ini.
Wanita itu merasakan aura yang terpancar dari Vixeon, suatu kehadiran yang memancarkan kepercayaan diri. Meski perjalanan mereka dimulai dari kejadian yang tidak biasa, kehadiran Vixeon memberikan kejelasan di tengah ketidakpastian yang mungkin masih menghantuinya.
Dalam momen tersebut, pertanyaan dan penasaran merajut hubungan antara Vixeon dan wanita itu, menciptakan benang-benang pertemuan yang tak terduga diantara keduanya.
"K ... Kau adalah si nomor 1 itu."
Wanita itu terdiam sesaat setelah menyampaikan pengamatannya. Matanya mencerminkan campuran antara kebingungan dan kecurigaan, mencari kepastian dalam wajah Vixeon yang masih diselimuti senyuman misterius.
Seakan mengikuti ketentuan tak tertulis, Vixeon menjawab dengan tenang, "Kau benar, aku adalah si nomor 1. Namun, terkadang urutan itu hanya selembar angka di balik sejuta cerita yang belum terungkap."
Kejelasan yang diharapkan oleh wanita itu masih menggantung di udara, menciptakan ketegangan yang tak terucapkan di antara keduanya.
"Knightfall, kan?" Wanita itu memastikan.
Vixeon mengangguk mengakui, "Ya, aku adalah Knightfall." Dia melanjutkan dengan suara lembut, "Namun, di sini, kita bukan hanya tentang gelar atau nomor. Kita sedang berada di tengah-tengah cerita yang masih berjalan, di antara sorotan matahari pagi yang menyinari misteri yang kita bawa bersama."
Wanita itu, meski awalnya terkejut, mulai merasakan bahwa di balik gelar itu ada lebih banyak lagi cerita yang ingin diungkapkan. Mereka berdua, satu si nomor 1 dan satu yang baru terbangun dalam kebingungan, saling berbagi sebuah perjalanan yang mungkin melibatkan lebih dari sekadar gelar atau identitas.
"Apakah kau orangnya memang terlalu puitis seperti ini?"
Vixeon tersenyum ringan, "Mungkin. Tapi perjalanan ini memiliki keindahan sendiri, dan terkadang kita menemukan makna dalam kata-kata yang terdengar puitis. Sekarang, mari kita jelajahi kisah ini bersama-sama." Suasana yang tadinya tegang sedikit demi sedikit melunak, menciptakan nuansa dialog yang menyiratkan keberanian dan ketertarikan wanita itu untuk memahami lebih dalam.
"Aku Agent Nova. Masih baru-baru dalam faksi Whitejack."
Vixeon menjawab, "Agent Nova, kita mungkin memiliki kepentingan yang sama. Mari kita lihat apa yang bisa kita capai bersama."
"Apa kau menggodaku?"
Vixeon tersenyum tipis, "Bukan niatku untuk menggoda mu, Agent Nova. Aku hanya mencoba memahami lebih baik siapa yang sekarang ada di sampingku." Suasana percakapan mereka berdua menjadi lebih ringan, menciptakan ketegangan yang terputus.
"Lalu, apa tujuanmu menculik ku kemari? Seharusnya semalam aku beroperasi untuk menjaga palang."
Vixeon menjelaskan dengan serius, "Tujuanku bukan untuk merugikan mu. Aku memiliki alasan khusus. Kita bisa bekerja sama, Agent Nova. Ada ancaman yang lebih besar di luar sana, dan mungkin kita bisa saling membantu."
"Hmm, aku paham." Agent Nova ikut duduk di kap mobil berdekatan dengan Vixeon.
Mata mereka mengikuti gemerlap air laut yang memantulkan sinar matahari terbit. Suasana pagi memberikan nuansa yang berbeda, sementara Vixeon dan Agent Nova duduk di kap mobil, membiarkan diri mereka terbawa oleh kedamaian dan keindahan pagi yang mulai menjelang.
...[TCKKKKK]...
Agent Nova tiba-tiba menodongkan senjatanya ke arah Vixeon, tatapan matanya menjadi tajam, "Jangan pikirkan aku bisa dihadang dengan keindahan semacam ini. Jawab pertanyaanku, Knightfall."
Vixeon mengangkat sebelah alisnya, tetapi senyumannya tidak pudar, "Jika kau ingin tahu sesuatu, sebaiknya tanyakan dengan cara yang lebih sopan, Agent Nova."
Vixeon tersenyum, sambil mempersiapkan diri untuk menggunakan fitur pengenalan wajah di tangannya yang canggih.
"Atau bisa kusebut ... Valeria Steel?"
Wajah Agent Nova langsung pucat ketika Vixeon menyebut nama aslinya. "Bagaimana kau bisa tahu?!"
