1.2 : night

Malampun datang dengan jubah gelapnya, menjadikan kota ini panggung rahasia yang hanya diungkapkan oleh gemerlap lampu jalan dan bayangan-bayangan yang melintas di setiap sudut. Di tengah bisikan angin malam, kisah-kisah tersembunyi tumbuh subur, dan di kota yang tak pernah tidur ini, malam menggenggam rahasia yang seakan menanti untuk diungkapkan.

Dalam kegelapan malam, ia menjadi bayangan yang menari di antara temaram lampu kota, tangan-tangannya terampil mengais harta di malam sunyi. Seiring langkahnya yang penuh keahlian, kota menjadi panggung untuk pertunjukan diam yang hanya disaksikan oleh bintang-bintang dan langit gelap yang diam.

Vixeon tidak lelahnya mencuri hampir setiap malamnya. Tapi kemungkinan, ini akan menjadi malam terakhirnya sebelum ia akan benar-benar istirahat.

...[TCARRRRRR]...

Setelah mendobrak pintu kaca dalam gedung bank, ia segera berlari menuju atap dengan tergesa-gesa melalui tangga darurat.

Vixeon sudah merencanakan perampokan ini dengan matang. Tapi itu belum benar-benar akan sesuai dengan rencananya.

...[TAP TAP TAP TAP]...

Seseorang seperti sedang mengikuti kemana Vixeon akan pergi.

"Apakah dia lagi?" Pertanyaan itu terlempar begitu saja ke udara, disertai keraguan yang terlihat di matanya.

...[TAP TAP TAP TAP]...

Suara langkah kaki itu semakin cepat. Vixeon sudah mengenal sekali siapa orang yang mengejarnya saat ini.

"Kurasa harus mengaktifkan gadget ini lagi," sembari berlari, Vixeon mengubah lengan kirinya menjadi grapple hook.

Setelah itu, ia langsung lompat ke tengah dan menembakkan grapple dari tangannya ke paling atas.

...[SRRRRRTTTTT]...

"Sampai jumpa, pemburu amatiran!" dengan nada mengejek.

Vixeon terbang ke atas dengan tertariknya kabel di tangannya.

Dengan langkah hati-hati, dia mencapai puncak gedung dan merasakan embusan angin malam yang menggoda. Di rooftop yang sepi, bintang-bintang berbisik rahasia, dan udara malam merangkulnya seperti pelukan kebebasan yang lama dinantikan, memberikan kesegaran yang menyapu kepenatan di bawah sinar rembulan.

Tapi, kesepian di sana bukan berarti Vixeon sedang sendirian.

...[TCKKKKK]...

Bayangan tak dikenal menyelinap dari balik, dan tiba-tiba, dingin di punggungnya menggertak saat besi dingin menodongkan diri. Suara pelatuk pistol menjadi melodi ancaman, merayap di sepanjang jalannya seperti petir menyambar malam yang tadinya tenang.

Dengan cepat, Vixeon menendang ke belakang dan melakukan roll ke depan sembari berputar menghadap orang yang menodongnya barusan.

"Gerakan yang bagus. Tetapi itu tidak ada apa-apanya untuk ku," ujarnya dengan senyum licik.

Tatapannya tajam seperti mata harimau yang siap menerkam mangsanya, menyiratkan bahwa di balik kata-katanya yang seolah merendahkan, ada kepercayaan diri yang tak tergoyahkan.

"Loh, bukannya kamu masih di bawah?" Vixeon heran beserta terkejut.

"Huh? Sedari tadi aku di sini bodoh," reaksinya terlihat tidak berbohong.

Mari kita perkenalkan, seorang bounty hunter yang berasal dari faksi "Whitejack" dengan sebutan "Agent Zero."

Nama aslinya masih belum diketahui. Vixeon masih belum memiliki perangkat yang dapat mengenali wajah seseorang.

"Lalu, siapa yang mengejar ku tadi?" Wajahnya berselimut misteri, mencerminkan ketidakpercayaan terhadap realitas yang baru saja diungkapkan.

"Hmm? Mungkin pemburu lain?" Zero menebak.

Vixeon melupakan apa yang terjadi barusan. Kini ia harus berhadapan dengan pemburu dari faksi Whitejack yang sudah mengejarnya dari dulu.

Meski sampai sekarang belum tertangkap.

...****************...

Beralih ke seseorang yang sedang berada di atas gedung tidak jauh dari gedung Vixeon dan Agent Zero.

Dari balik bidikan sniper nya, seorang wanita sedang mengarahkan bidikannya ke arah Vixeon. Yang bisa diketahui darinya adalah, ia bisa jadi bukan berasal dari faksi manapun.

