Gelombang monster, entah kenapa tidak berakhir meski sudah melewati berjam jam aku melihat layar. Rasa khawatir ku kembali memuncak sekarang.
Setelah aku melihat Rapunzel dan Valian tampak kelelehan.
"Aku sudah tidak sanggup!" Ujar Valian terjatuh ke tanah dan terkapar.
Perlahan dirinya di dekati dengan ratusan monster. Beruntung beberapa pria muda yang bertarung dilapangan sigap dan menyelamatkan nya.
"Bertahanlah penyelamat!" Ujar Pria itu menembak sesuatu kearah para monster.
Senjata yg di gunakan nya adalah SG dengan ledakan sekali tembak. Peluru yang digunakan olehnya adalah sebuah bom sehingga ledakan besar terdengar.
Dia kemudian melompat membawa nya Valian di topangan tangan.
"Bertahanlah!" Ujarnya berteriak kearah Valian yang lemas.
Sementara aku disisi layar yang melihat kejadian itu menepuk meja komputer ku dan berteriak.
"Oi,oi, oi kapan berakhir nya nih Event! Kalo gini bahaya banget?! Desa nya bisa hancur?!"
Aku memandang kearah kiri dan kanan dan saat sadar akan waktu yang bergerak mundur aku paham.
"Tersisa 2 jam lagi, ini pasti waktunya?!" Ujarku memegang dahiku dengan wajah suram.
"Bertahan lah para warga ku ...." Ujarku merasa sedikit ketakutan.
---
Kecemasan ku bertambah, dimana Rapunzel terjatuh dari rumah pohon dan terkapar begitu saja. Dia juga mengalami hal sama seperti Valian. Sebenarnya aku tak tahu apapun tentang ini sampai aku sadar bahwa Valian dan Rapunzel menggunakan kekuatan nya dan kemungkinan ia dan Valian sama sama telah kehabisan energi.
Berati serangan perlawanan desa ini akan berakhir.
"Ini gawat!" Ujarku menggertakan gigi.
----
Disisi lain menara telah dirobohkan satu persatu oleh beberapa monster raksasa. Tiba, dimana Fleck terkena serangan di menaranya. Yah, seekor Gaiant menghantamkan tinju nya yang membuat menara roboh.
Serangan monster monster itu menguat dan membunuh beberapa Pria muda yang bertarung dengan nafsu. Mereka berakhir dengan kematian dari banyak sisi. Seiring para tengkorak berguguran dan jumlah berkurang dari pasukan tengkorak.
Meski para warga telah menjadi kuat, karna kemungkinan berkata suara Dewa. Mereka diberkati dengan kemampuan melebihi manusia normal tapi tetap saja melawan jumlah monster besar adalah hal yang sulit dan pastinya setiap lengah akan berakhir kematian.
Dan sekarang di depan mataku desa itu dihancurkan ...
Aku berkeringat peluh dan nafasku terhiyal hiyal. Aku begitu cemas dengan diriku, jikalau Game ini berakhir.
"Hancur sudah, game over! Aku akan mati!" Teriakku di depan layar dengan wajah pucat.
Tangisan dan teriakan histeris bercamour dengan ujaran kebencian dan permohonan kepada Dewa M , membuat layar penuh seketika di Pc ku. Seolah Eror sistem membuat layar Pc ku tertutupi.
"God, tolong jangan menghalangi ku sekarang ini?!" Teriakku kesal ke depan komputer dengan wajah beneran takut akan kematian.
Aku memukul mukul layar dengan wajah mulai menurunkan air mata dan gemetar di seluruh tubuh. Saat aku merasa benar benar tertekan dan mau menyerah.
*Teng teng!
\[ Mau coba gunakan Cash? \]
[ Menolong desa, dengan Cash sederhana dan beli beberapa bantuan penyelamatan! ]
[ Gunakan 3 Fiture, Malaikat, Valkerey , Bakat dibuka! ]
[ Karna keadaan mendesak, Fiture terbuka untuk mulai belanja Cash! ]
Aku berhenti menggoncang layar komputer dan menung menatap layar Pc.
"Ah, sebuah Puase? Aku diselamatkan ?" Ujarku mengela nafas lega dengan air mata yang telah turun.
Aku memegang daguku, dan kemudian mengambil kesimpulan saat sebuah pemikiran dikepala ku muncul.
"Gelombang 1 itu terlalu sulit dilewati, apa jangan-jangan memang jalan cerita nya? Tapi, ini terlalu kejam dengan ancaman mati bila game over dan aku di prank dengan jalan takdir yang membuat Desa hampir musnah?" Aku menggerakan mouse ku dengan raut kusut.
Lalu berkata saat mengklik. "Dewi sedang bercanda dengan ku?"
Aku mengklik Malaikat, dan membuka Fitur belanja Malaikat dengan Cash karna tak ada Fiture belanja dengan poin.
"Lalu, apa? Tentu saja, Game ampas ini memakai banyak modal? Yah, Dewi benar-benar ampas!" Tekan ku lagi membeli Malaikat.
Malaikat itu bernama Azila, anak dari 2 mahluk bintang. Tapi, penjelasan nya membuat ku agak merinding.
Tertulis di jendela informasi.
[ Azila Angel, malaikat pembangkang! Tergantung dalam respon mu dan negosiasi mu, itu akan mempengaruhi kemauan Azila melayani mu atau membangkang terhadapmu? ]
Aku mengerutkan kening. "Sialan, aku memencetnya tanpa lihat lihat dulu padahal ada penjelasa di bawah nya kan tentang malaikat apa saja ini?! Yang lebih buruknya aku berpikir bahwa semua malaikat akan penurut pada dewa?"
Aku mengela nafas keluhku kebawah. "Ha~ah, pasti ini hukuman Dewi.karna aku barusan mengumpat dirinya?"
*Tek!
Aku menekan mouse sebelah pada ketikan kiri, saat tanda panah menekan Gunakan!
----
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 64 Episodes
Comments