Berdiri dengan senyuman dan tatapan puas di depan banyak sesajian, dia Rapunzel berkata kepada pohon yang teramat besar.
"Dewa M, kami telah menyelesaikan persembahannya!" Ujar Rapunzel tersenyum sambil menepis tangan dengan wajah senang.
Paman yang sedang duduk bersama yang lain dengan teratur di depan sesajen bergumam.
"Padahal dia tidak melakukan apapun yakan?"
Ayah Rapunzel yang berada di sebelahnya tertawa tak enak. "Maafkan aku, dia jadi besar kepala setelah diangkat jadi utusan ..."
Rapunzel menggepal tangan nya dan tertawa dengan wajah senang banget, diatas sebuah batu tertinggi yang baru saja di dirikan ibarat sebuah mimbar bagi pemimpin doa Suku ini.
Sementara itu diposisi ku yang sedang menatap layar dengan wajah berkeringat.
"Eh? Apa ini? Mereka melakukan persembahan seperti ini?" Ujarku mengerutkan kening menatap layar monitor.
*Duk!
Aku menghentakan tangan.
"Woi woi, jika ini dunia nyata maka yang mereka lakukan adalah membuang buang makanan! Apa kesesatan ini memang harus ada di tiap peradaban kuno?"
Aku memegang dagu, lalu berpikir. "Syaratnya hanya berdoa kan? Tapi, apa yang mereka lakukan ini sama saja kegiatan bodoh..."
"Mereka membuang buang sumber daya hanya untuk sesajin dan tumbal ..." Ujarku mengeluh kebawah dengan wajah kusut.
Aku memperhatikan tingkah Rapunzel yang memimpin yang lain dengan berdoa. Tampak semua nya sangat khusuk dan sunyi, dimana Rapunzel berdoa dengan mata tertutup.
Melihat dengan seksama kesunyian itu, aku merasa sedikit merinding.
"Kali ini, apa yang mereka lakukan?" Ujarku memperhatikan dengan keringat peluh khawatir memenuhi area wajah.
Lalu, beberapa detik kemudian ...
*Duzt!
Muncul beberapa notif pesan di layar, puluhan jumlah nya ...
"Sebuah pesan? Apa pesan ini dari Game? Atau ada pemain lain?" Tanyaku seketika.
Saat aku membuka pesan tersebut, seketika aku paham.
----
Aku melipat kaki ku, sambil membaca satu persatu pesan. Yang mana pesan pesan itu adalah doa-doa dari para orang desa yang membawa sesembahan.
"Ada sekitar 20 surat, yang mana itu menjelaskan bahwa persembahan dan doa tak bisa di jauhkan ..." Ujarku memegang dagu berpikir.
Aku memandang salah satu pesan yang terbuka milik salah satu warga desa.
"Disini tertulis, menginginkan bakat sebagai penyembuh..."
Pesan \=
Dewa M, aku mengorbankan peliharaan tercinta ku Moncus. Dengan harapan, aku bisa memiliki kemampuan penyembuhan ...
[ Moncus, adalah rubah kecil yang memiliki sayap burung ...]
Status Moncus , masih hidup.
\*Ambil or Tolak !
(Jika menerima persembahan, anda bisa memberikan berkah yang sesuai untuknya ...)
*Buka jendela belanja berkah.
\-------
Aku mengikuti panduan yang muncul di layar monitor, menggerakan mouse sesuai dengan tutorial yang muncul. Tanda panah yang memaksa siapapun mengklik nya. Jika tidak game akan tetap dalam mode tanda panah itu, alias tetap di posisi tutorial tanpa bisa mengklik yang lain.
"Ini pemaksaan ya? Yah, namanya juga player baru pastinya ada tutorial dulu kan untuk memahami sebuah game ..." Ujarku mengklik sesuai panduan.
Setelah itu, tiba-tiba saja salah satu persembahan hilang dan ada seorang gadis kecil diantara rombongan warga yang berdoa bersinar.
"Ouh, apa ini artinya sukses?" Ujarku mengembangkan mata menatap layar monitor yang menampilkan scan tanpa bisa di skipp.
\----
Rapunzel berbalik melihat sinar yang melenyapkan salah satu persembahan mereka. Yang mana itu adalah seekor Moncus yang di ikat mulut dan tubuhnya.
Rapunzel mengembangkan matanya dan tersenyum seketika.
"Salah satu persembahan di terima oleh dewa!"
Dia lalu memperhatikan kearah rombongan, yang mana ia melihat salah seorang gadis kecil menyala nyala.
Rapunzel melihat itu tersenyum. "Gadis itu mendapatkan berkah Dewa!"
Gadis kecil itu ketakutan dengan tubuhnya yang menyala. "Apa yang terjadi padaku?"
Ayahnya mengelus kepala Gadis itu dan tersenyum menenangkan nya. "Nak, keinginan mu di dengarkan oleh Dewa ..."
Seketika si anak itu menangis. "Ayah, Dewa mendengarkan ku!"
Melihat tangisan haru itu, aku menangis di depan layar monitor setelah mendapatkan notif latar belakang si gadis.
Tetulis.
Keinginan untuk menyembuhkan penyakit Ibunya, yang mana mengidap penyakit parasite norten.
\[ Norten, sebuah parasite yang menetap ditubuh yang memakan perlahan lahan saraf milik ibunya sehingga tak dapat bergerak lagi ...\]
Seketika aku menangis setelah di tampilkan history si gadis dalam bentuk scan cerita pendek sebuah vidio.
"Sialan, jika ini dunia nyata bukan nya dunia ini terlalu kejam ..." Ujarku menangis mengusap mata ku.
Aku sangat bersyukur mengabulkan doa nya si gadis kecil.
Lalu, sebuah notif muncul.
1) Pengabulan doa hanya bisa dilakukan 1x
2) Alasan diperlukan, kenapa doa nya terpilih.
3) Berikan firman anda sebagai penjelasan detial dikabulkanya doa.
Aku mengembangkan mata seketika.
"Hanya satu kali? Terus, bagaimana dengan nasib persembahan lainnya?" Ujarku tertawa dengan wajah berkeringat dingin.
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 64 Episodes
Comments