"Hmm," tatapan yang fokus menuju arah bidikan dari scope nya.

Ketika ia hanya tinggal menarik pelatuknya, wanita itu berpikiran untuk mengurungkan niatnya.

Ia pun memundurkan tubuhnya untuk melihat mereka dari kejauhan.

"Sepertinya jangan sekarang," wanita itu pun mengemaskan peralatannya.

...****************...

Kembali ke Vixeon yang masih ditodong oleh Zero, keadaan semakin terdesak.

Vixeon diam-diam menekan tombol di lengan cyborg nya, "Sekarang tinggal menunggu momen."

Dengan teknik mengulur waktu, Vixeon mencoba mencari topik.

"Hey, apakah Blackjack tidak kelihatan? Biasanya mereka duluan yang menemukan ku," sembari berjalan mundur ke tepi gedung dengan perlahan-lahan.

"Aku tidak tahu apa tujuan mu kali ini. Kau pikir aku akan terkecoh untuk ke sekian kalinya?" Dengan mata yang tajam dan sikap yang tak tergoyahkan, ia menatap langsung ke mata Vixeon.

Keyakinan dalam nada suaranya seolah menjadi tembok yang tak mudah dihancurkan, dan di dalam keheningan yang menggantung, terdapat keberanian yang bersinar dari dalam dirinya.

"Hey hey, tapi kali ini sungguh benar-benar sebuah pertanyaan bukan? Kau tahu sendiri Blackjack lebih sering duluan yang mendahului kalian bukan?" Vixeon tertawa ringan, ia menyelinapkan senyum cerdik.

Suara tawanya seperti sentuhan keberanian di tengah ketidakpastian, mengungkapkan bahwa di balik setiap langkah, ada strategi yang lebih dalam dari sekadar permukaan permainan yang terlihat.

"Cukup dengan akal-akalan mu," Zero menarik pelatuknya, "Aku akan akhiri ini!"

"Kalau bisa!"

...[DORRRRRR]...

Vixeon mengayunkan tangan kirinya dengan cepat. Ia memukul ke arah berlawanan dengan peluru yang Zero tembak.

...[TCARRRRRR]...

Seperti tari keterampilan yang dia kuasai, tangan kiri cyborg-nya memukul peluru dengan kecepatan yang melebihi mata manusia. Detakan metalik bersatu dengan gemuruh ledakan, menciptakan simfoni kekuatan yang membelah udara, seolah menolak takdir yang tertera dalam peluru yang mengancam.

Vixeon kembali menarik tangannya dan bergaya seperti sedang melakukan reload, "Permainan ini belum selesai," ucapnya, sambil senyum yang menyiratkan kepercayaan diri.

Mata Vixeon berkilat, mencerminkan ketegasan dalam menghadapi tantangan berikutnya, seolah mengundang pertarungan yang lebih mendalam di dunia yang penuh intrik ini.

Zero tersenyum, "Oh ya?" sembari mengganti peluru yang ada di magazine senjatanya.

"Persiapan terbaikmu belum cukup," ujar Zero dengan dingin.

Tatapannya menusuk, seolah meramalkan hasil pertarungan yang akan datang. Di tengah gemuruh pergantian peluru, ia mengumumkan keberanian yang tidak tergoyahkan, siap menghadapi apapun yang menantangnya.

"Kemari!" Vixeon semakin menantang.

...[DORRRRRR]...

Zero kembali menarik pelatuk dan menembakkan peluru yang baru ia masukkan sebelumnya ke senjatanya.

Vixeon dengan sombongnya akan mencoba memukul peluru itu kembali. Namun, ia terkejut setelah melihat peluru yang ditembakkan nya.

...[BZZZZTTTTTTT]...

Tubuhnya terkejut oleh sentuhan peluru yang mengejutkan, namun dengan sigap, tangan kiri cyborg-nya merespon seolah menari dengan gelombang listrik. Kilatan cahaya melintas di dalam tubuhnya, menyatu dengan kekuatan yang dia kendalikan. Rasa sakit bertemu dengan determinasi, menciptakan harmoni yang tak terduga di medan pertempuran yang berderap.

Vixeon terjatuh tak berdaya setelah ia merasakan setruman yang dahsyat dalam sekejap barusan.

Dengan peluru setrum yang berkelebat di udara, Zero tersenyum penuh kemenangan.

"Mungkin kali ini kau belajar bahwa kekuatan sejati tidak hanya ada di dalam senjata," ucapnya, sombong, sementara kilatan listrik membingkai senyuman sang pemenang di medan pertempuran yang masih membara.

