Aku melihat selama berjam jam game itu. Dan mulai merasa bosan, saat aku mau mematikan PC dengan tombol On/ off.
Muncul tulisan.
Anda mau mengakhiri dunia ini? Jangan lupa, ini dunia nyata, jika anda mau mengakhiri dunia ini anda akan tau apa yang terjadi pada orang-orang ini...
Aku mengencang mata saat membaca tulisan itu.
"Kau serius berkata begitu? Hanya untuk membuat player memainkan terus game ini?! "
Apa kau bodoh? Kau pikir aku bercanda?!
"Apa ini jenis bot yang menggunakan tehnik psikologis sehingga mampu menjawab pertanyaan di masa depan? "
Kau berkata aneh,Andrian. Apa kau mau mengakhiri dunia yang telah ku berikan kau sebagai penanggung jawabnya? '
"Apa kau pikir aku tak tahu hal ini? Developer nya hebat ya? Bisa tau namaku... Aha, bercanda! Aku membuat e-mail dan password nya dengan namaku... "
*Andri, kau boleh tanya padaku apa saja yang kau mau*! "
"Buang-buang waktu, pertanyaan ku sudah pasti di duga oleh mu karna kemampuan psikologi yang tinggi ... "
*Kenapa kau keras kepala! Baiklah, jika kau tak percaya padaku*!
Sebuah tangan tiba-tiba muncul di layar!
"Eh?! "
Kecap!
Dia menarik kerah baju di leher ku.
"Kau bilang apa tentangku! Pria keras kepala seperti mu harus di beri pelajaran! "
Aku memucat. "Tangan keluar dari PC! "
Dia langsung menulis sesuatu didada ku dengan gerakan tangan cepatnya.
"Sihir kutukan, Selamat Tinggal! "
*Push*!
Sesuatu muncul didadaku berbentuk lambang sihir.
Lalu tangan itu melepasku dan masuk kembali kedalam layar.
"Apa yang terjadi?! " Teriakku melihat dadaku dengan ketakutan.
*Kutukan, jika kau mematikan PC mu maka kau juga akan mati*! "
"Apa-apaan kau ini?! "
*Aku memberi mu tanggung jawab menyerahkan Suku itu padamu, dan kau mau membuang nya?*
Kau cari mati ya? Aku ini Dewi lo? "
"Ha-ah-ah-ah! (Nafas ku jadi terisak isak) " Aku melirik ke kanan dan kiri dengan pucat.
Berdiri dengan gemetar dan langsung pergi ke kasur menutup diriku dengan selimut.
"Siapapun tolong aku! " Ujarku ketakutan.
*Oi, kau kenapa ketakutan gitu?! Aku gak akan bunuh kau selama kau lanjut main*! "
"Gak mungkin! Ini pasti mimpi doang! Gak gak! " Ujarku gemetar dalam selimut.
*Baiklah, takutlah terus dan aku akan pergi! Tapi ingat, jika suku yang ku berikan padamu ini menghilang dan game nya game over... Kau tau kan?*
*Push!
"Apa maksudmu?! " Ujarku berteriak mengangkat selimut.
*Tentu saja, kau mati*! "
"Seriusan?! "Ujarku mematung dalam tawa yang tak enak.
" Hahahha, ini gila kan? " Ujarku menjadi mulai depresi.
Aku tak lagi mendengar suara itu dilayar monitor dan melihat desa tetap berjalan meski tampa ku.
---
Rapunzel tengah membawa sesuatu ke pohon doa.
"Mungkin paman benar, kristal ini terlihat seperti kristal teleport di dungeon... "
Pria itu tersenyum ke Rapunzel.
"Dewa belum memberikan kita berkah mukjizat karna kita tak memberikan nya persembahan... "
"Tapi dewa melarang sembahan berupa manusiakan? " Ujar Ayah.
Rapunzel mengangguk dengan wajah tersenyum.
"Dewa asli takkan meminta sesuatu yang bodoh, seperti Anubis dewa hayalan Ayah itu... "
"Ayo bawa sesembahan nya! " Ujar Pria yang dipanggil paman oleh Rapunzel.
"Iya, jika kita terlalu sering bercakap takkan selesai... " Ujar Ayah.
Rapunzel. "Aku adalah utusan karna itu, aku harus nya cuman melihat kan? "
"Tidak-tidak! Kau harusnya kerja juga dong! " Ujar si paman.
Ayah nya menepuk kening. "Kau jadi besar kepala setelah di pilih oleh Dewa ya? "
----
Sementara itu aku berdiri ke layar monitor mendengar percakapan mereka tadi. Aku melihat apa yang mereka lakukan. Lalu berkata dengan wajah heran.
"Apa yang mereka lakukan didepan pohon doa? "
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 64 Episodes
Comments
Isekai Idea
Entahlah saya memang suka nonton anime tapi ga pernah ingat poin-poin penting anime kayak yang kau bilang
2023-12-12
0
Alghifarrie
aku lupa atau ingat. kayaknya ada MC anime pernah jadi Dewa mirip kayak nih cerita
2023-12-12
0