Disudut lain desa, didepan pohon Doa. Edward menunduk berserta dengan para bawahan nya. Dia merasa berterima kasih pada Dewa yang telah menyelamatkan nya dari kematian.
Tapi, Edward memberikan persembahan untuk doa yang lain selain rasa terima kasihnya.
Padahal, aku berharap bahwa Edward adalah orang yang Logis namun sayang nya kenyataan selalu saja aneh.
Edward juga termasuk orang gila jika menyangkut penyembahan.
Dia berdoa dengan wajah teramat senang dan penuh nafsu.
"Dewa, aku berterima kasih anda masih memberikan kesempatan padaku!"
Dia merentangkan tangannya. "Ya Dewa, aku sudah mempercayai mu mulai hari ini! Karna itu, Ya Dewa!"
"Ya Dewa, berikan aku Kekayaan dalam bisnis ku!"
Dia merentangkan tangan nya kearah seorang gadis yang terikat di depannya.
"Dewa, aku telah memberikan mu tumbal yang setara dengan semua itu yaitu Adik ku tersayang Violet!"
Aku memandang dengan wajah terkejut dan tak bisa berkata apa-apa.
"Ke-kenapa Edward malah menumbalkan adiknya untuk persembahan?!"
Aku menggerakan mouse. "Lalu, apa-apaan ini bisa diambil?!"
Aku melihat Tab pada layar, yang mana itu adalah pemberitahuan hadiah sembah milik Edward.
Adiknya yang terikat ditangan dan kaki juga mulut berniat teriak namun tak bisa dan ia bahkan menangis.
Aku merasa tak tega melihat nya, namun Edward lagi-lagi melakukan hal aneh.
Dia mengenggam pisau di tangan nya dan mengarahkan nya ke Dada.
"Dewa jika kau menolak persembahan ku maka aku lebih baik mati ..."
Dia berkata kemudian. "Dewa tolong terima lah persembahan ku ini, sebab berdasarkan yang kupahami dari Lutia yang persembahannya kau terima Moncus itu kesayangan nya karna nya aku terlalu menyayangi adikku dan sebab itu aku mempersembahkan nya padamu!"
Aku menjadi salah tingkah karna cemas. Yah, mau bagaimana gi, pelan pelan pisau itu mau di tusuk Edward ke dadanya sendiri.
Aku memilih menekan ambil dan seketika si Gadis hilang.
*Dust!
Edward berteriak dan berdiri. "Hahaha, persembahakan ku di terima dewa!"
Dia memadang kearah teman teman nya dengan wajah sombong, si Edward.
"Apa artinya persembahan kami tak di terima?" Ujar Pria bernama Kudo.
Dia menaruh persembahan Buah Velbo sebanyak satu keranjang.
"Eh, apa iya Kudo?" Ujar Gadis, dia bernama Feria.
Dia mempersembahkan Celana dalam nya, aku tak tahu apa yang dipikirkan nya. Tapi, berdasarkan statusnya yang ku amati, dia adalah penjahit satu-satunya desa.
Lalu, ada Yuri.
"Hanya satu yang akan dikabulkan, itu bukannya tidak adil?" Ujarnya dengan raut sedih.
Yuri mempersembahkan perhiasan nya, itu merupakan karya tangan nya sendiri sebagai pembuat perhiasan satu-satunya di desa.
Ada Aldolf, dia pria tampan. Menangis kearah samping dengan sedih.
"Edward sama, ini tak adil padahal aku juga mengorbankan wanita yang aku sayangi ... "
Dia juga gila seperti Edward, malah mengorbankan Ibunya.
Dia tak memiliki Ayah, mungkin itu alasan dia menyayangi Ibunya tapi kan bukan harus gini juga kali.
Aku sebagai Dewa mereka merasa bersalah, kenapa para pemuja ini melebihi orang-orang desa? Apa mereka tak mendengar Firman pertama ku?
Aku mendengar keluhan bunuh diri dari ungkapan teman teman Edward saat Edward menyombongkan dirinya sebagai Yang paling dekay dengan ku setelah Rapunzel.
Itu membuat yang lain prustasi dan berniat mengakhiri hidup. Karna sangking cemas nya aku menerima semua persembahan itu.
-
-
-
-
Kemudian, aku berkelumbun diselimut dengan mata terbuka lebar.
"Apa yang sudah aku lakukan ?!" Ujarku merasa sangat tertekan.
-
-
-
-
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 64 Episodes
Comments