Tertatih di bawah efek peluru setrum, Vixeon terpaksa menyerah pada keadaannya yang tak berdaya. Namun, di balik raut wajahnya yang tampak terkalahkan, tersirat senyuman licik yang meresapi kekalahan. Seperti pematang sungai yang tahu bagaimana merayap melewati rintangan, ia tampak memiliki rencana tersembunyi di balik keterbatasannya.

"Terimakasih," Vixeon tersenyum licik mengarah ke Zero.

"Hah?" Agent Zero balik keheranan dengan sikapnya.

Dengan gerakan gemilang, Vixeon menekan tombol di tangan cyborg-nya, dan tiba-tiba, tabir asap berkumpul di ujung jarinya. Seperti sang penyihir modern, dia menggenggam kekuatan yang tak terlihat, membiarkan tabir itu menyelimuti misteri dan membuat lawannya tenggelam dalam ketidakpastian yang mendalam.

...[PSSSSSSSSTTTTT]...

Dalam kebingungan dan ketidakpastian, Zero meraba kegelapan saat Vixeon menghilang. Asap yang tiba-tiba memenuhi ruangan membawa elemen misteri, menyatu dengan kejutan yang membuatnya terlena dalam dunia yang penuh tipu daya. Keberadaan Vixeon bagai bayangan yang memudar, meninggalkan Zero dalam ketidakjelasan yang menggantung di antara asap dan kekosongan.

"Hey!" seseorang memanggil dari balik asap yang perlahan memudar.

Zero kemudian menengok ke arah tepi gedung.

Disana sudah ada Vixeon yang berdiri dengan pose membentangkan tangannya, "Dengan kini, aku sudah meloloskan diri ke sekian kalinya. Aku malas menghitung."

Senyumnya yang penuh kepercayaan diri menari di bibirnya, seolah menantang takdir dan segala usaha untuk menangkapnya. Dalam kegelapan yang memeluknya, Vixeon merajut benang cerita baru dari setiap pelarian yang berhasil, membuatnya tampak seperti penari bayangan yang tidak pernah lelah menari di antara batas kebebasannya.

Ia pun melangkahkan kakinya ke belakang sampai terjatuh dari gedung.

Reaksi Zero terkejut, "A ... APAAA???"

Vixeon benar-benar menjatuhkan diri dari ketinggian 60 lantai bangunan gedung.

Terdengar dari jauh, suara mobil yang melaju cepat. Perlahan terlihat juga mobil itu setelah melewati tikungan.

Vixeon yang sudah merasa aman sembari terjatuh, tiba-tiba ...

...[TCARRRRRR]...

Dengan rambutnya yang berkibar di udara malam, wanita itu melompat dari kaca gedung dengan keanggunan yang memukau. Pemandangan itu meraih perhatian Vixeon, wajahnya mencerminkan ketidakpercayaan yang dalam, seolah-olah dia baru saja menyaksikan keajaiban yang tak terduga di tengah malam yang gelap.

...----------------...

Terpopuler

Comments

☆White Cygnus☆

☆White Cygnus☆

numpang jejak dulu, ini menarik.

2024-03-07

1

Ayanagi Souma

Ayanagi Souma

Bang, Abang bagusnya jadi penulis drama. Metamorforanya kebanyakan, bikin pusing baca aksinya. Ntaps/Good/

