Tak bisa dipercaya, aku kehilangan hp 20℅ lagi setelah mendengar ungkapan pemuda barusan. Tampak jelas bahwa ini sebuah ancaman bahkan sistem memberikan peringatan seketika di layar monitor ku.
"Astaga, bagaimana ini bisa terjadi?!" Ujarku mengeluh, memandang keatas saat bersandar di kursi gaming ku.
Aku mulai sedikit prustasi memainkan game dunia nyata ini, yah maksudku dunia lain. Berperan sebagai dewa, bertindak sebisa mungkin menjaga agar tidak game over. Itu mengeluarkan banyak sekali energi.
"Peringatan ini bisa jadi karna sistem sudah tahu bahwa semua pemuda dan gadis yang ada di pos itu adalah orang penting. Meski mereka remaja tapi jelas mereka punya pengaruh dalam menyampaikan sesuatu cerita pada yang lain ..."
Aku menggerakan mouse mencari bagian penting dari game, lalu saat aku sibuk mencari. Sistem menampilkan arahan, apa yang seharusnya aku lakukan ...
*Tenet!
Sebuah tab muncul dilayar PC ku \=
Berikan sebuah azab kecil pada desa karna telah meragukan Dewa!
Aku memegang dagu, lalu berpikir keras. "Apa ini akan membantu? Tapi, menolaknya juga tidak bisa karna ini arahan memaksa yang ada di fiture game ini ..."
Aku terpaksa menggerakan mouse dan mengikuti panduan.
\*Tenet!
Tab muncul kembali, kali ini aku diminta mengisi Firman.
"Seriusan? Apa firman ku tak mengenal waktu? Ini sudah jam 2 malam lo?" Ujarku shock melihat tab itu muncul.
Tab itu tak menghilang selama belum aku tulis Firman yang mau ku sampaikan.
"Hm, disini tertulis tema nya adalah memaksa orang-orang untuk percaya ..."
Aku menggerakan mouse dengan helaan nafas keluh.
"Huh, menolak pun tak bisa ..."
Aku mulai menulis dengan key board, semua firman nya.
Setelah usai menulis, tiba-tiba ...
\---
Rapunzel yang sedang tidur terbangun, dia berteriak keluar dari rumah pohonnya. Rumah pohon besar, yang berada di di pohon doa.
Dia berteriak.
"Semua orang bangun! Bangun! Aku mendapat Firman!"
Seketika mata pemuda pedagang itu mengembang. Dia begitu kaget sehingga berkeringat peluh.
Dia tersenyum ke semua orang yang ada di pos ronda.
"Kalian semua tau, ternyata Dewa M memperhatikan kita ..."
Seketika wajah semua pemuda dan para gadis di pos ronda memucat.
\---
Semua orang berkumpul di depan pohon doa, mendengar apa yang bakalan di sampaikan oleh Pembawa wahyu si Rapunzel.
Dia mengangkat tangan dengan wajah geram.
"Aku akan tanya pada kalian, siapa orang munafik di antara kalian?!" Ujarnya Rapunzel dengan wajah geram.
Melihat itu di layar monitor, seketika aku merasa bingung.
"Apa firman ku kali ini tak menyampaikan lewat suara?" Tanya ku di depan layar.
Rapunzel menunduk dengan wajah kesal dan geram lalu membaca Firmannya.
"Dewa berkata bahwa suara nya akan do batasi karna terjadi keraguan di hati para penyembah akan ke maha dasyatan kuasanya ... "
Lalu dia berkata lagi, "Dewa berfirman; Terkutuklah bagi para munafik itu, mereka bercerita dengan bersembunyi sembunyi. Apa mereka mengira aku tak memperhatikan tindakan mereka? Jika mereka sanggup menentangku maka biarlah, tapi barang siapa yang melakukan kerusakan maka azab akan menimpa mereka ... "
Dia Rapunzel berdiri dengan wajah geram dan diam sejenak.
Lalu, dia bicara.
"Siapa yang mengatakan tidak-tidak tentang Dewa M secara terang-terangan?"
Semua orang diam, beberapa terlihat pucat dan gemetar. Pemuda pedagang berkeringat, dia tersenyum dengan wajah tegang.
"Apa-apaan ini?! Apa Dewa M tu benaran bisa tahu dan terus mengawasi Kita?!"
Seseorang gadis cantik menunduk ketakutan.
"Aku takut sekali, bagaimana dewa menimpakan azab untuk kita yang beguncing di pos?" Ujarnya berbisik dalam tundukan.
Pemuda di samping nya berkata.
"Tuan pedagang, aku harap kau punya saran ..."
Pemuda ,Tuan pedagang itu tersenyum dengan keringat peluh.
"Lain kali, aku akan bawa kalian keluar desa untuk mengguncingkan dirinya..."
Rapunzel mengangkat kitab harapan nya.
"Kalian semua, sungguh malang nya ..."
Dia menangis memegang kedua pipinya dan mengusap matanya.
"Suara Tuhan tak lagi terdengar, sekarang berkah telah hilang dari kita ..."
Semua orang tampak merenung.
Rapunzel menggertakan giginya saat menangis.
"Hukuman bagi pendosa munafik itu, akan kujamin dia di bakar di tiang pancang!"
Semua menatap dan bersorak.
"Benar!"
"Karna nya kita kehilangan berkah suara Dewa!"
"Panen melimpah semenjak suara Dewa muncul, aku tak tahu nasib panen kita jika Suara Dewa M hilang!"
"Bakar dan pancang dia!"
Semua orang berpendapat sama, munafik-munafik itu akan di bakar di tiang pancang.
\---
Semntara itu ,
Aku melihat kejadian yang seperti itu jadi agak merinding.
"Apa perkataan ku tadi terlalu berlebihan dan melahirkan kesesatan lagi?" Ujarku mengerutkan kening.
Aku memegang keningku dan menenangkan kepala ku yang terasa pusing.
"Ah, lebih baik aku istirahat saja ... Jika aku drop dan sakit maka akan lebih cepat game over nya ..."
Aku bangkit dari kursi gaming dan menuju kasur ku. Terlihat jam didinding sudah menunjukan waktu pukul 3 subuh.
"Aku harus tidur dan bangun awal pagi nanti, untuk memperhatikan game ini ... Aku takkan tahu, apa ancaman mati karna game over bakalan terjadi atau tidak mmmppp..." Aku menarik selimut dan mulai menutup mata.
Tanpa ku ketahui.
Waktu hitung mundur dimulai.
08-09-07-06 ...03-02-01 ...
Mulai Azab Dewa!
\[ Serangan Monster Hutan! \]
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 64 Episodes
Comments