Dengan senyuman agak gugup dan memerah dia menyilang tangannya. Menatap kearah lain dan mulai mengoceh.
"Oke, aku percaya apa yang kau katakan bahwa kau adalah Tuhan dalam permainan Game rahasia ... Aku juga akan menjaga rahasia ini sebagai pacar yang baik! Aku mau kau jangan terlalu dekat dengan dua orang perempuan itu, mereka memanggil mu Master jadi jangan lebih dari perilaku antara pembantu dan Bos!"
Aku mendengari ucapannya dengan wajah datar. Dia tampak sangat bahagia, setelah mengendus lama seragam ku. Bukannya dia kesini mau menghabiskan waktu mengobril dengan Ibuku?
Hah, ternyata selama ini dia tak pernah menolak berkunjung hanya untuk mengendus ?
Aku tersenyum saat dia menatap ku dengan wajah memerah dan bertanya dengan wajah kesal. "Kenapa kau cengar cengir?!"
Aku tersenyum mendengar ucapannya. "Tidak ada, aku hanya senang kau kembali ceria setelah dari kamar ku ..."
Dia memerah dan kepala nya berasap. "Apa maksudmu?!" Ujarnya berteriak.
Aku memundurkan langkah dan tersenyum berkeringat. "Lah, kau kan melihat Game itu dan mulai percaya padaku?"
Dia menyipitkan matanya dan lalu tersenyum saat sudah memundurkan kepalanya. "Ouh, begitu ya ..." Ujarnya senang padaku.
Aku mengantarnya pulang, melalui jalan setapak sampai pada belokkan dan sampai beberapa menit di depan rumah nya Yunia.
"Dah, jumpa lagi besok ya?" Ujarnya melambai padaku dengan senyuman.
Aku melambai padanya dengan datar. "Dah juga ..."
Dia yang melangkah di pagar rumah nya berhenti saat mau mengambil langkah pertama.
"Kau jangan macam macam dengan dua orang perempuan itu!" Ujarnya menunjukku dengan wajah memerah merona.
Aku menjawabnya dengan datar dan mengusap kepalaku. "Iya iya, bawel!" Ujarku berkata dengan wajah menatap kelain.
Dia memancungkan bibirnya dan cemberut. "Bisa di percaya ga tuh?"
Aku menoleh kearahnya dengan raut memerah pula. "Iya, ah ..."
Dia mengangguk dengan senyuman. "Aku percaya bahwa kau bukan pria mesum, Andri!"
Dia melangkah masuk kerumahnya dan melambai tangan pada aku yang berdiri di depan pagar nya.
"Dah!" Ujarku melambai dengan senyuman lalu melangkah untuk pulang kerumah.
---...---
Sesampai nya di rumah, aku melihat Ibuku memarahi dua orang perempuan itu.Tampak seperti seorang bos memarahi anak buahnya. Dengan kaki menyilang dan tangan menyilang lalu mulut mulai ngebacot kearah dua orang yang mendengar dengan raut kusam. Ibuku melancarkan kotbah berkepanjangan pada dua perempuan itu.
Moncus terlihat meliuk liuk di leher Ibuku saat tidur di lehernya.
*Krekk!
Aku membuka pintu kamar dan masuk. Melihat ada dua kardus panjang yang berisi buah buahan dunia lain dan ada perhiasa aksesoris lalu celana dalam. Aku melihat persembahan yang baru datang dalam bentuk satu paket. Yang berarti dua gadis di depan juga berasal dari paket ini. Bingung sekali aku dibuatnya, kenapa bisa paket seukuran manusia ini tidak membuat 2 perempuan itu terluka karna berbenturan dengam barang saat dalam perjelanan?"
Entahlah ...
Aku bertanya di hati saat memegang salah satu buah. Dan berasumsi, bahwa harga nya mahal jika aku menjualnya kepasar gelap.
Yah, aku butuh Pc lain untuk melakukan transaksi ilegal.
"Untuk sekarang, aku butuh uang dan mulai menjual nya melalui ponsel saja ..." Ujarku memegang buah dan mengigitnya.
*Kreukkk!
Rasa nya sangat enak, buah yang berwarna ungu menyerupai apel dengan rasa yang benar benar manis dan segar.
Aku mempotonya saat sudah ku kunyah dan mulai duduk di Kursi Gamer ku dan bermain ponsel, mencari situs yang biasa ku gunakan dalam tranksaksi ilegal.
"Aku akan posting di situs itu dan liat reaksi mereka dengan barang barang yang ku jual!" Ujarku tersenyum senang kemudian.
-
-
-
-
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 64 Episodes
Comments