2024-02-13

1

Ayanagi Souma

Ayanagi Souma

kenyataan selalu tidak sesuai dengan rencana :v

2024-02-13

1

lihat semua
Episodes
1 Prolog
2 1.1 : kebetulan
3 1.2 : night
4 1.3 : Shattered
5 1.4 : reconnect
6 1.5 : Hardpoint
7 1.6 : Upgrade
8 1.7 : Claimer
9 1.8 : Adrenaline
10 1.9 : Endangered
11 1.10 : Daylight
12 1.12 : Mastermind
13 2.1 : Endo
14 2.2 : Blackjack
15 2.3 : Controlled
16 2.4 : Saber
17 2.5 : Broken
18 2.6 : Owe
19 2.7 : Nightmare
20 2.8 : Countdown
21 2.9 : Red and Yellow
22 2.10 : Breaker
23 2.11 : Slayer
24 2.12 : Knight
25 2.13 : Present
26 2.14 : Endless
27 2.15 : Hunter
28 2.16 : Enemy
29 2.17 : Or Lovers?
30 2.18 : Ride
31 3.1 : Assassin's
32 3.2 : Chrono Relic
33 3.3 : Blade and Snipe
34 3.4 : KRIEXUS
35 3.5 : The Ghost
36 3.6 : Company and Fugitive
37 3.7 : Level up
38 3.8 : Intellect
39 3.9 : Fallen Knight
40 3.10 : Rising Knight
41 3.11 : Outlaw
42 3.12 : Union
43 4.1 : Parade Arc
44 4.2 : Confront
45 4.3 : Call
46 4.4 : All in
47 4.5 : Acquitance
48 4.6 : Favor
49 4.7 : Let the hunt begin
50 4.8 : The Hunt already started
51 4.9 : League
52 4.10 : Hunting fugitive
53 4.11 : Sane
54 4.12 : Is romance still there?
55 4.13 : Go
56 4.14 : Borderline
57 4.15 : Attention
58 4.16 : Saga
59 4.17 : Roulette
60 4.18 : Happening
61 4.19 : Find
62 4.20 : Among us
63 4.21 : Hyper
64 4.22 : Bounty
65 4.23 : Beating
66 4.24 : Come & Go
67 5.1 : One time
68 5.1.2 : Snapped
69 5.1.3 : Special
70 5.2 : War on us
71 5.3 : Requiem
72 5.4 : Quarter
73 5.5 : Blue
74 5.6 : Ratio
75 5.7 : Syndicate
76 5.8 : Tempered
77 5.8.1 : Yagami
78 5.8.2 : Spectra & Deathstep
79 5.8.3 : Stranded
80 5.9 : Often
81 5.10 : Tales
82 5.11 : Block
83 5.12 : Vision
84 5.13 : Determined
85 5.14 : Gleam
86 5.15 : Gathered
87 5.16 : Melted
88 5.17 : The King
89 5.18 : And i
90 5.19 : See ya
Episodes

Updated 90 Episodes

1
Prolog
2
1.1 : kebetulan
3
1.2 : night
4
1.3 : Shattered
5
1.4 : reconnect
6
1.5 : Hardpoint
7
1.6 : Upgrade
8
1.7 : Claimer
9
1.8 : Adrenaline
10
1.9 : Endangered
11
1.10 : Daylight
12
1.12 : Mastermind
13
2.1 : Endo
14
2.2 : Blackjack
15
2.3 : Controlled
16
2.4 : Saber
17
2.5 : Broken
18
2.6 : Owe
19
2.7 : Nightmare
20
2.8 : Countdown
21
2.9 : Red and Yellow
22
2.10 : Breaker
23
2.11 : Slayer
24
2.12 : Knight
25
2.13 : Present
26
2.14 : Endless
27
2.15 : Hunter
28
2.16 : Enemy
29
2.17 : Or Lovers?
30
2.18 : Ride
31
3.1 : Assassin's
32
3.2 : Chrono Relic
33
3.3 : Blade and Snipe
34
3.4 : KRIEXUS
35
3.5 : The Ghost
36
3.6 : Company and Fugitive
37
3.7 : Level up
38
3.8 : Intellect
39
3.9 : Fallen Knight
40
3.10 : Rising Knight
41
3.11 : Outlaw
42
3.12 : Union
43
4.1 : Parade Arc
44
4.2 : Confront
45
4.3 : Call
46
4.4 : All in
47
4.5 : Acquitance
48
4.6 : Favor
49
4.7 : Let the hunt begin
50
4.8 : The Hunt already started
51
4.9 : League
52
4.10 : Hunting fugitive
53
4.11 : Sane
54
4.12 : Is romance still there?
55
4.13 : Go
56
4.14 : Borderline
57
4.15 : Attention
58
4.16 : Saga
59
4.17 : Roulette
60
4.18 : Happening
61
4.19 : Find
62
4.20 : Among us
63
4.21 : Hyper
64
4.22 : Bounty
65
4.23 : Beating
66
4.24 : Come & Go
67
5.1 : One time
68
5.1.2 : Snapped
69
5.1.3 : Special
70
5.2 : War on us
71
5.3 : Requiem
72
5.4 : Quarter
73
5.5 : Blue
74
5.6 : Ratio
75
5.7 : Syndicate
76
5.8 : Tempered
77
5.8.1 : Yagami
78
5.8.2 : Spectra & Deathstep
79
5.8.3 : Stranded
80
5.9 : Often
81
5.10 : Tales
82
5.11 : Block
83
5.12 : Vision
84
5.13 : Determined
85
5.14 : Gleam
86
5.15 : Gathered
87
5.16 : Melted
88
5.17 : The King
89
5.18 : And i
90
5.19 : See ya

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!