"Perkenalkan, ini adalah tangan kiriku yang memiliki segudang kejutan. Ayo kita lihat apa yang bisa kita lakukan dengan damai."
"I ... Itu tidak logis!" Valeria semakin kebingungan.
"Saber, adalah asisten kecerdasan buatan ku. Dia adalah tangan kiri ini. Secara tidak langsung, saraf-saraf ini menyambung langsung ke otak ku. Aku dapat mengontrol fitur dari tangan ini sesuka aku."
Valeria terkesima, "Sebuah teknologi yang luar biasa. Tapi, apakah ini alasanmu menculik ku?"
"Sebuah pencapaian teknologi yang mengubah permainan, memungkinkan ku untuk menghadirkan kemampuan luar biasa dalam tangan kiri ini. Sekarang, mari kita lanjutkan pembicaraan kita dengan segala kenyamanan."
Dengan senyuman misterius, Valeria berkata, "Well, well, well... sepertinya permainan ini menjadi semakin menarik."
...[DORRRRRR]...
Valeria melepaskan tembakan ke arah Vixeon dengan kecepatan yang membingungkan, namun Saber merespons dengan tangan kirinya yang seolah bergerak seperti kilat, menangkap peluru di udara. Senyuman tenang melintas di wajahnya saat ia menatap Valeria dengan tatapan tajam.
Vixeon dengan cepat melompat ke depan, mencekik leher Valeria dengan tangan kirinya yang kuat. Dalam sekejap, ia mengangkatnya dari tanah, menahan gerakan Valeria yang berusaha melawan. Mata Vixeon berkilat tajam, mencerminkan keputusan yang dingin di tengah pertarungan tak terduga ini.
Valeria menutupi cekikan di lehernya, wajahnya terlihat kesakitan. Dengan sekuat tenaga, ia berusaha melepaskan cekikan Vixeon, tangan kecilnya meronta mencoba membebaskan diri. Tatapan mata Valeria mencerminkan ketegangan dan kebingungan, namun tekadnya untuk bertahan tetap teguh.
...[CEKREEKKKKK]...
Saat cekikan semakin terasa, tiba-tiba hening terpotong oleh suara klik kamera yang menusuk ke dalam ketegangan, menciptakan momen dramatis di udara yang mencekam.
Vixeon dengan dingin melepaskan cekikannya, membiarkan Valeria jatuh ke tanah. Dengan gerakan yang cepat, ia memutar tubuhnya menuju sumber suara klik kamera, matanya mencari tahu siapa yang berani menyaksikan pertarungan mereka di kegelapan.
Fredrinn berdiri di atas dinding, kamera di tangannya, menangkap setiap momen dramatis dari pertarungan antara Vixeon dan Valeria di pagi yang masih setengah terang. Suara pelan ombak laut menjadi saksi bisu dari drama yang tengah terjadi.
"Sepertinya aku berhasil menangkap momen yang sangat intens, Knightfall."
"Siapa kau dan apa yang kau inginkan?"
Fredrinn dengan nada santai, "Aku hanya seorang fotografer yang senang menangkap momen-momen epik. Mungkin aku bisa menjual foto-foto ini dengan harga tinggi, siapa tahu?"
"Jangan mencampuri urusanku, fotografer."
"Ah, tapi ini adalah momen yang sangat berharga. Aku yakin ada yang berminat untuk melihat pertarungan mu, Knightfall."
Dengan sinar hologram yang muncul dari tangan kiri cyborg nya, Vixeon memindai area sekitar. Saber memberikan analisis cepat, dan Vixeon tersenyum mendapat informasi yang dia cari.
"Frederick, pengetahuan mu tentang seni fotografi ternyata hanya sebatas informasi yang dapat ditemukan di internet. Siapa sebenarnya kau?"
"Kau memang luar biasa, Knightfall. Tapi itu hanya sebagian kecil dari diriku yang sesungguhnya. Dan juga aku lebih suka disebut Fredrinn ketimbang Frederick."
"Kau mungkin baik dalam menyembunyikan diri, tapi keahlianku bukanlah sesuatu yang dapat dielakkan."
Matahari terus meninggi di langit, menyinari pelabuhan yang sepi. Vixeon, Valeria, dan Fredrinn saling berhadapan dengan rasa ketegangan di udara. Pertarungan kepentingan dan identitas yang rumit melibatkan karakter-karakter ini menciptakan dinamika yang membingungkan.
Dalam keheningan pagi, mereka semua menyadari bahwa perjalanan mereka belum berakhir. Misteri dan konflik belum terselesaikan, dan keadaan saat ini hanya memperlihatkan bahwa ini hanya awal dari petualangan yang lebih luas.
...----------------...
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 90 Episodes
Comments